Kisah Cinta Shevi Dan Byan

Kisah Cinta Shevi Dan Byan
39. Ep 39


__ADS_3

__________


Sepulang kerja, Revan mampir di sebuah minimarket untuk membeli beberapa keperluan sehari-hari yang dipesan Mamanya. Kalau sampai dia lupa, bisa habis diomeli oleh Mamanya yang agak cerewet. Revan mengambil keranjang belanjaan kemudian mengeluarkan ponselnya melihat daftar yang harus dibelinya.


"Haaaiihhhhhh Mama pesannya banyak banget." gerutu Revan setelah melihat daftar belanjaan di layar ponselnya. Revan memasukkan satu per satu pesanan Mamanya ke dalam keranjang. Matanya melotot saat membaca salah satu dari banyaknya pesanan sang Mama.


"Gila........!!!!!! Ini mata gue nggak salah baca kan?????" Revan mendekatkan matanya ke layar ponselnya.


"Mama keterlaluan banget. Masa gue disuruh beli pembalut. Yang benar saja..!!!!! Revan cowok Maaaaaaaa....!!!!!! Malu kalau dilihat orang. Mau ditaruh mana muka anakmu ini Maaaa???? Harga diri.....!!!!" gerutu Revan sambil menepuk jidatnya. Mau tidak mau Revan harus membelinya daripada harus mendengarkan ceramah dari Mamanya. Revan celingak-celinguk memastikan tidak ada orang yang melihatnya. Dia dengan cepat memasukkan pembalut ke dalam keranjang belanjaannya yang sudah penuh.


Setelah tidak ada yang terlewat, Revan menuju ke kasir untuk membayar. Belum sampai di kasir, dia bersenggolan dengan gadis yang tak lain adalah Reni. Sebagian belanjaan Revan berjatuhan di lantai. Terutama pembalut yang juga ikut terjatuh.


Reni belum tahu kalau itu Revan. Sama halnya dengan Revan. Reni langsung jongkok memunguti belanjaan milik orang yang bersenggolan dengannya.


"Maaf,,,,,, maaf....!! Saya tidak sengaja." kata Reni meminta maaf sambil memasukkan barang-barang itu ke dalam keranjang milik Revan.


"Tidak apa-apa." jawab Revan juga ikut memunguti belanjaannya. Barang terakhir yang di ambil Reni adalah pembalut. Sambil berdiri Reni memberikan pembalut itu. Betapa kagetnya dia saat tahu orang itu adalah Revan. Revan pun tak kalah kaget dan juga malu ketika harus menerima pembalut yang di berikan Reni.


"Kak Revan....?????" Reni kaget. Di dalam otak Reni penuh dengan pertanyaan. Untuk siapa Revan membeli pembalut. Istrikah??? Pacarkah???.


"Jangan berfikir yang macam-macam. Ini pesanan Mamaku. Kalau bukan permintaan Mama, mana mungkin aku mau beli barang ini." kata Revan yang seakan-akan bisa menebak isi otak Reni.


"Ooohhhhh....!!!! Kirain buat yang lain..... Heheheee" ucap Reni sambil tertawa.

__ADS_1


"Kak Revan sedah selesai belanjanya?" tanya Reni.


"Sudah." jawab Revan singkat.


"Mau ke kasir bareng nggak?" tanya Reni. Revan hanya mengangguk tanda setuju.


"Sini, belanjaan Kak Revan aku bawain. Pasti malu kan ada pembalutnya???" lanjut Reni pada Revan yang terlihat agak malu saat mengantri di kasir. Revan memberikan keranjangnya setelah berada di depan meja kasir dan berdiri di belakang Reni.


"Pasangan yang cocok..." ucap kasir itu ke Revan dan Reni. Revan dan Reni bersamaan mengeluarkan kartu kredit lalu memberikannya kepada kasir tersebut.


"Kok bisa kompakan." goda Mbak-mbak di meja kasir itu.


"Pakai ini saja Mbak. Sekalian sama keranjang yang itu juga." kata Revan menyodorkan kartu kreditnya dan menunjuk keranjang milik Reni yang akan dia bayar sekalian.


"Sudah simpan saja kartumu." perintah Revan. Reni pun memasukkan kembali kartu kreditnya ke dalam dompet.


"Pengantin baru ya Mas. Patesan, belanja aja berduaan." ujar orang yang mengantri di belakangnya. Reni hanya tersenyum menanggapi ucapan orang itu. Sedangkan Revan pengin sekali meremas mulut emak-emak yang sok tahu itu.


Setelah selesai membayar belanjaannya, mereka berdua keluar dari minimarket. Di luar, Reni menghentikan langkahnya.


"Kak. Terima kasih sudah membayar semua belanjaanku. Gimana kalau sekarang aku ganti traktir makan?" ucap Reni.


"Tidak usah. Aku ikhlas kok." jawab Revan menolak halus ajakan Reni.

__ADS_1


"Ayolah Kak. Aku tidak mau berhutang sama Kak Revan. Kalau Kak Revan nggak mau, aku ganti aja deh." kata Reni lalu mengambil dompet dan mengeluarkan uang dari dompetnya.


"Ok,,,,, ok....!!!!! Aku mau. Tapi kamu masukkan lagi uangmu itu." ucap Revan dengan terpaksa menuruti kemauan Reni.


"Kita makan dimana Kak?" tanya Reni meminta pendapat dari Revan.


"Di sana saja." jawab Revan menunjuk rumah makan yang ada di sebrang jalan.


"Ok...." Reni setuju. Mereka memasukkan barang belanjaan dulu di mobil masing-masing. Kemudian mereka berdiri di tepi jalan, tanpa memperhatikan kiri dan kanan, Reni menyeberang jalan. Dari arah barat ada sepeda motor yang melaju kencang. Revan yang melihatnya dengan sigap menarik tangan Reni lalu merangkulnya ke dalam pelukan Revan.


"Jangan asal kalau nyebrang. Lihat kanan kiri dulu. Bahaya tahu..!!!" ucap Revan yang masih merangkul Reni.


"Maaf Kak. Aku tidak fokus." kata Reni sambil melepaskan dirinya dari rangkulan Revan.


"Sory. Aku tadi refleks dan nggak bermaksud macam-macam." ucap Revan sambil menjauhkan tubuhnya dari Reni.


"Aku yang seharusnya berterima kasih Kak. Kalau tidak ada Kak Revan, mungkin aku sudah tertabrak motor." kata Reni. Revan kemudian meraih tangan Reni lalu meyeberangi jalan. Mereka berjalan menuju rumah makan itu. Reni mengikuti Revan di belakang.


Di dalam, dari awal duduk sampai selesai makan, mereka hanya diam. Bukannya apa-apa, Revan hanya sedikit kaku jadi bingung harus memulai pembicaraan dari mana. Revan memilih mengotak-atik ponselnya. Merasa dicuekin, Reni merasa kesal.


"Ayo pulang Kak." ajak Reni. Revan hanya mengangguk lalu berdiri dan mereka keluar menuju mobil. Tanpa pamit, Reni lalu masuk ke dalam mobilnya. Dia meninggalkan Revan di sana.


"Perempuan memang selalu bertingkah aneh. Tadi ngajak makan. Sekarang pergi tanpa pamit." ucap Revan yang heran pada Reni sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2