Kisah Cinta Shevi Dan Byan

Kisah Cinta Shevi Dan Byan
58. Ep 58


__ADS_3

Keysa masih tersenyum-senyum di depan kaca. Dia sudah membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya dan Byan.


Saat Keysa kembali ke ruang tamu, dia tak menemukan Byan di sana. Dia memanggil-manggil Byan. Keysa mencari ke seluruh ruangan, tapi tak juga menemukannya.


Keysa mencari sampai ke dapur. Dia mulai frustasi dan mengacak-acak rambutnya sendiri. Piring dan gelas yang ada di dapur menjadi pelampiasannya. Keysa membanting semua yang ada di dapur.


"Gagal lagi....!!! Kenapa selalu gagal untuk mendapatkanmu????" ucapnya sambil menangis.


"Byaaaaaaaaannnnnn.........." teriak Keysa. Dia duduk terkulai di lantai sambil meratapi dirinya. Ingin sekali Keysa mengejar Byan keluar, tapi dengan pakaian yang seperti itu rasanya tidak mungkin.


________


Shevi yang mendapat telfon dari Byan, menjadi sangat panik. Bagaimana tidak???? Byan berangkat membawa mobil sendiri. Tapi kenapa sekarang minta dijemput. Tanpa mengganti bajunya, Shevi menyambar kunci mobil di atas nakas lalu berlari menuju garasi. Shevi melajukan mobilnya dengan tergesa-gesa.


"Tunggu aku, Kak Byan." ucap Shevi di dalam mobil.


Shevi mengambil jalan pintas supaya cepat sampai ke apartemen Byan. Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih dua puluh menit, akhirnya Shevi sampai. Dia turun dari mobilnya sambil menelfon Byan. Tapi tak ada jawaban. Ketika Shevi berjalan menuju lift, dia melihat Byan yang bersandar di dinding.


Shevi dengan cepat berjalan mendekati Byan. Dilihatnya kucuran keringat yang membasahi dahi Byan.


"Kamu kenapa???" tanya Shevi panik, sambil mengusap wajah tampan Byan.


"Aku juga tidak tahu. Cepat bawa aku pulang, yang." ucap Byan yang sudah tidak tahan lagi.


"Baiklah..." tanpa fikir panjang, Shevi memapah Byan menuju mobilnya.


Byan terlihat sangat gelisah. Dia memejamkan kedua matanya. Dirasakannya tubuhnya yang semakin terasa panas.


Shevi hanya diam dan tetap fokus mengemudikan mobilnya. Dia tidak mau banyak bertanya melihat kondisi Byan yang seperti itu. Shevi diam-diam menghubungi dokter keluarganya karena melihat Byan yang sepertinya kesakitan.


Setelah sampai di rumah Byan, Shevi membantunya keluar dari mobilnya lalu memapahnya masuk ke dalam rumah.


"Mbak Shevi, Den Byan kenapa???" tanya Bi Sumi yang tak kalah paniknya.


"Shevi juga tidak tahu Bi. Tolong buatkan teh panas ya Bi. Terima kasih sebelumnya." kata Shevi tersenyum ramah pada Bi Sumi yang membuat Bi Sumi semakin menyukainya.


Shevi menuju kamar Byan lalu membukanya. Dengan sedikit kesusahan karena badan Byan yang menurutnya sangat berat, Shevi membawa masuk Byan.

__ADS_1


"Kak Byan duduk di sini dulu. Aku ke bawah sebentar mengambilkan teh panas." ucap Shevi. Belum sempat melangkah, Byan berdiri dan menarik tangan Shevi ke dalam pelukannya. Byan mulai tidak dapat mengendalikan dirinya. Dia menciumi leher Shevi. Shevi mencoba berontak, karena ini tidak seperti Byan yang biasanya.


"Kak......." belum sempat Shevi bicara, Byan sudah mendaratkan bibirnya. Dia mencium bibir Shevi yang menurutnya sangat menggoda.


Tanpa melepaskan ciumannya, Byan menjatuhkan tubuh Shevi di ranjangnya. Byan yang berada di atasnya kembali menciumi leher Shevi yang membuat sang pemilik leher merinding.


"Kak, stop!!!!!!! Tolong lepaskan aku. Sadarlah...!!!! Kendalikan dirimu!!!" ucap Shevi sambil terus meronta. Sepertinya Byan tak mendengarkan Shevi, dia semakin ganasnya menciumi Shevi.


"Plaaaakkkkkk....!!!!!!!" tangannya melayang menampar wajah Byan. Shevi tidak bermaksud untuk menyakiti. Dia hanya ingin tunangannya itu sadar. Dan benar saja, Byan bangkit lalu duduk di tepi ranjang sambil memegangi pipinya.


"Maaf....." kata yang terucap dari bibir Byan.


"Sayang, keluarlah!!! Sebelum terjadi hal-hal yang lebih kalau kamu masih di sini." lanjut Byan. Tanpa banyak bicara, Shevi berlari keluar dari kamar Byan.


Shevi menuruni tangga dan bertemu Bi Sumi yang membawa secangkir teh panas untuk Byan.


"Mbak, ini tehnya untuk Den Byan." kata Bi Sumi.


"Nanti saja Bi. Kak Byan sepertinya tidur." ucap Shevi terpaksa membohongi Bi Sumi. Dia tidak mau kalau Bi Sumi masuk ke kamar Byan, bisa-bisa disambar juga!!!!


"Aku ke depan sebentar Bi." kata Shevi. Dia menunggu Dr. Surya di ruang tamu. Shevi melihat jam di tangannya.


Bel pun berbunyi. Shevi bangkit dari duduknya lalu membukakan pintu. Dia sudah menebaknya kalau yang datang adalah Dr. Surya yang merupakan teman ayahnya sekaligus dokter keluarganya. Yang juga selalu menjodoh-jodohkannya dengan anak laki-lakinya.


"Hai, Om. Kenapa lama sekali???" tanya Shevi yang terlihat sangat akrab.


"Macet di jalan, Shev. Kamu tahu sendiri, kalau sore hari jalanan macetnya......." jawab Dr. Surya.


"Ini rumah siapa?? Kenapa kamu menyuruhku ke sini???" tanya Dr. Surya.


"Rumah tunanganku, Om. Om Surya harus memeriksanya." jawab Shevi.


"Sejak kapan kamu tunangan?? Kok Om tidak tahu?? Wahhhh,, pupus sudah harapan Om yang tidak bisa menjadikanmu menantuku." tanya Surya.


"Sekitar lima bulan, Om. Hanya keluarga saja yang hadir. Lupakan saja Om! Lagian, aku nggak akan mau sama Rio. Hahahaa.." ujar Shevi sambil berjalan menuju kamar Byan.


Shevi kembali memasuki kamar Byan dan dilihatnya Byan yang meringkuk di atas kasur.

__ADS_1


"Ini tunangan kamu??? Dia kenapa???" tanya Dr. Surya.


"Iya, Om. Laahhhhhhhhh, mana Shevi tahu??? Kenapa Om Surya bertanya padaku?? Yang dokter kan Om, bukan Shevi. Kalau aku tahu, aku juga tidak mungkin menyuruh Om Surya datang ke sini." ujar Shevi yang memang sering bercanda dengan sahabat ayahnya itu. Dr. Surya pun demikian, sudah menganggap Shevi sebagai putrinya sendiri.


"Haiissshhhhh,,,, kamu ini. Semakin pintar saja..." ujar Dr.Surya sambil memeriksa Byan.


"Aku tunggu di bawah saja, Om. Takut jarum suntik.Heheheheee...." ucap Shevi yang melihat Surya mengeluarkan jarum suntik.


Shevi menunggu Surya di ruang tengah. Bi Sumi sudah menyuguhkan minuman di sana. Selesai memeriksa Byan, Dr. Surya menemui Shevi di ruang tengah.


"Kamu apakan tunangan kamu???" tanya Dr. Surya yang membuat Shevi bingung. Dia tidak paham dengan maksud diapakan.


"Maksud Om Surya???? Aku tidak berbuat macam-macam, Om." jawab Shevi. Dia heran dengan pertanyaan Om'nya itu.


"Lalu kenapa kamu memberikan dia obat perangsang?????" tanya Surya.


Shevi yang mendengarnya berjingkat kaget setengah mati sambil mulutnya menganga tak percaya. Pantas saja Om'nya bertanya seperti itu dan mengira yang berbuat adalah dirinya.


"Om Surya, aku ini gadis baik-baik! Mana mungkin aku melakukan hal serendah itu!!! Om juga sudah mengenalku dari kecil. Kalau aku mau, tidak usah pakai obat seperti itu. Aku tinggal buka baju, tunanganku sudah pasti tergoda denganku." ujar Shevi. Dia menjelaskan pada Om'nya yang salah sangka.


"Huuussssss.....!!!! Jaga ucapanmu. Anak perawan jangan sembarangan kalau bicara. Jangan macam-macam kalau belum halal!!!" jelas Dr. Surya. Mereka terlihat sangat akrab.


"Lalu siapa yang melakukan itu, Shev???" tanya Dr. Surya.


"Mungkin wanita yang tergila-gila dengannya. Maklum Om, tunanganku sangatlah tampan dan menawan." ujar Shevi yang tak henti-hentinya bercanda dengan Om'nya.


"Berarti kamu juga termasuk yang menggilai ya???" balas Surya menggoda Shevi.


"Ooohhh, kalau aku beda. Dia yang berjuang untuk mendapatkanku." sahut Shevi dengan penuh percaya diri.


"Ya,,,, ya...!! Om pulang dulu. Om sudah menyuntikkan obat. Dia sudah tenang dan sekarang tertidur." kata Surya.


"Baik, Om." jawab Shevi lalu mengantar Surya sampai depan rumah.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like,coment&votenya teman...😉😉😉😉


__ADS_2