Kisah Cinta Shevi Dan Byan

Kisah Cinta Shevi Dan Byan
59. Ep 59


__ADS_3

Hari mulai gelap, Shevi merasa bingung. Dia harus tetap di sana menjaga Byan, atau pulang. Dia menelfon Ibunya untuk meminta izin.


"Dian : Ada apa Shev??? Jam segini kenapa belum pulang?"


"Shevi : Iya, Bu. Shevi di rumah Kak Byan. Dia sakit. Bu, apa boleh kalau Shevi menginap di rumah Byan?? Kasihan dia, tidak ada yang menjaga."


"Dian : Boleh. Tapi kamu tidur di kamar yang terpisah ya???"


"Shevi : Ibu tenang saja. Shevi bisa jaga diri."


"Dian : Ibu pegang kata-katamu."


"Shevi : Siaaapppp....."


Shevi mematikan sambungan telfonnya. Dia kemudian menyempatkan menengok Byan yang masih tertidur lelap.


"Mbak Shevi." panggil Bi Sumi dari belakangnya. Shevi kaget, karena Bi Sumi tiba-tiba saja muncul.


"Bi Sumi. Ada apa???" tanya Shevi.


"Dari tadi Mbak Shevi belum makan. Itu sudah saya siapkan makanan di meja makan." jawab Bi Sumi.


"Baik Bi. Terima kasih." ucap Shevi. Dia keluar dari kamar Byan dan turun menuju meja makan. Dia memang sangat lapar. Shevi makan sendiri, dia tak mau membangunkan Byan.


"Bi Sumi, sini makan sama bareng." ajak Shevi. Dia merasa sedikit canggung makan sendirian.


"Tidak Mbak. Bibi sudah makan." tolak Bi Sumi yang merasa tidak sopan makan dengan majikannya. Shevi lalu berdiri dan memegang pundak Bi Sumi lalu mendudukkannya di kursi.


"Mbak Shevi. Bibi tidak enak kalau seperti ini." kata Bi Sumi hendak berdiri tapi di tahan oleh Shevi.


"Santai saja, Bi. Jangan merasa tidak enak. Kita keluarga. Ayo makan, Bi." ucap Shevi lalu mengambilkan nasi, sayur, lauk untuk Bi Sumi.


"Mbak Shevi ini baik sekali. Beda sama Mbak Keysa yang angkuh, suka main perintah seenaknya saja." kata Bi Sumi mengingat kembali saat Keysa numpang di rumah Byan.


"Sudah, jangan bahas Keysa. Nanti selera makan kita jadi hilang." ucap Shevi sambil menyantap makanannya.


"Oiyaaa Bi, ada kamar kosong?? Soalnya saya mau menginap di sini." tanya Shevi menghentikan makannya.


"Ada Mbak. Nanti saya bersihkan dulu." jawab Bi Sumi.

__ADS_1


"Mbak Shevi ini benar-benar beda. Walaupun sudah jadi tunangan Den Byan tapi tetap menjaga diri. Kalau Mbak Keysa, Bibi sering lihat kalau malam berniat masuk ke kamar Den Byan. Untungnya dikunci dari dalam." ujar Bi Sumi.


"Oiyaaaa????" Shevi menyunggingkan semyumnya.


Selesai makan, Shevi membantu Bi Sumi membereskan meja makan. Setelah selesai, Shevi ke ruang tengah menonton televisi sambil menunggu Bi Sumi menyiapkan kamar untuknya.


"Mbak, kamarnya sudah siap. Kalau Mbak Shevi sudah mengantuk, istirahat saja dulu." ucap Bi Sumi.


"Baik, Bi. Terima kasih. Shevi ke atas dulu. Bi Sumi juga cepat tidur. Ini sudah malam." Shevi berjalan menaiki tangga menuju kamar yang di siapkan oleh Bi Sumi.


"Yahhhhh,,,, terpaksa gue nggak mandi. Nggak apalah!! Akan semakin nyenyak tidur gue." ucapnya sambil menarik selimut. Shevi tidur sangat lelap karena aktivitas hari ini sangat melelahkan.


_______


Keesokan harinya,


Byan terbangun dari tidurnya. Dilihatnya jam dinding di kamarnya yang sudah menunjukkan pukul 04.30. Dirasakannya badan yang sudah membaik. Byan memegang perutnya yang terasa lapar karena dari kemarin sore belum makan. Dia turun dari ranjangnya lalu masuk ke kamar mandi untuk mencuci mukanya.


Byan turun menuju dapur. Terlihat Bi Sumi yang sudah sibuk di dapur. Tanpa Bi Sumi sadari, Byan sudah berdiri di sampingnya.


"Ehhhhh, Den Byan. Sudah baikan???" tanya Bi Sumi.


"Baik, Den. Tunggu sebentar." kata Bi Sumi. Sambil menunggu Bi Sumi yang sedang membuatkannya susu, Byan mengambil roti tawar dan mengolesinya dengan selai cokelat.


"Ini Den susunya." Bi Sumi menaruhnya di depan Byan.


"Terima kasih, Bi." ucap Byan lalu menyerutupnya.


Selesai sarapan, Byan kembali ke kamarnya untuk mandi. Dia merasa gerah karena dari kemarin tidak mandi. Saat memilih baju di almari, pintu kamarnya di ketok dari luar.


"Masuk saja, Bi." kata Byan yang sudah menebak kalau itu Bi Sumi. Karena yang tinggal di rumahnya hanya dirinya, Bi Sumi dan suami. Bi Sumi memegang gagang pintu lalu membukanya.


"Ada apa, Bi??" tanya Byan sambil melempar baju yang akan dipakainya ke atas kasur miliknya.


"Bibi lupa belum memberitahu Aden kalau Mbak Shevi menginap di sini." jawab Bi Sumi.


"Apa???" Byan menoleh ke Bi Sumi yang masih berdiri di pintu.


"Mbak Shevi tidur di kamar tamu. Dari kemarin Mbak Shevi selalu memantau kondisi Den Byan." ujar Bi Sumi lalu pamit kembali ke dapur.

__ADS_1


Byan tak mengira kalau Shevi rela menjaganya. Dia teringat saat dirinya hilang kendali. Untung saja Shevi menamparnya. Byan mengelus pipinya yang ditampar oleh Shevi.


Byan segera memakai bajunya lalu bergegas ke kamar tamu dimana Shevi tidur. Untung saja tidak di kunci oleh Shevi. Byan diam-diam masuk lalu duduk di tepi ranjang. Byan mengelus kepala Shevi.


"Sayang.........." panggil Byan dengan suara lembut. Tapi Shevi sama sekali tak juga bangun.


"Bangun, yang. Ini sudah pagi." Byan masih mengelus kepala Shevi. Shevi mulai membuka matanya. Dia kaget dan menjauh dari Byan karena masih teringat kejadian tadi malam.


Shevi menarik selimut untuk menutupi badannya. Byan hanya tersenyum melihat Shevi. Dia maklum, saat Shevi melihat dirinya pasti akan ketakutan.


"Kenapa senyum-senyum?? Jangan mendekat!!! Kamu sudah sembuhkan??? Efek obat perangsang itu benar-benar sudah hilangkan??" tanya Shevi yang khawatir kalau efek dari obat itu masih ada.


"Sudah. Kamu jangan takut seperti itu. Sini mendekat...." jawab Byan lalu menyuruh Shevi duduk di sampingnya.


"Enggak mau. Nanti aku diapa-apakan lagi." ucap Shevi sambil menggelengkan kepalanya.


Byan tertawa mendengarnya. Dia menatap Shevi secara mendalam.


"Aku minta maaf." kata Byan yang sangat tulus dari dalam hatinya. Dia merasa bersalah, gara-gara efek obat yang diberikan Keysa, hampir saja dia menodai wanita yang sangat dicintainya.


Melihat wajah Byan yang memelas membuat Shevi tak tega. Dia mendekat dan duduk di sebelah Byan.


"Sekali lagi maaf.......!! Maaf karena aku tidak bisa mengendalikan diriku." ucap Byan lalu memeluk Shevi erat. Dia merasa sangat bersalah pada Shevi.


"Iya. Aku maafkan. Jangan menyalahkan dirimu. Itu juga karena pengaruh obat itukan???" ujar Shevi sambil mengelus-elus punggung Byan.


"Kamu masih beruntung. Coba kalau kamu tidak pergi dari sana, mungkin kamu sudah melakukannya dengan Keysa." lanjut Shevi dengan wajah cemberut. Byan kembali mengingat setelah dirinya disuguhi minum oleh Keysa.


"Kamu belum melakukan apa-apakan sama Keysa???" tanya Shevi curiga lalu melepaskan pelukan Byan.


"Tidak, yang. Aku berani bersumpah. Setelah merasa ada yang tidak beres, tanpa Keysa tahu, aku langsung keluar dari apartemen." jawab Byan jujur.


"Syukurlah....." ucap Shevi merasa lega.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like,coment& votenya.....😊😊😊😊


__ADS_2