
Di area kampus,
Setelah keluar dari kelas, Shevi mengajak Reni duduk di kursi taman. Siang yang terik, duduk di bawah pohon yang rindang pasti sangat menyejukkan. Shevi menyandarkan tubuhnya di kursi sambil memejamkan matanya.
"Nyaman banget duduk di sini." kata Shevi.
"Jelas nyaman!! Coba kalau kamu duduk di tengah lapangan basket itu!! Masih bisa bilang nyaman nggak????" ujar Reni memandangi lapangan basket. Dia ikut menyandarkan tubuhnya seperti Shevi.
"Duduk di sana baru sepuluh menit pasti udah gosong." balas Shevi.
"Ren, tiga minggu lagi gue bakal melepas status lajang gue!" ucap Shevi yang membuat Reni langsung duduk tegak mendengar ucapan Shevi.
"Lo nggak hamil duluan kan???" selidik Reni karena menurutnya itu sangat mendadak.
"Iiihhhhhhh,,,, mulutmu sama persis dengan emak-emak komplek!! Memangnya kalau nikah mendadak selalu berhubungan dengan hamil duluan?????" tanya Shevi. Dia lalu duduk tegak menghadap ke Reni.
"Ini semua kemauannya si Byan itu!! Kamu juga ingat waktu di cafe dia bilang secepatnya kan???" ujar Shevi.
"Ingat....!! Tapi kalau tiga minggu kan memang terlalu cepat. Apa bisa mempersiapkan semuanya???" tanya Reni.
"Semua sudah beres, Ren!!! Apa sih yang nggak bisa dia lakukan???" jawab Shevi.
"Sepertinya Kak Byan ngebet banget, Shev. Mungkin dia udah nggak tahan ya???? Hahahaaa..." kata Reni.
"Gue nggak bisa bayangkan........." lanjut Reni.
Shevi dan Reni berdiri bersamaan lalu berjalan menuju parkiran. Reni merangkul pundak Shevi yang lebih tinggi darinya.
"Tangan lo nggak pegel??? Lo kan lebih pendek dari gue!!!" ujar Shevi sambil memandang tangan Teni yang masih berada di pundaknya.
"Sialan lo.......!!!!!" Reni tak terima dikatai pendek oleh Shevi.
Sehari sebelum hari H.
Rumah Shevi,
__________________
Di kediaman Sofyan menggelar pengajian yang dihadiri oleh para tetangganya. Dengan diadakannya pengajian semoga bisa membawa keberkahan dan kelancaran sampai hari H.
Acara pengajian pun selesai. Shevi dan Ibunya bersalaman dengan para tetangga yang telah hadir untuk mengucapkan terima kasih.
__ADS_1
Keluarga jauh Shevi sudah mulai berdatangan. Shevi menyempatkan kumpul dan ngobrol bareng saudaranya. Karena waktu yang seperti ini jarang adanya. Mereka memang akan menginap di rumah Shevi sampai selesai acara nanti.
Malam semakin larut. Shevi yang sudah tak kuat menahan kantuknya lalu pamit pada beberapa saudaranya. Shevi naik ke lantai atas lalu masuk ke dalam kamarnya. Tak lupa dia mengunci pintu.
Shevi merebahkan tubuhnya di kasur empuk miliknya. Diraihnya ponsel yang ia taruh di nakas. Dari mulai acara pengajian ponselnya memang sengaja ia tinggal di kamar. Dilihatnya ada beberapa panggilan video call dari Byan, ada juga pesan dari sahabatnya. Shevi balik menelfon Byan.
"Byan : Kemana aja, yang??? Dari tadi ditelfon nggak diangkat!"
"Shevi : Kamu lupa??? Di rumah lagi ada pengajian. Lagian ponselku, aku tinggal di kamar."
"Byan : Lupa....! Lancar pengajiannya???"
"Shevi : Lancar...."
"Byan : Kangen banget, yang. Pengin ketemuan."
"Shevi : Nggak boleh. Kita ketemu nanti pas ijab qobul. Baru nggak ketemu beberapa hari udah kangen banget. Apalagi kalau nggak ketemu selamanya."
"Byan : Bicara apasih, yang??? Nggak lucu..!!!"
Byan langsung mematikan sambungan telfonnya.
"Gitu aja ngambek...!!!! Aku kan hanya bercanda." gerutu Shevi. Dia lalu tertidur dengan sendirinya. Padahal Byan berharap Shevi akan menelfonnya kembali. Tapi ternyata yang ditunggu mungkin sudah mimpi indah.
____________
Byan keluar dari kamarnya lalu turun ke lantai bawah. Di sana ada Revan dan kedua orang tua Revan yang akan mendampingi Byan besok. Ada juga Mia yang ikut membantu Bosnya mempersiapkan seserahan yang akan dibawa besok.
Karena di rumah Shevi tidak memakai acara midodareni, sehingga seserahan akan dibawa besok.
"Deg-degan nggak bro???" tanya Revan.
"Kalau sekarang nggak." jawab Byan.
"Kalian menginap di sini kan???" tanya Byan pada Revan dan kedua orang tuanya.
"Iya. Besok harus pagi-pagi sekali. Kalau kami pulang, besok harus ke sini lagi. Iya kalau jalannya lancar!! Kalau macet???" jawab Revan.
"Bi Sumi sudah mempersiapkan kamar. Om, Tante silahkan kalau mau istirahat duluan." ucap Byan pada kedua orang tua Revan.
"Bi, tolong antarkan Mama dan Papanya Revan ke kamar." perintah Byan.
__ADS_1
"Baik, Den" jawab Bi Sumi lalu berdiri.
"Mari saya antar." kata Bi Sumi. Orang tua Revan mengikuti Bi Sumi di belakang.
"Mia, kamu mau pulang atau menginap di sini juga??" tanya Byan sambil melihat jam yang sudah sangat larut.
"Saya pulang saja, Pak." jawab Mia.
"Mia takut kalau calon suaminya marah, By..." sahut Revan menggoda Mia.
"Baik kalau itu maumu. Tapi besok pagi sekali kamu sudah harus tiba di rumahku." kata Byan.
"Biar sopirku yang mengantar kamu pulang. Tidak baik seorang wanita pulang larut malam sendirian." imbuh Byan.
"Terima kasih, Pak." ucap Mia. Dia lalu pulang di antar oleh suami dari Bi Sumi yang bekerja serabutan di rumah Byan.
Sepulangnya Mia, kini tinggal Byan dan Revan. Karena Byan tidak bisa tidur, entah karena kepikiran besok atau saking groginya. Membuat Revan harus menemaninya begadang sampai pagi. Mereka akhirnya terlelap tidur di sofa.
Baru tidur beberapa jam, Byan dan Revan dibangunkan oleh Bi Sumi.
"Den Byan, Den Revan, bangun...!!! Ini sudah jam setengah enam pagi." kata Bi Sumi yang membuat Byan kaget lalu melihat jam untuk memastikannya sendiri.
"Van, bangun. Buruan mandi,,,,!!!" Byan menepuk-nepuk bahu Revan. Setelah Revan bangun, Byan berlari ke lantai atas menuju kamarnya. Begitupun juga Revan yang ikut kelabakan.
Kedua orang tua Revan sudah siap. Mia juga sudah datang tepat waktu. Tinggal menunggu Byan dan Revan.
"Dua anak ini mandi atau ngapain sih, lama banget!!!" ujar Tia, mamanya Revan. Byan terlihat menuruni tangga bersama dengan Revan.
"Byan, tampan banget....!!!" kata Mama Tia.
"Makasih Tante pujiannya..." jawab Byan.
"Mama ingat umur, jangan genit." ujar Faisal, suaminya.
"Iihhhhh, Papa..!! Byan sudah Mama anggap seperti anak sendiri. Masa gitu aja cemburu." kata Tia.
"Kalau pun iya, Byan juga nggak mau sama yang tua-tua." celetuk Revan yang membuat semua orang tertawa.
"Sudah,,, sudah bercandanya!!! Ayo berangkat. Nanti takutnya telat. Mendingan tiba lebih awal daripada telat." ujar Faisal.
"Seserahan dan mahar sudah masuk mobil semua. Kita berangkat ke rumah Shevi untuk acara ijab qabul. Setelah itu lanjut ke gedung untuk acara resepsinya kan, By????" tanya Tia.
__ADS_1
"Iya, Tante." jawab Byan. Mereka lalu berangkat ke rumah Shevi.