Kisah Cinta Shevi Dan Byan

Kisah Cinta Shevi Dan Byan
47. Ep 47


__ADS_3

Byan tak tahu harus mencari Shevi kemana! Pikirannya kacau...!!!! Hanya satu tempat yang menjadi tujuannya saat ini, yaitu rumah Shevi. Karena dia tak tahu Shevi sudah pulang atau belum. Dia memutuskan akan menunggu Shevi di sana.


Mobil Byan memasuki halaman rumah Shevi. Tak selang berapa lama, secara kebetulan Shevi juga pulang. Byan berdiri menunggu Shevi keluar dari mobil.


Saat Shevi baru saja keluar, Byan meraih tangan Shevi.


"Lepasin..!!!" ucap Shevi sambil berusaha melepaskan tangannya.


"Kemana pacar yang kamu ajak nonton tadi?? Kok nggak diajak ke sini sekalian??" lanjut Shevi menyindir Byan.


"Dia bukan pacar...!!! Dia hanya temanku..!! Sayang,, dengarkan aku dulu!! Aku bisa jelaskan semuanya. Itu tidak seperti yang kamu lihat..!!" kata Byan.


"Teman apa..??!!!!!! Teman berasa pacar maksud kamu????"


"Ohhhh,,,, jadi di dalam bioskop, kamu mesra-mesraan, dia menyandarkan kepalanya di pundak kamu, menurutmu aku salah lihat????" imbuh Shevi sambil menunjuk matanya. Dia sudah tidak tahan lagi untuk meluapkan semua kemarahannya.


"Oiiiyaaa,,!!! Aku juga melihat kalian berdua keluar bersamaan dari rumahmu. Itu juga aku salah lihat???" Shevi memberondong banyak pertanyaan. Byan hanya terdiam karena dia tidak menyangka Shevi bisa tahu semua itu.


"Kenapa diam??? Nggak bisa menyangkal lagi kan???" imbuh Shevi.


"Tapi dia hanya temanku..!!! Tidak lebih dari itu!!! Dia baru saja datang dari luar negeri. Dia belum tahu mau tinggal dimana, jadi sementara dia tinggal di rumahku." jelas Byan dan tidak sengaja keceplosan.


Deg,,,,,,,,!!!!! Hati Shevi terasa sakit saat mendengar wanita lain menginap di rumah tunangannya. Dia berusaha menahan air matanya.


"Jangan salah paham dulu yang. Aku hanya menolongnya...!!! Kamu dengarkan dulu penjelasanku!" kata Byan.


"Apa dia orang yang kamu jemput di bandara???" tanya Shevi dengan suara berat karena menahan tangis.


"Iya..." jawab Byan menatap Shevi dengan penuh rasa bersalahnya.


"Begitu spesialnya wanita itu untukmu??? Sampai-sampai kamu melupakan janjimu denganku waktu itu??!! Begitu spesialnya dia, sampai-sampai kamu menyuruhnya tinggal bersamamu??!! Apa tidak ada tempat lain selain rumahmu??? Kamu pikir aku bodoh???!!"

__ADS_1


"Atau memang sebenarnya kamu senang tinggal dengannya??"


"Apa kamu memikirkan tentang perasaanku?????" tanya Shevi dengan mata berkaca-kaca. Dia sudah tidak dapat lagi membendung air matanya yang mulai membasahi pipinya.


"Seorang laki-laki yang sudah bertunangan, tinggal serumah dengan teman wanitanya. Haaahhhh,,, sungguh menggelikan....!!!!" lanjut Shevi sambil menyeka air matanya yang tak henti-hentinya menetes.


Byan terdiam tak mengeluarkan sepatah katapun karena dia juga tahu ini memang kesalahannya. Dia memejamkan matanya sambil menundukkan wajahnya. Hatinya juga terasa sakit melihat wanita yang dicintainya menangis karena dirinya.


"Berarti selama beberapa minggu ini kamu bukan disibukkan dengan pekerjaanmu, melainkan disibukkan dengan teman mesramu itu??? Pantas saja, setiap kali aku disuruh Ibu ke rumahmu, alasanmu selalu sibuk. Jadi semua karena ini????" tanya Shevi.


"Tolong dengarkan penjelasanku dulu..." pinta Byan sambil meraih kedua tangan Shevi.


"Semua sudah jelas. Jadi kamu tidak perlu capek-capek untuk menjelaskan!!! Aku capek..!!! Mendingan kamu sekarang pulang. Aku nggak mau Kakek dan Ibu melihat kita ribut...!!! Apa jadinya kalau Kakek sampai tahu laki-laki yang dia puji-puji, yang dia pilihkan, ternyata tinggal serumah dengan wanita lain." ucap Shevi lalu menarik kedua tangannya yang dipegang Byan.


"Kamu urusi saja teman spesialmu itu....!!!!" imbuh Shevi lalu berbalik meninggalkan Byan yang masih berdiri mematung di halaman rumahnya. Ingin sekali rasanya Byan menahan Shevi dan memeluknya. Tapi kakinya terasa sangat berat. Dia hanya bisa menatap Shevi yang berlalu meninggalkannya.


Byan masuk ke dalam mobilnya dan melaju meninggalkan rumah Shevi. Dia mengeluarkan ponselnya lalu menelfon Revan. Byan mengajak Revan ketemuan di cafe tempat biasa mereka nongkrong dulu.


Sesampai di cafe, Byan duduk dengan lesu sambil kepalanya dia sandarkan di atas meja. Revan yang baru saja datang, matanya mencari Byan. Revan menggelengkan kepalanya setelah melihat sahabatnya. Dia duduk di samping Byan.


"Lo kok sekacau ini By????" tanya Revan.


"Shevi marah sama gue Van. Dia nggak mau mendengar penjelasan gue. Kenapa dia bisa tahu kalau Keysa tinggal di rumah gue???" jawab Byan.


"Sepintar-pintarnya lo nyimpen bangkai, pasti baunya akan tercium By..." terang Revan.


"Gue nggak tahu lagi harus gimana Van." kata Byan.


"Gue sudah menebaknya By. Lo yang ceroboh..!!! Mengambil keputusan tanpa berfikir ke depannya bagaimana. Kalau sudah begini, jadi runyamkan???" jelas Revan.


"Lo juga sih By, kelewat baik sama Keysa! Cewek mana yang nggak marah coba. Kalau gue jadi Shevi, udah gue putusin lo By...." imbuh Revan.

__ADS_1


"Kok lo gitu Van???" Byan tak terima.


"Itu cuma seandainya By...." kata Revan.


"Gue harus bagaimana Van???" tanya Byan.


"Gue nggak tahu By. Lo pikir gue pakar tentang masalah percintaan!!" jawab Revan.


"Kalau saran gue, tunggu sampai Shevi tenang dulu. Kalau sekarang-sekarang ini percuma By." kata Revan.


Malam semakin larut. Tak terasa Byan duduk di cafe itu sudah 4 jam lamanya. Revan masih setia menemani Byan. Saking lamanya menunggu Byan, Revan sudah menghabiskan beberapa minuman dan makanan.


"Gue bisa gemuk kalau caranya kaya gini By." ucap Revan.


"By,,,, mau sampai kapan lo di sini???" tanya Revan. Tapi Byan tak menanggapinya. Revan mengambil ponsel Byan, kemudian mencari nomor Shevi. Dia mencoba menghubungi Shevi. Setelah beberapa kali panggilan, akhirnya diangkat oleh Shevi.


"Wahhhh cewek kalau udah marah top deh.....!!!!" celetuk Revan.


"Tamat sudah riwayat lo By...!!! Lo sih cari gara-gara!!! Makanya dengerin gue. Mulai sekarang lo jauhin Keysa!!! Kalau lo masih berhubungan dengan Keysa, hubungan lo sama Shevi nggak bakal mulus By. Percaya sama gue..!!!" ucap Revan.


"Tapi Van,,,,,," Byan belum menyelesaikan kata-katanya sudah dipotong Revan.


"Jangan tapi-tapian..!! Gue udah mengingatkan lo ya By..!!!" kata Revan.


"Gue pulang Van...." Byan berdiri lalu meninggalkan Revan.


"Ini orang benar-benar kebangetan! Udah gue bela-belain nungguin dia berjam-jam di sini, sekarang gue ditinggalin gitu aja..!!!" gerutu Revan.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa, like, coment & votenya...😉😉😉


__ADS_2