
Revan dan Reni masih setia berdiri menunggu Shevi. Mereka tidak dapat melihat Shevi dengan jelas karena hujan yang sangat deras.
"Sebenarnya hubungan Kak Byan dan Keysa seperti apa Kak???" tanya Reni pada Revan.
"Yang pasti bukan seperti yang kalian fikirkan. Byan hanya mencintai Shevi. Keysa sudah di pecat oleh Byan. Shevi hanya salah paham." jawab Revan.
"Tapi kenapa buka Kak Byan yang ke sini??" tanya Reni lagi.
"Byan mendadak ke kantor cabang. Mungkin selama beberapa hari dia ada di luar kota." jawab Revan.
"Kamu coba bujuk Shevi supaya mau pulang. Bisa-bisa dia sakit kalau kelamaan hujan-hujanan. Aku yang bisa dibunuh Byan kalau sampai Shevi kenapa-napa." kata Revan sambil memberikan payung yang dibawanya pada Reni.
"Shev, udah terlalu lama. Nanti lo sakit. Kita pulang ya!!!" ajak Reni. Shevi menganggukkan kepalanya. Reni menggandeng Shevi berjalan menuju mobil milik Shevi.
"Masuk ke mobilku saja. Aku yang akan antar kalian. Nanti aku akan menyuruh orang untuk mengurus mobil Shevi." kata Revan. Mereka masuk ke dalam mobil Revan. Reni duduk di depan bersampingan dengan Revan.
Setelah mengantar Shevi, Revan lanjut mengantar Reni. Hubungan keduanya hari demi hari semakin dekat.
Hari berikutnya,
______________
Sore hari, Reni beniat untuk mengembalikan jas milik Revan. Sebelum berangkat, dia menelfon Revan bertanya dimana alamat rumahnya. Ternyata letak rumah Revan tidak terlalu jauh dari rumahnya.
Diapun pergi ke rumah Revan. Reni ragu saat akan mengetok pintu rumah Revan. Belum jadi mengetok, tiba-tiba saja pintu di buka dari dalam.
"Ehhhh,,,, ada gadis cantik di sini. Cari siapa sayang???" tanya Mamanya Revan.
"Hehee,,,, cari Kak Revan, Tante." jawab Reni.
"Ayo masuk. Tante panggilkan dulu Revannya. Oiyaaa nama kamu siapa?? Kamu pacarnya Revan ya???" tanya Mama Hana.
"Saya Reni, Tante. Bukan,,, bukan.....! Saya hanya temannya Kak Revan." jawab Reni agak salah tingkah.
"Kamu tunggu sebentar ya. Tante ke atas dulu." kata Mama Hana lalu meninggalkan Reni.
Setelah beberapa saat, Revan dan Mamanya kembali menemui Reni.
__ADS_1
"Ren, ada apa???" tanya Revan lalu duduk di sofa dan diikuti Mamanya.
"Ini aku mau mengembalikan jas milik Kak Revan." jawab Reni.
"Aduh,,,, aduh ternyata sudah sedekat ini. Papa......!!! Sebentar lagi kita punya menantu." teriak Mama Hana.
"Maaaa......!!!!! Apa-apaan sih???? Jangan ngawur. Kami hanya sebatas teman." ucap Revan yang entah kenapa membuat hati Reni merasa sesak mendengar ucapan Revan.
"Shevi gimana???" tanya Revan.
"Aku juga belum tahu, Kak. Habis ini mau ke rumahnya." jawab Reni.
"Ok. Aku akan ikut denganmu." kata Revan.
"Aahhhhh, kamu ini modus." ujar Mama Hana sambil menepuk bahu Revan.
"Terserah Mama saja. Ayo Ren, berangkat." ajak Revan. Reni lalu pamit kepada Mama Hana.
"Pakai mobilku saja, Kak. Masa iya kita pakai mobil sendiri-sendiri." kata Reni yang menurut Revan ada benarnya juga.
Mereka sampai di rumah Shevi. Setelah dipersilahkan masuk, Reni menyuruh Revan menunggu sebentar karena dia mau memanggil Shevi di kamar.
"Kenapa, Ren???" tanya Shevi.
"Ke bawah yuk! Ada Kak Revan." jawab Reni.
"Sejak kapan kamu semakin dekat dengan Kak Revan????" tanya Shevi penasaran.
"Pertanyaan apasih???? Ayo turun!!!" ajak Reni sambil menyeret tangan Shevi.
"Sakit tangan gue, Ren. Jangan lo tarik-tarik, gue bisa sendiri." kata Shevi lalu turun dari kasurnya.
Mereka menuju ke ruang tamu dimana Revan yang sedang menunggu.
"Kak Revan, maaf nunggu lama." Shevi basa-basi lalu duduk di sofa.
"Kamu baik-baik saja kan, Shev???? Tidak sakit??? Byan menelfonmu berkali-kali tapi kenapa tidak kamu angkat??? Dia sangat mengkhawatirkanmu. Kamu salah paham padanya, Shev. " tanya Revan.
__ADS_1
"Seperti yang Kak Revan lihat! Aku baik dan aku sehat. Kak Revan jadi juru bicaranya????" jawab Shevi, lalu dia balik bertanya pada Revan.
"Kenapa bukan dia sendiri yang ke sini??? Kenapa harus Kak Revan??? Apa dia sibuk mengurusi teman tapi mesranya itu???" tanya Shevi.
"Byan ke luar kota, Shev. Dia bekali-kali menghubungimu tapi tak ada jawaban, makanya dia menyuruhku. Percayalah dengan Byan, Shev. Dengarkan kata hatimu. Jangan karena emosi sesaat, hubungan kalian hancur." ujar Revan. Shevi hanya terdiam mencerna kata-kata Revan.
Tak terasa hari sudah gelap. Reni masih menjadi pendengar setia antara Revan dan Shevi.
Seteleh menjelaskan semuanya pada Shevi, Revan mengajak Reni pulang. Tak lupa mereka berpamitan pada Ibu Dian dan Kakek Sofyan. Shevi mengantar mereka sampai halaman.
Saat di jalan, ada mobil yang tiba-tiba menghadang mereka. Revan langsung menginjak rem supaya tidak menabrak mobil yang berhenti di depannya itu.
Dia melihat tiga laki-laki dengan tubuh kekar turun dari mobil itu.
"Kak, mereka mau apa??" tanya Reni yang ketakutan.
"Kamu pindah ke belakang dan sembunyi. Kalau ada apa-apa denganku, kamu bisa melacakku. Aku sudah memasang gps di ponselku." jawab Revan.
"Tapi, Kak...." Reni menangis karena dia tidak mau terjadi sesuatu pada Revan.
"Cepat ikuti perintahku. Mereka belum melihatmu. Kalau kita berdua kenapa-napa, siapa yang akan menolong?? Akan lebih baik salah satu di antara kita selamat." kata Revan. Akhirnya dengan sedikit rasa ragu, Reni bersembunyi di belakang. Revan menyimpan ponselnya ke dalam saku jaket bagian dalam agar tidak ketahuan.
"Keluar.....!!!!!!" kata ketiga laki-laki tadi sambil menggedor-gedor kaca mobil. Revan dengan santainya keluar.
Belum sempat bertanya, Revan langsung di pukuli oleh tiga laki-laki tadi. Reni yang mengintip tak tega melihatnya. Dia hanya menangis dan tak bisa berbuat apa-apa. Revan dibawa pergi oleh preman tadi.
Reni mengeluarkan ponselnya dan melacak kemana Revan dibawa pergi. Dilihatnya mobil yang membawa Revan berhenti di bekas gudang di pinggiran kota.
Dia tak jadi pulang. Reni putar balik dan kembali ke rumah Shevi. Dia berkali-kali mengetok pintu rumah Shevi.
Shevi yang membukakan pintu kaget karena Reni kembali ke rumahnya. Reni langsung memeluk Shevi. Shevi merasakan tubuh Reni yang gemetar hebat.
"Lo kenapa menangis?? Kak Revan mana??? " tanya Shevi.
"Kak Revan diculik, Shev." jawab Reni sambil menangis tersedu-sedu. Shevi membawa Reni masuk dan mendudukkannya di sofa ruang tamu.
"Lo tenang dulu. Coba lo ceritakan kejadiannya bagaimana???" tanya Shevi. Setelah merasa tenang, Reni menceritakan semua pada Shevi. Reni menunjukkan ponselnya dimana mobil yang membawa Revan berhenti.
__ADS_1
"Ok, sekarang kita istirahat dulu. Ini sudah malam. Kita fikirkan cara untuk menyelamatkan Kak Revan besok pagi." Shevi menggandeng Reni mengajak ke kamarnya.