Kisah Cinta Shevi Dan Byan

Kisah Cinta Shevi Dan Byan
28. Ep 28


__ADS_3

Mia yang baru saja keluar dari ruangan Byan melihat Revan yang sudah berada di mejanya. Mia langsung duduk di meja kerjanya tanpa menyapa Revan. Dan itu membuat Revan curiga karena tidak seperti biasanya.


"Kenapa lo Mi...?" tanya Revan melihat Mia yang masih bengong.


"Gue lihat Pak Byan dan tunangannya lagi........" Jawab Mia tapi tak diteruskannya karena takut dengan Byan.


"Maksud lo Shevi?? Dia ke sini? Pantesan aja Byan balik duluan. Emang mereka lagi ngapain?" tanya Revan penasaran.


"Udah nggak usah lo pikirin. Nanti kalau aku cerita, pasti jiwa jomblomu meronta-ronta Van." jawab Mia. Karena kalau Mia cerita, pasti Revan akan langsung bertanya pada Byan. Mia tidak mau ambil resiko. Lebih baik tutup mulut.


"Awas lo ya menutupi sesuatu dari gue. Kok terus lo bawa-bawa status jomblo gue?" tanya Revan lalu mendekat ke meja Mia.


"Ngapain ke sini? Lanjut kerja sana." suruh Mia mendorong badan Revan.


"Ehhh Van.... tunangan Pak Byan cantik ya. Pantesan saja bisa meluluhkan hati Pak Byan." ucap Mia


"Oooohhhh itu cinta pertama dan terakhirnya Byan. Lo tahu nggak, Byan sampai rela menunggu Shevi sampai sekarang." ujar Revan yang menggosip.


"Ssssstttttttt...... udah nggak usah kamu lanjutin. Kalau Pak Byan tahu kita lagi gosipin dia, bakal kena masalah kita.Lo juga,cowok hobi banget bergosip." ucap Mia lalu melanjutkan pekerjaannya.


Di dalam ruangan, Byan masih menyantap makanannya.Shevi mengamati Byan yang makan dengan lahapnya.


Ini orang lapar apa lapar sih....????? batin Shevi.


"Kenapa memandangku seperti itu??" tanya Byan yang merasa dari tadi Shevi memperhatikannya.


"Nggak kok..." kilah Shevi lalu mengalihkan pandanganya.


" Jangan bohong..!!!Kamu mau aku suapin?" tanya Byan lagi.


"Aku cuma lihat kamu seperti orang yang belum makan selama 1 minggu." jawab Shevi jujur.

__ADS_1


"Masakan Ibu enak soalnya." jawab Byan.


Shevi membereskan meja karena Byan sudah selesai makan.Lalu Shevi pamit pulang tapi lagi-lagi dicegah oleh Byan.


"Aku mau bicara sama kamu." kata Byan.


"Apa lagi?? Aku sudah terlalu lama di sini." ujar Shevi.


Byan duduk mendekat lalu meraih tangan Shevi dan digenggamnya.


"Aku mau tanya sesuatu.Tapi kamu harus jawab jujur." ucap Byan dengan wajah seriusnya.


"Apa kamu sudah mulai mencintaiku?" tanya Byan. Shevi yang mendapat pertanyaan seperti itu jadi bingung harus jawab apa.Kalau dia jawab tidak,itu membohongi hatinya yang memang mulai menyukai Byan.Tapi kalau dijawab ya,dia malu.Shevi sejenak berpikir mencari jawaban yang tepat. Byan masih menatap wajah Shevi yang membuat sang pemilik wajah menjadi semakin salah tingkah.


"Ok aku akan menjawabnya.Tapi berhentilah memandangku seperti itu." jawab Shevi.


"Aku.........aku......." Shevi menggantung kata-katanya.


"Aku apa?" tanya Byan penasaran.


"Ya.... aku mulai suka tapi sedikit" jawab Shevi malu lalu menunduk. Terlihat senyum yang mengembang di wajah Byan.Dia sudah paham dengan jawaban Shevi.Tapi jawaban itu menurutnya masih belum begitu jelas.


"Apa????Coba kamu ulangi.Tidak begitu jelas." kata Byan sengaja agar Shevi mengulang kata-katanya.


"Nggak bisa diulang lagi." ucap Shevi sedikit menggeser duduknya agak menjauh dari Byan.Tapi Byan menariknya lalu memeluk Shevi erat.Shevi kaget dan meronta agar Byan melepaskan pelukannya.


"Biarkan aku memelukmu." kata Byan dan semakin mengeratkan pelukannya.Rasa bahagia yang tak bisa diungkapkannya karena ternyata Shevi mulai mencintainya.Byan memeluk Shevi lama.


"Lepasin..! Aku nggak bisa nafas." ucap Shevi yang sudah merasa sesak nafas karena saking eratnya pelukan Byan.


"Maaf....!! Aku bahagia banget hari ini." Byan melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Jangan besar kepala dulu. Ini baru sedikit.." ujar Shevi.


"Yang benar.....????? Sedikit atau sedikit?" goda Byan sambil mencolek hidung Shevi.


"Kita langsung nikah aja ya.Aku ingin memilikimu seutuhnya.Kalau tunangan kan itu sekedar mengikatmu." kata Byan.


"Apaaaaa....???? Nggak.....!!! Aku belum siap. Umurku masih 21 tahun." ujar Shevi.


"Yang nikah di bawah umur 21 aja banyak." balas Byan.


"Udah ahhhh..... aku mau pulang." pamit Shevi mencoba menghindari Byan yang membahas pernikahan.


"Baiklah.Aku antar ya??" tanya Byan.


"Ngga perlu." jawab Shevi sambil berdiri.


Byan ikut berdiri lalu menggandeng tangan Shevi.Byan keluar dari ruangannya menggandeng Shevi dengan wajah sumringahnya.Revan dan Mia menatap heran pada bosnya itu. Revan menyangga dagunya menggunakan tangan kirinya sambil menatap Byan dan Shevi yang lewat di depan mejanya.


"Bau-bau orang lagi jatuh cinta nih....!!" ucap Revan yang sengaja menggoda Byan saat lewat di depannya.Sedangkan Mia hanya menahan senyum dengan celetukan Revan.


Byan tak menghiraukan ucapan Revan sama sekali.Dia terus berjalan menggandeng Shevi.Beda dengan Shevi yang menyapa Revan dan Mia dengan senyumannya.


"Sialan......!!Gue dicuekin.Awas aja kalau patah hati.Gue nggak akan bantu." umpat Revan kesal.


Sampai di lobby, Byan semakin mengeratkan genggamannya. Seolah dia ingin semua tahu kalau Shevi adalah wanitanya.Memang banyak pasang mata yang memperhatikan mereka.


"Ehhhh coba lihat cewek yang digandeng Pak Byan.Benar-benar pasangan serasi..." kata salah satu karyawan.


"Aku patah hati..." ucap teman yang ada di sampingnya.


Byan mengantar Shevi sampai di mobilnya.

__ADS_1


"Kamu hati-hati ya sayang.Sampai ketemu besok diacara pertunangan kita." ucap Byan.


"Ya.." jawab Shevi singkat dan mulai melajukan mobilnya.Byan masih berdiri di sana sampai mobil Shevi menghilang dari pandangannya.Dia lalu masuk ke dalam kantornya lagi.


__ADS_2