
Rumah Byan,
Byan yang sudah sampai rumah terlihat mondar-mandir di kamarnya sambil menggenggam ponselnya. Belum juga genap sehari tidak bertemu dengan Shevi, rasa rindunya sudah tidak dapat diajak kompromi.
"Aku sudah benar-benar gila...." ucapnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Setelah sejenak berfikir, dia memutuskan untuk ke rumah Shevi karena rindu yang sudah tidak terbendung lagi. Byan mengambil jaket dan kunci mobilnya. Dia turun ke lantai bawah.
"Den Byan mau kemana? Bukannya baru saja pulang?" tanya Bi Sumi.
"Mau ke rumah Shevi Bi...." jawab Byan sambil tersenyum ke Bi Sumi.
"Oiyaaaa ini kan malam minggu ya Den. Bibi sampai lupa. Tapi Bibi sudah masak untuk makan malam Den." kata Bi Sumi.
"Saya makan di luar Bi. Bi Sumi makan saja dulu." ucap Byan lalu keluar rumahnya.
Sesampai di rumah Shevi, Byan lalu masuk setelah dibukakan pintu oleh Mbok Ami.
"Ibu dan Kakek kemana Mbok?" tanya Byan ke Mbok Ami.
"Bu Dian keluar Mas. Kalau Pak Sofyan masih istirahat di kamarnya." jawab Mbok Ami.
"Kalau Mbak Shevi di belakang Mas." imbuh Mbok Ami yang tahu pasti Byan akan menanyakan keberadaan Shevi.
"Waahhh Mbok Ami bisa menebak isi pikiran saya." kata Byan.
"Saya ke belakang ya Mbok." lanjut Byan lalu ke halaman belakang dan melihat Shevi yang duduk santai di gazebo. Byan berjalan mengendap-endap supaya tidak ketahuan Shevi. Byan menutup mata Shevi dari belakang.
"Siapa sih?? Jangan bercanda dong. Kalau Ibu pasti nggak mungkin. Reni kan????" Shevi melepaskan tangan yang menutup matanya lalu menoleh ke belakang. Saat Shevi menoleh, Byan mencium pipi Shevi.
"Kak Byan...???? Ngapain ke sini?" tanya Shevi sambil memegang pipinya yang di cium Byan.
"Ooohhhhh jadi aku nggak boleh datang? Ya sudah aku pulang." jawab Byan.
"Bukan begitu. Katanya mau ke sininya besok?" tanya Shevi.
"Aku kangen." jawab Byan lalu duduk di samping Shevi dan menyandarkan kepalanya di pundak Shevi.
"Baru tadi pagi kita ketemu kan??? tanya Shevi.
"Kalau kangen mau gimana lagi?" jawab Byan lalu memejamkan matanya karena merasa sangat nyaman berada di dekat Shevi dan kepalanya masih bersandar di pundak Shevi.
"Aku ke dalam sebentar." ucap Shevi.
"Mau ngapain?" tanya Byan lalu membuka matanya.
"Ambil minum buat kamu." jawab Shevi.
__ADS_1
"Aku tidak haus. Kamu tetap di sini. Aku nyaman seperti ini." kata Byan lalu memejamkan matanya kembali. Karena merasa lelah, Byan pun tertidur di pundak Shevi. Shevi hanya mengelus rambut Byan dengan lembut dan menciumnya.
Dian yang baru saja pulang melihat mobil Byan terparkir di halaman rumahnya. Dian masuk lalu menuju kamarnya menaruh tasnya. Dia menuju dapur membantu Mbok Ami yang sedang memasak untuk makan malam.
"Shevi dan Byan kemana Mbok?" tanya Dian.
"Di belakang Bu." jawab Mbok Ami. Dian hanya menganggukan kepalanya.
Setelah makan malam siap, Dian ke halaman belakang. Dia mendekat ke arah Shevi dan Byan.
"Ssssstttttttttt......" Shevi mengisyaratkan kepada sang Ibu dan memberitahu kalau Byan tidur.
"Ayo makan malam dulu. Kamu bangunkan Byan." kata Dian berbicara pelan.
"Nanti saja Bu. Ibu makan saja dulu. Aku menunggu Kak Byan bangun. Dia baru saja tidur." ucap Shevi pelan.
"Ya sudah. Ibu dan Kakek makan dulu. Nanti kalau Byan bangun kamu ajak makan ya." kata Dian. Shevi memganggukan kepalanya. Dian lalu meninggalkan Shevi dan Byan.
"Shevi dan Byan mana?" tanya Papanya yang sudah duduk di meja makan.
"Masih di belakang. Mereka belum mau makan. Kita makan saja dulu Pa." jawab Dian sambil mengambilkan nasi dan menaruhnya ke atas piring Sofyan.
"Dasar anak muda. Kalau sudah berduaan lupa makan." ucap Sofyan menggelengkan kepalanya.
"Papa seperti tidak pernah muda saja." kata Dian ke Sofyan.
"Awas aja kalau ngiler di pundakku." gerutu Shevi.
Byan yang sudah bangun dan mendengar Shevi menggerutu lalu mengusilinya dengan mengusap-usapkan bibirnya ke lengan Shevi.
"Itu ilernya nempel di lengan kamu." kata Byan tersenyum usil.
"Iiihhhhhhh Kak Byan jorok.....!!!!!!" ucap Shevi sambil melihat lengan bajunya.
"Bercanda yang. Aku nggak ngileran. Masa ganteng-ganteng ngileran??" kata Byan dengan percaya dirinya.
"Iyaaa,,,,,, iya ganteng." ucap Shevi.
"Masuk yuk..!! Udah mulai dingin nih..." lanjut Shevi sambil mengusap-usap kedua lengannya.
"Kan tinggal peluk aku..." goda Byan.
"Ayo Kak....!!!" ajak Shevi lalu menarik tangan Byan. Byan pun mengikuti Shevi. Terlintas sebuah ide di fikirannya untuk mengerjai Byan.
"Kak pinjem ponsel sama dompet." ucap Shevi menghentikan langkahnya.
"Buat apa??" tanya Byan heran sambil mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
"Yaaaa cuma mau lihat nyimpan foto cewek enggak." jawab Shevi mencari alasan agar Byan percaya. Tanpa rasa curiga, Byan memberikan ponsel dan dompetnya kepada Shevi.
Shevi dengan sengaja mendorong Byan. Byan tercebur ke dalam kolam renang. Shevi tak henti-hentinya menertawai Byan sampai dia jongkok memegangi perutnya.
Byan lalu naik ke atas dan berdiri tepat di depan Shevi. Shevi lalu berdiri dan tak berani tertawa lagi saat Byan menatapnya tanpa ekspresi. Shevi yang merasa bersalah hanya bisa menundukan kepalanya.
"Maaf Kak........" ucap Shevi masih menundukan kepalanya. Byan tiba-tiba saja memeluk Shevi.
"Kak Byan aku ikut basah." teriak Shevi.
"Biarin. Inikan salah kamu sendiri." kata Byan.
"Iya maaf,,,,, maaf,,,,,!!!! Aku ambilkan handuk sebentar." ucap Shevi. Byan melepaskan pelukannya. Shevi masuk ke dalam mengambilkan handuk dan diikuti Byan.
"Byan kok basah kuyup????" tanya Dian.
"Itu Kak Byan katanya belum mandi." sahut Shevi sambil menahan tawanya.
"Ini pasti ulah kamu kan Shev. Kamu keterlaluan banget sih?? Kalau Byan sakit gimana coba??" Dian memarahi Shevi.
"Byan kamu cepat ke kamar Shevi bilas pakai air hangat." lanjut Dian. Byan menurut lalu ke kamar Shevi.
Saat Shevi mau mengikuti Byan ke atas, Dian memanggilnya.
"Shevi.....!!!! Kamu mau kemana?" tanya Dian.
"Mau ke atas." jawab Shevi sambil menunjuk kamarnya.
"Tunggu di sini sebentar." kata Ibunya lalu menuju kamarnya. Saat Dian keluar, dia membawa baju dan memberikannya ke Shevi.
"Ini kasih ke Byan. Pasti dia tidak bawa baju ganti." ucap Dian.
"Ini baju siapa Ma????" tanya Shevi mengamati baju itu.
"Tidak usah banyak tanya. Kamu cepat bawa ke atas dan berikan ke Byan. Kasihan dia. Dan satu lagi, kamu kalau bercanda jangan kelewatan..!!!!" jawab Dian dan mempertegas kata-kata terakhirnya.
"Setelah itu ajak Byan makan malam." imbuh Dian.
"Iya Bu." ucap Shevi lalu ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya. Dia menaruh baju yang di bawanya di atas tempat tidur. Shevi duduk di tepi ranjang menunggu Byan keluar.
Byan keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya. Shevi yang melihat itu lalu mengalihkan pandangannya.
"Kak ini baju gantinya.." kata Shevi lalu berdiri hendak keluar kamar.
"Kamu tidak mau lihat aku ganti baju???" goda Byan sambil tersenyum usil yang membuat Shevi semakin mempercepat langkahnya meninggalkan Byan.
"Aku tunggu di bawah." teriak Shevi dari balik pintu.
__ADS_1
Byan dan Shevi laku makan bersama. Setelah makan, mereka ke ruang tengah dan ngobrol berdua di sana. Karena sudah larut, Byan memutuskan untuk pulang.