Kisah Cinta Shevi Dan Byan

Kisah Cinta Shevi Dan Byan
33. Ep 33


__ADS_3

Selesai makan, Byan mengajak Revan kembali ke ruang tengah. Sedangkan Shevi membereskan meja makan.


Bi Sumi yang melihatnya langsung melarang Shevi.


"Jangan Mbak. Biar Bibi saja.." kata Bi Sumi.


"Tidak apa-apa Bi. Shevi sudah terbiasa membantu Ibu di rumah." ucap Shevi.


"Benar-benar calon istri idaman." puji Bi Sumi.


"Ahhhhhh Bibi bisa saja. Saya masih banyak kekurangannya Bi." kata Shevi.


"Mbak Shevi sering-sering main ke sini ya!!! Supaya Den Byan tidak merasa kesepian lagi. Syukur-syukur Mbak Shevi cepet nikah sama Den Byan." ujar Bi Sumi. Shevi tak menjawab. Dia hanya tersenyum.


Setelah selesai, Shevi menyusul Byan dan Revan. Shevi ikut duduk di sana dan mendengarkan apa yang sedang dibicarakan kedua sahabat itu walaupun kurang paham karena mereka sedang membicarakan masalah pekerjaan.


"Udah sana lo balik kantor!!" Byan menyuruh Revan.


"Lo ngusir gue?? Lo takut gue ganggu lo yang mau berduaan?? Awas,,,, kata orang kalau cuma berduaan nanti ketiganya setan lho...!!!" kata Revan sambil menggoda Byan.


"Gue kesatu, Shevi kedua, lo ketiga. Berarti lo apa Van????" balas Byan mengerjai Revan.


"Setan......" Revan tak sadar asal jawab.


"Maksud lo gue setannya gitu..?????" lanjut Revan setelah menyadari ucapannya tadi sambil jari telunjuknya menunjuk wajahnya sendiri.


"Yang bilang kan lo sendiri Van. Hahahahaaa!!!" Ujar Byan tertawa. Shevi hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah kekanakan kedua sahabat itu.


"Ya sudah, gue mau balik ke kantor dulu." pamit Revan lalu berdiri dan berjalan meninggalkan Shevi dan Byan. Tapi langkahnya terhenti. Revan membalikkan badannya.


"Shevi, hati-hati dengan Byan. Dia diam-diam menghanyutkan lho..!!! Bisa berubah jadi singa ganas.." ucap Revan yang belum puas menggoda Byan.

__ADS_1


Melihat Byan yang berdiri hendak mengejarnya, Revan segera membalikkan badannya dan lari. Mendengar ucapan Revan tadi, Byan kembali teringat pada perbuatannya yang mencium Shevi secara diam-diam.


Shevi yang melihat Byan masih berdiri dan melamun, lalu melambaikan tangannya di depan wajah Byan. Byan pun tersadar dari lamunannya.


"Jangan kebanyakan bengong. Kesambet lho....!!!" kata Shevi lalu duduk kembali.


Byan tersenyum dan duduk sangat dekat dengan Shevi.


Senyumnyaaaaaa....!! Aaaaaarrrgghhh benar-benar semakin menambah ketampanannya. Gimana dinding hati gue nggak runtuh kalau disuguhi pemandangan seperti ini coba..!!!! Batin Shevi.


"Kok sekarang gantian kamu yang bengong?" tanya Byan.


"Aahhh nggak kok Kak.." jawab Shevi gugup.


Byan terus memandang Shevi. Shevi membalas pandangan itu. Mata mereka saling bertatap. Entah apa lagi yang terpikir dalam benaknya. Dia menatap bibir Shevi yang sangat menggoda baginya dan yang membuatnya ketagihan untuk menciumnya lagi dan lagi. Byan mencoba menahannya tapi tak bisa. Byan memiringkan kepalnya dan semakin mendekat ke wajah Shevi. Jantung Shevi berdetak sangat cepat.


Aduh-aduh....!! Situasi macam apa lagi ini???gumamnya dalam hati. Shevi lalu menahan dada Byan yang sudah sangat dekat dengannya. Karena mendapat penolakan dari Shevi, Byan memundurkan tubuhnya.


"Maaf Kak, aku mau pulang dulu. Nanti Ibu mencariku. Biasanya jam segini aku sudah sampai rumah." Ucap Shevi mencari alasan. Byan menahan tangan Shevi yang sudah akan melangkah pergi dan menyuruhnya duduk kembali.


"Kenapa diam??" tanya Byan sambil menatap Shevi yang masih menunduk.


"Nggak apa-apa kok." jawab Shevi singkat.


"Aku minta maaf. Bukan maksudku untuk lancang." ucap Byan sekali lagi sambil memegang tangan Shevi. Shevi hanya menganggukkan kepalanya.


"Tapi aku harus pulang Kak. Aku nggak mau Ibu khawatir." kata Shevi.


"Aku sudah menelfon Ibu dan bilang kalau kamu ada di rumahku." ucap Byan.


"Pokoknya aku mau pulang. Nggak enak cewek di rumah cowok lama-lama." ujar Shevi.

__ADS_1


"Berarti kalau aku yang ke rumahmu tidak masalah kan??" tanya Byan.


"Ya bukan begitu juga....." jawab Shevi.


"Aku ke kamar Kak Byan dulu ambil tas." lanjut Shevi lalu berjalan menuju lantai atas.


Setelah mengambil tasnya, Shevi kembali ke bawah menghampiri Byan yang masih duduk di ruang tengah. Dia berdiri di samping Byan.


"Aku pulang ya Kak." pamit Shevi lagi.


Byan meraih jemari Shevi dan menggenggamnya.


"Tak bisakah kamu lebih lama lagi di sini??" ucap Byan dengan wajah memelasnya yang membuat Shevi tak tega.


"Tenang saja, kapan-kapan aku pasti main ke sini lagi..!!" ujar Shevi.


"Ya sudahlah...." jawab Byan datar lalu mengantarkan Shevi.


Di depan pintu rumah, Byan tiba-tiba saja memeluk Shevi dan mengecup puncak kepala Shevi berkali-kali.


"Aku mencintaimu. Sangat sangat mencintaimu. Kita cepat-cepat menikah yuk yang. Aku takut tidak bisa menahan diri lagi seperti tadi." ucap Byan masih memeluk Shevi.


"Maksud Kak Byan apa??" tanya Shevi polos.


"Kalau sudah berdua sama kamu, aku tidak bisa lagi mengontrol akal sehatku." ucap Byan. Kata-kata Byan membuat Shevi bergidik ngeri lalu melayangkan cubitannya di pinggang Byan.


"Aaaaawwwww......" Byan meringis kesakitan lalu melepaskan pelukannya.


"Kak Byan otaknya ngeres.......!!!!!" kata Shevi.


"Aku laki-laki normal. Makanya ayo cepetan nikah. Jangan ditunda-tunda." ucap Byan.

__ADS_1


"Ngebet banget...!!!! Sudah ahhh,,,, aku pulang dulu Kak..." Shevi berjalan ke mobilnya dan diikuti Byan di belakangnya.


"Hati-hati di jalan. Kalau sudah sampai rumah jangan lupa kasih kabar." pesan Byan dan di balas anggukan oleh Shevi. Byan menatap mobil Shevi yang mulai melaju meninggalkan rumahnya.


__ADS_2