Kisah Cinta Shevi Dan Byan

Kisah Cinta Shevi Dan Byan
43. Ep 43


__ADS_3

_________


Sudah hampir dua minggu Shevi menghindari Byan. Setiap Byan ke rumah Shevi, Shevi pasti tidak ada. Tapi Byan tidak kehabisan akal. Dia hari ini datang lebih awal dari biasanya.


Shevi keluar dari kamarnya secara diam-diam. Dia berjalan mengendap-endap. Tanpa dia tahu, ternyata Ibunya sedang mengawasinya. Saat memegang gagang pintu dan akan membukanya, Ibunya menarik tasnya dari belakang.


"Eehhhhhhh,,,,, Ibu....." Shevi menoleh ke belakang sambil cengar-cengir.


"Mau sampai kapan kamu menghindar dari Byan??? Kasihan dia setiap hari datang ke sini, kamunya selalu tidak ada. Kalau ada masalah, selesaikan!!! Kamu sudah dewasa..!!! Bukan anak kecil lagi." kata Ibunya tegas.


"Iya Bu. Nanti Shevi selesaikan. Tapi lepasin dulu tasku Bu. Aku mau berangkat kuliah." ucap Shevi pada sang Ibu.


"Kamu mau nyapu halaman kampus berangkat jam segini???? Kamu fikir Ibu tidak tahu rencana kamu???" tanya Ibunya yang masih memegang erat tas Shevi.


"Bu, Shevi berjanji. Beneran nggak bohong. Nanti Shevi selesaikan. Tolong Bu, lepasin tasku..." Shevi memohon pada Ibunya. Dian lalu melepaskan genggamannya.


"Aku berangkat Bu." Shevi mencium tangan Ibunya. Dian hanya menggelengkan kepalanya. Shevi berlari ke mobilnya dan bergerak cepat agar tidak keduluan Byan. Saat mobilnya sampai di depan gerbang rumahnya. Ada mobil yang tiba-tiba berhenti dan menghadang mobilnya.


"Siaaalllllll.........!!!! Kalah cepat gue. Ini gara-gara Ibu." gerutu Shevi.


Byan keluar dari mobilnya menghampiri Shevi. Diketuknya kaca mobil Shevi. Dengan malasnya Shevi membuka kaca mobilnya.


"Sayang,,, jangan seperti ini terus. Aku minta maaf soal waktu itu." kata Byan.


"Kita bahas nanti. Aku mau kuliah." ucap Shevi dengan wajah malasnya. Byan dengan cepat maraih kunci mobil Shevi dan mengambilnya lalu di masukkan ke dalam saku celananya.


"Heeeeyyyyyyyy,,,,,!!!!! Kunci mobilku..!!!" teriak Shevi lalu keluar dari mobilnya.


"Berikan kuncinya....." pinta Shevi yang sudah berdiri di depan Byan.


"Ambil saja kalau berani....." ucap Byan tersenyum usil sambil mengangkat kedua tangannya. Shevi melipat kedua tangan di dadanya.


"Ayo ambil...." lanjut Byan.


"Jangan aneh-aneh ya...!!! Kamu sengaja kan????" kata Shevi. Byan berjalan mendekati Pak Udin yang sedang membersihkan halaman. Diberikannya kunci Shevi pada Pak Udin.


"Ayo ikut aku. Sekalian aku antar kuliah." ajak Byan lalu menggandeng tangan Shevi. Shevi tak bisa menolaknya. Dia mengikuti Byan masuk ke dalam mobil.


Byan menghentikan mobilnya di sebuah taman tak jauh dari rumah Shevi. Byan menatap Shevi lalu menggenggam tangannya.


"Aku akui ini salahku. Aku benar-benar minta maaf. Kamu boleh marah. Tapi jangan menyiksaku dengan menghindar dariku seperti ini." ucap Byan.


"Aku maafin kamu. Tapi kamu jelaskan dulu waktu itu kamu kemana. Harus jujur. Aku paling nggak suka dibohongi." jelas Shevi.


"Aku,,,,, aku ke bandara jemput temanku. Dia tiba-tiba saja menelfonku dan memintaku untuk menjemputnya." jawab Byan.


"Teman apa teman????" tanya Shevi.

__ADS_1


"Teman yaaaaang.....!!! Sumpah aku tidak bohong." jawab Byan.


"Ok. Aku percaya." kata Shevi sambil melihat jam tangannya.


"Ayo jalan..! Nanti aku terlambat." lanjut Shevi.


"Sebentar lagi yang. Aku masih kangen kamu." ucap Byan.


"Aku bisa telat...!!!! Kalau nggak jalan, aku turun nih." ancam Shevi.


"Ok,,,, ok..!!!!" Byan menjalankan mobilnya.


***


Rumah Byan,


___________


Karena beberapa minggu ini Byan sering telat, Revan menjadi penasaran. Dia ke rumah Byan tanpa memberitahu dulu. Revan memencet bel rumah Byan.


"Cari siapa ya??" tanya Keysa setelah membukakan pintu. Revan tidak langsung menjawab. Keysa melambaikan tangannya di depan wajah Revan.


"Ohhhh maaf. Aku yang seharusnya tanya. Kamu siapa? Kok ada di rumah Byan??" Revan balik bertanya.


"Aku Keysa teman Byan." jawab Keysa memperkenalkan dirinya.


"Oooohh...!!! Byan ada??" tanya Revan sambil matanya melihat ke dalam rumah Byan.


"Ya sudah kalau begitu. Kapan-kapan aku ke sini lagi." ucap Revan. Dia kemudian berlalu meninggalkan rumah Byan dengan banyak sekali pertanyaan yang akan dia tanyakan sesampai di kantor nanti.


***


Revan duduk di meja kerjanya. Dia kemudian menatap Mia.


"Mi, Byan datang belum??" tanya Revan.


"Belum Van. Mungkin sebentar lagi. Kenapa??? Tumben banget nanyain si Bos..!" jawab Mia.


"Ada dehhhh......! Mau tau aja lo." kata Revan.


"Naahhhh itu Pak Byan." ucap Mia yang melihat Byan berjalan ke arahnya. Revan kemudian menoleh.


"Pagi Van,, Mia..." sapa Byan saat melewati meja Revan dan Mia.


"Pagi Pak." jawab Mia dan Revan bersamaan. Byan masuk ke dalam ruangannya.


"Tumben sumringah..." celetuk Mia.

__ADS_1


Tanpa menanggapi Mia, Revan lalu menyusul Byan ke ruangannya.


"Gue ada pertanyaan buat lo By." kata Revan yang duduk di depan meja kerja Byan.


"Mau tanya apa???" tanya Byan.


"Siapa cewek yang ada di rumah lo??" tanya Revan yang balik bertanya pada Byan.


"Kok lo tahu???" Byan penasaran.


"Tahulah. Gue terawang...!!!!" jawab Revan bercanda.


"Gue serius Van...!!!!" kata Byan dengan wajah serius.


"Gue tadi ke rumah lo. Cewek itu jangan-jangan simpanan lo ya By????" celetuk Revan asal.


"Ngarang lo Van...!!!! Dia Keysa yang pernah gue ceritain." jawab Byan sambil melempar Revan menggunakan pulpen yang dipegangnya.


"Apa...????" Revan kaget lalu mengambil pulpen Byan yang terjatuh di lantai.


"Kok bisa ada di rumah lo?" tanya Revan.


"Dia sementara tinggal di rumah gue Van." jawab Byan.


"Gila lo By......!!!!! Lo nggak berfikir panjang dulu kalau mau ambil keputusan. Kalau Shevi tahu gimana??? Demi cewek itu lo mempertaruhkan hubungan lo sama Shevi???" tanya Revan.


"Hanya sementara Van sampai dia dapat rumah. Gue sama Shevi akan tetap baik-baik saja." jawab Byan.


"Lo yakin akan baik-baik saja...?????? tanya Revan sambil menaikkan alisnya sebelah. Byan hanya diam tidak bisa menjawab pertanyaan Revan.


"Kenapa diam??? Lo nggak yakin kan??? Apalagi gue By.....!!! Keysa tiba-tiba pulang pasti ada maksud tersembunyi. Apalagi kalau dia tahu lo udah tunangan. Secara dia cinta sama lo...!!!" ucap Revan. Byan meletakkan tangannya di atas meja untuk menyangga dagunya.


"Makanya untuk sementara gue sembunyikan status gue sama Shevi. Gue nggak bakal biarin dia menghancurkan hubungan gue dengan Shevi." kata Byan dengan tegas.


"Tapi kenapa harus sampai tinggal di rumah lo??? Atau jangan-jangan lo suka sama dia??" lanjut Revan menelisik sambil menggoda Byan.


"Nggaklah Van. Kalau gue suka, udah gue pacarin dari dulu. Gue lakukan ini juga semata-mata karena Kakaknya yang sudah menyelamatkan gue..! Nggak lebih..!!" jawab Byan.


"Bantu gue cari apartemen atau apalah Van. Supaya Keysa cepat keluar dari rumah gue." lanjut Byan. Revan sejenak berfikir.


"Kenapa nggak suruh tinggal di apartemen lo?? Sambil menunggu gue cari rumah buat dia." kata Revan dengan idenya.


"Kenapa gue nggak kepikiran itu ya????" ucap Byan.


"Otak gue selalu bisa diandalkan...." kata Revan membanggakan dirinya sendiri.


"Iya percaya. Lo memang bisa diandalkan...!!!" puji Byan ke Revan.

__ADS_1


"Ya udah, gue mau lanjut kerja..." pamit Revan lalu berjalan keluar dari ruangan Byan.


Jangan lupa like, coment, & votenya....😊😊😉😉😉😉


__ADS_2