Kisah Cinta Shevi Dan Byan

Kisah Cinta Shevi Dan Byan
46. Ep 46


__ADS_3

Di dalam bioskop,


Keysa memanfaatkan kesempatan dengan menggandeng lengan Byan dan menyandarkan kepalanya, tapi Byan menolaknya. Byan merasa risih dengan kelakuan Keysa. Dia mencoba menegurnya tapi tak di hiraukan.


"Key,,, apa-apaan sih???" bentak Byan yang merasa kesal dengan Keysa. Dia menyingkirkan tangan Keysa yang menggandeng lengannya.


"Kok kamu bentak aku??? Kakakku aja belum pernah sekalipun membentak aku." ucap Keysa


"Tolong Key, berhenti mengungkit-ungkit kakakmu. Jangan jadikan kematian kakakmu untuk menekanku Key..!!!!" kata Byan dengan nada agak tinggi. Banyak pasang mata yang memperhatikan mereka. Keysa bangkit dari duduknya dan pergi begitu saja. Byan hanya menggelengkan kepalanya lalu mengejar Keysa.


"Key,,,,!!!" panggil Byan. Keysa pun berhenti lalu membalikkan badannya menghadap Byan.


"Sory bukan maksudku membentakmu. Aku hanya merasa lelah. Maaf aku nggak bisa mengontrol emosiku. Kamu tahu sendiri, aku baru saja pulang dari luar kota. Kamu langsung mengajakku keluar. Aku capek Key..!!! Kita pulang ya..! Aku butuh istirahat." ucap Byan.


"Iya, aku mengerti By. Tapi kita makan dulu ya. Aku lapar By." kata Keysa sambil memegangi perutnya.


"Baiklah..." jawab Byan mengiyakan. Mereka bertemu dengan Laras.


"Key,,,,,!!! Byan..." panggil Laras dari kejauhan. Dia lalu menghampiri Keysa dan Byan.


"Heeyyyy,,,, Ras. Apa kabar???" sapa Keysa sambil memegang lengan laras.


"Aku baik...." jawab Laras.


"Kita lanjut ngobrolnya sambil makan yuk..!!" ajak Keysa. Byan dan Laras menganggukkan kepalanya.


**


Shevi dan Reni masih berjalan-jalan menyusuri mall. Shevi mengajak Reni masuk ke dalam toko jam tangan ternama. Shevi memilih-milih jam yang cocok untuknya. Tapi entah kenapa dia tertarik dengan jam tangan pria yang menurutnya cocok untuk Byan.


"Lo beliin buat Kak Byan Shev???" tanya Reni.


"Belum tahu..!! Cuma sekali lihat pengin beli aja. Bagus nggak????" tanya Shevi sambil menunjukkan pada Reni.


"Bagus Shev...!!!" jawab Reni mengamati jam yang dipegang Shevi.


"Saya ambil ini Mbak." kata Shevi pada pelayan di toko lalu memberikan kartu kreditnya.


"Baik Mbak. Mohon tunggu sebentar." ucap pelayan itu. Setelah selesai melakukan pembayaran, pelayan toko itu mengembalikan kartu kredit milik Shevi sambil menyerahkan paperbag yang berisi jam tangan. Shevi dan Reni keluar dari toko itu.


"Kita cari makan dulu yuk Ren." ajak Shevi. Mereka langsung menuju restoran yang sudah biasa mereka datangi.


Shevi dan Reni sedang menunggu steak yang dipesannya. Reni duduk di samping Shevi. Tanpa mereka tahu, ternyata Byan, Keysa dan Laras juga masuk ke dalam restoran yang sama. Shevi dan Reni duduk membelakangi Byan. Byan juga tak menyadari kalau di depan mejanya itu adalah Shevi.


"Key kamu pulang kok nggak ngasih kabar sih??" tanya Laras.

__ADS_1


"Lupa Ras. Lagian aku juga sudah tidak punya nomor ponselmu. Kapan-kapan aku main ke rumahmu deh...." jawab Keysa.


"Ok. Aku tunggu Key. Ngomong-ngomong, kamu kok kamu bisa sama Byan??" tanya Laras.


"Kita baru saja nonton tadi Ras." jawab Keysa.


"Kamu sekarang tinggal dimana Key?" tanya Laras lagi.


"Aku sementara tinggal di rumah Byan, Ras." jawab Keysa.


"By, aku dengar kamu udah tunangan ya??" tanya Laras ke Byan. Keysa yang kaget lalu melihat ke arah Byan.


"Benar apa yang dibilang Laras By?? Kamu udah tunangan??" tanya Keysa. Byan hanya diam tak menjawabnya.


"Kenapa diam By???" tanya Keysa.


"Itu kamu bisa lihat sendiri cincin yang melingkar di jarinya, Key." sahut Laras sambil menunjuk cincin yang dipakai Byan. Keysa lalu melihat jari Byan. Di dalam hatinya, dia marah, cemburu sekaligus penasaran siapa wanita yang sudah memenangkan hati Byan.


Karena mendengar pembicaraan dari meja belakangnya yang menyebut-nyebut nama Byan, Reni dan Shevi yang penasaran kemudian memberanikan diri menoleh ke belakang. Benar saja, itu adalah Byan. Untung saja saat mereka menoleh, Byan sedang menunduk.


Selera makan Shevi langsung hilang seketika. Shevi tak melanjutkan makan. Dia terlihat menahan emosinya sambil menusuk-nusuk steak menggunakan garpu yang dipegangnya.


"Kenapa bisa terus-terusan kebetulan sih....???? Tadi di bioskop juga...!!!" ucap Reni sambil mengusap wajahnya.


"Shev.." panggil Reni sambil memegang tangan Shevi. Reni pun juga tidak nafsu makan lagi. Dia memilih untuk menenangkan sahabatnya.


"Kamu gimana sih?? Jalan pakai mata dong..!!" bentak Keysa sambil membersihkan bajunya menggunakan tisue. Byan lalu mengangkat kepalanya. Dia kaget ternyata itu adalah Shevi.


"Sory..." ucap Shevi ke Keysa. Shevi lalu pergi tanpa memperdulikan keberadaan Byan yang sedang menatapnya. Reni mengikuti Shevi di belakang.


Tanpa pikir panjang, Byan kemudian mengejar Shevi. Tapi Keysa memegang tangan Byan bermaksud menahannya. Byan menarik tangannya dari genggaman Keysa.


"By............!!!" panggil Keysa yang melihat Byan berlari mengejar Shevi.


Karena melihat Byan mengejarnya, Shevi menarik tangan Reni mengajaknya berlari. Beberapa kali Shevi menoleh ke belakang, tapi Byan masih tetap mengejarnya. Saat Byan terhalangi oleh beberapa orang, Shevi menggunakan kesempatan itu. Dia masuk ke dalam toko baju dan bersembunyi di dalam.


Byan menghentikan langkahnya karena kehilangan jejak Shevi.


"Shevi kamu kemana??? Cepat banget larinya. Kamu pasti salah paham denganku." ucap Byan sambil mencari-cari Shevi. Karena tidak ketemu, Byan kembali ke restoran.


Reni mengintip dari balik baju.


"Shev, aman..." kata Reni sambil mengacungkan jempolnya.


"Mbak kalau tidak beli baju, mendingan keluar..!!! Di sini bukan tempat untuk petak umpet..!!!" gertak pelayan toko itu yang berdiri di belakang mereka dengan gayanya yang angkuh sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.

__ADS_1


Shevi dan Reni bersamaan mendongakkan kepala melihat orang yang berdiri di belakangnya. Mereka perlahan berdiri lalu berjalan keluar dari toko itu.


"Sok banget sih itu pelayan. Gue juga mampu kali beli di sana." umpat Reni yang merasa kesal dengan pelayan toko itu.


"Sudah,,, sudah nggak perlu dipermasalahkan Ren. Lagian ini memang salah kita." ucap Shevi.


"Ren, jam tangan ini buat lo..!!! Terserah mau lo apain." imbuh Shevi sambil menyerahkan paperbag ke Reni.


"Shev, lo beli ini kan buat Kak Byan." Reni tak mau menerimanya. Shevi meraih tangan Reni dan memberikannya.


"Pulang yuk......!!!!" ajak Shevi. Reni menganggukan kepalanya.


***


Di dalam restoran, Byan mengajak Keysa pulang. Mereka meninggalkan Laras sendiri. Di dalam mobil, Byan hanya diam.


"By,,,, apa tadi yang kamu kejar itu tunanganmu???" tanya Keysa. Byan tetap diam tak menjawab pertanyaan Keysa.


"Byan.......!!!!!" panggil Keysa. Namun Byan tetap tak menanggapinya.


"Berarti benarkan??? Dia tunanganmu.." ucap Keysa.


"Kenapa By????? Kamu tahu aku mencintaimu sejak dulu. Tapi kenapa kamu bertunangan dengan wanita lain??? Kurang apa aku By????" tanya Keysa dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.


"Sampai rumah nanti kemasi barang-barangmu. Aku sudah menyuruh Revan untuk mengantarmu pindah ke apartemenku." ucap Byan.


"Kamu belum jawab pertanyaanku By...!!!" bentak Keysa.


"Tidak ada yang perlu dijawab Key!!! Kamu juga sudah tahu kan??!!." ucap Byan.


Sesampai di rumahnya, Byan menyuruh Keysa turun dari mobilnya. Revan sudah menunggu, dia datang sesuai perintah Byan untuk mengantar Keysa pindah ke apartemen Byan.


Keysa berlari masuk ke dalam tanpa menyapa Revan. Dia menuju ke kamarnya. Sambil menangis, Keysa mengambil koper lalu memasukkan semua bajunya.


Di luar, Revan menghampiri Byan yang masih berada di dalam mobil.


"Kalau boleh aku menebaknya By, pasti ketahuan Shevi kan?????" tanya Revan. Byan mengangguk sambil memijit keningnya.


"Gue kan udah ngasih tahu lo dari awal." ucap Revan.


"Lo antar Keysa ke apartemen ya Van. Gue mau ketemu Shevi dan menjelaskan semuanya." kata Byan lalu meninggalkan Revan.


.


.

__ADS_1


.


jangan lupa like, coment & votenya yaaa...😉😉😉


__ADS_2