Kisah Cinta Shevi Dan Byan

Kisah Cinta Shevi Dan Byan
48. Ep 48


__ADS_3

Apartemen Byan,


Keysa yang tak terima karena ternyata Byan sudah bertunangan, melampiaskan amarahnya dengan melempar semua barang yang ada di depannya. Dia menangis sejadi-jadinya.


"Kenapa...?????? Kenapa kamu lebih memilih wanita sialan itu???? Apa kurangnya aku???" teriak Keysa.


"Apa gunanya pengorbanan Kakakku, kalau kamu tetap tidak menjadi milikku??!!


"Lihat saja!! Aku tidak akan tinggal diam. Hanya aku yang akan memiliki Byan!!!!" ucapnya sambil mengepalkan kedua tangannya.


***


Hari berikutnya,


Reni merasakan laju mobilnya seperti tidak stabil. Karena ada sesuatu yang tidak beres, dia mengurangi laju mobilnya secara bertahap lalu menepikan mobilnya di bahu jalan. Dia turun dan melihat ban mobilnya.


"Yaaahhhhhh.......!!! Bannya kempes....!! Sial banget gue hari ini!" gerutunya. Kedua tangannya ditaruh di pinggang sambil mengamati ban mobilnya.


Reni melihat jam di tangannya.


"Aduhhh,,, bisa telat gue!! Gue juga nggak bisa ganti ban sendiri. Mau telfon Shevi, tapi pasti jam segini dia udah berangkat." ucapnya. Reni mengeluarkan ponselnya memesan taksi online.


Revan yang dalam perjalanan ke kantor, melihat Reni yang berdiri di samping mobilnya. Dia menepikan mobilnya dan berhenti tepat di belakang mobil milik Reni.


"Mobilmu kenapa Ren??" tanya Revan yang keluar dari mobilnya.


Reni langsung menengok ke Revan.


"Ehhhh,,,, Kak Revan. Ini bocor Kak...!!" jawab Reni.


"Kamu mau kuliah?" tanya Revan lagi.


"Iya Kak..!!" jawab Reni.


"Ayo, bareng aku. Kebetulan juga sejalan." ajak Revan.


"Makasih Kak untuk tawarannya. Tapi aku sudah pesan taksi. Ini lagi nunggu..!" tolak Reni. Tanpa pikir panjang, Revan menarik tangan Reni. Revan membuka pintu mobilnya dan menyuruh Reni masuk. Reni hanya bisa menurut.


"Kamu mau telat???" tanya Revan sambil perlahan melajukan mobilnya. Reni menggelengkan kepalanya.


"Mobilku gimana Kak???" tanya Reni.


"Gampang, nanti aku telfon bengkel." jawab Revan.


Ternyata ada untungnya juga. Gue rela deh, tiap hari mobil gue bocor, asal ditolongin Kak Revan. Hihihihiiiiiiiii...... Batin Reni sambil senyum-senyum sendiri.


"Kenapa seyum-senyum sendiri???" tanya Revan yang tak sengaja melihatnya.


"Ohhh, nggak kok Kak." jawab Reni salah tingkah.

__ADS_1


Reni teringat dengan jam tangan yang diberi oleh Shevi. Dia mengeluarkan sebuah kotak yang di dalamnya berisi jam dari tasnya.


"Ini buat Kak Revan..." Reni memberikan jam itu kepada Revan.


"Apa ini???" tanya Revan penasaran dengan isi di dalam kotak itu.


"Itu jam tangan. Shevi yang beli. Tadinya mau dikasih Kak Byan, tapi setelah melihat Kak Byan sama cewek lain, Shevi memberikan ini ke aku Kak. Nggak mungkin kan aku pakai jam tangan cowok?? Jadi jam itu buat Kak Revan aja!" ujar Reni.


"Sayang banget!!! Ini jam mahal." ucap Revan setelah melihat jam itu.


"Makanya Kak Revan terima ya??" pinta Reni.


"Baiklah......" jawab Revan lalu menaruhnya di dashboard.


Revan berhenti di depan kampus Reni. Reni turun dari mobil Revan dan tak lupa mengucapkan terima kasih.


*


Kantor Byan,


Karena harus mengantar Reni, Revan jadi sedikit telat sampai kantor. Baru saja dia duduk di kursi kerjanya, Mia memberitahunya kalau dia disuruh ke ruangan Byan.


"Ada apa sih Mi???" tanya Byan ke Mia.


"Nggak tahu. Tadi Pak Byan cuma bilang kalau kamu udah sampai, kamu di suruh ke ruangannya." jawab Mia.


Revan pun masuk ke ruang kerja Byan. Dia melihat Byan yang sedang melamun dengan pandangan kosong menatap ke luar jendela kaca.



"Lo kenapa, By??? Cerita sama gue..." lanjut Revan lalu duduk di sofa.


"Gue mikirin Shevi, Van! Dia selalu menghindar dari gue. Kasih solusi Van, gue harus bagaimana supaya Shevi mau memaafkan gue." ucap Byan.


"Jangan tanya gue, By.....!! Gue juga nggak tahu." kata Revan.


"Ehhhh By, ngomong-ngomong soal Shevi, lihat ini By!! Gue pakai jam yang dibeli Shevi." imbuh Revan sambil pamer memperlihatkan jam yang dipakai di tangan kirinya.


"Nggak lucu Van! Gue lagi serius, lo palah bercanda." ujar Byan.


"Siapa yang bercanda. Ini serius By. Ini jam dari Shevi!" imbuh Revan lagi sambil memajukan tangan kirinya ke arah Byan.


"Terserah lo Van..!" kata Byan lalu kembali menatap keluar jendela kaca.


"Dibilangin nggak percaya!! Ini yang beli Shevi. Niatnya mau dikasih ke lo. Tapi karena dia lihat lo sama Keysa, jam ini dia kasih ke Reni. Sama Reni dikasih ke gue." jelas Revan masih mengamati jam yang dipakainya.


Byan yang mendengar itu langsung membalikkan badannya menghadap Revan. Dia lalu berdiri dan mendekati Revan.


"Apa lo bilang tadi? Jadi benar ini dari Shevi?" tanya Byan sambil mengangkat tangan kiri Revan.

__ADS_1


"Ya benarlah.....!!!!" jawab Revan lalu menarik tangannya.


"Lepas jam itu dari tangan lo Van." suruh Byan pada Revan.


"Nggak akan..!! Enak aja!! Ini udah jadi milik gue!" jawab Revan sambil meyembunyikan tangan kirinya di belakang badan. Revan melakukan itu memang sengaja untuk mengerjai Byan. Karena itu adalah tujuan utamanya. Makanya dia dengan begitu saja menerima pemberian Reni.


Byan mencoba merebut jam itu. Revan dengan gesit menghindar. Dia berdiri dan menjauh dari Byan.


"Van,,,!!!! Gaji bulan ini 2kali lipat. Asal lo berikan jam itu buat gue." bujuk Byan.


"Sekali nggak tetap nggak By. Gue tetap pilih jam tangan ini." jawab Revan. Padahal di dalam hatinya dia sangat tergiur dengan iming-iming gaji itu.


"Ok..!!! Kalau itu mau lo. Gue akan ambil secara paksa..!!!" ucap Byan lalu berjalan mendekati Revan. Saat Revan akan lari, Byan meraih pundak Revan lalu membalikkan badannya dan mengunci tangannya.


"Aaaawwwwww...!!! Lepasin By..!!! Sakit tangan gue..!!!!" Revan merintih kesakitan. Maklum, dia memang kalah jauh dari Byan dalam hal beladiri.


Dalam keadaan tetap mengunci tangan Revan, sebelah tangan Byan melepaskan jam yang dipakai Revan. Tanpa di duga, Mia masuk ke ruang kerja Byan dan melihat aksi konyol kedua sahabat itu.


Ini apa-apaan???? Apa yang sedang dilakukan Pak Byan dan Revan??? Batin Mia.


Byan segera melepaskan tangan Revan dan berdiri menjauh. Sedangkan Revan memijit tangannya yang terasa sakit akibat Byan.


"Kenapa bengong Mi??? Gue masih normal. Jangan salah paham." ucap Revan yang tahu apa yang sedang dibayangkan oleh Mia.


"Ada apa Mia?" tanya Byan sambil membenahkan jasnya.


"Itu di luar ada seorang wanita yang mau bertemu Bapak." kata Mia.


"Siapa??" tanya Byan lalu berjalan ke meja kerjanya.


"Keysa Pak namanya. Katanya dia teman Bapak. Tadinya dia memaksa untuk masuk. Tapi dicegah oleh satpam Pak." jawab Mia.


"Ada urusan apa dia ke sini By?" Revan bertanya pada Byan.


"Gue juga nggak tahu, Van." jawab Byan.


"Kamu suruh dia masuk Mi." kata Byan. Mia lalu keluar.


"Lo nggak sekalian keluar???" tanya Byan yang melihat Revan duduk santai di sofa.


"Nggak..!!! Gue mau lihat, dia mau apa! Kenapa kalau gue di sini??? Lo takut ya kalau gue akan lapor sama Shevi?" Revan balik bertanya pada Byan.


"Kenapa harus takut?? Gue nggak ngapa-ngapain kok." jawab Byan santai. Revan mengambil majalah dan membacanya.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like, coment&votenya yaa...😊😊😊😊😊


__ADS_2