
Tok.... tok.... tok......
Terdengar suara pintu ruangan Byan di ketok dari luar.
"Masuk!!" perintah Byan. Keysa memasuki ruang kerja Byan. Dia melihat Revan yang duduk di sofa sedang membaca majalah. Tapi Revan tak melirik Keysa sedikitpun.
"Pagi, Revan..." sapa Keysa. Revan hanya membalas sapaan Keysa dengan menyunggingkan sedikit senyumannya.
"Duduk, Key. Ada apa kamu datang ke kantorku?" tanya Byan.
"Mmmmmm,,, aku ke sini mau minta bantuanmu, By. Aku mau kerja di perusahaanmu. Bisakan By????" tanya Keysa dengan penuh harap.
"Katanya kamu lulusan dengan nilai terbaik? Banyak perusahaan lain yang akan menerimamu. Kenapa harus di sini?? Kamu hanya ingin lebih dekat dengan Byan kan Key??" tanya Revan to the point tanpa embel-embel. Karena Revan tahu sebenarnya maksud Keysa ingin bergabung di perusahaan milik Byan. Apalagi kalau tidak untuk mendekati sahabatnya itu. Revan tidak akan membiarkan itu terjadi.
Sialan.....!!!! Berani sekali Revan memotong pembicaraanku. Dia akan menjadi ancaman buatku...!!! Batin Keysa.
"Maaf Van, aku bertanya kepada Bos perusahaan ini." kata Keysa dengan nada sinisnya.
"Tapi aku asisten Bos perusahaan ini...!!!" ucap Revan tak mau kalah.
Byan hanya melihat perdebatan kedua orang di hadapannya itu. Dia tahu kalau Revan tidak menyukai Keysa.
"Sudah,,, sudah...." Byan menengahi ketegangan antara Revan dan Keysa.
"Aku akan coba pertimbangkan itu, Key. Tapi posisi yang sesuai dengan bidangmu sudah ada yang mengisi." kata Byan.
"Van, ada posisi yang kosong nggak??" tanya Byan pada Revan.
"Ada...!! Office girl." jawab Revan dengan sengaja. Byan berusaha menahan tawanya mendengar jawaban sahabatnya.
Sedangkan Keysa terlihat mengepalkan tangannya karena merasa kesal dengan Revan.
"Van, gue serius." tanya Byan.
"Nanti gue coba cek ke personalia." jawab Revan.
"By, nanti kita makan siang bareng bisa? Aku akan menunggu di mobil sampai jam makan siang." tanya Keysa. Dia masih saja mengharap.
"Byan nanti ada janji makan siang sama klien." sahut Revan berbohong pada Keysa. Dia tak mau memberi sedikit celah untuk Keysa dekat-dekat Byan. Karena Revan sangat berpihak pada Shevi.
"Aku bertanya pada Byan, bukan sama kamu, Van." kata Keysa yang terlihat sudah agak emosi.
__ADS_1
"Aku juru bicaranya Byan. Jadi sah-sah aja dong kalau aku yang menjawabnya!!!" tegas Revan dengan percaya diri.
"Dasar nenek sihir........." imbuh Revan lirih tapi masih bisa di dengar oleh Keysa.
"Apa kamu bilang????" tanya Keysa. Revan sama sekali tak menanggapi pertanyaan Keysa.
"By, gimana?? Jam tangan pemberian Shevi tadi bagus nggak menurut lo?? Bagus juga selera Shevi milihnya. Shevi perhatian banget ya???" ucap Revan sengaja agar Keysa panas.
"Bagus. Gue suka...." jawab Byan.
Mendengar itu, Keysa yang sudah dibuat kesal oleh Revan, sekarang ditambah mendengar nama Shevi, kekesalannya semakin memuncak. Merasa diabaikan, akhirnya Keysa pamit pulang. Dia juga tidak betah berlama-lama di sana karena ada Revan yang selalu berusaha memojokkannya.
"By, aku pulang dulu." pamit Keysa.
"Ok. Nanti aku kabari." kata Byan. Keysa akhirnya pulang dan itu membuat Revan sangat lega.
"Van, lo kalau benci jangan terlalu berlebihan. Kalau jatuh cinta sama Keysa, baru tahu rasa lo...!!" ucap Byan
"Nggak mungkin gue suka sama nenek sihir itu!!! Mendingan gue jomblo seumur hidup kalau harus sama dia." ujar Revan tak terima karena ucapan Byan.
"Lo beneran mau terima dia kerja di sini By?" lanjut Revan bertanya tentang permintaan Keysa.
"Gue juga bingung Van. Kalau gue tolak, gue merasa tidak enak. Lo cari posisi buat dia deh Van. Gue serahin sama lo." ucap Byan.
"Ya, gue tahu itu." jawab Byan.
"Haaahhhhh, gue mau jalan-jalan ke ruang personalia dulu By. Nanti gue ke sini lagi." ucap Revan lalu berdiri sambil merenggangkan tubuhnya lalu berjalan keluar.
"Mau kemana Van???" tanya Mia yang melihat Revan jalan lurus melewati mejanya.
"Mau ke personalia sebentar." jawab Revan menghentikan langkahnya karena ditanya Mia.
"Mau ngapain???" tanya Mia kepo.
"Mau tahu aja lo Mi..." jawab Revan lalu berjalan meninggalkan Mia.
"Dasar Revan pelit." gerutu Mia.
Revan berjalan menuju kantor personalia. Dia melewati beberapa staf yang sedang sibuk bekerja. Karena menyadari Revan lewat, para wanita itu mencuri pandang pada Revan. Selain Byan yang menjadi idola, Revan juga tak kalah populer dikalangan para pegawai perusahaan. Dia juga diidam-idamkan oleh para wanita yang masih single di perusahaan Byan.
"Pagi Pak Revan." sapa salah satu staf di sana. Revan hanya membalas dengan anggukan kepalanya.
__ADS_1
"Jangan keganjenan! Ingat suamimu di rumah. Lagian kalau kamu belum punya suami, Pak Revan juga nggak bakal lirik kamu." jelas teman di sampingnya.
"Pak Revan......." panggil Pak Andi.
"Pak Andi?! Baru saja saya mau ke ruangan Bapak." kata Revan.
"Ada perlu apa kok Pak Revan tumben mencari saya?" tanya Pak Andi heran karena jarang sekali Revan mencarinya.
"Ini Pak, ada teman saya yang mau mencari pekerjaan. Apa masih ada posisi yang masih kosong?" tanya Revan.
"Mari kita bahas ini ke ruangan saya saja Pak. Tidak enak kalau kita membicarakan ini di sini. " kata Pak Andi mengajak Revan. Revan mengiyakan dan berjalan mengikuti Pak Andi.
"Silahkan duduk dulu Pak Revan. Mohon tunggu sebentar. Saya akan mengeceknya dulu." ucap Pak Andi. Revan duduk di depan meja kerja Pak Andi.
"Posisi yang kosong ada asinten manager dan staf biasa Pak." kata Pak Andi setelah mengeceknya.
"Asisten manager kebagusan buat Keysa. Tapi kalau gue kasih kerjaan staf biasa, apa Byan akan setuju??" Revan berbicara sendiri.
"Bagaimana Pak Revan?" tanya Pak Andi.
"Asisten manager itu saja Pak. Nanti CVnya menyusul Pak." ucap Revan.
"Baik Pak." kata Pak Andi. Revan berdiri dan berjabat tangan dengan Pak Andi lalu meninggalkan ruang personalia.
Revan kembali lagi ke ruangan Byan.
"By, asisten manager kosong. Staf biasa ada beberapa. Terserah lo mau pilihkan yang mana." ucap Revan.
"Makasih, Van. Nanti gue akan memberitahu Keysa. Dia mau atau tidak." jelas Byan.
"By, lo berfikir tidak? Bagaimana kalau Shevi tahu Keysa kerja di sini??" tanya Revan.
"Aku akan menjelaskan semuanya pada Shevi." jawab Byan.
"Lo mau jelasinnya gimana??? Sekarang aja Shevi belum memaafkan lo! Ehhhh, sekarang lo tambah cari masalah lagi." kata Revan yang heran dengan Byan.
"Gue yakin, Shevi akan mengerti dan memahami." ucap Byan.
"Yakin banget lo...!!!" kata Revan tak percaya kalau Byan akan berhasil meluluhkan Shevi yang sedang marah.
"Lo lanjut kerja sana...!!!" perintah Byan.
__ADS_1
"Ok......." jawab Revan.