
Hari ini adalah hari ulang tahun Keysa. Karena dia hanya tinggal seorang diri di kota ini, tidak ada teman atau saudara yang datang untuk sekedar mengucapkan.
Dia memesan makanan online. Keysa akan mengundang Byan. Karena hanya Byan yang dia kenal selama tinggal di kota ini. Setelah makanan yang dipesannya datang, Keysa lalu menata makanan itu di meja makan. Dia juga menyiapkan dua gelas orange jus untuknya dan Byan.
Setelah semua selesai, dia mengambil ponselnya yang dia taruh di kamarnya. Keysa mencari kontak Byan lalu menelfonnya.
"Byan : Ada apa, Key??"
"Keysa : By, apa kamu lupa kalau hari ini aku ulang tahun?? Aku mau mengundangmu makan. Aku sudah masak spesial buat kamu lho."
"Byan : Ohhhh...!! Sory, aku nggak ingat."
"Keysa : Inikan hari libur. Kamu bisa ke sini By? Aku mohon. Apa kamu tidak kasihan denganku merayakannya seorang diri??"
"Byan : Baiklah. Tapi sebentar saja..."
"Keysa : Ok. Aku tunggu."
Keysa memutuskan sambungan telfonnya. Dia berjingkrak-jingkrak kegirangan karena Byan mau datang merayakan ulang tahunnya.
Entah apa juga yang dia rencanakan sampai segirang itu.
Karena dia tidak akan menyerah untuk mendapatkan Byan. Laki-laki yang sangat dicintainya. Sejak Byan dulu datang ke rumahnya untuk pertama kali. Karena Byan adalah sahabat kakaknya. Semenjak itu, tumbuhlah rasa cinta di hatinya.
______
Byan yang sedang bersama Shevi merasa bingung harus bicara bagaimana tentang Keysa yang mengundangnya. Tidak mungkin juga dia mengajak Shevi bersamanya.
"Kamu kenapa???" tanya Shevi yang melihat Byan sedikit gelisah.
"Eeeeee,,,, ini, Keysa mengundangku untuk makan-makan karena hari ini dia ulang tahun." jawab Byan. Dia berbicara hati-hati supaya Shevi tidak salah paham.
"Lalu????" tanya Shevi yang terlihat mengernyitkan dahinya. Dia penasaran apakah Byan akan memilih datang atau tetap bersamanya.
"Kalau aku mengiyakan, apa kamu akan marah??" tanya Byan sedikit ragu dengan pertanyaannya.
"Aku hanya kasihan dengannya. Dia tak ada saudara di sini. Kakaknya sudah meninggal saat menolongku. Orang tuanya ada di luar negeri." lanjut Byan.
Shevi tak langsung menjawabnya. Dia sejenak terdiam.
__ADS_1
Kalau aku tidak mengizinkannya, apa aku terlalu egois??? Tapi kalau iya, aku pasti tidak bisa menahan rasa cemburu ini!! Batinnya dalam hati.
Shevi mencoba berlapang dada dan harus berfikir positif. Dia terlihat menghela nafasnya.
"Kalau kamu mau datang, itu hakmu. Aku nggak bisa untuk melarangnya." jawab Shevi. Dengan sangat berat, dia harus mengucapkannya.
"Kalau kamu tidak setuju, aku tidak akan datang." sahut Byan. Dia melihat Shevi tak yakin dengan keputusannya.
"Itu terserah denganmu. Yang penting, kamu tidak akan macam-macam." ucap Shevi tersenyum sambil memegang tangan Byan.
Byan mengelus pucuk kepala Shevi. Dia tersenyum dan memaklumi kekhawatiran Shevi.
"Kamu tenang saja sayang.....!!! Walaupun Keysa mau telanjang di depanku, aku tetap tidak tertarik!!" kata Byan yakin.
"Jadi kamu berharap Keysa telanjang di depanmu???" tanya Shevi langsung pasang wajah cemberutnya.
"Maksudku bukan begitu, yang. Kamu sepertinya salah tanggap. Itu hanya sebuah gambaran saja." jawab Byan sambil mencubit kedua pipi Shevi.
"Buruan kalau mau pergi!!! Kamu sepertinya sudah nggak sabar pengin lihat Keysa telanjang!!" ujar Shevi yang masih cemberut.
"Jangan cemberut gitu dong, sayangku...!!! Ya sudah, aku tidak jadi pergi." kata Byan.
"Kamu tenang saja. Hanya ada kamu di hatiku. Dia hanya mengundangku makan. Kalau sudah selesai, aku akan ke sini lagi." Byan mencium kening Shevi lalu berpamitan pada Dian dan Kakeknya Shevi.
Entah kenapa setelah Byan pergi untuk bertemu Keysa, hatinya merasa tak tenang. Dia punya firasat buruk kalau akan terjadi apa-apa pada Byan.
______
Keysa mondar-mandir di dalam apartemen milik Byan. Makanan yang tadinya masih hangat pun telah menjadi dingin.
"Byan jadi datang tidak sih??? Kenapa lama banget???" gumamnya.
Tok......Tok.....Tok......
"Pasti itu Byan." Keysa merapikan rambutnya lalu berjalan ke arah pintu dan membukanya.
"Ayo masuk, By." ajak Keysa. Byan dengan malas masuk ke apartemen miliknya. Keysa menyuruh Byan duduk di sofa.
"Key, aku maaf sebelumnya. Aku nggak bisa lama-lama." ucap Byan. Dia merasa tak nyaman hanya berdua dengan Keysa.
__ADS_1
"Kita langsung makan saja ya." ajak Keysa lalu berdiri dan menarik tangan Byan. Byan sedikit risih dengan tingkah Keysa.
"Aku sudah kenyang, Key." tolak Byan.
"Ayolah By.....!!! Kamu tidak menghargaiku?? Aku sudah capek-capek masak lho." ucap Keysa. Dia berbohong pada Byan, padahal semua makanannya hanya pesan di restoran.
Byan dengan berat hati menuruti Keysa. Dia duduk di meja makan. Keysa hendak mengambilkan Byan nasi, tapi ditolak oleh Byan.
"Aku bisa ambil sendiri, Key." tegas Byan. Dia tak mau dibilang memberi harapan untuk Keysa.
"Bagaimana masakanku, By???" tanya Keysa saat melihat Byan mengunyah makanan yang ia sediakan khusus untuk Byan.
"Enak. Kamu sejak kapan bisa masak???" Byan balik bertanya pada Keysa. Karena Byan tahu, Keysa sangat manja dan tak pernah menyentuh peralatan dapur. Byan tahu saat dia dulu sering datang ke rumah Keysa untuk bertemu kakaknya.
"Aku pernah ikut kursus masak, By. Syukurlah kalau kamu suka. Kapan-kapan aku akan masak untukmj lagi." jawab Keysa.
"Tidak perlu." ucap Byan.
Setelah selesai makan, Byan pindah ke sofa. Dia merasa tidak enak kalau baru makan langsung pulang.
"Aku ambilkan minum sebentar, By." ucap Keysa lalu ke dapur mengambilkan minum untuk Byan.
"Ini, By. Diminum dong.....!!!" Keysa menatap Byan yang meneguk minuman yang dibuatnya. Senyum menyeringai terlihat di sudut bibir Keysa.
Tanpa ada rasa curiga, Byan meneguk sampai habis minumannya. Setelah beberapa saat, Byan merasa sedikit pusing sambil memijit keningnya.
"Kamu kenapa, By???" tanya Keysa. Byan hanya menggelengkan kepalanya. Karena dia juga tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya.
"Aku ke kamar sebentar, By." kata Keysa lalu masuk ke dalam kamarnya. Karena rencananya berhasil, Keysa mengganti bajunya dengan baju yang seksi dan terbuka.
"Sebentar lagi, kamu akan menjadi milikku untuk selamanya, By. Hahahahaaa.....!!!" ucap Keysa sambil melihat dirinya di depan kaca.
Byan merasa ada yang tidak beres dengan semua ini. Dia buru-buru keluar dari apartemennya tanpa memberitahu Keysa. Byan mengambil ponselnya lalu menghubungi Shevi untuk menjemputnya. Dengan berjalan sedikit sempoyongan, akhirnya Byan sampai di lantai dasar.
.
.
.
__ADS_1
Janga lupa teman, like, coment&votenya...