Kisah Cinta Shevi Dan Byan

Kisah Cinta Shevi Dan Byan
63. Ep 63


__ADS_3

Hari berikutnya,


______________


Byan datang ke rumah Shevi menemui Ibu dan Kakeknya Shevi untuk membahas hari pernikahannya. Dia sungguh tak main-main dengan ucapannya tadi malam. Menurutnya semakin cepat semakin baik.


"Kek, Bu. Byan datang ke sini ingin membahas rencana pernikahan saya dan Shevi. Byan minta pendapat Kakek dan Ibu." kata Byan mengawali pembicaraannya.


"Sungguh???? Kamu serius, nak???" tanya Dian yang terkejut.


"Sangat serius, Bu. Byan tidak pernah main-main." jawab Byan yang membuat Dian percaya.


"Kakek sangat setuju." ucap Sofyan.


"Shevi sudah setuju??" tanya Dian.


"Kalau Shevi tidak setuju, lalu mau tunggu sampai kapan???" ujar Sofyan menatap Dian.


Shevi keluar dari kamarnya lalu turun ikut bergabung bersama Kakek, Ibunya dan Byan di ruang tengah.


"Bahas apa sih??? Serius banget." kata Shevi lalu duduk di samping Kakeknya.


"Bahas pernikahan kalian." jawab Sofyan. Shevi menatap Byan seakan tak yakin dengan ucapan Kakeknya.


"Aku kan kemarin sudah bilang. Secepatnya lebih baik." kata Byan pada Shevi.


"Tunggu dulu!!! Ibu mau tanya, Byan pengin cepat-cepat menikah. Kalian belum,,,,,,,,,," Dian tidak melanjutkan ucapannya.


"Bu, aku gadis baik-baik. Mana mungkin melakukan hal seperti itu, sedangkan kami belum menikah. Aku masih tahu batasan, Bu." ujar Shevi. Dia tahu maksud dari pertanyaan Ibunya.


"Ya kan Ibu hanya merasa aneh saja." kata Dian.


"Tanya Kak Byan. Yang paling ngebet nikah kan dia." ucap Shevi.


"Sudah,,, sudah!! Kita lanjut bahas pernikahan kalian." Sofyan mencoba menengahi.


"Kamu sudah menetapkan tanggal, hari dan bulan, By??" tanya Sofyan.


"Sudah, Kek. Tiga minggu lagi." jawab Byan dengan sungguh-sungguh yang membuat Dian, Sofyan dan Shevi terkejut. Tanpa Shevi tahu, Byan sudah mulai mempersiapkan semuanya.


"Apa????? Kenapa secepat itu. Tunggu kalau aku libur kuliahlah...." pinta Shevi.


"Tidak bisa, yang." kata Byan.


"Benar kata Ibu!!! Kalau secepat itu, pasti orang-orang akan berfikir aku hamil duluan." ujar Shevi yang membayangkan dirinya menjadi bahan gosip hangat ibu-ibu komplek.


"Tidak perlu memikirkan omongan orang. Yang menjalaninya kan kalian. Kakek setuju-setuju saja, By. Tapi apakah cukup dengan waktu yang sangat mepet untuk mempersiapkan segalanya???" tanya Sofyan.


"Kakek tenang saja. Byan sudah mengurusnya. Kita tinggal menunggu hari H. Saya juga sudah memesan baju pernikahan kami." jawab Byan.


"Memangnya kamu tahu ukuran bajuku???" tanya Shevi.

__ADS_1


"Makanya kamu nanti coba. Kalau kurang pas, masih ada waktu untuk dirubah." jawab Byan.


"Kek, Bu, saya minta izin mau mengajak Shevi pergi ke butik." pinta Byan pada Dian dan Sofyan. Shevi tidak mampu berbuat apapun. Kali ini dia hanya bisa menurut.


"Kakek salut denganmu, Byan. Diam-diam kamu mempersiapkannya sendiri." puji Sofyan pada Byan.


"Kalau tidak begini, Shevi akan terus mengulur-ulur waktu, Kek." ujar Byan. Dian menertawai putrinya yang tidak bisa berkutik lagi.


"Ini sudah siang, kalian kalau mau pergi sekarang saja." kata Dian pada Shevi dan Byan.


"Baik, Bu. Byan dan Shevi berangkat." Byan mencium tangan Sofyan dan Dian.


_____


Disalah satu butik ternama, Byan turun dari mobil bersamaan dengan Shevi.


"Ayo..." ajak Byan lalu berjalan masuk sambil menggandeng tangan calon istrinya.


"Andra sudah datang, Mbak??" tanya Byan pada pelayan butik itu.


"Saya sudah membuat janji dengannya." lanjut Byan.


"Sudah. Silahkan duduk dulu, Pak. Saya panggilkan sebentar." ucap pelayan itu lalu berjalan masuk ke ruangan bosnya.


Byan melihat Shevi yang tertawa sendiri. Dia penasaran, apa yang lucu sehingga membuat Shevi tak bisa menahan tawanya.


"Kenapa, yang??? Ada yang lucu??" tanya Byan.


"Tidak mungkin jugakan dia memanggilku sayang??? Masih muda begini dibilang tua!!" ujar Byan tak terima dikatai tua oleh Shevi.


"Selamat siang, Pak Byan." sapa Andra lalu berjabat tangan dengan Byan.


"Ini calon istrinya ya, Pak??? Cantik....!" imbuh Andra. Raut wajah Byan berubah saat Andra memuji calon istrinya cantik. Karena menurutnya, secara tidak langsung berarti Andra memperhatikan Shevi. Shevi melihat Byan dan sudah hafal dengan calon suaminya yang posesif itu.


"Baju yang saya pesan sudah jadi??" tanya Byan tanpa basa-basi.


"Sudah, Pak. Mau sekalian dicoba sekarang, Mbak???" tanya Andra pada Shevi.


"Boleh." jawab Shevi.


"Mari ikut saya!!" ajak Andra lalu diikuti Shevi dan Byan.


"Ini, Mbak. Kebaya putih untuk ijab qobul dan yang ini gaun untuk resepsi. Ini sudah sesuai dengan yang diinginkan oleh Pak Byan." Andra menyerahkannya pada Shevi. Shevi berjalan ke kamar ganti dan Byan masih saja mengikutinya.


"Mau ikut masuk sekalian???" tanya Shevi pada Byan saat dia sudah masuk ke dalam ruang ganti.


"Mau bangeeetttt...." jawab Byan menggoda Shevi.


"Bercanda. Aku tunggu di sana." Byan menunjuk sofa yang berada tak jauh dari kamar ganti. Shevi menganggukkan kepalanya.


Yang pertama dia coba adalah gaun untuk resepsi. Shevi keluar dari kamar ganti.

__ADS_1



"Kak Byan....." panggil Shevi. Byan lalu mengangkat kepalanya memandang Shevi.


"Gimana???" tanya Shevi.


"Cantik...." jawab Byan.


"Maksudku, bagus enggak??" tanya Shevi.


"Bagus,,,,, bagus banget. Pas....." jawab Byan. Shevi kembali masuk lalu mencoba kebaya putih yang akan dipakainya untuk ijab qobul. Saat Shevi keluar, mata Byan langsung tertuju pada dada Shevi karena terlalu terbuka. Byan berjalan mendekati Shevi.


"Kamu masuk lagi dan ganti bajumu!!" perintah Byan.


"Aku akan meminta untuk mengubah kebaya ini." imbuh Byan.


"Lohhh, kenapa??? Ini pas kok." Shevi merasa heran pada Byan. Padahal kebaya yang ia coba benar-benar sudah nyaman dipakai.


"Kamu mau mengumbar belahan dadamu itu pada semua orang???" tanya Byan. Shevi baru menyadari itu. Shevi lalu masuk dan mengganti bajunya.


"Bagaimana, Pak Byan?? Sudah pas??" tanya Andra menghampiri Byan dan Shevi.


"Sudah. Tapi saya minta kebaya ini sedikit dirubah. Buat bagian dada tertutup." jawab Byan.


"Baik, Pak." kata Andra.


"Kak Byan nggak mencoba tuxedo???" tanya Shevi.


"Aku sudah mencobanya." jawab Byan.


"Kalau bisa dipercepat ya!! Kalau sudah, tolong antar ke alamat ini." ucap Byan pada Andra lalu memberikan alamat rumah Shevi.


"Iya, Pak." jawab Andra.


"Kalau begitu, saya pulang dulu." pamit Byan lalu menggandeng tangan Shevi.


"Mari...." sapa Shevi pada Andra.


"Tidak perlu menyapanya jugakan???" bisik Byan pada Shevi.


"Gitu aja cemburu. Kak Byan nggak lihat kalau Pak Andra tadi sedikit kemayu?? Justru aku yang harusnya khawatir kalau dia suka sama Kak Byan. Hahahaaa....." ujar Shevi balik menggoda Byan.


"Kamu yaaaa...." Byan mencubit hidung mancung Shevi.


Saat keluar dari butik, mereka bertemu dengan Keysa.


"Byan, kalian sedang apa di sini??" tanya Keysa.


"Fitting baju pernikahan." jawab Byan.


"Aku tunggu undangannya." kata Keysa.

__ADS_1


"Pasti...!!!" jawab Byan singkat. Dia tak mau kelamaan meladeni Keysa. Byan lalu mengajak Shevi masuk ke dalam mobil.


__ADS_2