Kisah Cinta Shevi Dan Byan

Kisah Cinta Shevi Dan Byan
31. Ep 31


__ADS_3

Shevi sampai di rumah Byan. Dia turun dari mobil lalu berjalan ke pintu utama. Shevi mengetok pintu. Tak perlu waktu lama pintu dibukakan oleh Bi Sumi yang sudah menunggunya.


"Mari Mbak saya antar ke kamar Den Byan..." ucap Bi Sumi agak tergesa-gesa. Shevi mengikutinya dari belakang. Sesampai di kamar Byan, Shevi dipersilahkan masuk oleh Bi Sumi. Shevi lalu masuk dan mendekati Byan. Bi Sumi pamit keluar meninggalkan mereka berdua. Shevi duduk di tepi ranjang Byan. Dipegangnya kening Byan dengan telapak tangannya.


"Panas banget...." ucap Shevi lirih. Shevi lalu keluar mencari Bi Sumi minta air dan sapu tangan untuk mengompres Byan. Bi Sumi menyiapkan semua lalu memberikannya ke Shevi.


"Bi tolong buatkan bubur untuk Kak Byan ya.." ucap Shevi.


"Baik Mbak. Segera saya buatkan.." jawab Bi Sumi.


"Oiyaaa Bi sekalian minta obat penurun panasnya.." pinta Shevi. Bi Sumi mengambil kotak obat lalu memberikan obat penurun panas ke Shevi.


"Mbak. Tapi Den Byan itu susah sekali kalau disuruh minum obat." kata Bi Sumi.


"Serahkan saja sama saya Bi.." ucap Shevi dan tersenyum kepada Bi Sumi.


Shevi kembali lagi ke kamar Byan. Dia mengompres Byan dengan telaten. Dipegangnya lagi kening Byan yang sudah tidak sepanas tadi.


Byan membuka matanya dan melihat Shevi sudah berada di depannya. Byan lalu menggenggam tangan Shevi dan menaruh di atas dadanya. Dia merasa sangat senang karena saat sakit, orang yang dia cintai berada di sisinya.


"Kamu belum makan??" tanya Shevi. Byan hanya menggelengkan kepalanya.


"Aku ke bawah dulu mau lihat Bi Sumi sudah selesai belum memasak buburnya." ucap Shevi lalu berdiri dan menarik tangannya yang digenggam Byan.


"Di sini saja. Jangan pergi kemana-mana. Temani aku." pinta Byan lirih.


"Aku tidak akan kemana-mana. Aku hanya ke bawah sebentar." ucap Shevi sambil memegang tangan Byan mencoba meyakinkannya. Byan mengangguk dan melepaskan tangan Shevi.


Shevi ke dapur dimana Bi Sumi sedang memasak bubur untuk Byan. Shevi berdiri di samping Bi Sumi dan mengamatinya yang sedang mengaduk-aduk bubur buatannya.

__ADS_1


"Mbak Shevi kenapa ke sini?? Mendingan temani Den Byan saja. Nanti buburnya saya antar. Sebentar lagi selesai kok." kata Bi Sumi menoleh ke Shevi. Shevi pun tersenyum.


"Den Byan itu kasihan Mbak. Semenjak ditinggal Kakeknya, dia sangat kesepian. Sudah tidak punya sanak saudara." lanjut Bi Sumi mulai bercerita.


"Rumah sebesar ini hanya ditinggali Bi Sumi dan Kak Byan??" tanya Shevi.


"Ada suami saya juga Mbak. Ini sudah mending Mbak. Waktu Den Byan masih di luar negeri, lebih sepi lagi. Hanya saya dan suami saya yang tinggal di sini. Untung saja Den Byan pulang." jawab Bi Ami sambil mematikan kompor.


"Sudah matang ya Bi...?" tanya Shevi lalu mengambil mangkuk.


"Sudah Mbak. Biar Bibi saja Mbak." ujar Bi Sumi.


"Tidak apa-apa Bi...." Shevi menuang bubur ke dalam mangkuk dan membawanya ke kamar Byan.


Shevi manaruh mangkuk di meja. Lalu duduk di samping Byan.


Aduuuhhhhh ini harus manggil apa coba. Kak atau Mas......????? Batinnya dalam hati.


"Kalau nggak mau makan, aku pulang..!!" ancam Shevi. Akhirnya Byan pun menurut. Shevi membantu Byan duduk dan bersandar di headboard.


"Aaaaa....." Shevi menyuruh Byan membuka mulutnya. Baru beberapa suapan, Byan sudah tak mau membuka mulutnya. Shevi menghembuskan nafasnya dengan kasar karena tingkah Byan yang seperti anak kecil.


"Sekarang minum obat ya..." Shevi mengambil obat yang dimintanya dari Bi Sumi tadi dan menyuruh Byan untuk meminumnya.


"Aku tidak terbiasa minum obat. Nanti juga sembuh sendiri." kata Byan.


"Bandel banget sih..!!! Mau sembuh apa tidak." Shevi memasukkan obat ke dalam mulut Byan dengan paksa lalu menyodorkan segelas air putih. Dengan terpaksa pula Byan menelan obat itu.


"Ini namanya pemaksaan yang....!!!" ujar Byan. Shevi tersenyum puas karena berhasil membuat Byan meminum obat itu.

__ADS_1


"Sekarang Kak Byan istirahat lagi ya. Aku tinggal ke bawah dulu..!! ucap Shevi sambil membawa mangkuk yang akan ditaruhnya di dapur.


"Jangan lama-lama..." Byan lalu merebahkan tubuhnya lagi. Shevi menganggukan kepalanya dan berjalan keluar.


Shevi menaruh mangkuk lalu berjalan melihat kolam renang yang terlihat dari dapur itu.


"Mbak Shevi di sini rupanya...?" tanya Bi Sumi yang tiba-tiba berdiri di samping Shevi dan membuatnya kaget.


"Iya Bi. Di sini sejuk....!!!" ucap Shevi.


"Iya Mbak. Den Byan kalau sudah duduk di sini betah. Itu Den Byan demam gara-gara semalaman duduk di sini." kata Bi Sumi.


Ooohhh berarti sepulang dari rumah gue, dia nggak langsung istirahat?? Gumam Shevi..


"Mbak Shevi apanya Den Byan?? Kok di ponsel Den Byan diberi nama sayangku?" tanya Bi Sumi polos.


"Eehhhhhhh... besok Bi Sumi tanya saja sama Kak Byan. Heheheeeee.....!!!! Bi, saya kembali ke atas dulu. Mau nengok Kak Byan." pamit Shevi lalu berjalan menuju kamar Byan.


Shevi kembali duduk di tepi ranjang. Dia melihat Byan yang agak menggigil.


"Kak Byan kenapa?? Shevi panggilkan Dokter saja ya" tanya Shevi yang panik melihat kondisi Byan.


"Dingin sekali...." jawab Byan. Lalu Shevi membenahkan selimut Byan. Shevi berinisiatif untuk mengambil selimut lagi. Saat dia akan berdiri, Byan menarik tangan Shevi. Karena posisi Shevi yang tak seimbang, maka dia terjatuh di samping Byan. Byan lalu memeluknya erat.


"Heeeyyyy.... heeyyyy lepasin Kak. Jangan macam-macam ya. Aku teriak lho...!!!" Shevi sekuat tenaga mencoba melepaskan diri.


"Kamu tenang saja. Aku tidak akan macam-macam. Aku hanya membutuhkan kehangatan." ucap Byan dengan entengnya.


"Haaahhhh kehangatan apanya?????? Ini namanya modus..!!!" Shevi mulai kesal. Tapi dia akhirnya memilih diam. Karena usahanya sia-sia saja. Byan tertidur sambil memeluk Shevi.

__ADS_1


Saat Byan sudah terlelap, Shevi menyingkirkan tangan Byan dan cepat-cepat turun dari tempat tidur. Dia segera menjauh dan duduk di sofa kamar Byan. Shevi yang sudah merasa lelah akhirnya tertidur di sofa itu.


__ADS_2