
Pagi hari,
Byan pagi-pagi sekali sudah duduk di meja makan. Sedangkan Keysa belum terlihat keluar dari kamarnya. Byan memang sengaja akan berangkat ke kantor lebih awal. Karena dia akan ke rumah Shevi terlebih dahulu.
"Ini tehnya Den." kata Bi Sumi lalu menaruh teh panas di meja.
"Iya Bi." balas Byan sambil makan nasi goreng buatan Bi Sumi.
"Den, kenapa membawa pulang perempuan?? Bibi mohon jangan menyakiti Mbak Shevi." kata Bi Sumi.
"Keysa hanya teman Bi. Dia belum tahu mau tinggal dimana. Jadi Byan hanya menolong dia. Masalah Shevi, Bibi tenang saja. Lagian hanya Shevi yang ada di hati Byan Bi." jawab Byan yang tahu maksud dari kata-kata Bi Sumi tadi. Bi Sumi pun akhirnya lega mendengar jawaban dari Byan.
"Bi, Byan berangkat. Kalau Keysa bangun tolong Bibi beritahu saya ke kantor lebih awal. Dan siapkan juga sarapan untuk dia." ucap Byan lalu mengambil jasnya dan berangkat.
***
Rumah Shevi,
____________
Setelah bangun, Shevi mencari ponselnya. Dia baru ingat kalau tasnya masih berada di atas meja ruang tengah. Shevi turun ke bawah mengambil tasnya lalu kembali lagi ke kamarnya. Dia membuka ponselnya. Dilihatnya ada panggilan dan pesan dari Byan. Shevi mengabaikannya tanpa membalas satu pesanpun.
"Mau mencoba mempermainkan gue. Lihat aja pembalasanku....." ucapnya sambil tersenyum menyeringai.
Shevi mengira kalau Byan pasti akan ke rumahnya. Dia sudah mengantisipasinya dari awal. Shevi sengaja berangkat kuliah sepagi mungkin hanya untuk menghindari Byan. Shevi meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan Ibunya. Tanpa pamit, Shevi berangkat kuliah.
"Gue ke rumah Reni dululah. Nggak mungkin jugakan gue ke kampus jam segini????" Shevi melajukan mobilnya menuju rumah Reni.
Setelah sampai di rumah Reni, Shevi langsung menuju kamar Reni. Shevi menggelengkan kepalanya melihat Reni yang masih tidur dengan nyenyaknya.
"Ya Tuhan,,,,, jam segini masih tidur..?????" gumam Shevi.
__ADS_1
"Ren bangun. Mau kuliah nggak???" Shevi menepuk-nepuk pipi Reni. Karena Reni tak juga bangun, Shevi mendapat ide cemerlang. Dia masuk ke kamar mandi dan keluar membawa satu gayung air yang akan dipakainya untuk membangunkan Reni. Shevi memercik-mercikkan air itu ke wajah Reni. Dan benar saja, seketika Reni langsung terbangun.
"Sheviiiiiiiii...........!!!!!" teriak Reni kesal dengan ulah sahabatnya. Shevi menyeret Reni turun dari kasurnya dan mendorongnya masuk ke kamar mandi.
"Shevi sialan lo...." teriak Reni lagi dari dalam kamar mandi. Shevi hanya tersenyum dan menutup telinganya. Selesai mandi, Reni keluar kemudian mengambil baju di almari. Sedangkan Shevi dengan santainya duduk di tepi ranjangnya sambil membaca majalah.
"Ngapain lo pagi-pagi ke sini? Ganggu orang yang masih enak-enak tidur aja!!!" tanya Reni yamg tak henti-hentinya menggerutu.
"Tadi Mamamu yang menyuruhku membangunkanmu. Kalau mau ngomel sama Mamamu sana." jawab Shevi dengan santainya. Shevi memperhatikan Reni yang sedang duduk di depan meja rias sambil mengaplikasikan make up di wajahnya.
"Lo sebulan bisa menghabiskan bedak sama lipstik berapa Ren?? Kalau lo udah nikah, kasihan suami lo. Berat di make up Ren." celetuk Shevi.
"Berisik lo Shev. Ayo berangkat. Tapi kita sarapan dulu." ajak Reni yang sudah selesai dandan.
"Ren, kita sarapan di luar aja yuk. Gue lagi pengin makan bubur ayam." kata Shevi.
"Ok. Ide bagus. Kita cari sambil jalan aja." ucap Reni. Mereka keluar dari kamar dan pamit ke Mama dan Papanya Reni.
***
Byan duduk menunggu di ruang tamu. Mbok Ami memanggil Dian memberitahu kalau Byan datang. Dian yang sedang sibuk di dapur lalu menemui Byan.
"Byan, tumben pagi-pagi ke sini." tanya Dian lalu duduk di sofa.
"Iya Bu. Shevinya ada?" tanya Byan.
"Masih di kamarnya By. Ibu panggil dulu ya." jawab Dian.
"Baik Bu." ucap Byan. Dian meninggalkan Byan dan memanggil Shevi di kamarnya. Dian masuk tapi tak mendapati Shevi di dalam kamarnya.
"Kemana sih Shevi??" gumam Dian lalu membuka pintu kamar mandi tapi tak ada juga. Dian lalu turun dan bertanya ke Mbok Ami. Tapi Mbok Ami juga tidak tahu. Dian lalu ke garasi. Ternyata mobil Shevi sudah tidak terparkir di sana. Dian kembali menemui Byan di ruang tamu.
__ADS_1
"By,,,,,, Shevinya nggak ada. Sepertinya sudah berangkat kuliah soalnya mobilnya sudah tidak ada di garasi. Tapi tumben, baru kali ini Shevi berangkat pagi-pagi sekali." ucap Dian ke Byan.
"Oohhhh ya sudah Bu. Nanti sepulang dari kantor, Byan ke sini lagi." kata Byan dengan sedikit raut kecewa di wajahnya.
"Byan pamit ya Bu." ucap Byan lalu mencium punggung tangan Dian. Dian mengantar Byan sampai depan.
***
Shevi dan Reni celingak-celinguk mencari pedagang bubur ayam.
"Shev, itu di depan ada deh..." ucap Reni. Shevi pun menepikan mobilnya.
Mereka turun dari mobil. Reni memesan dua mangkuk bubur ayam sedangkan Shevi, duduk menunggu di kursi sambil menatap ke jalan raya. Matanya tertuju pada mobil yang ia kenali. Shevi lalu bersembunyi di balik gerobak buryam. Reni mengernyitkan dahinya melihat sahabatnya itu.
"Lo lihat apa sih Shev sampai harus bersembunyi segala..???" tanya Reni. Shevi tak menjawab hanya mengisyaratkan Reni untuk diam. Setelah memastikan mobil Byan tak terlihat lagi, Shevi kembali duduk.
"Lo kenapa?" tanya Reni lagi penasaran.
"Tadi mobil Byan lewat." jawab Shevi.
"Terus??????? Kenapa lo harus sembunyi???" tanya Reni sambil memberikan bubur ayam ke Shevi.
"Gue lagi sebel sama dia. Kemarin dia ngajakin nonton. Gue nunggu sampai jamuran, dianya nggak datang. Coba kalau lo jadi gue Ren. Siapa yang nggak dongkol coba. Dia pasti dari rumah gue." jawab Shevi.
"Positive thinking aja Shev. Mungkin dia ada urusan mendadak. Cepat dimakan. Nanti keburu dingin." kata Reni.
"Ohhhh gue tahu..!!! Alasan lo ke rumah gue sepagi ini karena lo menghindari Byan kan???" imbuh Reni sambil menghabiskan bubur yang tinggal satu suapan lagi.
Shevi menjawab dengan mengacungkan jempolnya. Dia dengan cepat menghabiskan bubur ayamnya karena melihat Reni yang sudah selesai duluan.
Jangan lupa untuk like, coment, dan votenya..😉😉😉😉
__ADS_1