
Keesokan harinya,
_______
Cahaya matahari masuk menyinari sudut-sudut kamar Byan dan membuat si pemilik kamar perlahan mulai membuka matanya. Dia menoleh ke sampingnya sambil tersenyum melihat Shevi yang masih tertidur lelap dalam pelukannya.
"Jam berapa ini?" Byan meraih ponselnya di atas nakas untuk melihat jam.
"Sayang,,,, bangun!! Sudah jam sembilan pagi," Byan membangunkan Shevi sambil menciumi pucuk kepala istrinya. Shevi sama sekali tak bergerak.
"Maafkan aku sudah membuatmu kelelahan." ucap Byan. Sebenarnya dia ingin melakukannya lagi di pagi ini. Tapi melihat Shevi yang sangat lelah, dia mengurungkan niatnya. Padahal juniornya sudah bangkit dari tadi. Byan lalu turun dari ranjang dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah berada di dalam kamar mandi selama lima belas menit, Byan pun keluar. Badannya kini terasa lebih segar. Air menetes dari rambutnya yang masih basah dan membuat Byan terlihat sangat tampan. Tapi sayangnya Shevi melewatkan pemandangan ini. Dia masih betah tidur dengan posisi semula.
Sesudah memakai baju, Byan naik lagi ke atas ranjang. Dia menciumi wajah istrinya.
"Sayang, bangun!!!" bisiknya di telinga Shevi. Karena merasa geli, dengan sangat berat, Shevi membuka matanya.
"Aku masih ngantuk." jawab Shevi dengan suara seraknya.
"Ini sudah siang. Cepat mandi! Kita sarapan bareng. Kamu pasti laparkan??" tanya Byan.
"Enggak. Aku capek banget. Badanku sakit semua. Sepertinya semua tulang-tulangku remuk. Aku masih mau lanjut tidur!" jawab Shevi lalu memejamkan matanya lagi.
"Apa mau lagi, yang??? Staminaku sudah pulih lho...." goda Byan.
__ADS_1
"Apaan sih..!!!" Shevi membalikkan badannya dan menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.
Byan merasa bersalah karena semalam ia terlalu bersemangat tanpa memikirkan Shevi. Mungkin juga karena efek menahan satu bulan, sehingga ia lampiaskan semalam.
Kruyuuukkkk,,,,,
Byan memegangi perutnya yang sangat lapar. Dia keluar dari kamar dan turun ke lantai bawah menuju meja makan. Di sana sudah tertata makanan yang di masak oleh Bi Sumi.
"Mbak Shevi mana, Den?? Kok tidak ikut sarapan?" tanya Bi Sumi sambil membuatkan susu untuk Byan.
"Masih tidur, Bi." jawab Byan. Bi Sumi hanya menganggukan kepalanya. Dia paham, mungkin Shevi kelelahan karena semalam duel dengan majikannya. Bi Sumi sendiri semalaman menahan hausnya karena tak berani keluar kamar setelah mendengar suara yang tak seharusnya ia dengar.
"Ini susunya, Den." Bi Sumi menaruhnya di samping Byan. Byan tak menjawab karena sedang mengunyah makanannya. Dia hanya menganggukkan kepalanya.
Byan selesai makan. Dia kembali ke kamar dengan membawa sarapan untuk Shevi.
Tanpa pikir panjang, Byan langsung naik ke ranjang dan mulai beraksi. Dia mencumbu dan bercinta lagi. Pergumulan di pagi hari pun terjadi. Tubuh Shevi yang sudah tak berdaya hanya bisa pasrah.
Di luar kamar Byan, ada Bi Sumi yang sedang mondar-mandir.
"Ketok tidak ya???" ucapnya.
Bi Sumi memberanikan dirinya.
Tok,,,, tok,,,,, tok,,,,,
__ADS_1
"Den, ini Bi Sumi." panggil Bi Sumi dari luar. Tak ada sahutan dari dalam. Didengarnya suara desahan seperti semalam. Bi Sumi langsung menutup telinganya dan sedikit manjauh dari pintu.
"Aduhhhh, aku jadi merasa bersalah. Benar tebakanku, pasti mereka sedang gitu-gituan. Kenapa Mas Revan harus datang di waktu yang seperti ini??? Jadi serba salahkan???" kata Bi Sumi. Dia masih setia menunggu di depan kamar Byan.
Di dalam kamar,
_______________
"Mengganggu saja...!!!!" gerutu Byan merasa jengkel karena di tengah-tengah aksinya ada yang mengetok pintu. Dia tak memperdulikannya dan tetap menikmati permainannya.
"Itu pasti Bi Sumi.." ucap Shevi dengan suara pelan.
"Biarkan saja. Kita selesaikan ini dulu." sahut Byan.
Setelah satu jam, Byan melepaskan ribuan kecebong-kecebongnya lagi ke dalam rahim Shevi. Byan menyelimuti tubuh istrinya yang tergolek lemas tak berdaya. Dia turun dan memunguti bajunya lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Byan keluar dari kamar mandi bertelanjang dada dan hanya memakai celana pendek selutut. Dia berjalan ke arah pintu. Byan berjingkat kaget karena Bi Sumi berdiri tepat di depan pintu. Begitupun juga dengan Bi Sumi yang tak kalah kagetnya.
"Bibi bikin kaget saja.." ujar Byan.
"Bibi juga kaget, Den." kata Bi Sumi dengan sedikit malu.
"Ada apa, Bi?" tanya Byan yang berdiri di tengah pintu.
"Itu, ada Mas Revan di bawah." jawab Bi Sumi. Sepintas, matanya melihat ke dalam kamar karena penasaran. Dilihatnya Shevi yang masih tertidur.
__ADS_1
"Sebentar lagi aku turun, Bi.." kata Byan kembali masuk ke dalam kamar tanpa menutup pintu.
Bi Sumi lalu turun ke lantai bawah. Dia menarik nafas karena merasa lega. Kakinya sangat pegal harus berdiri sejam di depan pintu kamar majikannya.