
Rumah Byan,
___________
Shevi, Byan dan Dian sudah sampai di rumah. Reni juga tak ketinggalan ikut ke rumah Byan. Bi Sumi menyambut kepulangan Shevi yang mulai saat ini akan tinggal bersamanya.
Shevi menghirup nafas lega.
"Akhirnyaaaaaaaa,,,,,,,,,,!!!! Pulang ke rumah juga." ucapnya setelah keluar dari mobil sambil melihat pemandangan sekelilingnya. Tidak seperti di rumah sakit, hampir dua minggu di sana bagaikan burung dalam sangkar. Berhari-hari hanya berada dalam kamar.
"Ayo masuk...!" ajak Byan pada semua yang ada di sana.
Mereka semua masuk ke dalam rumah Byan lalu duduk di ruang tamu. Bi Sumi datang membawa minum dan makanan lalu di suguhkan di atas meja.
"Terima kasih, Bi." ucap Shevi pada Bi Sumi.
"Iya, sama-sama Mbak." jawab Bi Sumi lalu kembali ke belakang.
Saat mereka sedang berbincang, Revan pun datang. Dia langsung masuk karena pintu terbuka. Revan menyapa semua yang ada di sana.
"Sory, Bro. Gue nggak bisa ikut jemput ke rumah sakit. Lo tahu sendiri, pekerjaan gue numpuk." kata Revan lalu duduk di samping Dian dan berhadapan langsung dengan Reni.
"Enggak apa-apa, Van. Gue juga tahu..." jawab Byan.
Tak terasa mereka ngobrol hampir satu jam. Dian merasa obrolannya tak sejalan dengan anak-anak muda itu. Dian memutuskan untuk pulang.
"Shev, Ibu pulang dulu. Kasihan kakekmu. Besok Ibu ke sini lagi dengan Kakekmu. Kamu jaga kesehatan. Ingat, luka di perutmu belum sembuh total." Dian pamit dan mengingatkan putrinya. Shevi menghambur ke pelukan Ibunya. Dia seperti tak ingin di tinggal Dian.
"Ibu tidak menginap di sini saja??" tanya Shevi masih memeluk Ibunya.
"Kamu ini, kemarin Ibu tawari untuk tinggal di rumah Ibu dulu tapi kamu menolak. Sekarang giliran Ibu mau pulang, kamunya kaya gini." ujar Dian.
"Sudah, Ibu pulang dulu. Ibu janji, akan sering-sering ke sini." imbuh Dian sambil melepaskan pelukan putrinya.
"By, titip Shevi ya!!! Kalau dia bandel, kamu jitak kepalanya saja. Ibu pulang dulu...." pesan Dian. Byan mencium tangan Ibu mertuanya.
"Iya, Bu. Byan pasti akan menjaga Shevi. Biar diantar supir, Bu. Ibu hati-hati di jalan. Kalau sudah sampai rumah, kabari Byan atau Shevi." kata Byan lalu berjalan keluar mencari suami Bi Sumi agar mengantar Dian pulang.
"Ren, Revan, Tante pulang dulu ya...." ucap Dian.
__ADS_1
"Iya, Tante.." jawab Reni dan Revan bersaamaan.
"Bu, itu supir sudah menunggu di luar." kata Byan.
Dian menganggukkan kepalanya lalu berjalan keluar. Shevi mengantar Ibunya sampai depan rumah. Tak terasa air matanya menetes saat melihat mobil yang mulai melaju.
"Kamu kenapa kok nangis??" tanya Byan mengusap air mata Shevi menggunakan ibu jarinya. Shevi hanya menggelengkan kepalanya.
"Kalau kamu kangen Ibu, bilang sama suamimu ini. Aku pasti akan mengantarmu ke rumah Ibu." kata Byan sambil memeluk istrinya dari samping.
"Jangan manangis lagi. Ayo masuk. Reni dan Revan menunggu kita." ajak Byan lalu menggandeng Shevi masuk.
Saat mereka masuk, suasana hening terasa karena Reni dan Revan hanya saling diam. Reni sibuk mengotak-atik ponselnya. Sedangkan Revan menatap Reni yang sedang asyik dengan ponselnya.
"Ehmmmmmm,,,,,,," Byan memecahkan keheningan di sana.
"Eh,,, By, Shev....." Revan gelagapan.
Shevi yang paham dengan situasi ini lalu berinisiatif meminta Reni untuk mengantarnya ke kamar.
"Kak, aku ke kamar dulu ya." kata Shevi pada Byan.
"Tidak. Biar Reni saja yang mengantarku. Ayo, Ren." ajak Shevi. Reni mengikuti Shevi menuju kamar milik Byan.
"Ini kamar kamu???" tanya Reni setelah sampai di kamar Byan. Dia mengamati seluruh isi kamar yang terlihat sangat rapi dan bersih.
"Iya, ini kamarnya Kak Byan..." jawab Shevi lalu megajak Reni duduk di sofa.
"Kamar cowok bersih ya??? Nggak seperti kamar gue....." ujar Reni.
"Ehhhh,,,, tunggu!!! Kok lo hafal kalau ini kamarnya Kak Byan???" tanya Reni penuh selidik.
"Gue pernah ke sini. Makanya gue tahu..." jawab Shevi.
"Lo pernah masuk ke kamar ini sebelum lo nikah???? Waahhhhh,,,, ternyata....." kata Reni yang sudah membayangkan yang tidak-tidak.
"Otak lo ngeres. Perlu dicuci itu..." ucap Shevi sambil menoyor kepala Reni.
"Ya, mungkin aja kan???? Cowok dan cewek di dalam kamar berduaan, pada ngapain coba????" tanya Reni.
__ADS_1
"Isshhhhhh,,,,, otak lo bener-bener nggak beres. Gue pernah ke sini karena Kak Byan sakit. Lo masih ingatkan, waktu Bi Sumi nelfon, kita baru aja sampai di kampus???" jelas Shevi. Dia tak ingin Reni berfikir yang tidak-tidak.
Reni sejenak mengingat-ingat.
"Ohhhhhhh,,,,,,, iya gue ingat...." ucap Reni cengengesan.
"Ren, apa benar kamu mau menjauh dari Kak Revan??" tanya Shevi dengan wajah seriusnya.
"Iya..!! Sebelum perasaan gue terlalu dalam pada Kak Revan. Mau gue kejar, itu hanya akan sia-sia karena gue tahu kalau Kak Revan tidak akan pernah suka sama gue. Jadi ini keputusan yang tepat." jawab Reni.
"Apapun keputusan lo, gue selalu dukung. Tapi, kalau lo mau menghindar, jangan terlalu mencolok seperti tadi." kata Shevi. Reni merangkul Shevi dari samping, kalau dari depan, dia takut mengenai luka di perut Shevi. Dia merasa bahagia mempunyai sahabat seperti Shevi.
"Shev, gue pulang dulu ya???" pamit Reni.
"Kenapa buru-buru??? Temani gue lebih lama lagi dong." pinta Shevi.
"Ingat, lo sekarang sudah menikah, tidak sebebas dulu lagi. Kalau dulu, mau seharian mah nggak masalah. Gue tahu diri, Kak Byan pasti butuh waktu privasi sama lo. Gue nggak mau jadi pengganggu." ujar Reni lalu berdiri dan tak lupa cipika-cipiki dengan sahabatnya.
"Lo turun sendiri ya??? Gue nggak bisa antar lo." kata Shevi.
"Ok...." jawab Reni di ambang pintu.
Reni berjalan keluar dan melewati Byan dan Revan yang masih ngobrol di ruang tamu.
"Kak, aku pulang dulu ya???" pamit Reni. Dia dengan cepat berjalan keluar menuju mobilnya. Byan menganggukkan kepalanya, karena mau menjawab, Reni keburu keluar.
"Lo lihat sendiri kan??? Reni itu berubah. Seperti menghindar dari gue, By." kata Revan.
"Masa sih??? Menurut gue biasa-biasa aja. Lalu, kalau memang dia menghindar dari lo, apa masalahnya???" tanya Byan.
"Yaaaaaaa,,,,,, nggak ada masalah sih..." jawab Revan.
"Lo mulai suka sama Reni ya???? Dulu Reni kasih lampu hijau, lo nggak respon. Sekarang dia menghindar, lo kelimpungan." ujar Byan.
"Masih ada Ajeng, Van. Lo santai aja....." imbuh Byan.
"Gue udah nggak ada perasaan sama Ajeng, By. Gue suka sama dia kan dulu. Sekarang udah beda cerita." sahut Revan.
"Ok,,, ok,,,! Cerita dulu itu, Ajeng. Cerita sekarang, Reni." Byan menggoda Revan.
__ADS_1
"Apaan sih lo, By!!" Revan tak terima dirinya digoda oleh Byan.