
Malam itu sungguh malam yang tenang, aa menyatakan cintanya padaku dengan lembut dan menenangkan hatiku tapi tidak mengubah pendapatku bahwa aku belum mau untuk menjalin hubungan dengan seseorang, aku masih nyaman dengan kesendirianku.
"terimakasih untuk malam yang indah ini a" ucapku saat mobil berhenti di depan rumahku
"sama-sama Dinda" Dia tersenyum kemudian mendekatiku perlahan "Dinda..apakah boleh?" dan memegang tanganku erat.
jantungku berdegup sangat kencang saat Vicky mendekatiku, mau apa dia, oh tuhan... sepertinya dia mau menciumiku, aku terpojok di bangku mobil saat ini, aku tidak bisa kemana-mana.. oh tuhan... jantungku semakin cepat berdetak seolah-olah ingin keluar.
Vicky semakin mendekat, aku memundurkan kepalaku tapi Vicky tetap maju, kini kepalaku tertempel di kursi mobil, ah...aku benar-benar terjebak.
Aku memejamkan mataku, pasrah dengan apa yang akan terjadi.
"Cuppp".... suaranya membukakan mataku, ia mengecup keningku.
aku menatap wajahnya yang terlihat jelas karena hanya berjarak beberapa mili dariku.
aku masih diam mematung dengan jantung yang merderak kencang berharap ia tak mendengarnya.
ia pun mendekatkan wajahnya kembali padaku, kini ia mencoba mencium bibirku..
dan berhasil menempatkan bibirnya pada bibirku, ********** dengan lembut dan memindahkan tangannya meraih leherku untuk mengarahkan wajahku untuk menengok kepadanya.
ah .. Vicky... Ciuman yang pernah aku rasakan dulu, tidak berbeda, ciuman itu tetap sama, lembut sekali. lama ia menciumiku tapi aku hanya mengikutinya saja tanpa membalasnya dan memegang lembut lengannya yang sedang memegang leherku.
malam yang hening dan tenang..
ia masih ******* bibirku, tubuhku terasa terbang. sampai seketika sebuah motor dengan knalpot bising melewati mobil kami, Vicky pun melepaskan ciumannya dan menoleh ke arah motor yang sudah melaju jauh.
"ganggu saja" ucapnya kesal
akupun tersenyum melihat tingkah kesalnya "a... aku turun ya"
"hati-hati ya sayang, kabarin aa kalau ada apa-apa, see u next time"
"iya a, aa juga hati-hati" akupun turun dari mobilnya,
dan Vicky pun berlalu meninggalkanku.
Vicky tidak masuk untuk mampir karena memang sudah larut malam, takut mengganggu orang tuaku katanya.
Didalam kamar saat ini aku sedang memikirkan betapa indahnya malam minggu ini. Vicky memperlakukanku dengan baik, pernyataan cintanya sangat romantis meski kami tidak resmi berpacaran, aku bahagia karena Vicky mengatakan bahwa ia akan menungguku sampai aku siap menjalin suatu hubungan. ah baik sekali dia padaku, berbeda dengan Al yang menyatakan cintanya padaku tapi membuatku takut.
**
__ADS_1
Pagi yang Indah, aku terbangun dari tidurku yang panjang dan nyeyak.. Syukurlah tanpa obat kali ini, mungkin karena perasaan bahgiaku saat malam tadi..
Aku melakukan aktifitas liburku dengan berolahraga dan berkumpul dengan keluargaku, sampai pada saat malam hari Anna datang kerumah ku.
"Dinda..." suara Anna mengaketkanku yang sedang membaca Novel di balkon kamarku
"eh Anna... sini" menunjukan bangku yang berada di sebelahku
"Dinda..." Annapun tersenyum lebar padaku
"kenapa kamu? mencurigakan?" ucapku padanya
"Aku mau Nikah sama Dimas hehehe"
"serius..???"tanyaku antusias
"serius lah, Dimas ngalah, dia mau mualaf 2 minggu lagi kita nikah, dia sahadat dulu terus langsung ijab kabul deh...ahhhh aku gak sabar Dinda..." ucapnya
"jadi kemarin malam kamu ninggalin aku di rumah sakit tuh karena bahas pernikahan sama Dimas? dasar kamu ya.. orang mah ngabarin ke apake main ninggalin aja" ucap kesalku, karena karena dia aku mengalami kejadian tidak menyenangkan bersama Al.
"ya iya maaf, tapi kan aku ninggalin kamunya aman di rumah sakit hehe pulangnya gimana kamu?"
"naik ojol, puas??" jawabku
kamipun berbicara bersama, ada Al juga disana, ternyata dia sudah dirumah. Al hanya menyimak perkataan Anna tanpa berkomentar, mungkin dia merasa tak enak padaku saat ini, tapi biarlah, itu salahnya.
tanggal sudah di tetapkan, 2 minggu yang akan datang, saat hari pernikahan Anna kami mengosongkan jadwal kami untuk berada di acara Anna 1 hari penuh sampai acara usai. kami juga memesan tiket liburan 2 hari setelah hari pernikahan Anna untuk menemaninya yang akan honeymoon di Bali. Entahlah Anna memang aneh, dia akan honeymoon tapi kita harus menemaninya juga.. Semua membawa pasangannya kecuali aku dan Al, karena kami memang belum mempunyai pasangan.
**
jam makan siang
✓(Al)
Dinda aku di depan kantor, makan sianglah denganku ada yang mau aku bicarakan
Pesan Al padaku, akupun menuju keluar kantor dan mendapati mobil Al, akupun langsung masuk ke mobilnya.
"kenapa Al?" tanyaku ketus
"Dinda aku minta maaf sama kamu, saat maalam itu entahlah aku kerasukan apa hingga membuatmu takut, aku gelisah Dinda, maafkan aku, aku sangat menyesal, aku mohon" ucapnya lirih melipat tangannya didadanya dan berekpresi memelas
"iya Al, aku maaf kan, tapi jangan ulangi lagi. aku benar-benar takut kalau kamu kaya gitu" jawabku
__ADS_1
"makasih dinda, aku nyesel banget, aku janji gak akan kaya gitu lagi"
"iya udah" jawabku
"maaf Dinda, tapi aku tidak berbohong saat itu, aku memang masih mencintaimu. Aku berpikir bahwa aku sudah duda dan kamu kini janda, aku butuh ibu buat Akbar, kita juga dulu pernah mempunyai hubungan, mangka dari itu aku berfikir untuk menikahimu, karena memang aku masih sangat mencintaimu nda" jelasnya padaku
"aku belum siap Al, maaf" jawabku
"karena kamu belum mencobanya Dinda, kumohon berikanlah aku kesempatan, aku yakin kamu bisa"
aku menghela nafas panjang, saat ini aku memang sedang membuka hati, mencoba untuk diriku mempersiapkan untuk menjalin suatu hubungan baru, tapi....
"Dinda.... mau yah?"
"Al... gak untuk sekarang ya maaf, nanti saja ya aku benar-benar belum siap"
"yaudah, gak apa-apa nda, yaudah kita berangkat yah, kamu mau makan apa?"
"terserah kamu aja Al" ucapku
"apa ya.. mmmm oh yaudah ayam bakar aja aku tau tempat yang enak, ayam bakar gak apa-apa kan?"
"iya apa aja aku mah" jawabku
akupun mengangguk, kamipun berlalu menuju tempat makan. Disana Al sudah seperti yang dulu aku kenal, Al yang humoris, pandai membuat cerita-cerita lucu hingga membuatku tertawa.
"nanti besok kita makan siang lagi yuk, seru" ajaknya padaku
"kamu gak kerja?"
"aku dapat izin 3 hari, kan ceritanya sakit na"
"haha dasar kamu, yaudah besok jemput aja biasa"
"besok mau makan dimana?"
"makannya besok nanyanya sekarang" godaku
"hahaha iya ya habisnya gak sabar buat besok"
"kamu tuh, ada-ada aja.dah yukk kita balik, udah mau mabis jam istirahatnya, nanti telat mampus aku" ajakku
"oke" jawabnya semangat
__ADS_1