Kisah Jandaku

Kisah Jandaku
Part 26 (Kamar Dinda)


__ADS_3

Aku dan Vicky hanya duduk di meja makan kami, tidak pergi kemana-mana. Menikmati hiburan yang tersedia disini.


Angin laut yang dingin..Desiran suara ombak pantai.. Sinar bulan.. Sangat melengkapi malam indah ini.


Tak terasa waktu pun menunjukan pukul 11.00 malam.


"Dinda balik yuk aa ngantuk" Ucap Vicky menguap


Aku tersenyum melihatnya "ayuk..."


"Dinda bawa charger gak, aa pinjam dong?" tanyanya


"Ada, yuk masuk" menyuruhnya masuk kedalam kamarku


"tuh" Aku menunjuk charger yang berada di atas meja "Aku mandi dulu ya a" ucapku berlalu


"gak dingin din?" tanya Vicky yang melihat punggungku.


Aku tidak menjawabnya


Setelah mandi aku terkejut dengan keadaan Vicky yang masih di kamarku.


Sekarang dia malah tidur di ranjang ku, mungkin dia ketiduran sangking ngantuk nya.


Akupun memilih tidur di sofa.


Saat pagi harinya aku terbangun dan berada di ranjang, sepertinya Vicky menggendongku pindah kesini.


Aku menyapu pandanganku ke segala ruangan kamarku, tapi tidak menemukan Vicky.


Pagi hari ini aku masih bertemu dengan sahabatku untuk sarapan bersama di hotel sebelum mereka meninggalkanku untuk berhoneymoon.


Mereka semua meninggalkan hotel, tapi tidak denganku, aku memilih pergi ke kamarku.


"aa ngapain?" tanyaku yang melihat Vicky ikut masuk ke kamarku


"mau masuk lah..!" jawabnya datar


"maksudnya aa mau ngapain disini?" tanyaku


"honeymoon. sini.." dia menepuk sofa menyuruhku duduk disebelahnya


"ish... aa mah...aa gak mau gitu ngajak dinda jalan-jalan?" tanyaku


"nanti siangan aja sambil cari makan, kamu gak cape kemarin seharian jalan-jalan,? kita disini aja dulu nonton tv yah istirahat dulu baru nanti jalan lagi" jelasnya padaku


Aku mengagguk seraya mengeri


Aku dirangkul oleh Vicky dan dia mengecup pipiku.. Mmmuach...


"ih.. aa apaan sih" Aku mengusap pipiku


"jangan cium-cium aku lagi, aku kapok ribut sama Al dan Anna" ucapku kesal


"itu sih salahmu, kenapa pakai acara bilang-bilang juga sih" godanya padaku mencubit hidungku


"tapi ada benernya juga, aa ngapain sih cium dinda... kita kan gak ada hubungan paa-apa.. sana huss huss jauh-jauh, 1 meter" ucapku mendorongnya


"hahaha ya mangkanya ayu kita pacaran dinda... diajakin gak mau terus, apa maunya langsung nikah aja?" godanya mengacak-acak rambutku

__ADS_1


"ishh....aa brisik... sini remotnya aku mau nonton Spongebob aja" Ucapku kesal merebut remotnya yang dipegang kuat oleh Vicky.


Terjadi perkelahian kecil antara kami karena Vicky tidak mau memberikan remot tv nya padaku..


Kami saling nerebut, saling tarik menarik remot, aku memukulnya dengan bantal sofa, dan dia menyerangku dengan mengelitiki pinggangku dan sampai akhirnya dia menindih tubuhku.


Berada di atasku, wajahnya begitu dekat denganku. Dia menyingkirkan rambut yang menutupi wajahku dengan tangannya.


Dia semakin mendekatkan wajahnya padaku, dia mencoba mencium bibirku. Tapi dengan sigap aku menutup mulutku dengan tangan.


Sehingga dia hanya mencium punggung tanganku.


"ih... kok di tutup sih, awas" ucapnya


"gak mau" aku menggelengkan kepalaku, mendorongnya dan berlari membebaskan diri


Tapi Vicky malah mengejarku.. dan saat aku tertangkap aku dikelitikinya lagi..


"Aw... aa.. ih stop.. geli...." ucapku tertawa menahan geli


"biarin, kamu nakal" ucap Vicky


"hahaha.. ampunn ampunn udah aa geli ih.." ucapku padanya memohon


dia mengehentikan kelitikannya tapi tetap tidak melepaskanku "bilang dulu aa ganteng gitu"


"dih..gak mau weekkk" aku meledeknya menjulurkan lidahku


"tuh kan..." dia mengelitikiku lagi


"hahaha iya iya iya iya aa ganteng stop... stopp... geli..." ucapkuku memohon


Ting tong...


"Siapa? tanya Vicky


"mana aku tau, awas" aku mendorong Vicky dan berlalu meninggalkannya untuk membuka pintu


"Al.." sapaku terkejut saat membuka pintu kamar hotel


Al menengok ke isi kamar ku, lalu menyerobot masuk ke dalam "ngapain kamu disini, berduaan di dalam kamar hotel kaya gini?" Ucap Al pada Vicky


"kalau gak ada gw sekarang lo yang lagi berduaan sama dinda, ingat Al lo itu udah punya istri, dan parahnya lagi istri lo ada di sini" ucap Vicky ketus


"karna kita gak ada acara kaya yang lain, jadi kita disini, duduk Al... kamu mau ngapain disini Al?" tanyaku yang mendinginkan suasana


"sahabatmu Anna... dia gak perawan, aku akan menceraikannya" ucap Al ketus


Aku sangat shyok mendengarnya " Serius kamu...?"


"serius lah, dia sendiri yang bilang.. kalau dia sudah menyerahkan keperawanannya saat kita bermalam dirumah sakit waktu itu, pas dia ninggalin kamu semalaman" jelasnya


"bermalam? kalian? kapan?" tanya Vicky penasaran


Aku memandang Vicky "Nanti diceritain" ucapnya padaku..


"kamu jangan gegabah Al, masa baru kemarin nikah udah mau cerai"


"ya terus ... harusnya dia jadi nikah sama Juna aja, sama-sama berbuat sebelum nikah" ucap Al kesal

__ADS_1


"kamu udah dengerin penjelasannya belum?" tanyaku pada Al


"boro-boro mau dengerin, liat mukanya aja aku udah males" Ucap Al


"halah....lagian kenapa sih kalau gak perawan, toh kamu juga gak perjaka, yaudah sih sama-sama" ucap ketus Vicky


"bukan masalah itunya brow" jawab Al


"terus apaan?" tanya Vicky


"mmm..." Al pun bingung menjawabnya


"cih...cowok kok ada masalah malah kabur" ledek Vicky


"lu mau gua kasih saran gak?" tawar Vicky pada Al


"apaan emang?" tanya Al


"lo nanya gak masalah ini sama Anna sebelum nikah?"


Al menggelengkan kepalanya


"lo nikahin Anna atas kemauan lo sendiri kan, gak ada paksaan dari siapapun?"


Al mengangguk


"yaudah..lu terima lah, bukannya kalau yang namanya nikah itu udah siap dengan segalanya, mau baik mau buruk ya di tanggung lah.."


Al masih menatap tajam Vicky


"lagian semua orang kan punya masa lalu, yang penting sekarang tugas lo itu nentuin masa depan istri lu kedepan gimana? lu gak kesian nanti si Anna udah di tinggal pacarnya sekarang ditinggal suaminya juga, kalau gw sih yakin dia gak akan depresi kaya dinda, tapi jadi gila"


"ya jangan sampe lah" ucap Al khawatir


"yaudah mangkanya, lupain aja masalah perawan, lagian lu udah pernah nikah kenapa jadi bego sih harus gw yang ngajarin"


Al menghela napas panjangnya, mengusap kasar wajahnya dan menyandarkan tubuhnya ke sofa berfikir keras


"Lagian udah pernah nyobain perawan kan? bedanya apa coba? sama aja nanti juga bolong-bolong juga, yang penting kan sama-sama nikmatin, nanti juga kalau udah ***** lupa sama apa pun"


plakk...punggung Vicky dipukul oleh ku


"aw... apaan sih nda... sakit tau" ucapnya menatapku


"aa..mesum" aku mengerucutkan bibirku padanya


"orang lagi ngasih saran dibilang mesum" ucapnya yang kini sedang mengelus-elus punggungnya kesakitan


"Anna dimana sekarang?" tanyaku pada Al


"dikamar, lagi ngemas baju mau pulang katanya" jawab Al


"terus..... lo masih disini, ngebiarin istri lu pergi gitu?? dasar pecundang,??"


Al yang mendengar pertanyaan Vicky langsung berlari pergi meninggalkan kamar


"sahabat kamu tuh semuanya pada bego"


"ishh... aaa sembarangan, eh btw aa tau banget bikin suami istri yang berantem jadi nyadar gitu, kaya yang punya pengalaman aja, hmm mencurigakan" ucapku menggodanya

__ADS_1


"bukan pengalaman, tapi paham, mangkanya yuk nikah biar aku kasih tau semua yang aku pahami" goda Vicky


"iiiii.... aa mah mulai deh" ucapku manja


__ADS_2