Kisah Jandaku

Kisah Jandaku
Part 63


__ADS_3

(Malam hari Dirumah Al dan Anna)


"na.."


"ya..?"


"kamu masih suka telpon Dimas?"


Anna yang sedang bermain ponsel sambil rebahan di samping Al pun bangkit berposisikan duduk, dan menyimpan ponselnya di meja sisi ranjang


Anna menggelengkan kepalanya "kalau aku gak pernah telpon, tapi dia telpon aku" jawabnya


"na.."


"hhmmm" Anna memandang wajah Al


"apa kita gak bisa coba lagi? maksudnya memberi kesempatan sama pernikahan ini, kita jangan cerai" ucap Al


Anna menghela nafas panjang "aku terlalu kotor Al, kan kamu yang bilang kalau aku ini menjijikan"


"kamu... sakit hati banget yah sama omonganku yang itu, kamu sampai mengucapkan berulang loh na, apa gak cukup aku menyentuhmu untuk menyangkal perkataan ku tentangmu itu?"


"bukannya kertas yang robek gak bisa utuh meski disambung lagi ya Al?"


"bisa... kan ada mesin laminating" ucapnya tersenyum pada Anna


"Al..." Anna memalingkan pandangannya menunduk


"aku sok sibuk banget yah, sampai kamu ngerasa kesepian? kamu pasti capek ngurus Akbar sendirian, aku minta maaf ya.. kamu udah ngurus anakku dengan baik, tapi aku lupa kalau kamu juga harus aku urus"


"aku gak apa-apa kok Al, kamu gak usah minta maaf"


"tolong terima maafku na, biar aku gak seperti suami yang terlihat tidak peduli pada istrinya"


"iya" Anna masih menunduk


"besok ikut aku ke kantor ya"


"hah.. ngapain? Akbar gimana?" Jawab Anna panik menatap Al


Al tersenyum "sayang banget sih sama Akbar sampai gak mau ditinggalin, seneng deh aku.." Al mengacak-acak rambut Anna


"hari ini aku konsultasi sama psikiater tentang kita, giliran kamu besok"


"buat apa sih Al, pakai konsultasi segala?"


"kamu gak sadar kemajuanku hari ini? ... hah... udahlah.. besok ikut aja ya"


"iyaudah.."


"tidur gih dah malam"


"iya..aku tidur yah"


" makasih ya untuk hari ini?"


"untuk apa?"


"telah mengurus rumah tangga ini"


Anna tersenyum lebar "iya sama-sama, good night Al"


"kamu bisa panggil aku mas lagi ko"


"iya.. good night mas"


"kalau tidur ngadep sini dong, gak baik membelakangi suami"


Muka Anna memerah menahan senyumnya "iya" jawabnya malu

__ADS_1


Al terus menatap wajah Anna, Anna yang sedang mencoba untuk tidur sadar bahwa dia sedang diperhatikan.


"tidur mas" ucap Anna dengan mata masih terpejam


Mmuacchhh ... sebuah kecupan manis mendarat di kening Anna, membuat Anna tersenyum


"sini" ucap Al membentangkan tangannya, mengisyaratkan untuk Anna berbaring dengan mendekap tubuhnya.


Annapun menggeser tubuhnya mendekat pada Al, dan merekapun tidur dengan berpelukan.


(Keesokan harinya dikantor Juna)


Juna yang sedang memandangi jendela dari dalam ruangannya melamun. Juna meraih ponselnya menghubungi seseorang.


✓ hei..


✓ hei beib.. what's wrong?


✓ nothing.. where are you now?


✓ hah..? you know iam here... in Singapore... way beib? something happened?


✓ besok jadi pulang?


✓ mmm i dont know.. way?


✓ Raka ngajak ke pulau seribu, di pulau tidung tepatnya, if you free.. ikut aja, aku tunggu kamu kok


✓ aaahhhh.... nanti aku kabarin ya, aku gak bisa janjiin ...


✓ oke, aku paham


✓ kalau aku gak bisa dateng maybe, i give you someone


✓ no.. gak usah


✓ iya.. take care, by


✓ by


Juna telah menghubungi Mayang, berharap Mayang ingin ikut pada liburannya kali ini, tapi seperti biasa.. Mayang lebih memilih pekerjaannya.


"hei Jun" sapa seseorang


"Rin..lu disini?"


"iya mampir, sambil nunggu waktunya jemput anak-anak, wah.. kantor kamu bagus juga ya, tepat loh pemilihan lokasinya"


"iya lah... duduk Rin, mau minum apa?"


"gak usah, aku bawa botor sendiri, lagi diet hehe"


"gaya .... eh, gimana kabar Dinda?"


"lah kenapa jadi nanya ke aku?"


"ya gua nanya kesiapa?"


"emang kita harus tau kabar orang tiap hari ya?"


"ya gak sih, cuma kan dia sendiri Rin sekarang, kalau waktu ada Vicky sih ya kali gua nanyain dia?"


"Iya juga sih.. kita telpon aja deh, eh lu liat story WA Anna gak, kayanya makin deket aja deh Anna sama Al" ucap Ririn


"cih.. gua udah nangkep sih kalau dia sama Dinda gak seserius itu"


"yaudah sih gak apa-apa, harusnya kamu seneng temen kita gak jadi pisah, urusan Dinda nanti juga ketemu sama jodohnya, atau kita kenalin aja sama cowo siapa gitu.. kamu punya temen?"


"temen gua gak ada yang bener Rin"

__ADS_1


"aaahhhh... iya aku salah nanya, gak jadi deh, gak rela aku ngasih sahabat terbaikku sama sekumpulan bajing** kaya kalian, aku tanya Raka aja, dia pasti punya"


"emang harus orang baru ya? apa gak jadi beban Dinda kalau harus beradaptasi lagi"


"ya terus..? yaudah sih nyoba aja belum"


✓Halo...


✓Halo Ka, ka kamu sibuk gak


✓gak, aku lagi free kok, kenapa Rin?


✓mmm kamu ada temen gak, buat dikenalin sama Dinda?


✓dikenalin gimana maksudnya? jodohin?


✓iya


✓mmm ada sih, cuma gak tau juga dia lagi cari jodoh atau enggak


✓yaudah kamu urus deh ka, aku gak percaya kalau Juna yang urus


✓emang Al gimana?


✓Al sama Anna gak jadi cerai


✓oalah.. syukurlah, tapi emang Dinda mau dijodohin gitu?


✓kalau ditanyain dulu ya gak bakal mau, tapi kalau dikenalin masa ya nolak


✓yaudah, besok jadi?


✓jadi.. ini mau ngobrolin sama Juna


✓yaudah kabarin kalau besok mau OTW


✓oke.. by ka


✓by


"kok perasaan gua gak enak ya" ucap Juna


"ishhh..... besok mau kumpul dimana?


"langsung di stasiun aja sih ribet"


"mm yaudah deh oke, gua balik ya"


"katanya mau telpon Dinda?


"eh iya, nanti di jalan deh.. bey Jun"


"dih.... apa gua yang harus telpon, hah... gak gak gak"


(dirumah sakit)


"na.. kamu disini dulu ya, aku coba cek dr.lala udah datang apa belum"


"iya"


Alpun berlalu meninggalkan Anna di ruangan Al, Anna menyapu pandangannya dalam ruangan Al, terlihat fotonya bersama Al dan Akbar di meja kerja Al, dan Anna tersenyum melihatnya.


beberapa menit kemudian, suara ketukan pintu terdengar Tok tok tok...


"gimana kata dr.lala?"


"Anna..?"


"Dinda...?"

__ADS_1


__ADS_2