Kisah Jandaku

Kisah Jandaku
Part 71


__ADS_3

Saat ini aku berjalan dengan Nabil dan tangan yang masih menggenggam erat tanganku.


Sampai menuju ke parkiran khusus motor berada.


Belum sampai pada tempat yang di tuju kami terkejut dengan kedatangan seseorang.


"Dinda..!" ucapnya


"mba Mayang.? hei.. apa kabar?"


"kamu siapa?" pertanyaan tertuju pada Nabil. Nabil melepaskan tangannya dariku dan mejelurkan tangannya pada Mayang


"Nabil" jawabnya


"maksud saya kamu siapanya Dinda?"


"saya.. temannya"


"cih... semua pria di temani oleh dia, awalnya teman tapi lama-lama di embat juga, jangan kamu kira saya gak tau kelakuan kamu ya nda, kamu berusaha deketin Juna kan, Sadar ya hei janda gatel, Juna itu punya istri, dan hei kamu juga pernah ada di posisi saya kan? kamu tau rasanya kalau suami melirik wanita lain? jaga sikap kamu ya nda"


"mba Mayang... " ucapku terkejut mendengar semua kalimat yang dia ucapkan.


"hati-hati kalau bicara, punya bukti apa anda bisa seberani itu mengatakannya?" Tanya Nabil lantang


"DIA ITU PERNAH TIDUR DI KANTOR JUNA SEMALAMAN, JANGAN KIRA SAYA GAK TAU, SAYA PUNYA VIDEO CCTV KANTOR KALAU KAMU MASUK SORE HARI DAN PERGI DI PAGI HARI...!!!" ucapnya berteriak


"tapi semua gak seperti yang mba Mayang fikirkan mba , tidak terjadi apa-apa disana.. aku hanya..."


Aku terkena serangan panik saat ini, kepalaku sakit, tampak apa yang aku lihat berputar seluruhnya. Aku tidak bisa mendengar apapun, Tubuhku berat, kakiku lemas, badanku bergetar dan hawanya terasa dingin.


"DIAM..!!! DASAR PELAKOR...!!!"


Plakkk..... mba Mayang menamparku dengan keras, dan rambutku dijambak olehnya.


Nabil yang menyaksikan meralai pertengkaran ini,


"HENTIKAN..!!! ATAU KUPANGGILKAN SECURITY..!!!!"


"AAAHHH.... KURANG AJAR" tubuh Mayang di tarik oleh Nabil tapi Mayang lebih dulu mendorongku dengan sekuat tenaganya dan akupun terjatuh dan mengenai batu besar tanggul pelabuhan.


"lihatlah betapa tidak layaknya dirimu disebut sebagai seorang istri sebelum kamu menghina seseorang sebagai pelakor..!!"


Nabil terkejut dan bingung atas tindakan apa yang akan dilakukannya. Dan Mayang yang tak kalah terkejutnya memilih pergi meninggalkanku dan Nabil.


"nda... kamu baik-baik saja? nda..." ucapnya panik


"nda.. ya tuhan..." Nabil menopang tubuhku yang tergeletak dilantai, mengeluarkan ponselnya.


✓ka ka ka lu dimana, ini Dinda pingsan


✓hah kok bisa


✓tadi ada cewe diparkiran namanya mayang marah-marah jadi Dinda kumat deh kayanya depresinya, gua harus gimana ini. terus Dinda juga didorong, kepalanya berdarah.. ka giman ini ka???


✓terus Dinda baik-baik aja kan?


✓ya pingsan ini Dinda nya, gimana ini


✓gua dah jalan, nanti gua balik lagi


✓gak usah, terlalu lama, kita ketemu di rumah sakit terdekat di Pademangan.


✓lu kesana naik apa?

__ADS_1


✓gua cari taxi, buruan sampe disana


✓iya gua langsung otw, kita ketemu disana


✓oke


"nda... bangun nda... bangun.... PAK TOLONG PAKKK...!!! carikan saya taxi, teman saya pingsan" ucap Nabil berteriak pada seseorang


"oh iya mas, bentar"


"ini kenapa mas?" tanya ibu-ibu mendekat


"sakit bu, tolong saya angkat tubuhnya lesana ya bu" ucap Nabil


Nabil dan ibu tersebut membawa tubuhku untuk dibaringkan di tempat duduk tunggu.


Dan taxipun datang. Kami langsung menuju Rumah Sakit.


"nda... bangun nda.." hanya itu yang Nabil ucapkan sepanjang perjalanan menuju Rumah Sakit dengan mengelus pipiku yang sedang berbaring di pangkuannya yang sedang panik.


"pak rada cepat sedikit ya, teman saya sakit" ucapnya


"baik pak"


(dimobil Raka)


Suasana mobil Raka yang tadinya normal dengan Al dan Anna duduk di depan, Raka dan Ririn Duduk ditengah dan Juna dan Dadang duduk di belakang.


Sampai Raka menerima telpon dari Nabil, dan Al menepikan mobilnya.


"ada apa ka?" tanya Al di depan melirik kaca spion tengah


"Dinda pingsan"


"gara-gara bini lo goblok...!" Raka meninggikan suaranya


"apa kenapa, apa maksudnya?" Juna tak mengerti


"bini lo ngamuk sama Dinda di parkiran..!"


"MAYANG..?"


"bini lo dorong dinda sampe kepalanya kena batu"


"ANJING....!!!!! bisa-bisa nya dia lakuin itu kurang ajar" ucao Juna


"dari mana Mayang tau kita disini?" tanya Al


"gue pernah ngajak dia tapi dia nolak gak bisa" jawab Juna kesal menyandarkan kepalanya dan memukul jidatnya dengan jepalan tangannya


"tapi kenapa dia langsung tertuju sama Dinda maksudnya apa?" tanya Raka


"benar.. coba ku telpon"


"ayu mas putar balik, Dinda di RS mana ka?" tanya Anna


"Rs Pademangan" jawab Raka


Mereka melanjutkan perjalanannya dengan tujuan yang berbeda.


✓KAMU APAKAN DINDA???


✓APA MASALAHNYA?

__ADS_1


✓KEPALANYA BERDARAH DAN PINGSAN ..!! APA YANG KAMU LAKUKAN..???!!!


✓INI SEMUA KARENAMU...!! JANGAN KAMU PIKIR KALAU AKU GAK TAHU KAMU SELINGKUH SAMA DIA, BUKTI CCTV BAHWA DIA BERMALAM DIKANTORMU SUDAH CUKUP YA JUNA..!!


✓AKU GAK ADA APA-APA SAMA DINDA, DIA SAKIT SAAT ITU..!!


✓BOHONG..!! DAN JUGA AKU UDAH DAPAT INFORMASI SEMUANYA TENTANG KAMU DAN DINDA, JANGAN KAMU KIRA JUGA KALAU AKU GAK TAU KALIAN BERCIUMAN TADI MALAM YA...!!!!


✓APA YANG KAMU KATAKAN.. MANA ADA KAYA GITU, DARI MANA KAMU NGARANG KEJADIAN ITU


✓TEMANMU CERITA SEMUANYA PADAKU, DAN AKU LEBIH PERCAYA DIA DARI PADA KAMU.


✓KALAU DINDA ADA APA-APA KAMU HARUS TANGGUNG JAWAB MAYANG..!!


✓SAYA GAK TAKUT...!!


Juna membanting kasar ponselnya ke kursi mobil. Mengusap kasar wajahnya dan menjambak rambutnya sendiri kesal.


"gimana?" tanya Dadang


"RAKA...!!!! emang lu sama sekali gak ingat kejadian semalam?"


"apaan sih ya mana gua tau, perasaan gua lebih dulu tepar dari pada lu" jawabnya


✓Mas udah sampai RS?


✓sudah, cepatlah ka, KTP dinda ada di koper, aku gak bisa daftar


✓iya mas bentar lagi


✓Gua bingung ka


✓tenang mas, dan pastikan Dinda ditangani lebih dulu, apa Dinda sudah sadar


✓Darahnya terus mengalir ka, Dinda belum bangun


✓astaga... iya mas bentar lagi kita sampai, apa Mayang ada disitu


✓Dia kabur setelah mendorong Dinda


✓benar-benar keterlaluan, tunggulah sebentar lagi


✓iya ka


"Mayang benar-benar kelewatan kali ini Juna, apa yang bikin dia jdi monster kaya gini sih, mas Dadang bisa minta tolong ambilkan koper Dinda di belakang" ucap Raka


"maka dari itu gua nanya lu ingat kejadian apa tadi malam, soalnya Mayang bilang aku berciuman dengan Dinda, omong kosong macam apa itu.!!" ucap Juna


"kalian memang berciuman Juna" ucap Al membuat seisi mobil terkejut


"apa..?"


"kamu terlalu mabuk saat itu, kalian bukan berciuman tapi kamu yang paksa Dinda. Dinda ketakutan saat itu sampai aku datang selamatkan dia darimu"


"APAAA....???? ucap Juna terkejut,


"Kamu apa mas? jadi tadi malam kamu ninggalin aku dan bersama Dinda? apa maksudnya?"


"aku cuma nolong Dinda Anna?"


"kenapa kamu langsung tertuju pada Dinda? kamu jahat banget sih ninggalin aku?"


"terlebih itu, harusnya yang kita fokuskan adalah siapa yang memberi Mayang informasi" ucap Raka

__ADS_1


__ADS_2