Kisah Jandaku

Kisah Jandaku
Part 94


__ADS_3

"astagfirullah.... istriku...Dinda.." gumam Vicky


"Dia hanya beranggapan, tapi tidak meyakini pasti, pada awalnya dia menolak pikirannya sendiri,tapi tidak diberikannya izin untuk menemuimu adalah salah satu kesalahan besar orang tua kamu ky, dia merasa sendiri hidup dirumahmu sendirian. Merasakan bersalah pada kecelakaan itu, menangis, marah, tertawa dan berhalusinasi. Dinda juga tidak diberikan akses komunikasi oleh orang tuamu, sehingga Dinda tak bisa menjangkau komunikasi dengan sahabatnya"


"siapa yang bilang sama Dinda kalau Vicky meninggal dok?" tanya Juna


"nanti akan saya jelaskan" jawab dr.Lala


"dan kenapa mamah papah saya lakuin itu?" tanya Vicky


"pada awalnya mereka bingung, mereka benar-benar tidak mengetahui bahwa menantunya punya riwayat penyakit mental, saat pulang dari rumah sakit, Dinda hanya diam, orang tuamu beranggapan bahwa itu hanya hal wajar karena Dinda sedang merasa sedih atas kondisimu, lalu mereka membiarkannya sendirian dirumah dan hanya ditemani oleh pembantu yang datang dipagi hari dan pulang disore hari. Orang tuamu juga tak berani mengabarkan segala kondisi dan kejadian kecelakaan ini pada orang tua Dinda maupun keluarganya, mereka berasumsi akan berdiskusi denganmu terlebih dahulu, menunggu kamu tersadar"


"tapi dok, saya pernah datang kerumah sama Juna, inget kan Jun, waktu lu buka cabang di Cirebon. Dan dia terlihat baik-baik saja, ya emang gak sempat ngobrol sih karena Dinda lagi tidur di kamarnya" ucap Raka


"tapi iya sih, ada yang beda ka.. Dinda itu kan sulit tidur, bahkan dimalam hari, dan saat itu siang hari ka masa dia bisa tidur nyenyak" seru Juna


"traumanya bangkit kembali, rasa takut akan kehilangan, rasa bersalah dan rasa ketidak berdayaan telah menyelimuti dirinya yang sedang kesepian, jadilah dia berhalusinasi, semata-mata hanya untuk menghibur dirinya sendiri" ucap dr.Lala


"Dia merasa kesepian, hingga suatu halusinasi akan kalian tercipta, dan ditulis dengan detail oleh Dinda dibuku ini"


dr.Lala mengeluarkan sebuah buku hijau bermotif bunga sakura milik Dinda


"halusinasi..?" ucap Al


"iya, selama 2 minggu ini Dinda berhalusinasi... dia menuliskan segalanya disini, dr.Al kapan terakhir anda bertemu Dinda?" tanya dr.Lala


"saat kecelakaan, bersamamu juga kan dok dan ada Juna juga disana" jawab Al


"itulah awal dari cerita ini tercipta...


Juna... kamu lihat saat Dinda menangis histeris.? sesaat setelah menanyakan kondisi Vicky padamu" tanya dr.Lala


"iya, tapi saya gak bilang kalau Vicky meninggal dok" jawab Juna


"itulah dimana pikiran Dinda mulai teralihkan dari dunia nyata ke dunia halusinasinya.


Memang, tidak ada satu orangpun yang menyatakan bahwa Vicky sudah meninggal.


Ketakutan nya akan kehilangan seseorang lagi, dan ditambah tidak bertemu denganmu sama sekali, membuat Dinda mengambil kesimpulannya sendiri.


bayangkanlah selama dua minggu ini dia berjuang melawan halusinasinya sendiri, dan lihatlah betapa banyaknya lembaran cerita dibuku ini yang dia tulis tentang kalian"


"tentang kami?" tanya Ririn


"iya benar, ini semua tentang kalian. karena dari itu saya meminta agar kalian semua berkumpul disini.


Al.... sebelumnya apa kamu pernah bertemu Dinda, dan hanya berdua saja?" tanya dr.Lala


Anna langsung melirik Al menunggu jawabanbya

__ADS_1


"pernah dok, saat di Jakarta, pas ngisi seminar aku ketemu Dinda lagi dibawa mantan suaminya, terus kita ke stasiun buat rencana pulang ke Cirebon, dan sedikit berbincang sampai Vicky datang menjemputnya dan kemudian selesai" jawab Al


"dibuku ini Dinda berhalusinasi bahwa kamu masih menyukainya dan mengejarnya, karena Dinda beranggapan bahwa dirinya adalah janda" ucap dr.Lala membuat Al kaget


"hah.." tanya Al terkejut


"Anna... kapan terakhir kamu ketemu Dinda dan apa yang kalian bahas?"


"mmm... sebelum pergi kejakarta Dinda pernah ngajak ketemu di mall, aku sama Akbar saat itu, kami.... bahas Dimas dok" jawab Anna menundukkan pandangannya karena tau Al menatapnya


"mungkin ini agak sensitif, tapi maaf, apakah kalian bercerai?" tanya dr.Lala


"iya" jawab tegas Al


"tapi... sayangnya Dinda berhalusinasi bahwa kalian baik-baik saja, bahkan Anna sangat mencintai Al, dan dibuku ini justru Al yang ingin mempertahankan pernikahan, tapi pada akhirnya Dinda beranggapan bahwa Anna cemburu padanya karena Al masih menyukai Dinda, yang mengakibatkan kalian bertengkar kembali. Pada intinya Dinda tetap menyalahkan dirinya sendiri" ucap dr.Lala


"hah... yang benar saja?" gumam Al


"Dinda mencatat bahwa setelah kalian bertengkar hebat, kalian memutuskan untuk mencoba melanjutkan hubungan kalian, saling meminta dan memaafkan satu sama lain, kalian dikisahkan Dinda sebagai pasangan yang baru memulai kehidupannya, tapi karena Al selalu mendekati Dinda, Anna menjadi cemburu dan benci pada Dinda" ucap dr.Lala


"aku gak benci Dinda...!!!" ucap Anna kesal


"saya hanya menjelaskan apa yang ditulis Dinda, bisa kita lanjutkan?" tanya dr.Lala


"silahkan dok" ucap Vicky


"Hmmm... waktu pernikahan Dinda dan Vicky dok"


"oh.. lama ya, mungkin itulah sebab kenapa sosok kamu dibuat yang paling membenci Dinda disini. karena di dunia nyatanya pun kamu lama tak bertemu Dinda, ini membuat Dinda merasa bahwa kamu tidak perduli padanya" ucap dr.Lala


"astaga... Dinda" gumam Ririn


"Juna..."


"ya dok.?"


"pernahkah kamu membahas rumah tanggamu pada Dinda?"


"duh.. pernah gak ya, kayanya gak deh" jawab Juna


"pernah Jun, waktu di kafe bareng Vicky dan Dinda, yang tiba-tiba Vicky nitipin Dinda itu loh" ucap Raka


"ah.. iya dok, aku sampai merinding ingat perkataan Vicky" ucap Juna


"kamu pernah gak, dengan sengaja ataupun tidak sengaja seperti bercanda dengan merayu Dinda" tanya dr.Lala


"dia mah semua cewek dirayu dok" jawab Ririn


"hehe ya pernah dok" jawab Juna

__ADS_1


"Tepat... Disini Dinda menceritakan bahwa dirimulah yang paling menyukai Dinda, rasa tanggung jawab menjalankan permintaan Vicky untuk menjaga Dinda terniang oleh Dinda. Dia beranggapan bahwa kamu akan menjaganya dengan menikahinya setelah menceraikan Mayang" ucap dr.Lala


"eh.. lah buset dah..?" terkejut Juna


"satu-satunya orang yang paling care hanya kamu ka, Dinda tau bahwa saat kecelakaan semua urusan administrasi kamu yang urus, jadi segala urusan yang ada di halusinasi Dinda, semuanya juga kamu yang mengaturnya"


"saya.? mengatur.? maksudnya?" tanya Raka penasaran


"disini diceritakan bahwa kamu yang merencanakan bagaimana membuat Dinda bahagia dan bertanggung jawab atas masa depan Dinda. Kamu adalah pegangan Dinda satu-satunya" ucap dr.Lala


"boleh saya baca bukunya dok?" tanya Raka


"boleh, saat pembicaraan kita selesai" jawab dr.Lala


"tapi saya tegaskan diawal, tolong jangan menyalahkan Dinda sepenuhnya, ini hanya ilusinya, bayangannya dan khayalannya karena dia sedang sakit, selebihnya kita sebagai orang yang normal tolong memandang hal ini dengan perspektif yang bijak"


"dok.. apakah halusinasinya berbahaya?" tanya Al


"jika Dinda terus menerus berhalusinasi, Dinda akan terjebak disana, dan akan menolak dunia nyatanya" jawab dr.Lala


"sebenarnya apa yang istriku halusinasikan dok?" tanya Vicky


"masih ambang positif kok, untungnya Dinda belum jauh masuk kedalam halusinasinya"jawab dr.Lala


"dok, aku dengar Dinda masuk rumah sakit lagi kemarin, kenapa dok, Dinda baik-baik saja kan?" tanya Anna


"kita kembali kecerita ya, Dihalusinasinya dia merasa bahwa Mayang sedang menemuinya dan memarahinya atas keadaan dimana Juna menyukainya.


memaksa Dinda merasa bersalah karena sudah menjadi pelakor dirumah tangga kalian.


tapi kenyataannya, Depresi Dinda memuncak, Dinda tidak dapat mengotrol emosinya, dan ditambah dengan tidak pernah sama sekali Dinda dibawa orang tuamu untuk menemuiku untuk konsultasi...... Dan Dinda.....


Dia loncat dari balkon kamar Vicky"


"astaga...." semua terkejut tanpa terkecuali


"Dinda mencoba bunuh diri lagi dok?" tanya Vicky


"iya" jawab dr.Lala


"ya Allah Dinda... maafin aa nda" gumam Vicky bersedih


"jadi kemarin bukan kecelakaan motor, tapi bunuh diri dok?" tanya Al


"iya" jawab dr.Lala


{maaf, jika membuat pembaca setiaku memutar otak untuk mengingat beberapa part sebelumnya, karena alurnya akan maju mundur}


#pembacakucerdas

__ADS_1


__ADS_2