Kisah Jandaku

Kisah Jandaku
Part 28 (Rumah Dinda)


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasa kami sarapan bersama di hotel sebelum kami cek out.


"oh iya temen-temen maaf saya mau kasih tau ke kalian, kalau dinda menerima lamaran ku tadi malam" Vicky memberikan pengumuman pada sahabat-sahabat ku saat ini.


"Benarkah?" tanya Ririn penasaran memandangku tajam. Dan aku hanya tersenyum


"lihat lah jarinya" ucap Vicky melirikku


"wahhh selamat ya dinda..."ucap Ririn


Semuanya juga ikut menyelamati kami termasuk Anna dan Al


"cincinnya cantik banget nda, aku bahkan belum punya" ucap Anna lirih memegang tanganku "kamu beruntung selamat ya na, Vicky memperlakukanmu dengan baik" Anna tersenyum padaku..


"makasih na..." aku memeluknya


""berarti sukses dong rencana kita ninggalin kalian berdua seharian" Ucap Juna


"thanks ya bro" jawab Vicky mengepalkan tangannya mengajak Juna tos


"semoga langgeng ya nda... cepet-cepet nyusul kami juga, biar kita honeymoon bareng lagi" ucap Raka


"minggu depan hari jumat kita nikah, jadi kalau bisa kalian datang"


"hah minggu depan? serius?" tanya Al kaget


"kenapa emang?" tanya Vicky melotot pada Al


"mantap bosku.... greccep anjay... " ucap Juna


"Dinda serius minggu depan?" tanya Ririn


Aku mengganggukan kepalaku "iya.."


"kamu gak hamil kan nda?" tanya Al


"heiii ya... haruskah kita barantem lagi disini?" ancam Vicky


"gak lah aku gak hamil kok, aku juga gak tau kenapa dia pengennya cepet-cepet" ucapku melirik Vicky


"ya biar cepat halal kali nda.." goda Ririn


"kalau gak cepat, takut di ambil orang rin hehe" ucap Juna meledek


"selamat bro... gw gak balik wonosobo deh, nanti aja baliknya nunggu kalian nikah ya"


"thank you" jawab Vicky


"mau honeymoon kemana, haruskah kita pergi lagi?" tanya Raka


"maaf ka, kali ini aku mau berduaan aja sama dinda lain kali kita jalan bareng lagi" jelas Vicky


"cie cie...iya iya paham, yaudah sih lagian pengen bangen ngikut mereka honeymoon" ledek Ririn


"tapi tetep aja, kalian bilang sama gw mau kemana dan kapan, aku tetep bakal booking tiket dan hotel buat kalian, anggap saja itu hadiah pernikahan dariku buat kalian, oke?" Ucap Raka tegas.

__ADS_1


Tidak mudah bagi Raka mengeluarkan sebagian uangnya untuk kami, karena Raka adalah seorang manajer sebuah perusahaan komunikasi swasta nomor 1 terbesar di Indonesia ini.


"oke..makasih ka" Vicky mengacungkan jempol


**


Sebelum kami melakukan perjalanan pulang kami tidak lupa mampir untuk beli oleh-oleh untuk keluarga di rumah.


Kemudian melakukan perjalanan pulang.


"kok rumah di gembok" ucapku


"pada pergi kali nda" jawab Vicky


Aku meraih telponku dan menelpon ibuku.


Ternyata ibu dan ayahku sedang berada di kota melakukan sertijab pensiun ibuku di Dinas. Mereka mengatakan akan pulang larut karena akan mampir ke rumah kakakku dulu untuk mengabari pernikahanku dan Vicky.


"ibu pergi, pulang malam" ucapku meletakan ponsel di tasku


"untung bawa kunci" aku membuka pagar dan pintu


"aa gak pulang?" tanyaku melihat Vicky masuk ke dalam rumah


"gak ah, lumayan mumpung sepi" ucapnya tersenyum


"dih... maksudnya apaan?" tanyaku melototinya


"mau cium..." ucapnya genit


"dih... gak boleh, sana pulang bahaya gak ada orang, lagian itu ojolnya masih didepan, aku juga mau tidur cape" ucapku mendorong punggungnya


"iiihh.... ganjen......muach dah gih sono" aku mencium pipinya


"cuma pipi aja?" tanyanya membuatku malu


"iya pipi aja, sana ah..."


"awas ya kamu, minggu depan gak aku kasih ampun" ancamnya


"dih... dasar mesum" jawabku tertawa


**


(malam hari di kamarku)


"Dinda..." sapa ayahku


"eh ibu sama ayah udah pulang?" aku menyalami mereka


"kamu yakin nikah minggu depan?" tanya ibuku


"iya bu, Vicky maunya cepat katanya" jawabku


"kamu gak hamil kan nda?" tanya ibuku antusias

__ADS_1


"ya gak lah bu.." jawabku


"syukurlah, gak...ini kakakmu yang tanya, kalau gitu gimana nanti nikahnya mau dimana, mekanismenya gimana?" tanya ayahku


"gak tau yah, katanya semuanya Vicky yang urus nanti pakai WO, dinda diem aja katanya biar gak cape" jelasku padanya


"yaudah syukur kalau gitu, hampir ibu pusing mau bikin persiapan kaya gimana, wong waktunya minggu depan, yaudah kita siapin bikin seragam keluarga aja atuh ya?" tanya ibuku


"itu juga udah Vicky yang urus bu, nanti besok sore katanya Vicky mau kesini sama keluarga buat lamaran, terus malamnya ada WO yang mau ngukur baju buat kita. Nah ibu tugasnya ngumpulin siapa aja yang mau dapet seragam biar besok di ukur"jelasku pada ibu


"berapa orang yang dapet?" tanya ibu


"terserah kata Vicky sih" jawabku


"yaudah kalau terserah mah, nanti ibu panggilin keluarga kita suruh dateng besok" ucap ibuku girang


"ayah ngapain nak?" tanya ayahku


"nah...kalau ayah tugasnya nyatetin siapa aja yang mau di undang, kata Vicky kita nikah di gedung jadi bisa sekalian ngundang kerabat dari pihak kita" jelasku pada ayah


"gedung mana, hotel atau apa?" tanya ibuku penasaran


"gak tau bu... Vicky cuma bilang nikahnya di gedung, soalnya tamu dia orang kota semua, jadi biar gak jauh" jelasku


"yaudah kalau gitu, besok lagi aja sekarang dah malam yuh yah turun" jawab ibuku.. mengajak ayah keluar dari kamarku.


**


(lamaran)


Hari ini aku memakai kebaya sederhana, dan siap untuk kedatangan Vicky dan keluarganya untuk mealkukan acara lamaran.


Tidak terlalu ramai, Vicky hanya membawa kedua orangtuanya dan 4 orang saudaranya.


Dan dari pihakku hanya ada ayah, ibu, kakakku dan suaminya. oh iya tidak lupa 3 orang keponakanku, anak dari kakakku Lilis, semuanya perempuan.


Vicky membawa beberapa kotak bening yang dihias sangat cantik, kotak itu berisikan keperluanku. Seperti pakaian, sepatu, tas,Perhiasan, alat make up, alat mandi, makanan, buah-buahan dan lain-lain.


Lamarannya lancar, keluargaku menerima dengan senang lamaran Vicky.


Ibu Vicky memberikanku sebuah cincin untuk simbol bahwa aku sudah di lamar.


Entahlah kenapa harus ada cincin lagi. sedangkan kemarin Vicky sudah memberikan cincin padaku, sehingga aku harus melepaskan cincin pemberian Vicky kemarin dan menggantinya dengan cincin yang diberikan oleh ibunya.


Ternyata cincin itu adalah milik nenek Vicky yang diwariakan kepada ibunya, dan sekarang diberikan kepadaku. Wah.... aku terharu mendengarnya. Hampir saja aku bete karena sebenarnya aku tidak menyukai model cincin itu, karena terlihat tua. Tapi setealh mengetahui sejarah cincin itu, aku malah bangga memakainya sekarang.


Lamarannya selesai, Vicky dan keluarganya pamit dan pergi dari rumah kami.


1 jam kemudian saudara-saudaraku datang.


Mereka memberikan ucapan selamat padaku, mereka sengaja datang saat acara lamarannya selesai karena perintah ibuku, agar tidak mengganggu hikmad dari lamarannya. Mereka datang hanya untuk melakukan pengukuran saja.


2 jam kemudian pihak WO mendatangi rumah kami untuk melakulan pengukuran untuk baju seragam pernikahan khusus keluarga.


Kami semua diukur, tidak kecuali anak-anak, mereka pun akan dikenakan baju yang sama dengan orang dewasa. Baju akan jadi 3 hari sebelum hari H. Karena akan ada waktu untuk merombak bajunya jika ada baju yang kebesaran atau kekecilan.

__ADS_1


Moment seperti ini adalah moment yang paling menyenangkan dalam hidupku. Berkumpul dengan keluarga sangatlah berbeda dengan berkumpul bersama sahabat. Berkumpul dengan keluarga lebih menyenanbkan, kami semua tertawa senang, meledek satu sama lain tapi tetap saling menghormati.


Kata ayah Keluarga adalah tempat dimana kita menjadi diri sendiri, karena itu kami tidak ada yang gengsi satu sama lain.


__ADS_2