Kisah Jandaku

Kisah Jandaku
Part 27 (Jadian)


__ADS_3

Siang ini aku dan Vicky pergi untuk mencari makan.


Dan sorenya aku dan Vicky pergi ke Pantai Kuta bali..


Pantai cantik yang aku kunjungi untuk hari ini



"aaa..... akhirnya... pantai....." aku berteriak berlari menuju bibir pantai, mencelupkan kakiku bermain ombak laut.


Dress putihku tidak cocok untuk mencelupkan tubuhku di air. Sepertinya Vicky sengaja tidak mengatakan bahwa kami akan kenpantai, karena dia takut aku berpakaian bikini seperti kemarin.


Saat sudah puas bermain ombak dan membuat istana pasir, akupun berlari menghampiri Vicky


"aa.. ayu main.. besok kita kan pulang, nanti gak kesini lagi" ajakku merengek


"duduk dulu, nih minum..kamu dari tadi di sana mainan, panas-panasan udah kaya anak-anak aja" ucapnya sambil menyodorkan buah kelapa padaku


Aku meminumnya "dah... ayu aa kita jalan-jalan jangan disini aja bosan" rengek ku"


"boleh, tapi pegangan tangan yah" tanya Vicky


Aku mengerucutkan bibirku "yaudah ayuk" jawabku meraih tangannya dan menariknya


Kami menyelusuri Pantai indah ini, disini sangat ramai, banyak sekali orang bermain, ada yang berjemur, bermain pasir, bertato, mengepang rambut, berfoto, main volly dan lain-lain. Pokoknya tempat ini sangat ramai.


Matahari kini mulai tenggelam, aku dan Vicky duduk menyaksikannya.


Sangat romantis, aku melihat sekeliling, semuanya tampak berpasangan melihat matahari tenggelam. Sepertinya banyak orang yang honeymoon disini.


Aku menyandarkan kepalaku dipundak Vicky sambil menikmati pemandangan matahari yang akan membenamkan dirinya.


"Romantis ya nda" tanya Vicky


"iya.. so sweat" jawabku


"i love you nda" ucap Vicky


"i love you to a" jawabku


"benarkah?" tanya Vicky girang


"iyah" aku melingkarkan tanganku di lengan Vicky yang masih menatap matahari


"Dinda mau jadi pacar aa?" tanya Vicky


"iya a dinda mau" Sekarang aku mengalihkan pandanganku menatap Vicky


Vicky tersenyum lebar dan mencium puncak kepalaku "makasih sayang" sekarang dia merangkul pundak ku. Aku pun meletakan kepalaku kembali di pundaknya dan melingkarkan tanganku di pinggangnya



"aa janji akan bikin dinda bahagia sama aa"


Aku hanya mengangguk-anggukkan kepalaku


"tapi bisakah kita langsung menikah saja?"


"kita pacaran aja baru semenit yang lalu masa langsung nikah?" tanyaku heran


"soalnya aa gak kuat kalau deket dinda, pengennya cium dinda terus" godanya padaku


Aku melepaskan rangkulan ku "ih... aa mah mesum..."


"yaudah mangkanya nikah biar gak mesum lagi, kan udah halal"


"nikah itu gak gampang a, aa bakal sama dinda terus, liat dinda terus setiap hari, nanti aa bakal bosan sama dinda, sekarang aa lagi jatuh cinta jadi gak kepikiran, kalau nanti aa bosen aa nanti tinggalin dinda gimana" jelasku padanya


"waktu kamu nikah kamu pernah ngerasa bosen gak sama syaif?"


"enggak" jawabku datar menggelengkan kepalaku


"kalau kamu bisa kenapa aa gak bisa, jangan samain aa sama syaif, coba samain aa sama dinda, kalau kamu mikirnya cowok itu sama aja sampai akhir dunia juga kamu gak akan nikah dinda" jelasnya padaku


"yakin...?" tanyaku penasaran


"yakin...!" jawabannya tegas


"mana cincinnya? ini bukannya lamaran yah ceritanya kalo cowok ngajak nikah tuh" tanyaku menyodorkan tanganku


"nanti hehehe nyusul" jawab Vicky

__ADS_1


Aku mengerucutkan bibirku "yaudah jawabannya juga nanti aja.....nyuuusuuuulllll... hahaha... ayu a pulang aku pengen mandi lengket banget badan aku"


**


"nanti aa jemput buat makan malem yah, pakai baju yang cantik biar tambah cantik"godanya padaku


**


Malam ini aku memakai gaun hitam cantik yang kupesan online lewat ojol.


Gaunnya sangat sangat cantik, dan akupun menata riasan wajahku dengan makeup yang tidak berlebihan, kutata rambutku dengan apik.


Memakai heals dan juga menggandeng tas tanganku.. Aku sudah siap sekarang


ting..tong...


Suara bel mengejutkanku


"aa..."


Vicky hanya diam terpaku memandangiku dan tersenyum manis..


Tak kalah dariku, Vicky pun memakai setelan kemeja lengkap dengan rompinya. Membungkukkan badannya dan menyodorkan tangannya untuk aku genggam.


Vicky menyewa mobil hotel untuk perjalanan kami ke tempat tujuan kami.


Pantai Kubu Ayana Resort.


Tempat indah yang tepat untuk menghabiskan malam pertama kami jadian.



"aa suka banget bawa dinda ke tempat-tempat bagus kaya gini" ucapku tersenyum mendudukkan diriku di kursi yang di tarik sedikit menjauh dari meja.


"kamu suka kan?" tanya Vicky


"iya... suka makasih ya a"


"hari ini kamu cantik"


"kemarin aku jelek dong"


"iya kemarin jelek, soalnya baru hari ini kamu jadi pacar aa, jadi cantiknya mulai hari ini" godanya mengelus pipiku


Kami menghabiskan makanan kami, makanannya mewah dan enak. Rasanya ingin menghabiskan semua makanan yang tersaji, tapi apalah daya perutku terasa penuh.


"kalau ada ibu, pasti minta dibungkus hahaha" ucapku tertawa


"kangen ibu ya sayang?" tanya Vicky


Aku mengangguk-anggukan kepalaku


"Jalan-jalan yuk kepantai, biar lebih romantis"


Aku tersenyum berdiri, merangkul lengan tangan Vicky berlalu meninggalkan restro.


Kini kami berada di pinggir pantai, ada lampu-lampu hias yang menambah pemandangan indah pantai ini.


"nda..."


"ya a?"


"aa sayang sama dinda"


"iya, dinda juga"


"Dinda..." Vicky berlutut dihadapanku memegang tanganku erat


"maukah kamu menikah denganku?" Vicky membuka kotak merah kecil yang berisikan cincin putih cantik terpajang di dalamnya


Aku tersenyum lebar melihat cincin yang Vicky pegang.


Aku mengangguk-anggukkan kepalaku mengiyakannya


"iya dinda mau nikah sama aa"


Vicky pun mengambil cicin di kotak merah itu. kemudian memasangkan cicinya di jari manisku, kemudian berdiri memelukku


"makasih sayangkuh"


"iya a" aku membalas pelukan Vicky

__ADS_1


Vicky kini menatapku dan mendekatkan wajahnya padaku. muach... Suara ciuman Vicky di keningku. Aku tersenyum padanya.


Vicky kini mencium bibirku..


Ciuman lembut yang selalu aku rasakan, akupun membalas ciumannya padaku.


Entahlah mengapa saat ini rasanya aku tidak memperdulikan bahwa kami sekarang berada di tempat umum.


Aku hanya sedang menikmati ciuman Vicky padaku..



Suara telpon Vicky mengejutkan kami dan melepaskan ciuman kami satu sama lain.


"sebentar yah" Vicky sedikit menjauh dariku saat melihat layar ponselnya, entahlah siapa yang menelponnya hingga ia menjauhkan dirinya denganku.


Aku melihat punggungnya saja, sepertinya dia sangat serius ditelpon, kini dia mendekatiku dan memberikan ponselnya padaku.


"ini ibumu mau bicara" ucapnya padaku


"hah..ibu...?"


✓ya bu..


✓selamat ya sayang, akhirnya kamu setuju buat nikah lagi


✓iya bu


✓nanti ibu kabarin kakakmu, vicky bilang kalian nikah minggu depan apa bener


✓hah minggu depan?


✓iya, tadi Vicky bilang minggu depan hari jumat


✓oh..itu hmmm nanti dinda telpon lagi ya bu


✓yaudah, kamu pulang besok kan


✓iya bu


✓yaudah, hati-hati ya..pokoknya selamat ya sayang nih ayah juga ikut seneng katanya, jangan lupa bawa oleh-oleh yang banyak.


✓iya bu dah ibu


"aa..." aku mengerucutkan bibirku memberikan ponsel padanya


"kenapa bilang sama ibu kita nikah minggu depan?"


"gpp kan? dinda kan udah setuju, kan lebih cepat lebih baik. ingat kan aa bilang apa? aa gak kuat kalau deket dinda"


"tapi kan persiapannya bakal mepet"


"pakai WO aja biar mereka yang urus"


"tapi dinda mau di KUA aja, gak usah ada pesta"


"hah.. jangan dong, dinda aa kan anak satu-satunya, kalau kita gak ngadain pesta kasian mamah papah aa, ini momet pernikahan anaknya satu-satunya dinda..."


"mmm yaudah terserah aa aja, tapi beneran WO aja kan yang ngurusin, dinda mau nyiapin diri aja, kita kan baru pulang dari bali terus nanti bakal berdiri di pesta berjam jam" jelasku


"iya sayang, aa juga gak mau dinda nanti kecapean apalagi stres mikirin pernikahan kita, cukup fokus sama diri dinda aja, jaga kesehatan dan olah raga biar pas malam pertamanya fit"


"aa mulai deh gombalnya" aku mencubit perutnya


"aw.. sakit sayangkuh..."


"tapi a.. dinda yakin nanti tamu aa pasti penjabat semua, apa aa gak malu nikah sama janda kaya dinda" tanyaku


"gak lah, justru aa bangga bisa dapetin dinda... dinda sayang... jangan negatif yah pikirannya, harus terus berfikir positif, ya sayang" Muachh.. ia mengecup pipiku


Aku mengangguk-anggukkan kepalaku mengerti,


"pulang yuk, aa ngantuk.. asal dinda tau aa gak bisa tidur di atas jam 10, ngantuk banget"


"iya aa... dinda paham"


"dan nanti kalau aa tidur, jangan bangunin aa untuk alasan apapun kecuali penting dan kecuali dinda ngajak bikin anak" ucapnya


"dih... mulai mesumnya, yaudah ayu pulang" aku menarik tangannya


"bentar sekali lagi"

__ADS_1


Dia menarik tanganku memelukku dan mencium bibirku..


__ADS_2