Kisah Jandaku

Kisah Jandaku
Part 43


__ADS_3

Keesokan harinya kami kembali kejakarta untuk bersiap-siap-siap melakukan perjalanan ke cirebon.


"a makan dulu yah, Dinda lapar" ucapku


"mmm.. makan seafood aja yah, biar cepat dapet anaknya hehehe" jawabnya


"oh iya.. seafood bagus untuk ****** laki-laki, kalau aa pengen punya anak laki-laki aa harus perbanyak makan kerang hijau, terus aku banyak makan sayur bewarna kecuali yang hijau, paling wajib tomat, tapi kalau aa pengen punya anak cewe ya dibalik aja" jelasku


"hahahaha iya bu bidan iya...mmm aa mau punya anak cewe aja ah kayanya lucu, tapi aa gak mau makan tomat, maunya yang bagian kerang hijau aja" jawabnya


"issshhh aa mah gimana sih, harus kerja sama dong.. nanti posisi bercinta kita juga harus di atur, jadwal juga harus di atur, pokoknya programnya harus mateng" jelasku


"ahhh... gak mau ah, masa mau ibadah aja diatur jadwal nya, posisi diatur makan diatur ribet ah, tau kan aa kalau lagi sama kamu ya bar-bar, yang penting adik senang abang lemas hahahaha...udah lah, gak gak, gak gitu-gituan... udah sedikasihnya aja aa mah, mau cewe mau cowok yang penting sehat terus ibunya happy" tegasnya tersenyum padaku


"okke" jawabku membalas senyum manisnya


**Ditempat makan siang


"aa yang bener aja sih sayang, kenapa jadi banyak banget pesan kerang ijonya"


"iya aa lagi pengen banget, pengen makan banyak, biar tokcerr ntar malemnya" jawabnya


"isshhh aa mesum" ucapku memukul lengannya


"aw... istri aa seneng banget pukul-pukul deh, awas yaa... iiiii" mencubit mesra pipiku


"aw aw... isshhh.... aa, dah gih sana abisin tuh coba, awas aja kalau gak abis" ucapku


"Vicky... Dinda..." sapaan seseorang mengejutkan kami


"Juna...?" ucapku terkejut


"wah mantep banget bisa ketemu kalian, lu apa kabar bro..." ucapnya merangkul Vicky


"baik, duduk jun" jawab Vicky

__ADS_1


"iya iya... wih dinda.... pengantin baru auranya emang beda yahhh, girang-girang gimana gituu ekspresinya" ucap juna meledek sambil mengacak-acak rambutku


"iiihhhh apaan sih jun, duduk gih" jawabku


"eh.. sumpah seneng banget gua ketemu kalian... ini ceritanya gua lagi janjian sama Raka eh malah dapet paket komplit juga ketemu kalian disini, mantep lah" jawabnya yang kini duduk di hadapan kami


"ada urusan apa di jakarta?" tanya Vicky


"buka usaha bro, mau gua kembangin di ibu kota, lusa gua juga ke cirebon buka disana juga, yaaa kalau bisa mah se-Indonesia gua jabanin atu-atu, hahaha kaya-kaya dah gua" jawabnya menyombongkan diri


"waahhhh Juna kita sekarang sukses yahh" ucapku


"iya dong... membuat para mantan menyesal adalah dengan sukses nda, jadi sekarang mereka pada iri dan nyesel udah ninggalin gua hahaha" ucapnya


"itu sih lunya aja yang playboy.. mba saya mau tambah pesanan" seru Vicky melambaikan tangannya memanggil pelayan


"kamu pesan apa, biar gua aja yang traktir, gua juga mau menyombongkan diri" ucapnya


"hahahaha" Aku dan Juna tertawa geli mendengar perkataan Vicky, tidak mau kalah dengan Juna sekarang dia malah pamer kesombongan dengan mentraktir Juna


"siappp..... saya pesan ini ya mba 2 buat teman saya satu lagi, mmm... minumnya ini sama ini aja deh" seru Juna memilah menu


"kejakarta sama mayang gak?" tanyaku


"hah mayang?... siapa itu hahahahaha" jawabnya


Jelas-jelas mayang itu istrinya, mengapa dia malah tertawa saat aku menanyainya.


"mayang di Makasar, dia ikut event apalah gua gak paham, dan bodo amat juga hehhehe" ucapnya.


Mayang memang berprofesi sebagai model, jadi Juna sudah biasa dengan ketidakhadiran mayang disisinya


"kalian tuh dari awal nikah udah gak jelas, yang satu dimana, yang satu dimana" ucap Vicky


"ini namanya rumah tangga ala demokrasi bos, kita kan punya mimpi masing-masing, jadi kesibukannya pun masing-masing" jawabnya

__ADS_1


"kalau nanti ada pebinor gimana hayo, secara kan mba mayang tuh cantik, sexy, aduhai banget lah walaupun dah punya anak tapi bodynya masih goals banget" tanyaku penasaran


"ya kalaupun dari kami ada yang tergoda dan sampe batas mencintai orang lain, kita sih dah komit sih untuk jujur satu sama lain, dibandingkan dengan harus selingkuh mending kita akhiri aja hubungan ini dari pada bertahan tapi yang berjuang dalam hubungan hanya satu orang saja yaa untuk apa, hanya menyakitkan diri sendiri saja" jelasnya


"hmmm kalau udah komit sih baguslah" jawab Vicky


"wahhhh wahhh wahhh...ramai sekali" ucap Raka mengejutkan kami


"apa kabar ka" ucap Vicky bersalaman dengan Raka


"baik gua Alhamdulillah... Dindaaa" sapanya girang memelukku erat "duhhh penganten baunya wangi yah haha" ucapnya meledek, aku hanya mengerucutkan bibirku dan malu


"gua gak sengaja ketemu mereka disini, yaaa jodohhh lah ka... gak kan kemana, ya gak?" ucap Juna


"jodoh gimana?" tanya Vicky


"yaaa jodoh pertemuannya lah, masa Dindanya, hahaha setakut itu lo Dinda gua rebut... santai ky.. hahaha" jawab Juna meledek


"hahaha iya nih Vicky ada-ada aja, Dinda itu kan teman kita, sahabat, adek, yaaa keluarga lah, kita saling terikat menyayangi satu sama lain, saling jaga dan segala macem bentuk kebaikan lah, jadi percaya lah ma kita, kita gak akan berbuat yang macem-macem apalagi kurang ajar sama Dinda" jelas Raka menenangkan


"iya sayang.... apaan sih sensitif deh kaya test pack hahaha" aku yang mencoba mencairkan suasana


"tapi ya kecuali dengan Al yah, sampai kemarin juga dia tetap aja ngejar kamu, cari kesempatan dan malah masih aja mengungkapkan perasaannya kalau masih suka kamu" ucap Vicky membuatku terkejut dan langsung menutup mulutnya


"Ssstttt..." ucapku melotot pada Vicky


"serius....? wah gila juga si Al" ucap Juna


"yaaa namanya juga mantan kali, dah aman ky, selagi ada kita ntar kita yang jagain Dinda ya gak Jun" seru Raka


"yoi mamen... Dinda number one" seru Juna mengepalkan tangannya "siapapun yang ganggu dinda berurusan sama gua, tenang ky bini lo aman dari sang predator pebinor-pebinor dongo" jelasnya


"serius nih ya gua bisa titip Dinda ke kalian, kalau ada yang bikin Dinda nangis itu harus jadi tanggung jawab kalian, apa lagi kalau Dinda sampai kena serangan panik dan juga depresinya kambuh... itu udah benar-benar harus kalian tangani apapun kejadian dan resikonya, intinya gua titip Dinda ke kalian berdua, karena cuma kalian yang gua percaya buat jaga Dinda" ucap Vicky


"siapppp boskuhh siiappp .." ucap Juna

__ADS_1


"iya ky aman, lo tepat nitipin Dinda ke kita, dah yuk makan laper gua gila Jakarta macet banget mana panas lagi, nih pesenan kita belum datang ya.. haus gua" ucap Raka


Mendengar perkataan Vicky membuatku tak kuasa merasa tenang, secinta itu dia terhadapku sampai tak rela aku disakiti orang lain, hingga menjadikan sahabatku seperti pengawal pribadiku atas orang-orang yang berniat jahat padaku. Aku makin sayang kamu a... suamiku Dzavivky, aku mencintaimu


__ADS_2