
"hei sayang, aku disini..dan akan selalu disini, bersamamu, bersama anak kita juga.. Tenang lah.. dukamu akan sirna karena tertutup oleh kebahagiaan yang akan datang sampai waktunya tiba untuk kita dipertemukan kembali di alamku.. aku menunggumu sayang.. datanglah dengan senyuman termanismu untukku"
***
"nda... bangun sayang.. kita sarapan dulu ya" ucap ibu mertuaku mengelus kepalaku membangunkanku
"mah..."
"iya sayang.?"
"Dinda mimpi aa lagi" ucapku senang
"sayang... kamu pasti kepikiran aa terus ya, sabar ya nak.. dan klau bisa, mulai sekarang fikirkanlah dirimu dan kandungan mu ya"
"mamah... bukan Dinda mikirin aa, tapi aa yang mau datang, katanya akan terus temenin Dinda, aa juga minta Dinda datang dan sudah ditunggu oleh aa di alam sana"
"astaghfirullah... gak sayang.. itu bukan aa, itu pasti jin.. mana ada aa ngajak Dinda kesana, jangan diturutin ya, jangan.."
"tapi mah.."
"itu hanya bunga tidur, mungkin karena Dinda kurang tidurnya, atau mungkin Dinda belum baca doa dulu sebelum tidur, dah ya nak.. jangan bikin mamah takut, mamah suapin ya.. cucu mamah laper katanya"
"iya mah, papah mana?"
"papah pulang tadi subuh, gak apa-apa kan kalau papah ngantor?"
"gak apa-apa mah, mamah juga kalau mau pulang buat buka toko gak apa-apa ko"
"mending jagain kamu dari pada jagain toko, dari awal aa nikahin kamu, ya kamu itu hartanya mamah, apalagi sekarang ada cucu mamah, mamah bersyukur banget nak, aaa" ucap ibu mertuaku sambil menyuapiku makanan
"hehehe... Mama nanti kalau cucunya lahir mau dipanggil apa?"
"ah.... iya juga kok Mama belum kepikiran ya, nanti deh coba tanyain sama papa dulu maunya dipanggil apa"
Tok tok tok ... suara pintu terdengar dari luar dan dibuka oleh seseorang
"assalamualaikum selamat pagi" ucap Dion yang datang dengan senyuman dan bunga di tangannya
"waalaikumsalam" ucapku berbarengan dengan ibu mertuaku
"eh... ada nak Dion.. pagi-pagi sudah datang kesini jadi merepotkan" ucap ibuku bangkit dari duduknya
"gak kok tante kebetulan nanti jam 9 saya buka poli tante, jadi jam segini udah di sini, nih buat Dinda"
"makasih.." ucapku
"nak Dion sudah sarapan?" tanya ibu mertuaku
"sudah tante"
"buka polinya jam 9 kan, sekarang masih jam 6, tante tinggal cari sarapan dulu boleh gak.?"
__ADS_1
"boleh tante, biar Dinda saya yang jagain"
"mamah... kalau gak ada Dion apa mamah sampai gak sarapan gitu sangking aku gak boleh sendirian" tanyaku
"ah... kebetulan saja sayang.. mamah tinggal dulu ya" ucap ibu mertuaku yang berlalu meninggalkan ruanganku
"kamu ngapain sih bawain aku bunga lagi, nanti malah jadi kebon ini kamarnya" ucapku
"hahaha... bingung mau bawa apa yang sweet buat kamu, apa ada request mungkin.?"
"gak.. gak usah bawa apa-apa, atau.... aku request mau pulang aja, cape disini rebahan terus" ucapku
"emangnya kamu mau kemana dengan rambut setengah botak kaya gitu" ledeknya padaku
"hahaha iya juga... duh.. gimana ini, tumbuhnya pasti bakal lama, aku potong pendek aja kali ya biar simestrisnya gak lama"
"apa aja.. orang cantik mah cantik aja nda.." ledeknya
"nda... aku boleh nanya sesuatu gak.?"
"boleh.. apa.? tapi aku sambil makan ya, nanti mamah mungkin akan marah kalau saat pulang kesini makanannya gak aku makan"
"sok.. mau aku suapin.?"
"gak... transfusi yang ditangan kanan kan udah di up jadi tanganku free dan baik-baik saja"
"yaudah... nih..." ucap Dion mendekatkan meja dorong khusus makanan ke arahku
"mau nanya apa?"
"serius mau nanya itu..?" Dion mengangguk cepat
"ya.. mungkin... aku gak tau pasti, yang jelas aku ke psikiater saat aku nyoba bunuh diri, saat bercerai dari Syaif" ucapku sambil menyantap makananku
Santai sekali cara dia menjawab pertanyaan seberat ini.Dion
"sebelum kehilangan anakmu, apa ada hal yang menyedihkan?" tanya Dion penasaran
"adalah...!!" ucapku yakin
"apa.?"
"Dkhianati Al." jawabku
Dion menghela nafasnya panjang, menyandarkan tubuhnya disandaran kursi
"Kamu cinta banget ya sama Al waktu itu.?"
"ya.. aku kalau udah bekomitmen sama orang yaudah fokusnya sama dia aja, aku kan putus sama Vicky karena diselingkuhin, terus sama Al ditinggalin, sama Syaif diselingkuhin lagi, balik sama vicky ditinggalin.. siklusnya diselingkuhi terus ditinggalin, sestragis gitu sih kisah cintaku" ucapku.
Dinda...lihatlah penderitaanmu, bahkan sejak awal sampai akhir, tapi penderita mental sepertimu memang sesantai itu menceritakan penderitaanmu, menunjukan bahwa kamu bukan kuat, tapi memang penderita mental.
__ADS_1
"apa kamu benci Al.?"
"gak lah... tetap saja aku yang salah, aku yang bikin dia gak nyaman sama hubungan kita, gak bahagia sama aku jadi dia cari kebahagiaan diluar, mungkin aku membosankan baginya"
"nda.. bukannya sebelum Vicky, Al yang lamar kamu duluan, kenapa gak diterima saja kalau iya kamu gak benci dia.?"
"kan Al nikah sama Anna.. kamu gak tau ya, kisah mereka kaya film-film tau" ucapku
"aku tau semuanya, aku juga tau kamu gak sengaja kena pukul saat Al dan Vicky bertengkar dan pingsan.. tapi nda.. kejadian itu kan beberapa hari setelah melamar, kenapa kamu gak langsung jawab aja, kamu gantungin dia loh"
"saat aku bertemu kembali sama Al, Al jadi sosok yang beda Di... gak seperti orang yang aku cintai selama 5 tahun lamanya bersama.. dia kasar, suka maksa dan tempramen... aku takut"
"Al..? Kasar..? hahaha nda.. nda... aku bahkan ingat betapa dia takut sekali dan menangis saat rok panjangmu masuk ruji motor, padahal lecetpun kamu tak ada... dan karena itu style kamu berubah jadi senang pakai dres seperempat sekarang"
"kamu tau gak sih gosip tentang kematian Hesty.?"
"kematian Hesty.? kenapa emang.? aku kan ada di Malaysia"
"katanya bunuh diri"
"hah...? Hesty...!!! bunuh Diri...!!!"
"tapi jangan dipercaya, itu hanya rumor, aku juga kan kenal Hesty seperti aku mengenalmu, aku juga gak percaya kalau Hesty meninggal bunuh diri, Al juga udah nyangkal itu"
"Al bilang apa.?"
"katanya lagi bertengkar, terus Hesty pergi dari rumah, naik mobil, nyetir sendirian gak bawa Akbar, terus kecelakaan"
ah... benar juga... bahkan penyebab kematian Hesty aku tak tau, dan Al tidak menceritakan hal penting ini.
Dalam grup alumni FK juga tidak ada pemberitahuan bahwa Hesty meninggal, kenapa Al tidak share itu ke grup untuk sekedar memberitahukan kabar duka.
apa sebenarnya yang Al tutupi. Dion
"Dion... kok bengong sih.? kan aku dah bilang jangn dipikirin, itu mah hoax" ucapku yang telah selesai makan
"ah.. iya... mmm jadi intinya kamu nolak Al karena dia berubah.?"
"iya.. bahkan dibanding Vicky dan Syaif, dialah yang paling manis dulu.. orang yang rela melakukan apa saja untukku bahkan permintaanku yang aneh-aneh.. karena itu aku syok banget saat dia tiba-tiba mutusin aku dan terdengar kabar bahwa dia pacaran dengan Hesty"
"bahkan.. aku yang sekamar dengannya pun tak menyangka itu nda"
"bohong... mana ada kamu gak tau.. kalian kan bertiga lengket banget, masa sih gak sadar kalau mereka saling suka.. dan juga Al bukan tipikal orang yang suka main medsos, tapi saat dengan Hesty... Al aktif sekali di medsos dan bucin dengan Hesty disana, membuatku muak dan memutuskan untuk menutup akun"
"sekecewa itu ya kamu.?"
"mmmm...."
Al.. jalan lu bakal berat, karena mental Dinda mulai hancur karena dirimu,
Dinda yang sangat mencintaimu, yang rela menunggu kita kelar kelas di luar kampus setiap hari, hanya untuk pulang bersamamu.
__ADS_1
Dinda yang sudah melabuhkan cintanya padamu, hancur oleh kenyataan pahit yang kau berikan padanya dengan bersama Hesty.
ini akan sangat berat Al, bahkan ketika gua udah berhasil nyingkirin Ririn, Juna dan Raka dari Dinda sesuai rencana lu... tapi itu gak akan membantu banyak. Dion