Kisah Jandaku

Kisah Jandaku
Part 30 (konsultasi)


__ADS_3

"gimana dinda mba?" ucap Vicky memasuki kamarku


"udah tidur, tadi abis diminum obat terus langsung tidur.. kayanya besok harus ke dr.lala deh" ucap mba Lilis


"nanti biar Vicky yang antar mba"


"mana mungkin, dia gak akan mau ditemenin kalau ke dr.lala"


"iya sih dia pernah bilang kalau pertemuannya dengan dr.lala itu privasinya dia, tapi Vicky khawatir mba takut ada apa-apa, apa lagi kondisi dinda lagi begitu.. ditambah Syaif sekarang ngejar dinda lagi" ucap Vicky lemah


"doain aja dinda gak apa-apa ky"


**


"dok..." sapaku lemas


"hai Dinda apa kabar..?" sapa dr.lala menyalamiku


"baik dok.." jawabku malas


"ada apa?.. hayu cerita..." senyum dr.lala sangat manis


Aku menceritakan bahwa aku akan menikah dengan Vicky 3 hari lagi. Akupun menceritakan masalah terkait Syaif yang datang kembali di hidupku.


"bagaimana perasaanmu dengan Syaif, apa kau masih mencintainya..?"


"aku rasa aku masih mencintainya dok"


" apakah yang kamu rasakan jika berada di dekat Vicky?


"dia baik, aku suka berada dengannya" jawabku


"apakah yang kamu bayangkan setelah menikah dengan Vicky?"


"aku rasa Vicky akan membuatku senang"


"oke baiklah, sekarang kembali pada Syaif, apakah yang kamu rasakan saat di dekatnya?"


"aku takut dok"


"apa yang kamu takutkan?"


"aku tidak tahu" jawabku


"apa yang kamu bayangkan jika kembali pada Syaif?"


"anak ku akan senang melihat kami bersama, kebahagiaannya adalah prioritasku"


"dimana anakmu sekarang?"


"dia meninggal dok..."


"apakah dia di surga sekarang?"


"tentu saja, dia seorang anak yang tidak punya dosa sedikitpun" jawabku ketus


"apa dia bahagia disurga sana?"


"tentu saja dia bahagia, dia berada di dekat tuhan sekarang" jawabku


"lalu kenapa kamu berusaha untuk membuatnya bahagia sedangkan dia sudah bahagia disurga?"


"hah...apa maksud dokter?"

__ADS_1


"anakmu sudah bahagia, kenapa kamu berusaha membuatnya bahagia. Siapa yang menjamin bahwa dia bahagia jika kalian bersama"


"tapi bukankah semua anak bahagia ketika melihat orang tuanya bersama"


"itu jika dia masih hidup, jika anak mu sudah tiada yang dia butuhkan adalah kebahagiaanmu, dia akan senang melihatmu bahagia disini. Apakah dengan kembali dengan Syaif kau akan bahagia?"


Aku hanya menggelengkan kepalaku karena tidak tau apa yang harus aku jawab


"jangan mengorbankan kebahagiaanmu dengan hal yang fiktif dinda... yang kau hadapi sekarang adalah Syaif bukan anakmu"


"lalu apa yang harus aku perbuat dok?"


"fokus pada dirimu, jika kamu memikirkan masalah kau hanya akan dapat masalah, tapi jika kau memikirkan kemungkinan, kau akan mendapatkan kesempatan"


"maksudnya dok?"


"pikirkan kemungkinan yang akan terjadi kedepannya, kemungkinan jika kau bersama Vicky dan kemungkinan jika kau bersama Syaif.. pikirkan bagaimana dirimu di dua kemungkinan itu.. kau yang punya jawabannya dinda..."


Aku berfikir sejenak. "aku rasa aku akan bahagia bersama vicky.." ucapku yakin


"tepat sekali... kau sekarang sedang mencintai Vicky dinda.. perasaan takut yang kamu alami jika bersama Syaif itu adalah rasa tidak nyamanmu dengannya, itu karena trauma yang ku rasakan padanya, itu wajar karena lukamu disebabkan olehnya... yang kamu katakan bahwa kamu mencintai Syaif itu adalah rasa keterterbiasamu dengannya. Kau tidak mencintainya dinda...kau mencintai Syaif.." jelasnya padaku


Aku berfikir keras mencerna setiap perkataan dr.lala, Oh tuhan kenapa aku bodoh sekali...kenapa aku mengira bahwa selama ini masih mencintainya, jangankan untuk mencintainya, bertemu dengannya saja membuatku merasa tidak nyaman.


"jika kamu sedih, maka anakmu yang melihatmu dari atas sana juga ikut sedih.. maka dari itu jika kau mau menbuatnya bahagia, maka bahagiakanlah dirimu dahulu"


"iya dok, aku mengerti"


"cobalah buatlah dirimu tenang saat bertemu Syaif.. pertama yang harus kamu lakukan adalah melupakan masalah mu dengannya, maka akan dengan mudah kamu bersikap tenang terhadapnya"


"bagaimana caranya aku melupakan kejahatan nya padaku"


"dengan memaafkannya"


"denga memaafkan hatimu akan damai Dinda..aku jamin itu"


"baiklah akan aku coba"


"bagus.... oh ya dimana kalian akan menikah?"


"aku juga gak tau dok, Vicky yang mengurus semuanya. Hari ini undangannya di sebar, mungkin sudah berada di rumahmu dok" senyumku manis


"selamat ya Dinda, kau benar-benar menemukan pria yang tepat untukmu, tuhan memang menggantikan Syaif dengan yang lebih baik.. sekali lagi selamat ya, dan ingat pesanku... Vicky sudah susah payah mendapatkanmu, dan kamu harus bersyukur mendapatkannya. Jangan biarkan apapun memisahkan kalian, semoga kalian bahagia selalu" ucap dr.lala memeluku


"makasih dok"


"ini resepnya, kau bisa mengambilnya, obatnya sama seperti kemarin, diminum saat kau merasa tidak nyaman oke??"


"oke dok, terimakasih atas waktunya"


"sama-sama, hati-hatilah dan salam untuk Vicky"


"baik dok"


**


Aku berfikir keras merenungi perkataan dr.lala.


Dia benar, aku harus coba berdamai dengan masa laluku, memaafkan Syaif untuk hidup yang tenang.


Anaku akan bahagia melihatku bahagia, dan aku tidak akan bahagia jika bersama Syaif.


"Anakku... mamah yakin kamu anak pintar, anak yang mengerti situasi mamah saat ini, maafkan mamah yang tidak bisa bersama dengan papahmu lagi" ucapku dalam hati dengan menatap layar ponselku bergambar foto annaku.

__ADS_1


Lamunanku hilang saat layar ponselku berubah dengan panggilan dari Vicky


✓halo a


✓hai sayang, apa sudah selesai konsultasinya?


✓sudah a


✓kamu lagi apa sekarang, dimana?


✓lagi nunggu obat, masih di Rumah Sakit, kenapa a


✓apa mau di jemput?


✓gak usah, aku bisa sendiri.. aku kan udah bilang kalau.....


✓iya iya... privasi kan oke oke..


✓hmmm aa


✓ya sayang


✓aku mencintaimu


✓aku juga mencintaimu sayang, sanggggat mencintaimu... lebih darimu


✓jangan tinggalkan dinda ya a


✓gak akan dong, eh udah dulu ya aa mau rapat, kamu pulangnya hati-hati gak usah mampir kemana-mana langsung pulang aja, pamali kata orang kalau mau nikah bepergian


✓iya aa oke


✓bye sayang i love you


✓i love you to a


**


"atas nama ny.Dinda" petugas apotek memanggil namaku


"Dinda...." sapa seseorang memanggil namaku dari kejauhan


Aku memperhatikan siapa yang memanggilku, oh tuhan Syaif... kenapa dia disini


"mamah lagi konsultasi ya?"


Dari mana dia tau, aku sangat tidak suka seseorang yang mengenalku berada disini sekarang. Aku hanya diam tak menjwabnya, aku mengambil obat dan berlalu meninggalkannya ke tempat parkiran.


Syaif mengejarku menarik tanganku hingga aku menghentikan langkahku.


"kamu mau apa?" tanyaku panik


"papah mau bicara"


"lepaskan, kamu mau apa, lepasin sakit..."


"tenanglah mah, papah gak mau ngapa-ngapain kok, papah cuma mau bicara" ucap Syaif


"gak aku gak mau...lepas sakit" aku mencoba melepaskan tangan Syaif


Jantungku berdetup kencang, keringatku bercucuran, tangan dan kakiku bergetar. Aku merasa kepalaku berat saat ini, tubuhku lemas kehilangan tenaga hingga akupun tidak sadarkan diri.


Aku di sadarkan oleh Syaif, tapi aku tidak meresponnya. Tubuhku di gendong oleh Syaif, dimasukan kedalam mobilnya.

__ADS_1


Entahlah mau dibawa kemana aku sekarang olehnya.


__ADS_2