
*Dalam mobil di parkiran Stasiun Gambir
"aa minta maaf atas segalanya, minta maaf kalau gak tau Dinda ada dijakarta, gak tau kalau Dinda masuk UGD, gak tau kalau Dinda ditinggal rombongan dan pulang sendirian, aa minta maaf. Dan tentang wanita tadi siang namanya Lia, rekan kerja aa di kantor, iya memang aa punya hubungan sama Lia, tapi dulu, itu pun karena perjodohan rekan-rekan kerja juga yang maksa kami buat mengenal satu sama lain, aa dan Lia mencoba saling mendekatkan diri seperti jalan dan yang lainnya, dan akhirnya Lia berhasil mencintai aa tapi aa belum, tapi aa masih coba jalanin sama Lia, sampai akhirnya acara reuni tiba dan aa ketemu kamu dan tau kalau kamu udah single, aa langsung mutusin Lia dan beralih mengejar kamu Dinda, kenapa sekarang aa bisa sama Lia, itu karena dia sekertaris pak bupati, jadi berkaitan dengan kasus ini, jadi berkaitan juga kita dalam kasus ini, kalau kasus sudah kelar juga kita bakal jarang ketemu lagi kok, dan tentang suapan itu... aa mintaa maaaf banget, dan Lia juga minta maaf melalui aa, semuanya gak ada maksud apa-apa, suungguh sayang" penjelasan panjang Vicky
Aku hanya diam, tidak merespon penjelasan panjang Vicky, karena penjelasannya panjang sekali, sepertinya sudah jelas dan tidak ada yang perlu ditanyakan, karena intinya adalah wanita itu mantan Vicky.
"sayang...kalau kamu gak percaya kita temuin Lia yah atau telfon gitu, supaya kamu bisa denger penjelasan dia langsung, supaya hatimu tenang" ucapnya
"gak usah, gak penting" ucapku ketus
"maaf juga aa gak ngejar Dinda saat itu, karena pengacara tiba-tiba dateng dan aa gak bisa berkutik, situasinya sedang tidak baik-baik saja"
"aku juga gak baik-baik saja"
Vicky mendekat padaku, memasang sabuk pengamanku, "kedepannya aa akan memprioritaskan istriku ini, maaf telah membuat dinda sedih, dan terimakasih atas pelajaran yang dinda kasih buat aa, aa jadi paham kedepannya aa harus apa, maafin aa ya sayang" dia mengelus pipiku
"iyah.." ucapku pendek
Vicky tersenyum, dan mencium lembut pipiku "terimakasih sayang"
"aku mau pulang"
"iya sayang nanti kita pulang"
"sekarang aja, biar besok aku bisa masuk kerja" ucapku
"kamu itu kan abis masuk UGD, kamu butuh waktu 3 hari untuk istirahat. kalau kantor minta surat sakit nanti aa besok ke klinik, pokoknya kamu harus istirahat, gak ada tuh kerja lagi keadaan sakit begini" jelasnya
ahh benar juga, kondisiku memang belum stabil untuk bekerja, badanku lemas tapi ototku tegang.. terserah apa kata suamiku saja lah, aku mengikutinya saja.
Mobilpun berjalan, kami hanya diam selama perjalanan, jalanan jakarta dimalam haripun masih macet, perjalanan pun menjadi semakin lama.
"kamu kenapa bisa sama Syaif" tanya Vicky, tapi aku tidak menjawabnya, aku lelah dan bosan saat perjalanan ini, akupun tertidur. Dan Vicky hanya tersenyum melihatku.
Kini kami telah sampai di rumah orang tua Vicky, Vicky tidak membangunkanku, aku di gendong dari mobil masuk kedalam rumah.
"eh ada Dinda" ucap ibunya Vicky kaget melihatku
"Ssstttt..." seru Vicky berlalu meninggalkan ibunya dan memasukkan ku ke kamar. kemudian diletakkan di ranjang.
Vicky tersenyum melihatku, kemudian dibukanya sepatuku dan diselimuti nya tubuhku. lalu Vicky berlalu meninggalkan kamar dan menemui ibunya
__ADS_1
"a... Dinda kapan sampai dijakarta?" ucap ibunya
"tadi siang mah, papah mana?"
"beli makan keluar, Dinda cape banget keliatannya"
"iya mah tadi Dinda sakit, jadi masuk UGD" seru Vicky
"kok bisa? hmm yaudah bener jangan dibangunkan kasian mungkin kecapean, eh aa udah makan?"
"udah, aa mandi dulu ya mah"
"eh... a..."
"iya mah?"
"karena Dinda lagi sakit kamu jangan ganggu Dinda dulu ya a, bikin cucunya nanti lagi, kasian" bisik ibu Vicky
"hahaha iya mah, ada-ada aja" ucap Vicky berlalu meninggalkan ibunya masuk kembali ke kamar untuk mandi
***
Dipagi harinya aku terbangun, aku melihat wajah suamiku yang kini tertidur memelukku, aku tersenyum melihatnya, rasanya rindu moment seperi ini, sudah berbulan-bulan tidak merasakan pelukan hangat suamiku. Karena tidak ingin kehilangan moment indah ini akupun tak bergerak, melanjutkan memejamkan mataku dan menikmati pelukan suamiku ini.
Aku meraih telfonku yang berbunyi, Saif?? panggilan dari Syaif??
"a... bangun a... ini ada telfon dari Syaif, apa aku harus angkat?" tanyaku
Vicky langsung beranjak dari tidurnya seraya terkejut, di berfikir sejenak, dan meraih telfonku.
"aa mau kamu angkat, tapi aa mau di load speaker"
akupun mengerti kemudian akupun menjawab panggilannya
✓halo...
✓mah, kamu angkat telfon papa? terimakasih ya..
✓mm ada apa?
✓mamah gimana keadaannya sekarang?
__ADS_1
✓baik
✓papa khawatir aja sama mama saat kemarin ngelihat Mama nangis di mall, sampai pingsan gitu, untungnya Mama nggak sengaja nabrak papa saat lari coba kalau nabrak yang lain, mungkin beda ceritanya
✓makasih udah bawa aku ke klinik
✓sama-sama mah, maaf karena ada Al jadi gak bisa antar kamu ke Cirebon
✓gak apa-apa aku udah sama Vicky sekarang
✓benarkah? baiklah kalau gitu, jaga kesehatan ya mah. salam buat Vicky
✓iya
✓oke assalamualaikum
✓walaikumsalam
"jadi benar-benar karena aa ya sayang, kamu jadi masuk UGD?? maaf yah aa bodoh banget, dan menyesal tidak mengejar dinda" ucapnya menundukan kepalanya
"gak usah dipikirkan a, yang berlalu abaikan aja"
Dia memelukku, mengelus lembut rambutku
tokk tokk tokk, suara pintu mengagetkan kami
"aa Dinda ... sarapan dulu"
"ya mah" jawab Vicky berteriak "kita mandi dulu yah baru kita keluar"
Aku pun menganggukkan kepalaku,
"mmm sayang.. kamu sekarang gimana keadaannya? apa masih pusing atau apa gitu yang dirasa?" tanya Vicky
"gak kok, aku dah gak apa-apa, malam ini Dinda tidur nyeyak, jadi paginya udah fit" jawabku
"mmmm.... jadi ....kalau seandainya... aa... mau itu...mmmm... anu tuh... boleh?"
aku tersenyum melihat kegelisahannya dalam bertanya, akupun berinisiatif mencium pipinya...
Cuuuppp... "hayuk, udah lama gak hayuk" aku tersenyum lebar dan disambut senyum lebar dari Vicky.
__ADS_1
seperti biasanya aku digendong Vicky mesra menuju kamar mandi. memadu kasih di bawah guyuran air shower kamar mandi, meluapkan rasa rindu yang telah tertahan sejak lama, pengantin baru yang terpisah karena keadaan kini bersama kembali untuk melanjutkan kemesraan yang tertunda.