
(FLASH BACK)
Hari sudah gelap, Dion tetap berada diruangan Dinda.
mengurusi segala kebutuhan Dinda dari makanan dan segalanya.
Tok...tok..tok... suara pintu kamar berbunyi, Dion yang mengetahui bahwa siapa yang akan datang dengan malas berjalan kearah pintu.
Membuka kunci dan juga pintunya.
"dikunci bro?" tanya Al
"iya" jawab malas Dion
"hei nda..." sapa Al mendekati Dinda.
Dinda hanya diam saja tak kembali menyapa Al
"nda.. aku seneng bisa ketemu kamu lagi, kamu yang sehat ya nanti aku kabarin deh yang lain biar pada jenguk kamu, sekalian sama Vicky juga" ucap Al
"Vicky" ucap Dinda lemas dan kemudian menangis
"eh kenapa... sedih ya, perkembangan Vicky baik ko, udah keluar dari ICU loh, lukanya juga udah sembuh terus oksigen juga dah di lepas, tinggal nunggu bangunnya saja" jelas Al pada Dinda, yang membuat tangisan Dinda semakin kencang
"Al..." ucap Dion mencegah Al berbicara lebih banyak
"VICKY.... SUAMIKU....HUWAAAA" ucap Dinda berteriak menjambak rambutnya sendiri
"nda.. kamu kenapa?" tanya Al
"VICKY...!!!! SUAMIKU GAK ADA, VICKY MENINGGAL, GAK BOLEH, GAK MAU, VICKY..!!!" ucapan Dinda membuat Al terkejut
"hah.. kok gitu, enggak Nda.. Vicky.." ucapan Al terpotong oleh Dion yang menahan lengan Al yang ingin menjangkau pundak Dinda
"Al, please..." ucap Dion
"VICKY..!!!!!" teriak Dinda
"tapi Di Vicky kan gak meninggal" ucap Al
"nanti gua yang jelasin ke Dinda pelan-pelan, tolong ngertiin situasinya" ucap Dion dengan nada sedikit tinggi
"VICKY...!!!!" Dinda masih histeris dan berteriak menangis
Dion langsung sigap memberikan Dinda sebuah suntikan penenang yang membuat Dinda yang histeris sedikit mereda dan mulai tenang hingga tertidur penuh lelah.
Dion dengan apik membereskan posisi Dinda yang berantakan dan menutupinya dengan selimut.
"astaga" ucap Al
"Al.. maaf nih, tolong tinggalkan Dinda dia butuh istirahat" ucap Dion
"tapi kenapa Dinda nyangka kalau Vicky meninggal" tanya Al
"nanti bakal dijelaskan kalau observasi Dinda kelar Al, jadi please beri kami waktu dan ruang"
"emang harus selalu disini lunya? keluarganya mana?" tanya Al
"mereka sudah memberikan hak penuh Dinda sama gua"
"oh ya, jadi lu bakal disini terus?"
"memang begitu sistemnya, gua harus mantau keadaan Dinda setiap saat untuk mengetahui perkembangannya"
"dengan hanya berduaan? Dion yang benar saja?"
"please ya Al, kalau lu gak tau prosedur tentang observasi kejiwaan tolong jangan berfikir yang tidak-tidak, lu dokter kan? lu pasti tau kita punya kode etik, jadi tolong jangan mempermasalahkan apapun itu"
"hmmm..." Al menghembuskan nafasnya panjang
"kalau gitu besok pagi gua kesini sama anak-anak buat jenguk Dinda, gak apa-apa kan? pemeriksaannya juga dah kelar kan?"
"silahkan" jawab Dion
"yaudah gua balik, titip Dinda" ucap Al berlalu meninggalkan ruangan
(DI MOBIL AL)
(pesan grup wa b'6)
✓Al
gaes... Dinda dirawat di Rs nih
__ADS_1
✓Juna
kenapa lagi?
✓Al
Jatuh dari motor, tapi depresinya kumat
✓Raka
kok bisa?
✓Juna
Di Rs yang Vicky juga?
✓Al
iya, gak tau ka, ini lagi ditangani sama temen gua, kebetulan dia dr.jiwa
✓Anna
dr.Lala kemana?
✓Juna
iya bukannya dr.Lala, temen lu cewe cowo?
✓Al
dr.Lala ada, mereka kolab gitu. temen gua cowo, dia sekarang lagi sama Dinda
✓Raka
jam segini masih sama Dinda?
✓Al
iya, observasi dalam 24 jam katanya sih, butuh privasi gua sama keluarganya kaga boleh masuk
✓Juna
mana ada begitu, aneh
✓Raka
✓Ririn
ih sory.. baru baca.. terus Dinda gimana sekarang?
✓Al
iya nanti besok sini aja ka
✓Juna
gua juga besok jenguk dah, gak bener tuh dokter mana ada pemeriksaan 24 jam terus gak boleh diliat orang
✓Al
ok, ditunggu besok
(DIKAMAR DINDA)
Tampak Dion yang sedang menghubungi seseorang.
Dion menghubungi dr.Lala
✓halo...
✓iya gimana dr.Dion
✓dok, Dinda sepertinya harus dirujuk
✓separah itu kah?
✓iya dok
✓kalau gitu saya minta laporannya
✓saya sudah konfirmasi pihak Rs, dan dapat jadwal besok pagi dok
✓di email saja dok
__ADS_1
✓oh baik dok
✓saya tunggu
Dion menghubungi seseorang kembali.
✓halo.. ndri
✓ya Di, gimana?
✓bisa kirim file pasien Reno yang kita rujuk kemarin?
✓bisa, mau kapan?
✓sekarang kalau bisa
✓bakal apaan emang?
✓buat arsip aja
✓mmm yaudah bentar gua kirim email ya
✓sip, ditunggu ya Ndri, thanks
✓yu sama-sama
***
(FLASH ON)
"jadi sekarang Dinda sama Dion gitu dok?" tanya Vicky
"iya" jawab dr.Lala
"malam hari dr.Dion telfon memberitahukan tentang kondisi Dinda yang harus dirujuk, saya juga sudah mendapatkan laporan rekam medis tentang Dinda, depresinya semakin parah, bipolarnya pun ikut menyertai. jadi Dinda harus dirujuk" jelas dr.Lala
"dirujuk ...?" seru Al
"iya, pagi harinya Dinda langsung dibawa oleh Dion dan ditemani oleh ibu mertuanya untuk mengantarnya" jelas dr.Lala
"dok, kok feeling saya gak bagus ya sama Dion, emang kalau pemeriksaan orang dengan gangguan mental begitu harus bareng-bareng terus sampai 24jam bersama dan gak boleh diganggu?" tanya Juna
"iya aneh" ucap Ririn
"bersama-sama? 24 jam?, maksudnya gimana?" tanya Vicky meradang
"jadi gini... mengobservasi atau pemeriksaan meliputi pasien dengan gangguan mental memang harus dilakukan dengan memperhatikan gerak-gerik si pasien selama pemeriksaan, apa yang dia buat, yang dialakukan, dan apapun yang terkait denfan kebiasaan yang pasien lakukan" jelas dr.Lala
"jadi emang prosedurnya gitu?" tanya Al
"iya dok, tapi kalau boleh tau, gak boleh di ganggu gimana ya maksudnya?" tanya dr.Lala
"ya,saya gak boleh jenguk, bahkan keluarga juga gak boleh jenguk" ucap Al
"oh ya..? harusnya sih gak begitu" ucap dr.Lala
"wah... ngaco nih" ucap kesal Vicky
"kalo boleh tau, dr.Lala ketemu Dinda kapan?" tanya Raka
"pas saya ngantar dr.Dion ke ruangan Dinda, setelah itu kami hanya berkomunikasi via handphone saja, dan laporan pemeriksaan Dinda saya lihat di email?" jawab dr.Lala
"duh... ya .... perasaan gua jadi gak enak" ucap Ririn
"tapi kan dia itu masih internship disini dok, kenapa dia bisa mengambil keputusannya sendiri?" tanya Al
"saya yang putuskan dok, tapi itupun berdasarkan laporan dari hasil pemeriksaan Dinda yang diberikan oleh dr.Dion" jawab dr.Lala
"tapi kan harusnya dokter lihat Dinda dulu, bener gaknya, jangan asal yes aja dong dok, teman saya kan jadi gak jelas gini pergi sama orang asing" ucap Anna mulai kesal
"dah ya dok... saya sudah cukup penjelasannya dari anda, saya mau tau dan saya mau dokter langsung jawab pertanyaan saya tanpa menjelaskan apapun lagi...
Dimana istri saya sekarang?" tanya Vicky tegas
"Dinda...... dia ada di magelang....
dirawat di Rumah Sakit Jiwa Prof.Soerojo" jawab dr.Lala
Hai pembaca 🤗
its end ya 🤗 sampai ketemu di season 2
Jangan lupa, like, komen, beri hadiah and Vote ya 🙏 untuk mengapresiasi karyaku..
__ADS_1
Semangat baca....!!!