Kisah Jandaku

Kisah Jandaku
Part 23 (Debat)


__ADS_3

"Anna.. menikahlah denganku"ucapan Juna yang kini berlutut didepan Anna


plak...kepala Juna dipukul oleh Ririn


"bukan waktunya untuk bercanda bodoh"


"aku serius Anna, menikahlah denganku. keluargamu akan dipermalukan jika pernikahannya batal" jelas Juna


"istri kamu gimana?" ucap Raka


"aku akan menceraikannya jika Anna menyuruhku" jawab Juna


"enggak, aku gak setuju.. kamu gak tau rasanya Juna.. apa lagi ada anak kamu, gimana nasibnya" jawabku lantang


"tapi cuma itu solusinya nda, gak ada cara lain, Anna harus tetap menikah saat ini" ucap Juna


"kamu juga harus minta izin sama istrimu kalau iya menikah Juna, penghulu tidak akan menikahkan kalian kalau tidak ada restu istri pertamamu"jelas Ririn


"jangan nekat Juna" Ucapku


"apa kalian gak sedih liat Anna kaya gini, mau di taro dimana muka keluarganya hah? kalian gak liat diluar begitu ramai, pestanya pun meriah, apa jadinya jika pernikahannya batal" jawab Juna kesal


"oh tuhan....."ucap Raka mengusap wajahnya kasar


kamipun sama bingungnya, apa yang harus dilakukan sekarang, 5 menit berlalu. sisa 10 menit lagi untuk keputusan pernikahan Anna


"jadi gimana, apa kalian setuju?" tanya Juna


"aku gak habis pikir sumpah, aku gak tau harus jawab apa" ucap Ririn


Anna masih menangis menutupi wajahnya, aku memeluknya untuk menenangkannya


"gak bisa.. aku akan ganti baju untuk menikahi Anna" Juna pun berlalu dan memanggil tukang rias


"ya Tuhan....kenapa bisa jadi gini" ucap Raka lirih


"mana baju pengantin prianya, saya mau pakai" ucap Juna pada tukang rias, tukang rias yang heran menatap Juna


"cepetan" ucap Juna kesal


"Juna stop" Anna berteriak


Anna menangis, kini juna berlutut lagi dihadapan Anna memegang tangannya


"tidak ada jalan lain na, kamu harus segera nikah, pikirkan dirimu dan keluargamu" ucap Juna


"Al bisakah kau menikahi ku?" ucapan Anna mengejutkan kami. kami semua saling menatap dan fokus tertuju pada Anna dan Al


"aku??" ucap Al heran


"aku gak mau ngerusak rumah tanggamu juna, dan cuma kamu harapanku Al, hanya kamu Al aku mohon" ucapnya lirih


kini Juna pun bangkit dan menghampiri Al


"Al aku mohon nikahilah Anna, aku mohon" ucap Juna menangis


Anna pun mendekati Al, dan sekarang Anna yang berlutut di depan Al


"Al aku mohon"


"aku... aku gak bisa na..." jawab Al yang sekarang menatapku


"aku sudah melamar Dinda.." ucapnya


" lamar? dinda?.. serius?" ucap Ririn heran padaku


"Dinda tidak akan menerimamu Al, dia punya Vicky" ucap Anna tegas

__ADS_1


"hah.. benarkah itu Dinda.." tanya Al menatapku tajam


"aku.. hmmm... enggak" ucapku panik


"kamu sama Vicky anak IPS itu?" tanya Raka


"jadi kamu pacaran sama Vicky? kamu bilang sama aku kalau kamu belum siap pacaran Dinda, kenapa kamu bohong" kini Al mendekatiku dan memegang punggungku kuat


"jawab dinda..kenapa hah...jawab..??"


"lepas Al, sakitttt...." ucapku berteriak


"ini ada apa sih aku gak ngerti" ucap Ririn


Raka menepis tangan Al dan berdiri di depanku untuk melindungi ku


"kamu mau apa?" tanya Raka melotot pada Al


Juna menarik tangan Al "kamu udah denger kan, sekarang nikahilah Anna" ucap Juna tegas


"aku mohon Al... aku mohon" ucap Anna lirih berlari memeluk Al tapi Al melepasnya


"aku butuh penjelasan kamu dinda.. ngomong...!!!!" ucap Al berteriak


"aku memang jalan sama Vicky, tapi kita gak pacaran" ucapku panik


"bohong.. dia bohong Al" ucap Anna berteriak


"Anna, aku cerita kan kemarin sama kamu, aku gak pacaran" ucapku


"bohong Al, kalau dia gak pacaran kenapa dia mau dicium bibirnya sama Vicky" ucap Anna tegas


"Anna....!!!" aku berteriak padanya


"brengsek....!!! jadi kamu kaya gitu din, kenapa gak bilang dari awal" ucap Al kesal melototiku


"aw... " ucapku lirih


Raka mendorong Al "lu apa-apa an sih, gak gini juga caranya Al" Raka berteriak


"kamu gak apa-apa nda?" tanya Ririn memelukku yang kini mulai menangis


"jadi kamu menolak lamaranku dinda?" tanya Al berteriak


"iya.. setelah apa yang kamu lakukan padaku, aku menolakmu dengan sadar, aku gak mau nikah sama orang kaya kamu..!!" aku berteriak padanya


"brengsekkk......" Al memukul tembok


Juna menarik tangan Al "nikahi Anna sekarang juga Al"


"aku mohon, hanya kamu satu-satunya harapanku" ucap Anna memohon


"aku tidak akan melupakan perbuatanmu padaku dinda.."ucap Al mengancamku


"akupun ridak akan melupakan tamparanmu padaku, tidak ada seorangpun yang menamparku kecuali kamu!" ucapku berteriak


"karena kau pantas mendapatkannya, bich..!"


Ucapannya menyakitiku "apaan sih Al, kamu keterlaluan tau gak?" ucap Ririn berteriak


"wanita apa yang mau dicium saat dia tidak mempunyai hubungan dengan pria itu, dia memang pelacur, cuih.. semua janda sama saja.. bich!!" jelas Al padaku


"cukup.. udah Al, lo benar-benar keterlaluan sekarang" ucap Raka tegas


"Al... menikahlah denganku aku mohon" ucap Anna memohon


"baiklah, aku akan menikahimu" jawab Al

__ADS_1


"bagus, hei kamu berikan pakaian pengantinnya padanya" ucap Juna menyuruh tukang rias


"kamu benerin make up Anna"


"kamu jangan gegabah Al, jangan mengambil keputusan saat sedang marah" ucap Raka


"lo apaan sih brisik tau gak, ini namanya takdir. lu diem aja sana" Juna mendorong Raka dan Raka pun mendorong Juna.


hampir mereka berkelahi tapi tidak terjadi karena suara ketukan pintu terdengar


"Anna.. ayooo" ucap ibunya berteriak dari balik pintu


Juna membuka pintunya " pengantinnya lagi di hias, 5 menit lagi keluar" Ucap Juna


"Dimas udah datang?" tanya ibu Anna yang masuk ke dalam kamar, heran mendapati aku yang sedang menangis, dan Al kini sedang di pakaikan baju pengantin. "Al kok kamu pakai baju itu" tanya ibu Anna


"buk.. Dimas tidak akan datang, Al akan menggantikan posisinya, ibu setuju kan. ini demi kehormatan Anna dan keluarga ibu" jawab Juna


"astagfirullah,.... yasudah yasudah gak apa-apa, saya bilang papahnya dulu" ibunya pun berlalu meninggalkan kamar


Anna dan Al sedang di hias, Juna sedang mengawasinya. Raka duduk termenung.


Ririn duduk merangkulku.


Aku meraih obat pemberian dr.lala padaku dan meminumnya.


Ririn berlalu, menelpom seseorang keluar kamar.


"Dinda kamu baik-baik saja?" tanya Raka


Aku mengangguk mengiyakan


"udah diminum obatnya?" tanya Raka kembali


Akupun mengangguk mengiyakan kembali,


entahbkenapa tubuhku sngat lemas


"yang tenang ya nda, sabar.." Raka mengelus pundakku


Akupun mengangguk mengiyakan


"dinda..." sapa Anna


"iya.."


"maafkan aku"


"aku menghela nafas panjang dan mengusap wajahku kasar


"menikahlah, ingat kan perkataanku kemarin? aku bahagia kalau kamu juga bahagia na" ucapku tenang


"makasih dinda... aku harap kamu dapat pasangan yang terbaik" ucap Anna


"Dek..." sapa ayah Anna


"iya pah" jawab Anna


"kamu jadi nikah sama siapa sayang? Dimas beneran gak datang?" tanya ayahnya penasaran


"jangan sebut namanya lagi pah, Anna membencinya. Al akan menikahi Anna sekarang" ucap Anna girang


"pak, izinkan saya menikahi anak bapak" ucap Al


"Alhamdulillah, terimakasih nak Al, iya iya papah merestui kalian. ayuk kita keluar penghulunya sudah siap"


kamipun pergi menuju tempat acara akad nikah kan berlangsung.

__ADS_1


__ADS_2