
2 bulan berlalu, tapi kasusnya juga belum selesai. Vicky malah lebih sibuk karena harus bolak-balik jakarta, karena sidangnya dilaksanakan di KPK pusat.
ibu dan ayah juga belum datang, karena di Makasar mereka sedang membuka bisnis kuliner yang akan dijadikan aktifitas baru ibuku yang kini sudah pensiun.
Vicky tinggal bersama mamah dan papah di jakarta untuk sementara, dan aku... aku hanya seorang diri dirumah. Dengan sesekali mba lilis kakakku datang kerumah bersama anak-anak nya menghiburku, dan sesekali melakukan panggilan video bersama Vicky.
"aku bosan..." ucapku pada diriku sendiri
Aku meraih ponselku, menelpon Anna untuk bertemu. Akupun bersiap untuk bertemu dengan Anna di mall.
Anna datang bersama dengan Akbar yang di gandengnya.
"hai dinda..." sapa Anna mencium pipi kanan dan kiriku.
"hei... kamu sehat?"
"sehat dong..." jawabnya
"eh... ada akbar juga.. apa kabar ganteng?"
"baik tante..."
"duduk na, kalian mau pesan apa, bentar... mba tolong menunya" ucapku melambaikan tangan
"ini menunya kak silahkan" ucap pelayan menyodorkan menu makanan
"aku pesan yang ini, hmmm buat akbar yang ini aja, sama minumnya air putih 1, es coklat 1" ucap Anna kepada pelayan
"baik kak, permisi" jawab pelayan berlalu
"pasti hubungan kalian sangat baik ya, sampai secepat ini kamu akrab dengan akbar na" godaku
"iya aku berusaha keras buat dapetinnya" jawab Anna
"tapi terkadang aku masih mengingat Dimas nda" ucapnya menunduk
"jangan dipikirin na, dosa mikirin lelaki lain selain Al suamimu."
"tapi Dimas sering menelfon ku nda.."
"hah.. kok bisa kenapa?"
"dia.... mengurung dirinya didalam kamar selama ini, tidak mau makan, dan tidak mau berkomunikasi selain denganku, dia tidak akan makan kecuali aku harus menemaninya dengan panggilan video call, aku bingung nda aku harus bagaimana, satu sisi aku mencintai dimas dan bersedih atasnya, satu sisi aku jg sudah menikah dengan Al" ucapnya yang kini matanya sudah berkaca-kaca
" sabar yah.... " ucapku mengelus pundaknya "tapi apa Al tau akan hal ini?"
"tidak, dia tidak tau.. aku menelfon dimas saat Al dinas, entah apa yang akan terjadi jika Al tau aku masih menghubungi dimas" anna mulai menangis
"aku paham posisi kamu, tapi tetap saja apa yang kamu lakukan salah na, kebohongan akan tetep kebongkar, lebih baik kamu mengakuinya terlebih dahulu sebelum Al mengetahui nya.." jelasku padanya
__ADS_1
"tapi nda... aku benar-benar masih mencintai dimas" ucapnya lirih
"na...." aku melirik akbar yang mulai heran melihat anna menangis
"bunda kenapa menangis?" tanya Akbar lugu
"ah... gak kok, bunda gak nangis, ini bunda kelilipan debu" Anna menyeka air matanya
"apapun yang terjadi, aku mohon na.. fokus pada kenyataan dimana sekarang kamu sudah menikah ya na, jangan lupain itu.. kamu menikah dengan Al pun atas keinginan keras dirimu sendiri" jelasku padanya
Anna pun mengangguk dan menyeka air matanya yang jatuh
"makasih ya nda, kamu selalu menenangkan ku, eh iya gimana hubunganmu dengan Vicky?" tanya Anna
"baik na.. Tapi sekarang Vicky lagi di jakarta urus sidang pak bupati di pusat"
"oh iya.. aku liat beritanya di tv, gila ya bupati enak banget korupsinya, emang sih gak makan duit negara. Tapi jual beli jabatan kaya gitu kan tetap aja ngerugiin orang yang seharusnya murni dapet jabatan jadi kalah sama yang punya uang." ucap Anna kesal
"iya aku juga mikirnya sama, pantas aja kepala kantorku sering gonta-ganti, jadi selama ini jabatannya di obral toh"
"ya kan lumayan nda, buat mahar... soalnya dia kan nyalonin lagi buat 2 periode kemarin"
"iya tapi dengan adanya kasus ini, paling wakilnya yang bakal maju. Dia mah otomatis gak bakal jadi bupati lagi" ucapku
"hmmm Vicky gak ikut-ikutan korupsi kan nda..?"
" ya gak lah sembarangan, dia hanya ikut ke kpk karena di jadikan saksi. kalau kasusnya udah kelar Vicky juga bisa kerja seperti biasa lagi di balai kota" ucapku menjelaskan
"kamu udah cocok banget jadi ibu na"
"iya nda, justru karena Akbar aku jadi bisa belajar" ucapnya
"Aku jadi pengen punya anak lagi" ucapku
"sabar nda... nanti juga dapet, yang penting kerja keras aja buatnya hahaha"
Kamipun menghabiskan sore ini bersama-sama.
**
Malam ini aku dikejutkan dengan kedatangan mertuaku.
"mamah" Aku menyambutnya dan memeluknya
"kamu sehat nak?" tanya ibu mertuaku
"sehat mah, mamah kesini sama siapa? aa mana? tanyaku penasaran
"mamah sendirian, aa masih dijakarta.. sebentar mamah telpon aa dulu yah kabarin kalau mamah sudah sampai disini" jawab mertuaku
__ADS_1
✓halo a.....ini mamah sudah sampai di rumah dinda,..... Alhamdulillah tidak ada hambatan diperjalanan kok... dinda ada nih disebelah.... iya sebentar..
"din.. ini aa mau bicara katanya" ucap mertuaku memberikn ponselnya padaku
✓aa...
✓hai istriku.. sehatkan disana?
✓iya sehat, aa gimana, sehat?
✓Alhamdulillah... maaf yah karena cuma mamah yang datang kesana, pasti kamu sedih ya..
✓ gak kok a, dinda seneng mamah datang
✓ sidangnya tinggal menunggu putusan vonis hakim sayang, insyallah aa pulang dalam 2 minggu kedepan
✓ syukurlah kalau gitu, dinda...nunggu aa pulang
✓mmm.. sayang, seandainya kamu bosan disana ikut lah mamah ke jakarta, sudah 2 bulan kita tidak bertemu apa kamu gak kangen aa?
✓ kangen a, tapi dinda sudah gak bisa cuti lagi, karena cuti tahun ini sudah buat menikah kemarin
✓ iya aa mengerti... aa gak mksa dinda kok, aa minta mamah buat jemput kamu, tapi kalau kamu gk bisa jangan dipaksain yah sayang
✓ iya a.. dinda minta maaf
✓ iya sayang... yasudah udah malam kamu istirahat ya, aa juga mau tidur hari ini aa bolak balik pemberkasan kasus, capek banget..
✓ iya a, aa jangan lupa minum vitamin yah
✓ iya sayang.. i love u
✓ i love u to
"jadi gimana nak, dinda mau ikut mamah kejakarta atau gak? " tanya mamah mertuaku penasaran
"gak bisa mah, dinda tunggu aa disini aja ya mah, toh 2 minggu lagi kasusnya kelar dan aa pulang, jadi menunggu sebentar lagi pun tak apa" aku tersenyum padanya
"yaudah mamah juga gak maksa dinda, mamah cuma kasian sama aa, dia kacau sekali karena kasus ini, alangkah lebih baik mungkin jika dinda mendampingi aa disana, tapi kalau keadaan membuatnya gak bisa ya gak apa-apa, nanti biar mamah yang hadle seperti biasanya, sudah malam mamah pulang dulu yah" ucapnya padaku
"mamah gak tidur disini dulu?" tanyaku
"gak sayang, mamah mau langsung ke jakarta" jawabnya
"mamah maafin dinda ya" ucapku lirih menundukan pandanganku
"kamu gak salah sayang, kenapa minta maaf... sudah malam, kamu istirahat yah, jaga kesehatanmu, mamah pamit yah sayang" mamahku memelukku
"mamah hati-hati dijalan yah, salam buat papah dan aa disana" jawabku dan mengantar mertuaku sampai ke mobil
__ADS_1
Aku merasa bersalah karena tidak mendampingi Vicky dimasa sulitnya sekarang, tapi apalah dayaku..
semoga nasalah aa cepat selesai dan kembali padaku secepatnya, hanya itu saja yang aku harapkan?