
Keesokan harinya aku dibangunkan oleh ketukan pintu kamar ku..
"Dinda bangun nak, sarapan" ucap ibuku
Aku pun berlalu pergi meninggalkan Vicky yang masih tertidur
"suamimu masih tidur?" tanya ayahku
"iya yah" jawabku menyiapkan minum untuk ayah
"yaudah kalau gitu ayah sama ibu berangkat naik ojol aja ya, gak usah di antar kalau emang Vicky belum bangun" ucap ayahku
"gak apa-apa naik ojol yah?" tanyaku khawatir
"ya gak apa-apa lah nak.. kamu istirahat aja dulu, kan kalian juga nanti malam berangkat ke bandara juga" ucap ibuku
"yaudah kalau gitu" jawabku
Setelah menghabiskan sarapan, orang tuaku berpamitan dan berangkat menuju bandara dengan ojol yang sudah ayah pesan.
Aku kembali masuk kedalam rumah, membereskan sisa sarapan dan mencuci piringnya. Menyapu rumah dilantai bawah dan juga mengepelnya.
Kini aku kelantai atas, masuk kekamarku. kulihat Vicky masih nyenyak dalam tidurnya, waktu menunjukan jam 7 pagi, tapi aku tidak membuka hordeng jendelaku agar tidak menyilaukan pandangan Vicky.
Akupun turun kembali ke lantai bawah, mencoba mencari kegiatan untukku. Kini aku menyapu teras rumah dan menyirami tanaman hias milik ibuku.
"selamat pagi istriku" ucap Vicky berteriak dari balkon kamarku
Aku tersenyum melihatnya, kumatikan keran airnya dan bergegas menaiki anak tangga untuk segera masuk kedalam kamarku.
"aa udah bangun...mau sarapan?" tanyaku padanya
"hayuk, aku lapar.." ucapnya merengek
"yukk turun..." akupun mengajaknya turun menuju meja makan
"mana ayah ibu?" tanya Vicky
"hmmm aa ini dah jam berapa, ayah ibu udah berangkat ke bandara dari tadi" ucapku sambil menaruh nasi dipiring
"astaga... kenapa gak bangunin aa sih nda... kan aa jadi gak enak kalau gak antar ayah sama ibu" ucapnya
"gak dibolehin sama ayah, katanya biarin aja"
"yaudah aa telpon ayah ibu dulu" Vicky pun berlalu kembali ke lantai atas untuk mengambil ponselnya
"udah?" tanyaku yang melihat Vicky kini sudah berada di meja makan kembali
"iya udah..." ucapnya
Vicky pun menghabiskan sarapannya, kemudian seperti biasa kami melaksanakan mandi bersama, kali ini bukan di badthup seperti di resort, kami hanya mandi bersama dibawah kucuran air shower saja. Tapi sensasi kemesraannya sama saja.
__ADS_1
"hari ini kita istirahat aja dikamar, sampai waktunya tiba kita berangkat ke bandara."
"istirahat apanya, yang ada kita berkemas.. lagian kita mau kemana sih terus berapa lama?" tanyaku penasaran
"kepo deh anda... hahahah"
"ih... aa serius, dinda kan harus menyesuaikan baju, harus seperti apa dan berapa banyak"
"kita 3 hari disana, nuansanya lautan" ucapnya
"kita ke bali lagi yah... asik" ucapku girang
"ya gak lah, masa kemarin bali sekarang ke bali lagi"
"terus kemana?" ucapku semakin penasaran
"kan tadi udah di jawab, kita mau kepantai sayang ... 3hari.. oke..?"
"hmmm.. yaudah aku siapin bajuku dulu, baju aa gimana?"
"udah aa siapin, nanti kita mampir ke rumah mamah buat ambil kopernya sekalian pamit juga" ucapnya padaku
"oke. " jawabku
Hari ini kami habiskan benar-benar hanya di dalam kamar saja, kami hanya keluar kamar untuk makan dan minum saja ke dapur.
Vicky berkata bahwa perjalanan kita akan lama, karena tempatnya lumayan jauh.
**
Malam haripun tiba, aku dan Vicky segera melakukan perjalanan menuju bandara, tak lupa kami mampir ke rumah mamah untuk mengambil barang Vicky dan juga berpamitan dengan mamah dan juga papah yang kebetulan belum berangkat ke jakarta.
Penerbangan memakan waktu 3 jam, kini kami melanjutkan dengan peejalanan darat yang membutuhkan waktu 4 jam untuk sampai di penginapan.
Waktu yang tepat pada saat sampai di Resort, waktu terbitnya matahari yang indah membuat pemandangan semakin indah.
Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur
Tempat paling indah yang aku temui bersama Vicky, tempat yang sangat tenang dan tidak terlalu ramai tapi memiliki pemandangan yang luar biasa ini menjadikan tempat ini cocok untuk honeymoon.
Honeymoon kita di hiasi dengan berbagai kemesraan di dalam kamar, maupun diluar kamar..
Vicky benar-benar mencumbuku tiada hentinya.. Lelah... sangat, tapi rasanya bahagia.
"aku senang a.. makasih ya buat semuanya, dinda sayang aa" ucapku mengecup bibirnya yang sedang duduk di depan laptop mengecek email kantor.
__ADS_1
"ih... udah mulai genit ya cium-cium.. sini"
Vicky menarik tanganku dan duduk di pangkuannya dan kemudian ******* mesra bibirku...
Suara ponsel Vicky berbunyi, akupun turun dari pangkuannya, diraihnya ponsel miliknya dan kemudian berbicara serius dengan ponselnya.
"sayang.. maafkan aa , tapi kita harus pulang sekarang" ucapnya menggenggam tanganku
Kita sudah menghabiskan honeymon kita 2 hari ini, ada sisa 1 hari untuk esok, tapi entah kenapa Vicky memintaku untuk segera pulang sekarang.
"ada apa a..?"
"bapak bupati kena ott KPK, kita pulang yah, banyak yang harus aa urus segera"
"astaga... yaudah dinda siap-siap ya" ucapku berdiri
"iya sayang.. aa cari tiket dulu ya"
Kamipun bergegas keluar dari resort, dan melakukan penerbangan untuk kembali ke kota kami.
Sesampainya di bandara kami berpisah.
Vicky langsung menuju balai kota untuk mengurus masalahnya, dan aku kembali ke rumah.
Setelah pernikahan kami Vicky disibukan dengan kasus bupati yang terkena ott korupsi jual beli jabatan. Vicky selalu berangkat pagi buta dan pulang larut, kadang dia juga tidak pulang dan bermalam di rumahnya di kota jika merasa tidak kuat menyetir untuk pulang.
"bagaimana kasusnya?" tanyaku membuka dasinya
"pusing sayang... semua berkas di ambil kpk, beberapa laporan juga harus diselesaikan karena ditunggu pihak kpk, untuk di jadikan barang bukti" jelasnya padaku
"tapi kamu jangan capek-capek juga, nanti sakit a" ucapku
"iya sayang... maafin aku yah karena sering ninggalin kamu sendirian"
"gak apa-apa a, aku gak sendiri kok, kadang aku ke rumah mamah, kadang juga mba lilis datang bawa anak-anak, jadi rumahnya ramai deh" jawabku menghibur
"kalau ada apa-apa kamu cepet bilang sama aa yah" ucapnya padaku memelukku erat
"iya a... tidur gih, apa mau mandi dulu?" tanyaku
"kita mandi bareng seperti biasa yah"
"tapi dinda udah mandi aa"
"gak boleh nolak suami, nanti..."
"dosa...? iya iyaaa ayu mandi" jawabku padanya
Kamipun mandi bersama, menikmati setiap air yang jatuh di tubuh kami. Menciptakan nuansa panas di dalam kamar mandiku.
Setelah bermesraan di kamar mandi, Vicky melanjutkan aksinya dengan menggendongku yang tidak memakai handuk dengan tubuh yang masih basah ini menuju ranjang.
__ADS_1
Malam itu kami habiskan dengan meluapkan cinta kmi.