
Home News Regional
Kronologi Tabrakan Beruntun di Tol Cipali Km 150, Bermula dari Bus Wid** yang Mengebut
Editor: Aprillia ika
KOMPAS.com -
Tiga kendaraan terlibat tabrakan beruntun di Tol Cipali Km 150+300 di wilayah Majalengka, arah Cikopo menuju Palimanan, Cirebon.
Peristiwa tabrakan maut ini terjadi pada Minggu.
Kecelakaan maut ini dilaporkan menelan empat korban jiwa.
Kanit PJR Cipali Ipda Dasep menceritakan, ketiga kendaraan ini datang dari arah Cikopo menuju Palimanan.
Truk Hi** dikendarai Suprapto (35), warga Batang; bus PO Wid** dikendarai Juli (63), warga Majalengka; dan Toyo** Ru** dikendarai Dzavicky (28), warga Cirebon, Jawa Barat.
"Kejadian ini mengakibatkan empat orang tewas," ujar Ipda Dasep seperti dikutip Tribun Jabar.
Di saat bersamaan, datang Toyo** Ru**. Sopir Ru** tak bisa menguasai kendaraannya sehingga menabrak bus yang terpelanting tersebut.
Suyitno menjelaskan, empat korban yang meninggal dunia itu langsung dilarikan ke RS Arjawinangun.
Sedangkan korban luka ringan tercatat ada enam orang. Rinciannya, tiga korban laki-laki dewasa, dua perempuan dewasa, dan dua anak-anak.
Korban luka berat ada sebanyak lima orang, di antaranya ada empat laki-laki dewasa dan satu perempuan dewasa.
"Korban luka-luka dievakuasi ke RS Mitra Plumbon," ujarnya.
(berita update hari ini)
_-----------------_
iya... benar...
Aku dan Vicky mengalami kecelakaan.
Saat terjadi kecelakaan aku hanya bisa pasrah dengan keadaan, tak berfikir bisa sejauh ini, aku yang hanya berfokus pada panggilan telpon Al dan Anna tidak begitu memperhatikan perjalanan, aku terlalu fokus pada panggilanku..
Suara yang keras... benturan yang keras... mobil yang terlempar dan terguling.. tuhan.... aku merasakan semua itu, berteriak sekuat tenaga pun tak ada gunanya, "Allah huakbar Allahuakbar" hanya itu yang terucap dari bibirku..
__ADS_1
Airbagku dan Vicky keluar dari tempatnya, aku dan Vicky yang memakai sabuk pengaman masih duduk rapih dalam tempat duduk mobil. suara dengung terdengar di telingaku, kepulan asap dan pemandangan jalan yang berantakan samar kulihat.
Sekuat tenaga ku gerakkan tubuhku, tapi rasanya sia-sia, semuanya kaku tak bergerak,
Aku melihat Vicky terdiam, memejamkan matanya dengan wajah dan tubuh yang di penuhi oleh darah.
Mobil bagian kiri remuk, kulihat pintu mobil depan terbuka, dan pintu mobil belakang ringsek tak berbentuk. "Allah huakbar...Allahuakbar..." tetap itulah yang aku ucapkan... dan dengan lirih kusebut "aa....aa....."
**Dikediaman Al
✓DINDA.....!!!!!!!
Al yang mengetahui bahwa terjadi kecelakaan hanya dengan mendengarnya dari telpon pun berteriak memanggil namaku, Al menangis tersungkur di lantai. Anna yang juga mengetahuinya karena suara panggilannya di loodspeaker pun ikut menangis dan jatuh ke lantai mendengar sahabat baiknya mengalami kecelakaan..
"Dinda... gak gak... gak mungkin..." Anna menangis, menutupi wajahnya dengan tangannya.Kini anna mencoba kembali merebut ponsel dari tangan Al yang lemas.
✓ halo dinda... halo.... dinda kamu baik-baik aja kan? gak terjadi apa-apa kan din, .... dinda jawab.... dinda jawab aku.... dinda.....
Anna menangis tersedu-sedu begitupun dengan Al.
Dinda....Dinda yang masih Al sayangi dan cintai, tak berubah sejak dulu perasaannya, yang hampir menikah tapi tak terlaksana karena kehadiran Hesti, dan tak terjadi lagi karena kehadiran Anna. Kini menanggung sakit karena kecelakaan itu..
**Ditempat kejadian kecelakaan
samar ku dengar suara ambulans yang datang untuk melakukan pertolongan pada kami, aku yang setengah sadar memandangi tubuh suamiku yang di angkat terlebih dahulu oleh petugas kepolisian yang di bantu petugas kesehatan.
Wajahnya penuh dengan serpihan kaca pintu mobil, lengan tangan kananya sobek, terlihat jelas daging merah segar yang dilumuri oleh darahnya. Sempat terjadi kesulitan dalam evakuasi tubuh Vicky karena kaki Vicky yang terjepit badan mobil yang ringsek bagian depan kanan. Kulihat kakinya bengkok tak sempurna, layu seperti tak bertulang, entah patah atau remuk.
"aa..."lemah ku panggil ia, tapi tubuh yang di evakuasi tim penyelamat itu tak merespon panggilanku yang lemah ini "aa....aa......" kusebutkan namanya berulang-ulang..
**Dikediaman Al
Al bangkit dari duduknya, meninggalkan Anna sendiri dengan tidak mengurungnya lagi, kini Al bersiap-siap pergi untuk mencari info tentang Dinda..
"kamu mau kemana mas..?" tanya Anna
"aku akan cari tau tentang Dinda" jawabnya sambil berganti pakaian
"aku ikut" seru Anna mendekati Al
Al mendorong tubuh Anna "jangan mendekatiku...!" jawab ketus Al
__ADS_1
BBBRAAAKKKKKK......!!!!! Pintu kamar Al di buka paksa oleh seseorang
"ANNAAAA.....!!!" Teriak seseorang
"Dimas...?" ucap Anna terkejut dan langsung mendekati Dimas
"kamu gak apa-apa kan? tenang yah aku sekarang disini" ucap dimas memegang wajah anna
"ohh... jadi ini si bedebah itu, beraninya kamu masuk kerumahku tanpa seizinku dan merusaknya, HAHHH...?" Seru Al berteriak
"Lu adalah suami yang gila, kenapa Lu pukuli Anna sampai begini, kalau Lu berani jangan sama Anna, sini sama gua..!" ucap dimas menantang
Tanda berfikir Alpun langsung mendekati Dimas dan BBBUUGGGGGHH... sebuah pukulan langsung melayang ke wajah Dimas, Dimas yang tak terima kemudian membalasnya BBBUUUUGGGH.... terjadi perkelahian antara Al dan Dimas, mereka saling memukul, menjotos dan menendang. Anna yang hanya dapat memisahkannya dengan tenaga yang lemah harus pasrah akan ketidakberdayaannya.
"Sudahh sudah... aku mohonn sudahlah Al Dimas.. " ucap Anna panik
Dann Ssseeeeettt Jlebbb .....
Sebuah pisau diarahkan Dimas keperut Al, dan tertusuknya perut Al membuat Anna terkejut, membulatkan matanya dan menutup mulutnya dengan tangannya.
Al yang paham bahwa ia tertusuk pun memandang perutnya, dan memegangi pisau yang masih tertancap di perutnya, kini darah mengalir dari luka tusukan tersebut.
"kau...." ucap Al
Anna yang masih shoock atas kejadian ini hanya diam mematung, kemudian ditariklah tangan Anna oleh Dimas, seraya mengajak Anna untuk kabur dari tempat kejadian, "ayoo" ucap Dimas
"tapi... ma Al.." ucap Anna panik
"biarin aja, hayo" Dimas dengan penuh tenaga menarik tangan Anna, dan Anna pun mengikuti langkah dimas untuk pergi meninggalkan Al yang terkapar sendirian dengan luka tusuk yang ia alami.
"mba Anna mau kemana?" tanya pembantu Al dan Anna yang baru saja tiba di rumah
Tanpa menjawabnya Anna dan Dimas berlalu meninggalkannya dan masuk kedalam mobil Dimas, kemudian pergi meninggalkan rumah
"Astagfirullah mas Al...." terkejutlah pembantu Al yang baru saja masuk kedalam rumah mendapati majikannya bersimpah penuh darah
"astaghfirullah mas.. kenapa bisa gini, bibi telpon ambulan ya mas..." ucap bibi mencoba membantu Al untuk bersandar ke tembok
"iyaa.. cepat bi.. aaaghhhh.... jangan lupa telpon polisi juga" ucap Al terbata-bata
"iya iya mas... sebentar"
__ADS_1
Al meraih ponsel di sakunya, memilah kontak telponnya.
✓halo... Juna...lu dah di cirebon?... gua...agghh...gua mau minta bantuan lo.....gua abis ditusuk pisau perutnya sama Dimas...... mantannya Anna.... iya itudia, gua mau minta tolong sama lo, lo ke rs mitra sekarang, nanti gua jelasin disana... yaudah oke gua tunggu...