Kisah Jandaku

Kisah Jandaku
Part 21 (Dilamar)


__ADS_3

Aku terbuai dengan malam romantis ini.


Aku merasa seperti wanita yang sedang diperjuangkan, terimakasih Vicky, kau memberiku segudang keindahan yang tiada habisnya..


"yuk"


"kemana?" tanyaku


"jalan-jalan" aku digenggamnya keluar dari restro perahu yang romantis ini.


Tempat ini adalah sebuah resort terbaik dikota kami, ini memang laut, tapi tidak ada pasir disini hanya tumpukan sebuah kayu yang dijadikan seperti jembatan.. indah sekali saat malam hari.


Aku sering kesini bersama keluarga, tapi saat siang hari, entah kenapa saat malam tempat-tempat indah berubah menjadi tempat yang begitu romantis..


Angin laut menemani langkah kami menyusuri jalan resort nya. sampailah kita disebuah tempat hampir sepertiga daratan, adalah sebuah aula kecil yang biasa dijadikan tempat pesta pernikahan ataupun yang lainnya.


Vicky tidak pernah melepaskan genggaman tangannya dariku dan akupun sama, aku malah jadi lebih berani dengan sesekali merangkul lengannya.


"i love u nda" ucapnya yang kini berdiri di hadapanku


Seperti biasa aku hanya menjawabnya dengan senyuman termanis ku


Cup... bibir Vicky kini mengecup keningku, akupun tersipu malu dibuatnya.


Kami melanjutkan perjalanan kami lagi, sekarang tangan Vicky pindah melingkar di pinggangku, membuatnya begitu dekat dengannya..


"Dinda..."


"ya a...."


"jangan tinggalin aa"


Aku menggelengkan kepalaku "gak a"


Kini dia menghadapkan tubuhnya padaku,


Dia mengecup bibirku kali ini, ********** dengan lembut sama seperti sebelumnya..


Cupp..cupp...cupp... suaranya terdengar meski angin laut menyamarkannya.


Sekarang aku mulai membalas ciumannya, aku melingkarkan tanganku di lehernya.


Vicky pun memindahkan tangannya yang tadi di pinggangku menjadi berada di punggungku.


Aku merasakan ciuman Vicky begitu kuat saat aku mulai membalasnya, dia sedikit mendorongku tapi tubuhku disanggah oleh tangannya. Tapi tetap saja aku tidak kuat menahannya dan aku hampir terjatuh tapi ditahan olehnya..


"aw.." ucapku mengagetkannya


"maaf-maaf hehehe" ucapnya panik


Aku hanya tersenyum malu menundukkan kepalaku


"habis kamu gemesin sih" godanya padaku


Aku masih terus membalas ucapannya dengan tersenyum


"pulang yu" ajakku padanya


"yuk"


**


****minggu** sore**


Seperti biasa aku sedang menyiram tanamanku, suara klakson motor mengalihkan pandanganku


"aa..."


"yuk jalan-jalan" ucapnya sambil menepuk jok motor belakang menyuruhku duduk


"kemana?" jawabku sambil tertawa kecil


"hirup udara sawah, yuk"

__ADS_1


"sawah.. hehehe ayuk, yah aku keluar sebentar" aku berteriak pamit kepada ayahku


Sore ini aku berjalan-jalan ke jalanan sawah dengan Vicky, udaranya memang segar di sore hari apalagi kami naik motor, jadi anginnya terasa.


tidak lama, hanya sekitar 1 jam saja aku pergi dengan aa, dan kamipun pulang.


"kayanya ada tamu nda?" tanya Vicky


"iya ramai, yuk masuk dulu pamit sama ayah ibu"


Kamipun masuk, dan kami dikejutkan dengan tamu yang datang kerumah.


Dia adalah Al lengkap bersama keluarga besarnya.


Saat kami masuk kami di pandangi sama semua orang yang telah duduk rapih di ruang tamu rumah, aku dan Vicky saling memandang heran


"Dia mau apa? bisik Vicky


"gak tau" jawabku


"bu pak, Vicky pamit pulang" Vicky menyalimi orang tuaku yang tidak mengatakan apa-apa kecuali "iya hati-hati nak"


Saat Vicky pergi akupun ikut duduk disamping orang tuaku, aku yang masih bingung dengan keadaan ini mencoba memandang ke arah orang tuaku berekspresi bertanya keadaan ini.


"ini nda, Al sama keluarganya datang kesini untuk melamar Dinda.." ucap ayahku mengejutkanku


"hah... lamar?" ucapku panik


"iya Dinda.. Dinda mau kan menikah dengan Al?" tanya mba heny


"Al bisa kita bicara sebentar" aku menarik tangannya pergi meninggalkan ruang tamu dan menuju ke dapur


"kamu apa-apaan sih Al, maksudnya gimana?" tanyaku antusias


"Aku mau melamarmu untuk jadi istriku Dinda" jawabnya


"Aku kan udah bilang aku belum siap menikah" jawabku kesal


"ishh...."ucapku mengusap kasar wajahku dan meninggalkan Al kembali keruang tamu


"Tapi Dinda belum mau menikah yah" ucapku pada ayahku


"Dinda... menikahnya terserah dinda kok, kapan aja dinda siap.. sekarang mah tunangan aja juga gak apa-apa, yang penting dinda Al iket dulu" jelasba heny


"Dinda... aku gak akan memaksa kamu untuk menikah dalam waktu dekat ini, semua waktu terserah padamu, aku menunggumu, tapi tolong terimalah niat kami untuk melamarmu dan merencanakan pertunangan kita"


Aku mengusap wajahku kasar, pundakku kini diusap oleh ibuku


"aku juga gak janji akan bisam menikah tahun ini atau tahun depan Al..."ucapku


"gak apa-apa Dinda... aku tetap menunggumu, sambil berusaha mengambil hatimu barangkali kamu berubah pikiran" seru Al


"kalau ibu terserah Dinda.. ibu mah senang kalau dinda menikah, karena ibu mau pensiun, ibu mau pulang kampung ke sulawesi, kalau dinda nikah ibu jadi tenang" jelas ibuku


"ibu...."


"jadi gimana Dinda?" tanya mba heny


"Aku belum bisa jawab mba, maaf mungkin nanti aku akan memberikan jawabannya"


"kenapa gak sekarang aja dinda, lebih cepat kan lebih baik" ucap heny


"kalau sekarang jawabanku tidak mba heny, entahlah kalau nanti, jadi terserah mba heny aja mau jawaban sekarang atau nanti"


"nanti aja" jawab Al antusias "aku memberimu waktu Dinda, 2hari cukupkah?" tanyanya padaku


"mungkin seminggu" ucapku


"baiklah" ucap Al lirih


"kalau begitu kami pamit pulang dulu, semoga minggu depan ada kabar baik dari dinda, mba heny berharap banyak sama dinda..." ucap heny


merekapun berpamitan dan pergi

__ADS_1


"ayah...dinda gak mau nikah" ucapku


"kenapa?"


"ya belum mau, dinda masih takut yah"


"takut kenapa sih dinda, ini kan niat baik. apa karena Vicky? Vicky kan belum lmar dinda, ayah carinya yang serius sama dinda" jelas ayah


"bukan ayah tapi emang dinda belum mau menikah... Vicky juga udah lamar dinda, tapi secara personal ayah, dan dinda juga sama jawabannya ke dia kalau dinda belum mau nikah" ucapku kesal


"tapi ibu mau dinda nikah, biar ibu tenang" ucap ibuku


"iya ibu tapi kalau dipaksain juga gak baik, nanti kalau dinda salah pilih gimana, dinda gak bahagia gimana" ucapku


"yaudah yaudah bu, bener kata dinda coba biarin aja, serahin semua keputusan sama dinda" jelas ayahku


"yaudah, tapi ibu berharap yang terbaik buat dinda.. siapapun yang dinda nikahi yang penting dinda bahagia" ucap ibuku


Aku memeluk ibuku "makasih ya bu, nanti dinda coba pikirkan"


**


Vicky menelponku


✓Halo dinda


✓ya a..?


✓Al tadi ngapain?


✓ngelamar dinda a..


✓hah..? lamar? dinda pacaran sama Al?


✓gak a..


✓kok bisa dia lamar kamu?


✓aku juga gak tau a,


✓terus kamu jawab apa?


✓ya gak mau lah


✓bagus, terus mereka gimana reaksinya


✓gak terima a, terus ngasih waktu dinda buat berfikir katanya seminggu.


✓terus dinda setuju?


✓ya mau gimana lagi a, keluarganya maksa gitu


✓Dinda.. kalau mau terima, terima aja aa gak apa-apa


✓aa kok ngomong gitu


✓ya habisnya begitu..


✓pokoknya dinda masih belum mau nikah titik..!!!


✓yaudah tolak aja


✓iya kan udah


✓aa sayang dinda, dinda ingat kan aa bilng tadi malem dinda jangan tinggalin aa


iya dinda ingat, yudah dinda mandi dulu ya a


✓iyaudah, bye i love u


✓bye a..


tut...tutt

__ADS_1


__ADS_2