
keesokan harinya Al menjemput ku kembali, tapi kali ini dia tidak sendiri, dia membawa Akbar bersamanya.
kami makan di tempat makan yang ramah anak karena membawa Akbar, sehingga dia bisa makan sambil bermain disana.
"maaf kak ini pesanannya" suara pelayanan memecahkan pandanganku terhadap Akbar yang sedang bermain bersama Al
"aku gak pesan ini mba" jawabku
"tadi suami kakak yang pesan, permisi" ucapnya dan berlalu
suami...?? apa aku terlihat seperti istrinya, atau dia yang mengatakan pada pelayan bahwa aku istrinya.. hah dasar Al ini..
Tapi kalau dipikir-pikir aku datang kemari bersama Al dan Akbar, memang terlihat seperti keluarga, jadi gak salah juga sih kalau pelayan tadi salah paham.
**
hari ini seperti biasanya Al menjemput ku, sekarang Al tidak membawa Akbar.
Kami dikejutkan oleh Anna yang datang ditengah-tengah obrolan kami saat makan.
"oh...jadi gini ya kalian, jalan bareng gak bilang-bilang" seru Anna
"gak kok na, cuma makan aja" jawabku
"Cie.... Al ... udah start toh rupanya, aku kecolongan info hahahah" ledeknya
"kamu belanja apaan banyak banget?"
"eh bentar ada telpon" ucapku yang berlalu meninggalkan Anna dan Al, karena melihat ponselku berdering menunjukan panggilan dari Vicky
(telpon)
✓Udah makan?
✓ini, lagi makan a
✓sama siapa?
✓sama Anna dan Al
✓Al?
✓iya, aa udah makan?
✓ini aa juga lagi makan, yaudah hati-hati yah
✓iya aa juga
✓bye
✓bye
tut...tut*...
Akupun kembali kemeja makan kami.
"Dinda kebetulan kamu kesini, ini bahan baju yang harus kamu pakai nanti di pernikahanku" seru Anna
"Cie... yang mau nikah bahagia banget" ledekku
"Paling juga suaminya kabur pas nikahan, soalnya serem liat Anna yang pake make up ala-ala nawar hahaha" Ledek Al
"Dih..sembarangan, aku udah bayar mahal WO yah, acaranya bakal meriah ramai, undanganku banyak. keluargaku juga besar jadi pasti ramai. ditambah sama kalian nih sang pengiring-pengiriku hahaha" jelasnya
"Kamu masih cuti na?" tanyaku
__ADS_1
"Gak lah, cuti panjang amat, Dimas suruh aku risign, biar fokus ngurus wedding kita, soalnya Dimas gak bisa nemenin karena dia di jakarta, lagian aku kan mau jadi nyonya Dimas jadi gak usah kerja katanya hahaha" jelasnya
"duhh... iya iya nyonya.. mau pesen apa sekalian aja makannya" tawar Al
Kamipun makan bersama, dan setelahnya aku diantar kembali ke kantor kemudian Al mengantar Anna pulang.
hari ini, hari terakhir Al mengajak aku makan siang, karena besok iya harus masuk kantor dikota. Al adalah dokter Rumah sakit Swasta yang ada di kotaku.
**
Sore ini aku sedang menyirami taman milik ibuku sambil mendengarkan mp3 dari handponeku.
Aku dikejutkan oleh seseorang yang datang
"aa...?" ucapku kaget
Dia tersenyum, mendekat padaku
"biasa aja dong kagetnya, masuk yu" ajaknya
"mau kemana, ini hari kamis a, aku kan udah bilang gak bisa kemana-mana kalau hari kamis" ucapku menjelaskan
"justru itu, mau yasinan kan?" aku menggaguk "aa mau yasinan disini sama kamu, mana ayah ibu?" dia pun berlalu masuk mencari orang tuaku
"yasinan disini? ihh... ada-ada aja kealkuannya, dasar ganjen" ucapku dalam hati.
mengikut langkahnya yang sedang mencari orang tuaku.
"assalamualaikum.." sapanya pada ibu dan ayahku yang sedang diruang keluarga
"walaikusasalam.." jawab kedua orang tuaku
"eh ada nak Vicky, sini duduk nak" seru ayahku
"Kata dinda kalau malam jumat ada acara yasinan ya pak, Vicky boleh ikutan?" tanyaya
"makasih bu" jawab Vicky tersenyum
"Nak Vicky pulang kerja langsung kesini?" tanya ayahku
"iya pak"
"istirahat atuh, pasti capek.. Dinda ajak Vicky ke kamarmu, Suruh dia istirahat" ucap ibuku
"hah, kok kamar Dinda, aa ke kamar tamu aja yuk Dinda antar" ucapku panik
"Dikamar tamu belum ibu pasang seprei, dah di kamar Dinda aja gih"
Akupun mengajak Vicky untuk ke kamarku yang berada di lantai 2.
"kalau butuh apa-apa bilang ya a, Dinda kebawah dulu nerusin siram tanaman, aa istirahat aja" ucapku
tanganku ditarik olehnya,
"Disini aja kenapa sih, nemenin aa"
"dih... gak mau, nanti Dinda bilangin ayah nih"
"hmm yaudah aa istirahat dulu, oh iya nanti aa pinjemnkamar mandi juga ya"
"iya" akupun berlalu meninggalkannya dan meneruskan pekerjaan menyirami tanaman ibu.
kami sudah bersiap melaksanakan sholat maghrib, aku melihat Vicky yang turun di tangga sudah lengkap menggunakan sarung dan peci yang sudah aku berikan tadi.
ayahku mempersilahkan Vicky untuk mengimami sholat kami, ia pun menyanggupinya. Lantunan ayat yang dibacanya sangatlah merdu, saat mengaji juga dia lebih sering mengucap dibanding membaca karena sepertinya dia banyak hafal ayat-ayat dalam surah yasin ini.
__ADS_1
"malam minggu, biasa yah aku jemput" ucapnya yang kini sudah berada di dalam mobil
"iya" aku mengangguk
**
hari ini aku sedang menemani ibuku berbelanja kebutuhan rumah di supermarket di kota, dan tidak sengaja bertemu dengan mba heny, kakak Al disana.
mba heny mengajak kami untuk makan bersama sebelum pulang.
"ibunya Dinda.. Al bilang sama heny kalau masih cinta loh sama Dinda." ucapan mba heny mengejutkanku
"oh ya... bagus dong, berarti gak ada dendam masa lalu, soalnya biasanya mantan jadi musuh ini mah malah baik-baik aja, syukurlah" jawab ibuku
"kalau Al sama Dinda nikahniyu lebih baik lagi malah bu" senyumannya lebar saat mba heny mengatakannya
"ya ibu mah bahagia kalau Dinda mau nikah lagi, tenang ibunya, setidaknya ada yang jagain Dinda" jawab ibuku
"ibu...." ucapku lirih
"jadi pengen cepet-cepet lamar Dinda... Dinda mau kan nikah sama Al?" tanyanya antusias
"hah.. nikah.. hmmm iya nanti tante" jawabku panik
"iya...?? bagus nanti mba bakal lamar kamu buat Al"
Maksudku iya nanti, bukannya iya nikah.. hmmm...
**
Malam minggupun tiba, seperti biasa aku tengah bersiap merias wajahku di depan meja riasku, aku melihat layar ponselku yang berdering menunjukan panggilan dari Al.
(*telpon)
✓halo Dinda..
✓iya Al
✓kamu dimana
✓Dirumah, kenapa Al?
✓aku mau ajak kamu pergi, mau?
✓aku ada acara Al, maaf mungkin lain kali
✓oh..yaudah besok-besok aja
✓iya Al, maaf yah
✓gak apa-apa, hati-hati yah nda..
✓iya Al. bye
✓bye
tut...tut*..
Suara mobil terdengar datang, Vicky kini sudah menjemput ku. akupun datang menghampirinya.
Seperti biasa aku memakai gaun cantik untuk berkencan bersama Vicky saat malam minggu tiba.
Vicky membawakan aku sebuah budget bunga mawar merah, cantik sekali.
Vicky membuka pintu mobil untukku.
__ADS_1
Berbeda dari tempat makan minggu kemarin yang berada di daratan tinggi, sekarang kami sedang berada di restoran mewah dengan pemandangan laut yang mempesona, resorannya berada di atas sebuah kapal dengan dekorasi cantik lebih romantis dibanding yang minggu kemarin.
Vicky memang pintar memilih tempat untuk kami menghabiskan malam minggu ini, aku sangat senang berada dengannya.