Kisah Jandaku

Kisah Jandaku
Part 95


__ADS_3

"INI SEMUA TUH GARA-GARA LU TAU GAK NA, NGAPAIN SIH LU TELFON DINDA SAAT ITU, GOBLOK TAU GAK....!!!" ucap kesal Al berdiri menunjuk-nunjuk Anna


"YA AKU GAK TAU KALAU KEJADIANNYA BAKAL KAYA GINI..!" jawab Anna berteriak


"SSSSTTTTT..... ini rumah sakit gaes.. udah cukup" ucap Ririn


"Ini itu bukan hanya Anna yang goblok Al, tapi lu juga, Ririn juga, Juna juga.. dan gua juga goblok tau gak, kita semua ini goblok..


bisa-bisanya kita gak sadar sama sekali sama sahabat kita yang gak ada kabarnya selama dua minggu dan kita biasa aja nanggepinnya, gak ada rasa khawatir sama sekali..


kita semua itu goblok..!!!" ucap Raka kesal


"tapi ini ada salah orang tuaku juga ka" ucap Vicky sedih


"gak bro, Raka bener... orang tua lu gak salah, mereka kan gak tau apa-apa tentang Dinda, justru kita yang bersikap kaya tai dengan diam saja" ucap Juna


"asli gua goblok banget padahal sempat jenguk Dinda kerumah lu ky" ucap Juna


"terus dimana istri saya sekarang dok?" tanya Vicky


dr.Lala menghela nafasnya panjang


"kamu kenal Nabil?" tanya dr.Lala


"Nabil kakak sepupuku?" jawab Vicky


"iya... dia yang membawa Dinda kesini" ucap dr.Lala


"kok bisa sama mas Nabil?" tanya Vicky


"Nabil itu sepupu lu ky.?" tanya Juna


"Nabil ditugaskan oleh orang tua kamu untuk mengurusi kebutuhan Dinda, seperti makanan dan juga menemani Dinda di malam hari disaat pembantu kamu pulang, dan saat kejadian itu, pembantu kamu gak masuk, jadi Nabil full dua hari menemani Dinda"


***


(Flash Back)


"Assalamualaikum, Dinda.. bi sarmi lagi sakit jadi gak masuk, kali ini kamu ikut aja yuk sama mas makan diluar, mas gak bisa masak soalnya, lagian juga biar kamu bisa hidup udara segar, mau ya?" tanya Nabil dan Dinda hanya mengangguk mengiyakan


(di tempat makan nasi padang)


Terdapat pasangan yang sedang bertengkar disana, terjadi keributan kecil karena sang istri memergoki sang suami yang sedang bersama wanita lain.


Dinda cukup memperhatikan dengan serius dari awal percakapan mereka hingga pada akhirnya wanita yang bersama si suami itu di dorong oleh istrinya dan jatuh dengan kepalanya yang terbentur meja.


Semua orang yang berada disana dan sudah menyaksikan pertengkaran langsung segera membantu wanita tersebut.

__ADS_1


"ya ampun... tuh orang.. masih ada aja zaman pelakor... cckk.ckk.ckkk....


nda.... hei, jangan ngelamun, gak boleh ya.. gak usah diperhatikan yang kaya gitu, insyaallah Vicky mah setia sama kamu, boro-boro pelakor, waktu nungguin kamu janda aja dia mah setia haha apalagi udah jadi suami istri begini, tenang ya.. aman Vicky mah" jelas Nabil, dan hanya dijawab dengan anggukkan Dinda


"nda.. kemarin saat teman kamu main siapa tuh namanya ya, mmmm.... Raka ya, iya Raka.. ternyata dia satu Divisi sama mas loh, ya walaupun beda cabang saja, dan ternyata katanya dia mau pindah ke Cirebon tapi dipersulit sama atasannya, ya gampang lah kalau gitu mah, nanti bakal mas kasih rekomendasi dari sini deh biar dia gampang pindahnya" jelasnya pada Dinda yang sedang menikmati makanannya tanpa menjawab apapun


"nda.. temen kamu yang satunya tuh..si Juna, masa dia ngira mas itu mau macam-macam sama kamu, hahaha ada-ada saja, gak tau apa kalau iya mas punya niat macam-macam sama kamu, bakal jadi apa mas sama Vicky, walaupun dia adik sepupu mas, tapi tetap saja kalau dia marah itu seram nda, hahaha tapi orangnya baik kok" jelas Nabil


"oh iya nanti kamu pakai celana jas ujan mas saja ya, kasian kamu naik motor pakai rok begini diliatin orang-orang, kalau Vicky tau bisa abis mas sama dia" ucap Nabil


"sudah makannya?" tanya Nabil yang melihat Dinda sudah meletakkan sendoknya.


Dinda mengangguk


"sebentar ya, tunggu mas abisin makanya dulu, baru kita pulang" ucap Nabil


Setelah selesai makan, Nabil dan Dinda singgah ke pelabuhan, mengambil sebuah paket punya Nabil yang berada disana.


"kamu suka laut ya nda? gak salah sih Vicky nikahin kamu di waterland yang nuansanya laut, Vicky emang sedetail itu ya kenal sama kamu" ucap Nabil yang melihat Dinda diam mematung memandang lautan


"mau naik kapal?" ajak Nabil


"yuk, seputeran aja lah lumayan, biar kamu gak suntuk ya" ucap Nabil mengajak Dinda


Nabil masih terus berusaha berbicara dengan Dinda, meski tak mendapatkan jawaban apapun dari Dinda, Nabil masih tetap mengajak bicara Dinda.


Nabil yang bertugas menjaga Dinda saat malam hari pun seperti biasa hanya melakukan aktifitasnya seperti bermain ponsel dan menonton tv dirumah.


Pagi hari tiba, saatnya Nabil memberikan sarapan pada Dinda karena bi Sarmi masih sakit.


Nabil lebih memilih untuk membelikan makanan dibandingkan mengajak Dinda untuk keluar lagi saat ini.


tok.. tok.. tok... suara pintu kamar Dinda berbunyi dan kemudian dibuka oleh Nabil.


"pagi nda.. sarapannya nih, nasi kuning oke kan? soalnya mas gak bisa masak" tanya Nabil yang membawa piring dengan bungkusan nasi diatasnya, melihat Dinda yang sedang berada di balkon


"mangkanya doain mas Nabil ya nda supaya cepat dapat jodoh,


oh iya nda.. kalau mau nanti kita ke"


BRUUUGGGHHHHHHH......!!!!!! terdengar suara keras terjatuh.


Nabil langsung menengok kearah suara keras itu terdengar.


Terkejut bahwa Dinda tak ada disana, Nabil berlari mendekati balkon, dan langsung melihat ke bawah.


"ASTAGFIRULLAH... DINDA....!!!!" teriak Nabil

__ADS_1


Nabil bergegas berlari keluar dari kamar dan turun kelantai bawah, menuju keluar rumah.


Mendapati Dinda yang sudah tergelatak lemas memejamkan matanya.


"ya allah nda.. bangun nda.. astagfirullah nda... ya allah.." ucap Nabil merangkul Dinda dan langsung menggendongnya masuk kedalam rumah.


"ya allah.. nda..nda... ya allah.. gimana ini, nda.... darahnya banyak banget lagi"


Tanpa fikir panjang, Nabil berlari mencari kunci mobil di kamar dengan panik


"ya allah... mana kuncinya.. ya allah..."


"Alhamdulillah.." kunci mobil telah ditemukan dan langsung berlari ke garasi untuk mengeluarkan mobil orang tua Vicky dan membawa Dinda ke rumah sakit, dimana Vicky berada.


Saat sudah masuk rumah sakit, Nabil berkata pada perawat bahwa Dinda jatuh dari motor, lalu Dinda tak sadarkan diri, mengalami luka dikepalanya dan mendapatkan penanganan penjahitan luka.


Ibu Vicky yang sedang menunggu Vicky di ICU menghampiri Nabil di UGD untuk melihat Dinda.


Dan betapa terkejutnya ibu Vicky mengetahui bahwa ternyata Dinda lompat dari balkon kamar lantai dua.


Dinda yang sudah mempunyai riwayat medisnya di rumah sakit Mitra ini dikonsultasikan kepada dr.Lala.


Hingga akhirnya dr.Lala mengambil alih semua perawatan setelah Dinda masuk keruangan perawatan pasca tindakan medis yang Dinda dapatkan di ruangan UGD.


Dan saat itu ibu Vicky dan Nabil baru mengetahui bahwa Dinda mempunyai riwayat penyakit mental, dan merasa bersalah karena sudah telat untuk membawa Dinda kepada dr.Lala.


***


(Flash on)


"astaghfirullah..." ucap Vicky


"ya Allah Dinda" ucap Anna menangis


"bisa-bisa nya mas Nabil gak bilang kondisi Dinda ke kita waktu itu, kalau kita tau kan kita bisa langsung bawa Dinda kesini, dan gak akan sampai kecolongan begini" ucap Juna


"kita bodoh Jun, kita yang bodoh" ucap Raka


"lalu bagaimana dengan Dinda, dia gak apa-apa kan?" tanya Ririn


"kemarin aku ke ruangannya, tapi dia lagi tidur jadi gua gak sempat ngobrol apapun sama Dinda. Dan gua langsung chat grup kita kan, kasih tau Dinda dirawat" ucap Al


"terus gimana dengan Dion? Al lu bilang di grup kalau dokter yang rawat Dinda itu temen lu kan? terus kenapa Dinda bisa pergi sama Dion, kemana mereka sekarang?" tanya Raka


"iya, lu juga bilang kalau si Dion gak pernah ninggalin Dinda, selalu di kamar nemenin Dinda, terus sekarang malah dibawa pergi, dia itu punya hak apa?" ucap Juna kesal


"Dion siapa.?" tanya Vicky

__ADS_1


__ADS_2