Kisah Jandaku

Kisah Jandaku
Part 34 (Resepsi)


__ADS_3

Kali ini aku sedang tertidur dan berada di pelukan Vicky. Saat terbangun aku tidak berani untuk bergerak karena aku ingat kalau dia tidak suka terbangun dalam tidurnya. Aku hanya diam merasa nyaman dipeluknya.


Seketika ponselku berdering, membuat Vicky bergerak dan melepaskan pelukannya. Akupun bangkit menjangkau ponselku.


✓halo...


✓dengan ibu dinda?


✓iya siapa


✓saya pihak WO bu.. mau konfirmasi bahwa 5 menit lagi tim make up kami akan mulai mendandani ibu


✓dimana make up nya?


✓dikamar ibu yang tadi pagi bu


✓oke saya kesana


✓baik bu, terimakasih


Aku meraih blazer jubah lingerie ku dan mengenakannya. Sekarang tampak lebih tertutup, kulihat Vicky masih tertidur pulas. Akupun meninggalkannya tanpa membangunkannya.


Aku mulai di make up, wajah dan rambutku kini di hias. Dipakaikan Nya diriku dengan sebuah gaun cantik berwarna biru langit, persis seperti putri-putri yang ada di cerita dongeng Disney.



Seperti biasa sahabatku menemaniku, sekarang Al, Juna dan Raka juga berada di kamarku.


"si Vicky mantep lah bisa dapetin kamu din, secara cinta pertama itu kan biasanya gak ada yang mulus" ucap Raka


"justru ini gak mulus ka, wong harus nunggu dinda janda dulu baru dapetin hahaha" jawab Juna


"itu namanya jodoh, gak akan kemana-mana meski udah sama orang lain, ya kan?" ucap Ririn


"Dinda kamu cantiiiikk......banget" ucap Anna


"makasih ya kalian selalu support aku, gak tau jadinya kalau kalian gak ada" ucapku


"jangan sungkan nda, kita selalu ada kalau kamu butuh" ucap Al yang sedang memangku Anna, entah kenapa mereka terlihat begitu mesra saat ini


Sahabatku mendekat padaku dan semuanya memelukku.. kami saling menyayangi satu sama lain.


tok... tok... suara pintu kamar berbunyi


Anna bergegas membuka pintu kamarku

__ADS_1


"wah... raja seharinya datang" ucap Anna


Vicky tersenyum melihatku, kagum akan kecantikanku, dia mendekat padaku lalu mencium keningku.


"ya ya ya...bisakah bermesraan nya nanti kalau kita gak ada gitu" ucap Juna


"berisik" ucap Ririn


"kamu cantik sayang" ucap Vicky menatapku tidak perduli perkataan juna


"aku gak cantik, make up nya aja yang bagus" jawabku


Vicky tersenyum padaku menggenggam tanganku.


"ka..dah beres kan?" tanya Vicky kepada Raka


"beres... aman kalian berangkat lusa" jawab Raka mengacungkan jempolnya


"kemana, kalian kemana bulan madunya?" tanya Anna


"sayang sekali kita tidak ikut" ucap Ririn


"kalian jangan kepo, tunggu aja di sosmed, nanti juga mereka upload momentum honeymoon mereka" jawab Raka


"ke aula, yuk acaranya mau mulai" jawab Vicky


"yuk kalian juga" Vicky mengajak para sahabatku


**


Aku berjalan bergandengan dengan Vicky dan memegang buket bungaku kuat karena aku gugup.


Semua mata tertuju pada kami, para tamu undangan yang super ramai, semua tampak rapih dengan setelan jas dan kebaya.


Benar apa yang aku bayangkan,hampir semua tamu Vicky seorang dari kalangan atas.


Sebuah lightning menyorot dan bergerak beriringan dengan langkah kami menuju pelaminan dengan diiringi musik jazz yang merdu.


Pelaminan yang sangat cantik dengan dekorasi bunga segar dan mewah sebagai background nya.


Semuanya tertata rapi, aku menyapu semua dekorasi ini karena aku baru mengetahuinya sekarang karena semuanya dekorasi adalah pilihan Vicky tanpa melibatkan aku. Tapi Vicky tidak salah memilih, Resepsi kali ini benar-benar tidak akan pernah aku lupakan.



__ADS_1


Kami melakukan aktifitas sama seperti pada umumnya acara resepsi berlangsung.


Kami menyambut para tamu, memotong kue pernikahan, berdansa sedikit, melemparkan buket bungaku dan lain-lain.


Di resepsi ini Vicky memberikanku sebuah cincin lagi, kali ini sepasang. Cincin pernikahan katanya, yang tidak akan pernah boleh dilepas olehku dan juga olehnya.


Diresepsi ini terlihat tamu yang tak asing bagiku, yaitu Syaif. Dia datang menyalamiku dan juga Vicky, ku lihat wajahnya masih terlihat membiru bekas pukulan Vicky.


kali ini tidak ada perkelahian, aku rasa Syaif kini sudah menerima kenyataan bahwa aku sudah menikah dengan Vicky.


Dia datang seorang diri tanpa ditemani Dewi dan anaknya, sepertinya benar mereka akan bercerai, tapi biarlah aku hanya bisa mengingatkannya, selebihnya Syaiflah yang mengambil keputusan.


Tak lupa ia pun menyapa keluargaku, meski keluargaku pernah merasa tersakiti tapi mereka tetap bersikap baik pada Syaif. Ibuku masih memeluk Syaif seperti biasanya dan ayahku menemani Syaif untuk menikmati hidangan yang tersedia.


Sungguh pemandangan yang indah jika kita berdamai dengan semuanya. Melupakan setiap masalah yang ada dan memaafkannya dengan tulus. Tak ada dendam, tak ada kebencian. Semua yang telah dimaafkan akan berakhir indah dengan semestinya.


Aku tidak tau kalau mantan-mantan pacar Vicky diundang datang olehnya.


Sesekali saat aku menyalami seorang gadis, Vicky pun membisikanku memberitahu bahwa dia mantannya.


Cukup banyak, cantik-cantik juga. Tapi tak ada yang mencari masalah denganku, mereka menyalamiku dengan sikap yang baik. Aku juga bukan type yang cemburuan.


Resepsi yang indah, banyak orang-orang besar disini, tidak lupa wakil gubernur jawa barat dan keluarganya datang ke resepsiku, ada juga bapak bupati dan istrinya, serta wakil bupati dan juga istrinya. Dan tidak lupa para anggota Dewan Daerah yang tidak bisa kusebutkan namanya satu persatu. Banyak juga kepala-kepala dinas maupun UPT.


Teman kantorku juga datang, karena memang hanya merekalah yang aku undang karena aku tidak mempunyai teman selain sahabatku dan juga teman kantorku.


Ada juga kerabat jauh dari ayah Vicky yang memang bekerja di ibukota, Para undangan ibu Vicky yang didominasi ibu-ibu arisan bak sosialita. Tidak lupa tamu ayahku yang kebanyakan para pensiunan tentara dan juga rekan ibuku.


Ramai dan meriah, Resort ini seakan hidup meski malam hari. Lampu yang terang membuat tampilan laut menjadi terlihat, desiran angin ombaknya membuat udara sejuk.


Sungguh resepsi yang luar biasa...


**


Saat resepsi usai, seperti biasa aku dibantu untuk menghapus make up, dan menata rambutku ulang. Dan seperti biasa juga Vicky menungguku dengan aktivitas mandinya.


Saat Vicky selesai mandi, akupun bergantian masuk ke kamar mandi dengan memegang baju yang aku ambil dari koper. Kali ini aku sudah membawa koperku kekamar.


Setelah semuanya siap, Vicky pun menggandengku keluar kamar pergi menuju arah mobil terparkir. Vicky benar-benar membawaku pergi malam ini, entah kemana.


Tempatnya masih di dalam kota, tidak jauh dari tempat resepsi, sekitar 20 menit kami sampai.


Sekarang aku tau kalau kami berada di penginapan Desa Almanis Resort. Tempat yang paling romantis di kota ini. Tempat di dataran tinggi dengan pemandangan kota yang indah. Sungguh malam pertama yang romantis


__ADS_1


__ADS_2