
Acara akad nikah telah selesai.
Kulihat sebagian keluargaku ada yang menghabiskan waktunya dengan berkeliling resort dan ada juga yang masuk ke kamar yang telah disediakan untuk pihak keluarga kami menunggu acara resepsi berlangsung pada malam hari ini.
Pihak WO sedang menata ulang dekorasi untuk resepsi.
Dekorasi ijab kabul yang indah dengan nuansa mawar putih yang segar itu kini akan diganti entah seperti apa nantinya.
Kamar Pengantin Dinda dan Vicky
"kalian istirahat saja dulu disini, nanti kita jemput pukul 4 sore ini untuk mulai make up mba Dinda" jelas pihak WO yang mengantar kami sampai di depan pintu kamar kami
"oke kalau gitu kita punya waktu 4 jam untuk istirahat kan?" tanya Vicky
"iya mas 4 jam, mba dinda boleh kok menghapus riasannya, atau kalau mau nanti kita bantu untuk menghapus make up dan melepaskan aksesorisnya"
"iya.. sama kalian aja, aku gak bisa buka sanggul ini" aku menunjuk ke arah rambutku
"baiklah, nanti akan ada orang yang datang ya mba" ucap pihak WO
"sekarang, jangan pakai lama, aku gak mau waktu istirahatku terganggu" ucap Vicky
"Siap mas, segera mungkin.. permisi" ucap pihak WO berlalu pergi
tanganku ditarik oleh Vicky masuk ke dalam kamar. Saat pintu di tutup dan dikunci, Vicky langsung meraih tubuhku dan menggendongnya menuju ranjang yang berhiaskan bunga mawar merah berbentuk hati diatasnya.
Dibaringkannya aku secara perlahan oleh Vicky.
"akhirnya kamu jadi istriku dinda" ucapnya
Aku hanya tersenyum tidak menjawabnya.
Vicky mendekatkan tubuhnya padaku, pipiku di elus lembut oleh tangannya dan menatapku penuh arti, membuatku tersipu malu oleh pandangannya. Sekarang ia mengelus bibirku, mulai mendekatkan wajahnya dan mencoba mencium bibirku.. Diletakkannya kedua tangannya di leherku, semakin mendekatkan wajahnya dan memiringkan kepalanya.
tokk tokk.. suara pintu berbunyi
"aaarggghhh...." kesal Vicky berlalu meninggalkanku dan membuka pintunya
"maaf pak menganggu, saya disuruh untuk membantu bu Dinda" ucap pihak rias
"iya saya tau, masuklah" ucap Vicky yang masih terlihat kesal
Aku tersenyum melihat ekspresi Vicky,
"sini mba" sapaku kepada pihak rias.
Aku duduk di depan meja rias.
"aku mandi dulu ya" ucap Vicky
**
"sudah selesai bu, apa ada yang bisa saya bantu lagi?" tanya pihak rias
"tidak terimakasih ya mba" ucapku mengelus punggungnya
pihak rias pun berlalu meninggalkan kamar, aku yang masih duduk di depan meja mencoba menyisir rambutku.
__ADS_1
"kamu udah selesai?" suara Vicky mengejutkanku
Aku yang melihat Vicky keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melingkar diperutnya membuatku malu
"ih... aa kok gak pakai baju sih" aku menutup wajahku dengan tanganku
"Lah... kita kan udah suami istri, udah untung masih pakai handuk.. yaudah aku buka nih sekalian" godanya padaku
"aaghhhh..." aku yang masih menutup wajahku langsung bangkit berdiri membelakangi Vicky
"hahhha.... kamu ini pakai malu segala, dah sana mandi, rambutmu lengket kan kena hairsprey?"
Mendengar perkataan Vicky akupun langsung berlari menuju kamar mandi.
Oh tuhan... kenapa aku menjadi gugup melihat Vicky berpenampilan seperti itu..
Tubuhnya yang atletis dan terlihat basah karena air mandi membuatnya terlihat begitu mengkilap dan sexy.. di tambah aroma sabun yang melekat dihidungku, membuatku menjadi meleleh saja.
"astaga...kenapa pikiranku jadi mesum begini, dasar bodoh" ucapku dalam hati
**
"kemana handuknya?" ucapku bertanya pada diriku sendiri
Aku mencari handuk di kamar mandi tapi tidak ada, mana mungkin pihak resort lupa menyimpan handuk disini. Vicky tadi memakai satu handuk, harusnya ada handuk lagi disini karena pihak penginapan biasanya memberikan lebih dari satu handuk di dalam kamar.
"aa.. apa aku boleh pinjam handuk aa, disini gak ada handuk lagi" ucapku teriak dari dalam kamar mandi
Tokkk tokk.. suara pintu kamar mandiku berbunyi
Aku membuka pintu kamar mandi dengan kepala yang sedikit keluar dan menyembunyikan tubuhku dibalik pintu.
"ada apa?" ucapnya
"hahahhaaha" Vicky terlihat senang mendengar perkataan ku
"aa sengaja ambil tadi, tuh ada di lemari ambil sendiri sana" ucapnya
hah...mana mungkin... aku tidak memakai apa-apa sekarang, bagaimana aku berlalu meninggalkan kamar mandi dengan keadaan seperti ini
"aa jangan bercanda, mana handuknya sini"
"ambil aja sendiri"
"tapi dinda malu, dinda mohon a, please... yah" ucapku memohon
"yaudah bentar aa ambilin" Vicky pun berlalu "nih sayang, orang aa sengaja ambil biar kamu keluar malah aa yang kalah ngambilin handuk buat kamu"
"hehehe makasih aa" aku menarik handuk dari tangannya dan menutup pintu kamar mandi kembali
Kini aku keluar dengan handuk yang melilit di tubuhku, dan menggulung rambut basahku dengan handuk berlalu melewati Vicky yang sedang duduk memainkan ponselnya di ranjang
oh tuhan... kenapa aku bisa lupa kalau koperku masih dikamar keponakanku
"aa.."
"ya sayang"
"koperku lupa aku bawa kesini, gimana dong, apa aa bisa mengambilnya untukku?" pintaku padanya
"emang ada apa di koper?"
__ADS_1
"ada baju lah, masa dinda gak pakai baju" ucapku
"oh...baju...ada kok di lemari pakai aja, aa malas keluar capek" ucapnya datar yang masih menatap layar ponselnya
Aku mengerucutkan bibirku yang mendengar ucapan Vicky.
Kubuka lemari pakaian, mataku terbuka lebar melihat apa yang tergantung di sana.
Oh tuhan... sebuah Lingerie sexy berwarna merah terang..
"aa..." ucapku membentak
"ya sayang" jawabnya terkejut
"ini yang kamu sebut baju?" ucapku menenteng gantungan lingerie
"iya, bagus kan, pakai gih aa pengen lihat" godanya padaku
"hah... serius?? gak ah dinda malu"
"kenapa malu sih, ini suamimu loh yang minta, dosa kalau nolak" ucapnya padaku
Apa boleh buat, ucapannya membuatku tidak bisa berkata-kata, memanglah benar bahwa dosa jika aku menolak permintaannya saat ini, karena dia suamiku sekarang.
Aku pun kembali menuju kamar mandi.
Ku kenakan lingerienya dan bercermin memandangi tubuhku ini.
Lingerie nya Tidak terlalu merayang, sehingga ********** tidak terlihat jelas saat dikenakan, hanya saja ini sangatlah minim dan tipis.
Aku membuka pintu kamar mandi dan mengeluarkan sedikit kepalaku.
Kulihat Vicky yang duduk di ranjang tersenyum manis menatapku.
Akupun keluar perlahan menuju ranjang.
Kududukan diriku menghadap Vicky.
"kamu cantik" ucap Vicky
Membuat pipiku memerah dan menundukan wajahku malu
"sini" Vicky menepuk kasur menyuruhku untuk berbaring bersamanya.
Akupun membaringkan tubuhku di sebelahnya. Vicky menggeser tubuhnya mendekat padaku, tangannya kini melingkar di bahuku, merangkulku.
Sekarang tubuh Vicky menghadapku, dan kami saling menatap.
"kita bikin anaknya nanti malam saja ya setelah resepsi, aa gak mau bikin kamu lemas saat resepsi nanti" ucapnya dan akupun mengangguk mengerti
"kita bermesraan aja dulu buat pemanasan"
akupun tersenyum malu dibuatnya
Kini Vicky mencium bibirku lembut, ******* bibirku dengan sesekali memainkan lidahnya. Akupun membalas ciumannya. Ciuman kami saat ini berbeda dari ciuman sebelumnya. tanpa sadar tangan Vicky mulai masuk kedalam lingerie ku memegang lembut gundukan buah dadaku dan meremasnya dengan lembut.
Sesekali aku mendesah dengan permainan tangan Vicky dan juga ciuman Vicky yang berada di leherku saat ini.
Vicky memperlakukanku dengan sangat lembut. Aku dibuat melayang dengan kemesraan ini.
Sungguhlah waktu istirahat ini di manfaatkan dengan baik oleh Vicky dan diriku..
__ADS_1
kemesraan kami tidak lah lama, karena Vicky takut tidak bisa mengontrol dirinya untuk melakukan hal yang lebih jauh dari ini.
Kamipun memilih tidur untuk menghabiskan sisa waktu yang tersisa.