Kisah Jandaku

Kisah Jandaku
Part 75


__ADS_3

"jun.. dokternya udah dateng?" tanya Al menepuk bahu Juna


"huh. dateng juga lu, belom tuh masih disono" Juna menunjuk jarinya ke arah dimana dokter sedang memeriksa pasien


"nda..." Al coba membangunkanku memegang lembut bahuku


"belum ada respon Al, ini Dinda beneran cuma efek dari obat bius doang kan Al, bukan benar-benar kehilangan kesadaran?" tanya Juna serius


"nanti kita tanya jelasnya sama dokter, sejauh ini keadaannya baik ko kalau dilihat dari kasat mata, terus kandungannya gimana?" tanya Al


"mana kutau" jawab Juna


"nda... kenapa bisa gini sih, gak kebayang gua ekspresi lu pas tau lagi hamil, mana ada segala kejadian begini" Al memandangku penuh khawatir yang kini duduk di kursi yang tadi di duduki Juna


"Al.. tolong ceritakan detail sama gua saat malam itu dong" ucap Juna


"nanti ya Jun.. gak sekarang"


"garis besarnya aja, maksud gua.. reaksi dia saat gua nyium?"


"lu bisa bayangin sendiri kan Dinda kalau kena serangan panik gimana?"


"gak tau Al.. lagian emang gua nyiumnya gimana sih? pipi.. kening.. atau.... bibir..? terus sempet meluk gak? atau saling memeluk?"


"JUNA..!! kalau gua bilang nanti ya nanti ya...!"


"iya iya..." Juna mengerucutkan bibirnya yang kini duduk di sisi ranjangku.


"Pasien ibu Dinda" ucap perawat menyapa


"iya" jawab kompak Juna dan Al yang kini berdiri tegak menyambut dokter dan suster yang datang


"Al...?" sapa dokter menyapa


"Dion...? astaga... disini rupanya kau?" sapa Al mendekat dan merangkul dr.Dion


Sumpah.. kesel banget liat yang beginian, Al itu udah kaya dr.oZ aja yang terkenal dimana-mana. Juna


"apa kabar Al?" tanya dr.Dion


"baik... gimana orang tua lu, sehat?"


"Alhamdulillah.. sehat semua.. oh iya gua turut berduka ya atas kematian Hesty, rada telat sih .. tapi sumpah gua gak tau karena lagi ambil study di Malaysia"


"ah.. iya gak apa-apa, sudah berlalu.. gua dah nikah lagi juga"


"oh ya.. luar biasa.. ini bini lo berarti?" dr.Dion mendekati ku


"astaghfirullah... Dinda..? lu nikah ma Dinda?"


Dion adalah teman satu kosan Al dan satu angkatan saat kuliah di kedokteran, aku yang saat itu masih menjadi pacar Al sering dikenalkan kepada teman-teman nya termasuk Dion dan juga Hesty.

__ADS_1


Bisa dibilang Dion adalah saksi hidup kisah cintaku dan juga Al.


Dion mengetahui banyak tentang bagaimana kemesraanku kami dan juga perpisahan kami. Dion juga tau bagaimana awal mulanya Al berpaling kepada Hesty sampai mereka memutuskan untuk menikah.


"Al...?" Dion masih menunggu jawaban Al yang diam membisu


"bukan, dia bukan istri Al.. tolong periksa ya dok" ucap Juna ketus


Dion melirik Al, Al menundukkan kepalanya menghembuskan napas panjang.


"sus.." ucap dr.Dion memberikan kode pada suster


"datang 2 jam yang lalu dok, dengan luka benturan dan sobek di kepala, therapy antibiotik dan bius total dok" jelas suster


"bius total?" dr.Dion terkejut


"pasien syok dok, punya riwayat panik dan depresi ringan, pengeluaran darah kurang lebih 700mg, sedang transfusi 1 labu"


"ada Rontgen kepala?"


"ada dok.. ini dok" suster memberikan hasil Rontgen kepalaku


Dion melihat dengan seksama


"Al..." memanggil Al untuk mendekat ke arah kertas Rontgen yang ditempelkan di layar lampu khusus


"tenanglah Al.. semuanya bagus kok, Dinda baik-baik saja"


"apa yang terjadi?" tanya dr.Dion


"hahhh... panjang" Al menggeleng kan kepalanya


"terus kehamilannya gimana?" tanya Juna


"hamil?" tanya dr.Dion


"pasien mengalmi pendarahan dok, sejauh ini sedang menunggu pendaftaran rawat inap terlebih dahulu baru kami akan membawa pasien menuju VK untuk USG" jelas suster


"kamu sesuaikan obat dengan kondisi pasien gak..!" ucap Dion bernada tinggi


"sudah dok" ucap suster


"kenapa harus tunggu pendaftaran sih, kamu ambil alatnya sekarang.. panggil bidannya atau dokter jaga disana, bilang saya yang suruh..!" ucap Dion


"baik dok" suster berlalu meninggalkan kami


"maaf ya, kami lalai.. kamu suaminya Dinda ya?" tanya Dion pada Juna


"bukan..!!" jawab Al ketus


Dion dan Juna kompak menatap Al

__ADS_1


"terus suaminya mana? Kalian ngapain disini?" tanya Dion penasaran


"kan gua bilang ceritanya panjang, udah lu fokus dulu aja coba, nanti gua ceritain" jawab Al


"iya.." jawab Dion yang kini sedang memeriksaku


✓halo


✓kamu didalam mas, ini aku dah selesai daftarnya


✓kamu dimana?


✓di depan UGD


✓yaudah kasih susternya di depan, aku lagi ada dokter


✓aku sama Raka gak boleh masuk emang?


✓diluar aja, gak boleh banyak-banyak di dalem


✓ya gantian aja, kamu ngapain di dalem lama-lama


✓kan udah aku bilang, lagi ada dokter visit, dah kamu diem disitu, nanti aku keluar..!!


✓yaudah


"ketus banget sih Al... " ledek Dion


"ya biasalah rumah tangga" jawab Juna


"hah.. itu bini lu yang telpon? bini lu diluar? disini juga? gila.. mantan sama bini dalam satu tempat dan bersamaan juga?" tanya Dion yang tambah penasaran


"bisa diem gak, kalau gua bilang nanti ya nanti, nanti gua ceritain, fokus Dion.. fokus.. gimana Dinda?" seru Al


"iya iya... Dinda aman kok.. tanda vitalnya bagus, tekanan darah, nadi, suhu, respirasi, kadar oksigen dalam tubuh, everything is ok. Keadaan umumnya juga baik kok, dia akan sadar beberapa jam kedepan" jawab Dion


"kapan Dinda bisa pindah ke kamar perawatan?" tanya Juna


"setelah USG ya, kalau dilihat dari datanya..... hmmm...." Dion menghela nafasnya melihat data profilku di tangannya kemudian tersenyum "kalian pasti penasaran tentang kehamilan Dinda, apakah janinnya masih ada atau sudah tidak bisa di selamatkan lagi... baiklah... kita tunggu hasil pemeriksaan USG, semoga hasilnya sesuai apa yang kalian harapkan" ucap jelas Dion


Singgle..? pasien atas nama ny.Dinda tapi tidak ada nama suaminya? jelas bahwa Dinda hamil tanpa ayah, dan dua orang ini sangat panik dengan keadaan Dinda.. apa mereka salah satu ayah dari bayi ini? rasanya hampir mati dibuat penasaran oleh cerita yang akan dibicarakan oleh Al padaku, Al.. bisa-bisanya kamu move on dari Hesty dan menikah lagi, tapi kamu gak bisa move on dari Dinda.. ekspresi lu tuh keliatan banget kalau lu masih sayang sama Dinda. Dan cowo ini, sepertinya mereka saling mengenal baik, tapi dia juga punya ekspresi yang gak kalah jauh dari Al, mereka sama-sama panik dan tegang. ah.. rupanya aku berada di cinta segitiga ini ya, mmm jadi penasaran istri Al yang sekarang kaya gimana? sepertinya ada diluar.... Dion


"Aduh... nih perawat lama banget sih, bentar ya tinggal dulu" ucap Dion


"Dok.." ucap Juna


"nanti saya balik lagi, saya mau mastiin anak buah saya kok lama sekali ambil USGnya, saya mau telpon ruangan VK dulu" ucap Dion


"buruan..!" ucap Al


"beresss" jawab Dion menepuk bahu Al dan meninggalkan kami

__ADS_1


__ADS_2