Kisah Jandaku

Kisah Jandaku
Part 55


__ADS_3

Aku terbangun dari tidur nyenyak ku.


Aku bersyukur, malam ini tidur ku nyenyak, kulihat jam di dinding menunjukan pukul 9 pagi. Aku Pun bangkit dari tempat tidurku, keluar dari kamar untuk menengok keberadaan sahabatku di bawah.


"Tinggal hanya Juna saja, yang lain kemana?" ucapku dalam hati. Aku mencari di segala ruangan pun mereka tak nampak, saat aku keluar aku paham mungkin mereka sudah pergi karena mobil Al sudah tidak ada. Mungkin segan untuk membangunkan ku, tapi kenapa Juna masih disini.


Aku Pun kembali ke kamarku, mandi dan juga bersiap diri, setelah selesai aku pun turun kebawah berniat untuk menyiapkan sarapan.


"ibu udah pulang?" tanyaku


"iya.. kamu udah sarapan?"


"ini baru mau bikin"


"gak usah, ini ibu bawa nasi lengko dari kakakmu, yang lain mana, kok cuma ada Juna"


"pulang duluan kayanya, Dinda juga gak sempet ketemu, Dinda tidurnya dikamar"


"yah... padahal ibu beli nasinya banyak, ibu kasih tetangga aja deh"


"pagi nda... Hoooaammm...." sapa Juna


"pagi..., yang lain dah balik deh kayanya Jun, sini duduk sarapan"


"duh... gak masuk gua pagi-pagi nasi"


"mau kopi?"


"hehehe tau aja, boleh"


"eh Juna... gimana acara tadi malam?" tanya ayahku


"seru om... tapi maaf ya om gak sempat ninggalin ikan, abis semua dimakan anak-anak"


"gak apa-apa, kalaupun disisakan juga pagi ini udah bau" jawab ayahku


"Jun kopinya, ayah mau kopi?" tawarku


"gak nak"


Aku meninggalkan Juna dan ayahku yang sedang mengobrol di ruang tv. Menghabiskan sebungkus nasi lengkoku.


Setelah berbincang Juna berencana untuk pulang, dan setelah pamit pada orang tuaku, aku mengantarnya sampai ke pintu gerbang rumahku.


"makasih ya kalian udah mau main kesini" ucapku


"Minggu ini free gak? kayanya anak-anak mau jalan deh" tanya Juna yang kini sudah duduk di motornya


"mmm free kok, kan aku udah risign dari kantor, sekarang aku pengangguran Jun hehe"


"permisi neng Dinda... tadi tante di telpon ibu, katanya suruh ambil nasi" ucap tetanggaku


"oh iya tante, masuk aja ibu ada di dalam" jawabku


"cieee neng Dinda, suami baru ninggal seminggu udah ada yang nginep aja" ucapnya tersenyum sambil berlalu meninggalkan kami

__ADS_1


"apaaa...heiii." ucap kesal Juna


"dah.. biarin aja Jun" jawabku


"emak-emak di kasih makan gratis malah nyiyir, stres tetangga lu nda" jawabnya masih kesal, aku tersenyum mendengar keluhan Juna


"yaudah lah, oh iya nanti juga paling ada kabar di grup wa masalah weekend, gua balik ya" ucap Juna mengenakan helm


"iya hati-hati ya..." aku melambaikan tangan


Tak disangka percakapanku dengan Juna di perhatikan oleh tetanggaku. Sepertinya gosip buruk akan menyebar tentangku. Janda baru yang sudah membawa laki-laki ke rumah. Apa kata orang nanti. Padahal sebenarnya yang main bukan Juna saja tapi Al, Ririn dan Anna juga.


Segini saja ada orang tua, gimana kalau orang tuaku pulang ke Makasar. "hah...pusing" ucapku


***


Kediaman Al


"bunda....." teriak Akbar menyambut Anna dan memeluknya


"Akbar....." jawab Anna membalas pelukan Akbar


"bunda lama sekali kerjanya, Akbar sama Papah ditinggalin bunda terus, rasanya sepi deh rumah kalau gak ada bunda, bunda jangan pergi lagi yaaah.." ucap Akbar haru


Anna tersenyum mendengar perkataan Akbar "masuk yuk" ajaknya


"bunda.. makan yuk sarapan, Akbar mau disuapin sama bunda" ajaknya


"Akbar sama suster aja gih, bundanya mau ada yang diberesin" Tegas Al


"yaudah lah Al, sebentar aja gak apa-apa kan?" tanya Anna


"hmmm.. terserah" ucap Al berlalu meninggalkan Akbar dan Anna


"Akbar... pinter.. anak bunda.. tunggu di meja makan ya sayang, bunda mandi dulu sebentar ya?" ucap Anna yang berlutut di depan Akbar agar sejajar dengan tinggi Akbar


"iya bunda... bunda jangan lama-lama ya mandinya" jawab Akbar


"siap bos hehehe" Annapun menuju kamarnya


***


"na..." panggilan Al yang duduk di sisi ranjang memanggil Anna yang baru keluar dari kamar mandinya.


"kenapa?" jawab Anna mendekati Al dan duduk di sisi ranjangnya berhadapan


"apa keputusan kita buat bercerai itu baik buat Akbar ya?"


"emang kenapa?"


"apa kamu gak kasian liat Akbar, dia sesayang itu sama kamu sampe sedih pas kamu gak ada, dan nyambut kamu pas pulang"


"iya aku paham, cuma ini yang terbaik buat kita"


"buat Akbar.? apa karena dia bukan anakmu jadi kamu gak terlalu memikirkan perasaannya?"

__ADS_1


"gak gitu Al... kita kan udah bahas ini baik-baik, ayo lah Al"


"tapi kita belum bahas Akbar"


"tapi kamu mau kan kalau Dinda gantiin aku buat posisi sebagai ibunya Akbar, dan kamu juga yang bilang kalau aku bukan ibu yang baik buat Akbar, terus kenapa sekarang kamu ragu sih Al?"


"aku sebenarnya gak suka perpisahan na, aku juga bimbang dengan diriku sendiri" Al menghela nafasnya, menyandarkan punggungnya pada sisi ranjang


"Al... kamu gak bisa kasih uang ke orang kalau kamu sendiri gak punya uang, jadi kita gak akan bisa bahagiain Akbar kalau kita sendiri gak bahagia" Anna mendekati Al dan memegang bahu Al


"apa kamu benar-benar tidak mencintaiku na?"


"Al.... please...." Anna menundukkan kepalanya


Al meraih wajah Anna, Al mendekati Anna dan mencoba mencium bibir Anna.


"Al..." Anna mendorong Al


"aku masih suamimu na, bahkan kamu belum mendaftarkan perceraian kita" ucap Al


"tapi Al.. kamu bilang kamu jijik padaku kamu bilang kalau.."


Al langsung mencium bibir Anna, entah mengapa Al melakukannya setelah apa yang Anna perbuat padanya.


Al membuka paksa tali baju handuk Anna, membukanya lebar hingga terlihat jelas bentuk tubuh Anna. Anna yang pasrah atas tindakan Al hanya berdiam diri menerimanya, bagaimana pun benar apa yang dikatakan Al, bahwa mereka masih suami istri.


Terdapat perasaan senang dalam hati Anna, bahwa ternyata Al tidak sebenci itu padanya, masih ada rasa sayang yang diberikan Al padanya.


Anna pun kini membalas tindakan Al, Anna pun membuka paksa pakaian Al. Seakan waktu akan berjalan begitu cepat, merekapun tak mau menyia-nyiakan nya. Anna dengan sigap melayani Al dengan kemampuan yang dipunyanya. Dan Alpun menyeimbanginya.


Tidak ada pikiran tentang Dimas di kepala Anna saat ini, dan tidak ada nama Dinda yang terlintas di kepala Al. Mereka berdua fokus dengan tindakan hot yang mereka lakukan.


Tokk...tokk..tokk... "Bunda...." teriak Akbar dibalik pintu


Suara teriakan Akbar menghentikan aktivitas Al dan Anna, kemudian mereka saling menatap


"astaga aku lupa mau nyuapin Akbar"


"pintu na... aku lupa kunci"


"aduuhhh...." Anna dan Al langsung bergegas berlari masuk kamar mandi, dengan hanya memakai selimut


"bunda..." Akbar membuka pintu dan mencari Anna.


Alih-alih menemukan sosok Anna, Akbar hanya melihat baju yang berserakan dan kasur yang berantakan


"bunda... lagi mandi ya?" tok tok tok... Akbar mengetuk pintu kamar mandi. Anna dan Al yang sedang berada dibalik pintu saling menutupi mulut mereka masing-masing


"astagfirullahaladzim..... dek AKBAR...!!!. astaga... hayu sini sama suster, keluar dulu" ucap suster yang panik melihat akbar di dalam kamar majikannya yang berantakan. Dan menggendongnya paksa untuk keluar


Setelah mendengar pintu kamar tertutup Al dan Anna pun tertawa terbahak-bahak.


"hahaha Akbar...Akbar... ada-ada saja, dah yu" ucap Anna


"mau kemana?" Al memegangi tangan Anna

__ADS_1


"nanggung.. lanjut dulu bentar" ucapnya menarik tangan Anna,meraih tubuh Anna dan menjatuhkan selimut yang menutupi tubuh Anna.


__ADS_2