
"kamu itu dari awal emang udah kotor, udah gak perawan, selingkuh pula, dasar menjijikan" ucap Al yang mengarahkan air shower pada tubuh Anna yang kini duduk diam dan pasrah didalam badtup sambil menangis
"atas semua yang udah aku lakuin terhadap kamu, jujur aja sama saya................... KENAPA KAMU SELINGKUHI SAYA...!!!"" teriak Al, dan Anna diam hanya menangis..
"kenapa, hah kenapa kamu tega sama saya?" ucap Al tenang, dan berhenti menyirami Anna dengan maksud supaya Anna menjawab pertanyaannya
"aku..... aku mencintainya dan aku tidak mencintaimu"
ucap Anna lirih sambil membasuh wajahnya yang basah dengan air
Al menjambak rambut Anna, kemudian mendekat dan berbisik "harusnya kalau kamu gak cinta sama saya, kamu bilang sama saya... BUKANNYA MALAH JADI BEDEBAH DENGAN SELINGKUH GOBLOK" Al mendorong kepala Anna, Anna terdorong mundur dan menahan tubuhnya dengan tangan lemasnya..
"aku minta maaf massss...." Anna menangis sejadi-jadinya menyesali perbuatannya
"kamu itu..... sangat menjijikan dan udah kelewatan Anna, kamu harus saya hukum" seru Al menatap tajam Anna
**di tempat makan seafood
"lah iya tuh si mirna nyebar isu kalau si hesti korban" ucap Juna
"korban apa sihh?? dari tadi ditanyain" ucap Raka kesal.
"permisi kak, pesanan tambahannya 1 bungkus jus plastik untuk dibawa pulang... maaf untuk makanannya bisa saya bersihkan terlebih dahulu" ucap pelayan
"ohhh iya iya silahkan dibereskan saja" ucap Juna mengedipkan matanya pada kami, mengisyaratkan untuk keluar dari tempat makan seafood ini karena sudah terlalu lama kami disini
"kita ke kafe sebelah ya, lanjutin obrolan" ucap Raka
"mmm kayanya gak bisa deh ka, kita mau siap-siap ke cirebon soalnya" ucap Vicky
"ohh gitu ya, yaudah kalian hati-hati ya di jalan salam buat keluarga" ucap Raka
"siap ka, sampai ketemu nanti di Cirebon ya, nanti gampang kita lanjutin obrolan disana, waktu aku disini udah abis, aku harus pulang besok" ucap Vicky
"iya ky.. titip Dinda ya ky" ucap Juna
"lah itu kan kata-kata gua jun, gua yang titip Dinda ma kalian inget kan" ucap Vicky
"kalian apaan sih, kenapa jadi malah saling titip, aku udah gede tau" ucapku mengerucutkan bibirku
__ADS_1
"hehehe maksudnya titip dalam hal-hal yang buruk buat kamu sayang bukannya nitipin kamu seutuhnya, kan ada aku" seru Vicky mencubit pipiku
"iissshhhhh..."ucapku mengelus pipi yang dicubit Vicky
"yaaa yaaa yaaa hei pengantin bisa gak kalian gak usah uwuu uwuuan disini, sana pulang lah" ucap juna kesal
"hahaha oke, kita balik yah bye.." ucap Vicky merangkul Juna "lu tuh kawin lagi aja coba, cari istri yang stand by" ledek Vicky
"iya iya ntar gua cari bini yang kaya Dinda yang mendampingi setiap langkah suaminya" ucap Juna
hmmm mendampingi setiap langkah suaminya apaan, jelas-jelas aku tidak menemani Vicky saat Vicky menjalani proses persidangannya di sini, dan memilih untuk tetap tinggal di Cirebon..
mmm tamparan banget kata-kata Juna, semoga kedepannya aku lebih bisa mendedikasikan diriku pada suamiku
"a.. malam ini kita tidur dimana?" tanyaku
"hehehe kenapa nanya gitu, masih mau tidur di hotel lagi yaa?" tanya Vicky meledek
"iiihhh gak kok, cuma nanya aja" ucapku tersipu malu
"malam ini tidur di rumah aja yah, aa juga tiba-tiba kangen mamah papah, lumayan lah ngabisin waktu sebentar di rumah sebelum aa pulang" ucapnya
Seraya mengerti perkataannya akupun menganggukan kepalaku.
tuttt tuttt bunyi telepon berdering
✓halo iya sayang kenapa, kenapa tadi video callnya dimatiin sih, aku kan jadi gak bisa liat kamu mandi seperti biasanya
✓kalian emang menjijikan..!!
Seraya mengerti dan mendengarkan suara telpon yang tidak dikenalinya Dimas terdiam di telpon, tetapi dari kalimat yang dilontarkan, Dimas tau kalau suara itu adalah Al..
✓kenapa diam? saya suami sahnya Anna
✓dimana Anna?
✓hahaha....hahahha...
✓DIMANA ANNA...?????"
__ADS_1
✓kenapa kamu berteriak pada saya breng*** , kalian memang sudah bersekongkol untuk menghianati saya
✓kami saling mencintai..
✓cuihhh... cinta kalian itu menjijikan
✓cinta kami suci sampai kamu datang merebutnya dariku
✓merebut??? aku adalah pahlawan yang menyelamatkannya ketika cinta sucinya hilang, dari awal kamu memang tidak memperjuangkan cintamu, dan sampai sekarang kamu tetap saja hanya bertujuan pada sosok Anna saja, bersifat egois dengan merusak kehormatan Anna dan sembunyi dengan sebutan cinta. Apa dengan berselingkuh dari suaminya menjadikan Anna baik? apa kaya gini cara kamu melindungi kehormatan orang yang kamu sebut di cintai itu hahhh???
✓lepaskan Anna untukku, akan aku jaga dia lebih darimu
✓hahahaha dasar bedebah kalian semua, beraninya kalian berbuat seperti ini padaku.. kau tau, apa yang sedang saya lakukan sekarang terhadap cintamu?? hahaha
✓dimana Anna? apa yang kamu lakuin sama Anna? JANGAN BERANI MENYENTUHNYA...!!
✓ANJ*** JANGAN BERTERIAK PADAKU ...!! APAPUN YANG AKU LAKUKAN, DIA ADALAH ISTRIKU, MILIKU, DAN HAKKU,.!!
Al mematikan telponnya, dan membuang ponsel Anna jatuh ke sudut kamar mandi
Al menarik rambut Anna, "cinta suci... cuihhh..kalian itu bedebah yang menjijikan"
Al manarik rambut Anna berniat menyeret Anna, Anna yang kesakitan dengan memegangi tangan Al yang berada di rambutnya seraya memohon untuk di lepaskan " sakit masss... sakit..."
Al yang masih menarik rambut Anna, menyeretnya keluar kamar mandi dengan tidak melepas tangannya dari rambutnya..
Al membuang tubuh Anna dan tersungkur di bawah sudut ranjang tempat tidur mereka.
"KENAPA ANNA KENAPA...?????????!!!!!! APA KURANGNYA SAYA TERHADAPMU, TEGA SEKALI KAMU PADAKU DASAR PEREMPUAN HINA...!!!"
Pllaaakkk.... sebuah tamparan keras mendarat di pipi Anna, dan meninggalkan warna kemerahan pada pipi Anna
Al mencengkram kerah baju Anna yang basah, dibuatnya tegak tubuh Anna dan Pllaakkk... Pllakkk... Plakk... Bugg..Bugg.. "dasar wanita hina" ucap Al
kini Al memukuli Anna, tiada ampun, seraya ia lupa bahwa ia sedang berada di fase belajar untuk mencintai Anna..
Anna ditampar, dipukuli, dijambak, ditendang dan didorong hingga tersudut ke tembok.
tubuh Anna kini hacur, wajah dan tubuhnya dipenuhi luka dan lebam, tak sedikit darah yang keluar dari luka-luka kecil yang di akibatkan oleh pukulan Al padanya. Anna hanya diam menerima hukuman Al, Anna hanya menangis memohon ampun yang tidak dihiraukan oleh Al
__ADS_1
kini Anna di tarik tangannya, diseretnya ia oleh Al ke dalam kamar mandi kembali, dan sekarang Al mengunci Anna di dalam kamar mandinya.
Anna yang meraung kesakitan memohon pada Al, meminta maafnya dan meminta belas kasihannya padanya sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi, tapi Al tetap tidak menghiraukannya, lampu kamar mandi tipadamkan oleh Al. Kini Anna menangis sendirian didalam kamar mandi yang gelap dan dingin, dengan menahan luka yang diterimanya.