Kisah Jandaku

Kisah Jandaku
Part 62


__ADS_3

"kenapa jadi kaya masuk ruang BK sih hahaha" ucap Juna


"Juna serius ih..." kesal Ririn


"gak tau juga sih, kayanya nyeplos aja gitu, pengen liat reaksi Al" jawab Juna


"jadi kalau kamu suka sama Dinda itu gak serius kan?" tanya Ririn


"ya mana aku tau... gak semua pertanyaan langsung ada jawabannya Rin" jawab Juna


"kabar Mayang gimana?" tanya Ririn


"baik... sekarang lagi di Singapore malah, ikut artisnya yang lagi endorse" jawab Juna


"anak lu?"


"baik... kenapa sih?"


"ya aku mau tau aja, sejauh apa kamu tau keadaan keluarga kamu sendiri, Mayang masih sama si produser tua itu?" tanya Ririn


"gak tau kalau yang itu"


"kenapa gak cari tau?"


"dih ya ngapain juga gua tau"


"cemburu kan lu Jun? kalian tuh cowok-cowok yang gak menghargai perasaan kalian sendiri terhadap istrinya tau gak?" ucap Ririn kesal


"ya kalau Mayang menghargai gua sebagai suaminya, gua juga gak bakal kaya gini kali Rin, mau lu nasehatin gua kaya apa juga, tetep aja kuncinya di Mayang. kalau mau ngobrolin rumah tangga gua, yang pertama lu datengin bukannya gua Rin, tapi Mayang" jawab Juna tegas


"hadeuhh... dah lah gua balik, pusing" ucap Juna bangkit dari duduknya


"aku belum selesai Jun" seru Ririn


"bodo..." jawab Juna berlalu meninggalkan Ririn dan Al


"Al.. pikirin baik-baik ya perkataan gua, kita balik yu. gara-gara kalian aku jadi gak nganter anak-anak ku sekolah, jangan sampe aku juga gak bisa jemput mereka nih" ucap Ririn yang bangkit dari duduknya


Al mengikuti langkah Ririn di belakangnya, mereka pergi dari rumahku. Meninggalkan diriku yang masih terlelap di kamar tidurku.


**

__ADS_1


Siang hari aku terbangun dari tidur ku, seketika aku raih telpon genggamku.


✓halo.. Rin kamu masih di bawah apa udah pulang?


✓udah pulang nda.. kamu baru bangun?


✓iya.. jadi gimana? jadi ngobrol ma Al dan Juna?


✓jadi... dah jangan dipikirin, Juna cuma bercanda aja kok, Al juga gak serius ngomongnya


✓emang Al sama Anna mau cerai ya?


✓gak bakalan, percaya deh.. mereka tuh saling cinta cuma gengsi aja


✓yaudah bagus deh, aku lega kalau gitu


✓yaudah, nanti aku telpon lagi ya nda, aku lagi masak


✓eh.. iya Rin.. maaf.. makasih ya


✓yuuu sama-sama


(ditempat kerja Al (ruangan dr.lala))


"siang dok" sapa Al


"eh.. hei dok, duduk dok, ada yang bisa saya bantu?"


"mm dr.lala lagi sibuk gak? mau konsultasi ceritanya mah"


"oh gak kok, tadi yang keluar kebetulan pasien terakhir, iya gimana dok, mau ngomongin Dinda kah?"


"oh.. gak kok dok, ya walaupun ada kalitannya juga, tapi sebenarnya ini tentang saya"


"boleh... apa yang mau dr.Al tanyakan?"


"mm kalau boleh tau Dinda cerita gak sama dr.lala masalah tentang pernikahan saya sama istri saya Anna?"


"iya cerita, tapi sebatas sampai dr.Al menikah karena menggantikan mempelai pria Anna saja. habis itu Dinda cerita kalian ke bali terus sisanya cerita Dinda hanya tentang Vicky dok"


"bagus lah, jadi saya gak usah cerita dari awal... jadi gini dok, setelah 6 bulan menikah ternyata istri saya masih berhubungan dengan mantannya itu, mereka berselingkuh dibelakang saya. Saya rasa Anna tidak bahagia dengan saya, apakah pemilihan jalan cerai adalah baik dok? sedangkan sampai saat ini kami masih berbagi ranjang" jelas Al

__ADS_1


"terlebih Anna mendukung penuh untuk saya mendekati Dinda, apakah itu juga baik?"


"hahhh.... ini pasti sangat berat untuk anda...Sebagai manusia yang normal, tentunya dr.Al menginginkan menikah dengan seseorang yang dicintai, tapi dalam kasus dr.Al ini, justru dr.Al yang mengambil keputusan penuh dalam menyetujui pernikahan ini. Ketika dua orang sudah memantapkan untuk melangkah ke jenjang pernikahan, keduanya berarti sudah yakin satu dengan yang lainnya" ucap yakin dr.lala


"apakah saat dr.Al mengetahui bahwa istri selingkuh, mereka masih menjalin kedekatan?"


"kata temannya sih dia sudah mulai menjauhinya dok"


"kata teman?"


"iya.. dia curhat sama temannya, dan kebetulan temannya itu bicara pada saya"


"jadi kalian berbagi ranjang, tapi tidak menjalin komunikasi yang baik?"


"sepertinya iya dok" Al menunduk


"dok... Lelah itu biasa, kecewa itu wajar. Namun, percayalah dalam pernikahan bukan tentang seberapa kali dr.Al lelah dan kecewa, melainkan tentang seberapa lama dan kuat dr.Al bertahan..... mmm dok maaf, kalau istri.. mm mba Anna ini menurut dr.Al sudah melakukan kewajibannya sebagai istri gak di rumah?"


"dia sih melayani saya dengan baik dok, keperluan rumah tangga juga beres saat ada dia, dan anak saya juga jadi jarang sakit"


"wah... perkembangan yang sangat luar biasa untuk seorang gadis yang dalam sekejap menjadi seorang istri dan ibu sekaligus, bukan kah itu baik dr.Al?"


"iya gitu lah.. dia terlihat sangat berusaha"


"mm dan lagi, saat ini mba Anna malah mendukung anda untuk mendekati Dinda? apa itu tidak terkesan bahwa mba Anna sangat memikirkan kebahagiaan anda dok?"


"apakah begitu?"


"saya hanya menebak dok, yang paling paham adalah anda. saat ini anda sedang berperang dengan diri anda sendiri. Sulit memang menerima kenyataan bahwa istri anda selingkuh dengan segala yang anda telah berikan kepadanya. tapi memaafkan jauh lebih baik. Membina hubungan yang baru, komunikasi yang baik, menjalin kembali visi misi rumah tangga, dan yang paling penting cobalah menghabiskan waktu bersama, saling mengenal sebagai suami istri yang seutuhnya. Saatnya anda melupakan Dinda, percayalah bahwa Dinda mempunyai kebahagiaannya sendiri" dr.lala tersenyum manis


"dr.Al .... saya yakin istri anda mencintai anda, dengan berusaha menjadi istrimu saja sudah cukup membuktikannya, kalau dr.Al mau, bawalah istri anda kesini, kami akan berbicara dari hati ke hati, agar saya dapat memahami isi hatinya, dan mendapatkan jalan keluarnya, karena gak semua penyelesaian dalam rumah tangga itu adalah perceraian, cobalah untuk memberi pernikahan kalian kesempatan terlebih dahulu... Jika ingin melangkah ke tingkat tertinggi, beruntunglah yang tetap bertahan dan menjadikan cinta hanya ujian dan kesabaran sebagai penjaganya."


"benar... baiklah terimakasih atas waktunya ya dok, lain waktu saya akan bawa istri saya kesini"


"baik dok... oh iya... kalau bisa ajak Dinda juga kesininya dok, atau tolong berikan alamat Dinda, saya rindu bertemu dengannya"


"baik dok... saya akan kirim via wa ya dok, kalau gitu saya pamit, terimakasih dok


______________________________________________


Hai pembaca... Keluarga adalah ikatan sosial terkecil dalam masyarakat yang harus kuat, erat dan tidak longgar. Jika terjadi krisis dalam keluarga, utamakan keutuhan rumah tangga atas kepentingan pribadi (egoisme) masing-masing dan selesaikan secara konstruktif positif. Bahkan kalau perlu dengan bantuan seorang profesional (konselor) yaa 🤗

__ADS_1


__ADS_2