Kisah Jandaku

Kisah Jandaku
Part 96


__ADS_3

(Flash Back)


"keluarganya ibu Dinda" ucap perawat memanggil dari balik meja


"iya sus" ucap Nabil mendekat


"silahkan masuk pak, ada dokter mau bicara" ucap dr.Lala


"tante, disuruh masuk. yuk..." ajak Nabil pada ibu Vicky


"ini keluarganya Dinda?" tanya dr.Lala saat Nabil dan ibu Vicky masuk keruangan,


Nabil mengangguk


"siapanya?" tanya dr.Lala


"saya iparnya dok, ini mertuanya" ucap Nabil merangkul ibu Vicky


"kenapa Dinda bisa jatuh dari motor?" tanya dr Lala


"mmm anu dok, sebenarnya bukan jatuh dari motor tapi.... jatuh dari balkon kamar dok" ucap Nabil ragu


"apa..?!" ucap terkejut dr.Lala


Astaga.. sepertinya depresi Dinda kambuh.


"bisa jelaskan kepada saya apa saja yang Finda lakukan seminggu terakhir sebelum kejadian" tanya dr.Lala


"semenjak kecelakaan Dinda hanya diam dikamar dok, tidak ada kegiatan yang fia lakukan kecuali makan mandi dan ibadah" ucap Nabil


"semenjak kecelakaan? sudah berapa lama hal itu terjadi?" tanya dr.Lala


"sekitar dua minggu" ucap Nabil


"selama dua minggu Dinda hanya dikamar? apa dia tidak menjenguk Vicky sama sekali?" tanya dr.Lala


"tidak dok, tiga hari yang lalu kita coba ajak Dinda jenguk Vicky, tapi seperti biasa Dinda hanya diam memandangi Vicky yang terbaring di ICU" jawab Nabil


"astaga... lalu apa kesimpulan kalian tentang Dinda yang berdiam diri?" tanya dr.Lala


"mungkin dia sedang tertekan dok, merasa sedih atas keadaan Vicky" ucap Nabil


"kalau kalian tau kenapa tidak bawa untuk berobat, kenapa malah didiamkan?" ucap dr.Lala


"kami bingung dok, harus membawa Dinda kemana" ucap Ibu mertua Dinda


"keluarganya, alih-alih mengurus Dinda, kenapa kalian tidak mencoba membawanya kekrluarga?" tanya dr.Lala


"saya mau ngebahas sama Vicky dulu dok" ucap ibu Vicky


"astaga... berapa lama Dinda harus berdiam diri dikamar, dan lihatlah pada akhirnya Vicky belum bangun dan Dinda hampir kehilangan nyawanya" di cap kesal dr.Lala

__ADS_1


"maaf dok, saya salah" jawab ibu Vicky bersedih


"yasudah.. yasudah.. untuk saat meskipun lukanya baik-baik saja dan boleh pulang, tapi kali ini Dinda akan dirawat atas indikasi mentalnya atas rekomendasiku, saya akan bertanggung jawab atas Dinda mulai hari ini" ucap dr.Lala


"baik dok" jawab ibu Vicky dan Nabil menyetujuinya


***


Siang hari setelah obrolan tentang Dinda sudah selesai, dr.Lala diantar oleh Nabil ke rumah Vicky. Tepatnya di tempat kejadian dimana Dinda lompat dadi balkon kamar.


Nabil menceritakan detail kegiatan Dinda, apa yang dilakukannya, kebiasaannya, makanannya, dan juga kegemarannya.


"jadi Dinda gemar menulis?" tanya dr.Lala


"iya, mungkin sebuah novel atau semacamnya, saya pernah menengok apa yang ditulisnya. Seperti sebuah kisah cinta, saya gak terlalu tertarik dengan kisah cinta jadi gak saya baca, lagipula sepertinya cerita yang dia buat belum selesai" ucap Nabil


"dimana Dinda menulis, apa di sebuah komputer atau semacamnya?"


"tidak dok, dia menulis disebuah buku biasa menggunakan pena"


"buku.?"


"iya, sepertinya ada dirak, hmmm... diaitu kayanya" ucap Nabil menunjuk sebuah rak buku yang tersusun rapih


"bisa saya melihatnya?"


"bisa dok, sebentar saya cari ya dok" jawab Nabil langsung bergegas mencari buku Dinda


Terlihat seperti buku biasa saja, tak ada yang istimewa.


Jika orang lain melihatnya, mungkin akan berfikiran bahwa itu hanya sebuah buku materi kelas kuliah saja.


Tanpa tau, bahwa isinya adalah halusinasi seseorang yang mempunyai kelainan mental.


"ini dok" ucap Nabil menyodorkan buku Dinda


"saya pernah bilang, kalau dia memang pintar nulis, nanti saya bantu buat kenalan sama teman saya yang kebetulan bekerja disebuah penerbitan gitu dok, dan dia tersenyum senang" ucap Nabil


dr.Lala membuka bukunya, membukanya satu persatu tanpa membacanya.


"boleh saya bawa buku ini?" tanya dr.Lala


"boleh dok" jawab Nabil


*******


Flash On


(kamar ruangan perawatan Vicky)


"saya telah membaca baik buku ini, bahkan sampai berulang-ulang kali untuk memahami bagaimana perasaan Dinda. Vicky... Dinda benar-benar sangat kehilangan dirimu. Disini ditulis bahwa ada dimana dia menangis semalaman hanya untuk dirimu dan berjuang untuk bersikap baik-baik saja di pagi hari karena akan bertemu dengan sahabatnya. Di sini Dinda memaksakan dirinya untuk menjadi kuat, dan itulah sisi positif dibuku ini untuknya" jelas dr.Lala

__ADS_1


"saya sudah menyalin buku Dinda dalam bentuk fotocopy, kalian akan dapat satu-satu untuk kalian baca. Dan buku ini, silahlan kamu yang pegang ya" ucap dr.Lala memberikan buku Dinda pada Vicky.


Vicky meraih buku itu dengan ragu.


Sahabat Dindapun satu-persatu mengambil bagian mereka


"kalian bisa membacanya terlebih dahulu, saya akan keluar untuk urusan penting lainnya, dan sore nanti saya akan kembali kesini, saya harap kalian masih disini ya" ucap dr.Lala berdiri dan meninggalkan ruangan Vicky


Semuanya tampak mulai membaca cerita Dinda, terlihat serius dan tegang ekspreai yang ditunjukan oleh para sahabat Dinda.


"tapi disini kalian juga mau cerai ko Na, malah Anna yang punya ide buat nyatuin Al sama Dinda" ucap Ririn


"gila gua dibikin jadi good boy sama Dinda, keren" ucap Juna


"Jun.. lu deketin Dinda mulu tapi!" ucap kesal Vicky


"ya elah ky, ini kan halusinasi bukan kenyataan, lagian bukan gua doang ko, tuh ada Al juga"jawab Juna


"gaes gua keren banget ya bisa nyadarin Al disini hahaha" ucap Ririn


"tau dah, orang abis berantem hebat, mau cerai juga, liat Anna mandi malah bangkit tuh si otong hahaha Al..Al... ada-ada aja lu" ucap Juna


"kan lu bilang ini halusinasi ya, pada kenyataannya nya gua ogah" jawab Al


Anna melirik Al tajam


"wah.... pulau tidung.... pengen" ucap Ririn


"bisa-bisanya Dinda nulis kalau Nabil itu orang yang mau kita comblangin sama dia" ucap Juna


"tapi memang iya sih dia satu divisi kantor denganku tapi beda cabang daerah" ucap Raka


"kenapa saya harus beda Homestay, menyebalkan" ucap Al


"memangnya aku mau berduaan denganmu dan terpisah dari yang lain" ucap Anna


"kalian tuh ya, kalau memang mau jadi mantan yaudah mantan aja, gak usah jadi musuhan, udah tua gak usah sok soan jadi ABG" ucap Ririn


"gila Dinda sampe bayangin kalau dia ikut liat kantor baru gua, padahal kan kita cuma ngomong doang sama Dinda waktu main ke rumahnya enggak ngajak dia, tapi halusinasinya sampai dia datang ke kantor gua, keren" ucap Juna


"iya, tapi di sini lu lagi ngejablay sama orang hahaha" ledek Raka


"jun.. lu sampe jemput istriku" ucap Vicky


"halu ky halu... astaga" ucap Juna


"ada Syaif juga disini" ucap Ririn


"Anna lu jahat banget hahaha ngapain sih ngomporin Syaif, udah mulai cemburuan nih ye" ledek Ririn


"Rin..!" Anna menatap tajm Ririn

__ADS_1


__ADS_2