Kisah Jandaku

Kisah Jandaku
Part 54


__ADS_3

Haripun sudah semakin larut, kami telah menghabiskan seluruh santapan malam ini. Ibu dan ayahku ternyata menginap dirumah kakak. Tapi aku tidak sendirian, karena tau orang tuaku tidak pulang, para sahabatku pun memilih untuk bermalam dirumahku.


Kami masuk kerumah, kusiapkan segala kebutuhan untuk kami beristirahat setelah lelah dengan aktifitas kami di halaman belakang rumahku.


"emang pada ngantuk ya? nonton yuu.. ada film horor baru, na lu punya infokus kan?" tanya Juna


"ada.. bentar aku siapin" jawabku


"kamu beneran nyiapin filmnya Jun?" tanya Anna berbisik


"iya aman... Al lu duduk di sono, buaruan pada atur posisi" perintah Ririn


Mereka menempatkan posisinya. Sofa diruang tv ku berbentuk L. Anna dan Ririn memilih duduk dibawah yang sudah kupersiapkan badcover hangat, Juna sudah berbaring di sisi pojok sofa mempersiapkan laptop, dan Al berada di sofa panjang. Saat aku sudah mengambil infokus lalu memasangnya aku melihat hanya di sofa lah tempat yang kosong untuk di duduki.


"nda.. sini aja" ucap Al menepuk-nepuk sofa


Alih-alih mendengar perkataan Al, Anna justru cuek seolah tak perduli, dia membaringkan tubuhnya dan bersiap dalam posisi menghadap tv. Akupun berjalan menuju sofa dengan menjarakkan diriku pada Al.


"Jun.. sini biar aku aja yang pegang laptop" Tawarku guna membebaskan diriku duduk bersebelahan dengan Al


"dah... gak apa-apa, orang ini dah beres... oke gaes... mulai filmnya... yang takut boleh peluk aku hehehe" Ucap Juna


"hadeuuuhhh...." ucap kesal Ririn


20 Menit berlalu, bukannya seram film horor ini malah membosankan. Kutengok Ririn dan Anna yang sudah tertidur, Juna pun tak bergerak seperti sudah tidur. Dan Al.....


"hoooaaammmm.... Juna gimana sih, katanya film horor, malah kaya sinetron gini." ucap kesal Al, tapi aku memilih tak meresponnya


"haus" ucapku.. kutengok Al, rupanya ia sudah tertidur dengan posisi duduknya. Akupun bergegas menuju dapur


"nda..." sapaan seseorang


"kamu gak tidur Jun?"


"aku terlalu kenyang pas tidur sore di kamarmu"


"aahh... iya, mau minum Jun?"

__ADS_1


"kalo mintanya kopi dibikinin gak?"


"boleh... bentar ya aku juga mau bikin deh"


"nda... kamu baik-baik aja kan?"


"iya Juna, aku baik ko, kehadiran kalian bikin rumah jadi rame"


"nda... aku pindahin kantor pusatku dari Wonosobo ke sini, biar bisa jagain kamu"


"ih repot-repot Jun, lagian aku udah gede, ngapain dijagain"


"aku dan Raka adalah orang yang dipercaya Vicky buat jagain kamu nda... dan akunya juga gak keberatan ko buat jagain kamu"


"aku jadi gak enak Jun... aku gak kepikiran dia sempet bilang kaya gitu"


"dari masa sekolah dulu, Vicky anak yang baik nda.. kamu gak usah khawatir, dia pasti senang disurganya"


"nih kopinya Jun... iya aku juga yakin dia disana"


"Ke belakang lagi yuk, hirup udara segar biar enak ngobrol nya" ajaknya padaku, kamipun berjalan menuju halaman belakang rumahku. Duduk di meja makan yang tadi dipakai buat makan malam.


Aku hanya diam, mendengar segala cerita yang Juna buat, waktu menunjukan pukul 2 pagi, entah mengapa mataku berat rasanya. Tak sadar akupun tertidur.


"nda... lah.. nih bocah, gua lagi curhat ini bukan dongeng ya elah.. nda... serius tidur? nda..." Juna mencoba menggoyangkan bahuku dengan tangannya


"eh... bukannya Dinda insomnia yah, harusnya lu gak tidur dong nda gimana sih.... klo gitu jangan dibangunin deh" Juna pun melanjutkan menikmati kopinya dengan sesekali menghisap rokoknya.


"makin dingin euy... duh, si Dinda kaga bangun-bangun lagi, ya kali gua gotong, berat kali nda... hadeuhh... Dinda.. Dinda... kaga apa-apa ini kalo gua gotong?" Juna menatap wajahku


"nda... gua gotong lu ya nda maaf maaf yaa" Juna meraih tubuhku "Vic gua izin bawa bini lu ya" Juna menggendong tubuhku, berjalan masuk kedalam rumah.


Alih-alih meletakanku diruang tv bersama yang lainnya, Juna malah membawaku ke kamarku.


Melatakan tubuhku di kasurku, dan menyelimuti tubuhku. "nda.. nda... kesian banget sih hidup lu, padahal lu tuh baik cakep, jadi istri juga bener, kalo dibandingin sama Mayang ya jauh banget. Menurut gua sih lu Perfect buat jadi istri, baik, pinter masak, pinter cari duit, sexy" Juna membelai rambutku


Ditatapnya wajahku lama oleh Juna sambil mengelus rambutku "astaga......" Juna tersadar atas tindakannya "kenapa gua jadi terpana, Juna Juna... stress" Juna pun meninggalkanku sendirian dikamar

__ADS_1


Juna kini bergabung kembali dengan sahabatku di ruang tengah, alih-alih mengantuk Juna malah melanjutkan filmnya, mencari film lain yang lebih seru.


Adzan subuhpun telah berkumandang, Ririn terbangun dan membangunkan Anna.


"Na... bangun.. udah Subuh ayu pulang, aku mau siapin sarapan buat suami dan anakku dirumah"


"mmm ayu... Juna... bangun ayo pulang anterin" ucap Anna membangunkan Juna


"mmmm....aku baru tidur, brisik" ucap Juna membalikan tubuhnya membelakangi Anna


"kok baru tidur sih, eh Dinda mana?" Tanya Anna


"ihh... Juna mah, kita baliknya gimana dong" ucap Ririn kesal. "Al... bangun Al..."


"mmmm.... ya Rin... dah pagi yah?"


"anter balik dong, udah pagi nih, gua mau nyiapin sarapan buat laki gua" ucap Ririn


"ya Juna lah kenapa jadi gua sih, kan udah di rencanain" ucap Al


"Juna baru tidur, kayanya abis nemenin Dinda, lu yang bego... rencana awal kan lu yang harus nemenin Dinda begadang, malah tidur...!" ucap Ririn


"haduuuhhh... iya... sial, ketiduran gua.. Jun lu nemenin Dinda semaleman ya? dimana? ko lu disini Dinda dikamar, lu ngobrolnya di kamer ya? Juna..." Al menepuk-nepuk kaki Juna


"aagghhh... brisik banget sih, pada pulang sono, kaga becus semuanya. capek-capek bikin rencana malah buyar, dasar kebo semua" ucap kesal Juna yang masih berbaring membelakangi yang lainnya.


"yaudah Al... hayu anter dulu nanti gampang kesini lagi, Juna lu gak mau balik?" Tanya Anna


"yaudah ayu gua anter" ucap Al


Al, Ririn dan Anna pun meninggalkan rumahku, Anna masih memilih untuk tinggal di rumah Ririn dibandingkan pulang ke rumah Al.


"makasih ya Al.." ucap Ririn yang turun dari mobil


"kamu mau pulang atau ke rumah Dinda?" tanya Anna dari belakang bangku mobil Al


"kalau ngikutin rencana ya harusnya aku balik ke rumah Dinda, cuma dah nanggung rencana gak sesuai, terus dah di jalan juga balik aja deh" ucap Al

__ADS_1


"aku ikut yah Al.. aku mau ambil barang-barang aku, boleh kan?"


"yaudah ayu" jawab singkat Al


__ADS_2