Kisah Jandaku

Kisah Jandaku
Part 81


__ADS_3

(Di Musholah)


✓halo..


✓iya mas.. gimana mas, udah di rumah kan?


✓udah ka, sorry ya gua balik duluan


✓iya mas gak apa-apa


✓gimana Dinda?


✓sudah baik mas


✓jadi... apa beneran hamil?


✓iya mas


✓hmmm semoga sehat semua ya, Dinda dan kandungannya


✓iya mas, maaf ya mas Dinda sempat merepotkan


✓ah gak kok ka, yang penting pada selamat aja


✓iya mas, saya wakilin Dinda ngucapin terima kasih


✓iya ka sama-sama


**


(Di ruang perawatan)


"nda.. udah baikan?" tanya Ririn yang duduk di sisi ranjangku dan mas Dadang yang duduk di kursi


"baik Rin.. aku kiran kalian pulang" ucapku


"gak nda, aku di usir" ucap Ririn menangis kemudian mas Dadang berdiri merangkul Ririn


"ih.. kenapa kok bisa?" aku bangkit dan duduk, refleks terkejut saat mendengar pernyataan Ririn dan juga tangisan Ririn


Dion yang mendengarkan dari sofa sontak berdiri mendekat ke arah ranjang agar mendengarkan percakapan kami dengan jelas.


"yang terjadi di kamu sekarang, semua nyalahin Ririn?" ucap mas Dadang mewakili Ririn yang tidak bisa berkata karena terisak dengan tangisannya


"ih... emang kenapa sih mas.. aku gak paham"


"nda..." ucap Ririn terbata-bata


"aku yang udah bilang ke Mayang kalau kamu kemarin malam ciuman sama Juna di pantai" ucap Ririn menangis


Berciuman? luar biasa, kenapa Al gak cerita hal itu. Dion


"Rin.. Juna lagi mabuk, aku juga gak nyangka Juna bisa ngelakuin itu, Juna yang cium aku Rin, gak bisa dibilang ciuman dong Rin" ucapku mencoba menjelaskan


Oh... mabuk... pantas saja, mana mungkin mereka ciuman kalau yang punya rasa hanya satu pihak saja. Dion

__ADS_1


"Justru itu, aku jadi salah paham dan juga salah menginfokan ke Mayang, soalnya kamu dibawa Al ke homestay nya, dan kalian juga berpelukan disana" ucapnya


Al...? peluk Dinda??? luar biasaaaa... Dion


"Astaga Rin... kita gak pelukan, Al lagi nyoba nenangin aku yang kena serangan panik Rin, aku gak punya obat Rin" jelasku dengan nada sedih atas kesalahpahaman Ririn


"iya nda.. aku udah tau, mereka udah jelasin ke aku, mangkanya aku kesini nunggu kamu diluar rumah sakit nunggu yang lain pada pulang dan nunggu Raka keluar dari ruangan kamu. Aku mau minta maaf sama kamu"


"Rin... kenapa kamu gak nanya aku dulu sih, aku kan sahabat kamu?"


"maafin aku nda, aku salah, aku kira kamu lagi manfaatin situasi orang-orang yang suka sama kamu" ucap Ririn


"ya tuhan Rin.. mana ada kaya gitu, kenapa bisa mikir gitu sih?"


"aku benar-benar minta maaf nda" ucap Ririn meraih kedua tanganku memohon


"gak salah sih mereka ngusir anda" ucap Dion


"jaga bicaranya ya mas" seru Dadang


"maaf nih ya, tapi saya dokter disini, pasien butuh istirahat tolong tinggalkan ruangan ini" ucap tegas Dion


"apaan sih, kamu siapa.?" tanya Ririn ketus


"saya calon ayahnya anak Dinda" ucap Dion yang benar-benar membuatku terkejut


"apa.??.DION....!!" ucapku


"calon ayah? kamu hamil nda? kamu ternyata selama ini punya pacar?" ucap Ririn


"LU NGAPAIN DISINI.?" tanya Raka yang datang dan berteriak di pintu saat melihat Ririn


***


Juna sedang menekan tombol bel pada pintu sebuah apartemen di kawasan Jakarta Pusat, seseorang membukkan pintu, suara keras sebuah musik dj terdengar keras saat pintunya terbuka, tampak seorang pria berpenampilan wanita setengah sempoyongan karena alkohol terkejut melihat kedatangan Juna.


"OH MY GOD...lu Juna ye?? lakinya May kan? yaelah ganteng banget sih.., sini dong masuk" ucapnya menarik lengan Juna


Didalam Ruangan apartemen tersebut terdapat 5 orang, dua orang laki-laki dan tiga orang wanita termasuk Mayang dan ditambah seorang banci yang sedang bersama Juna.


Mereka tampak sedang berpesta dengan botol alkohol yang berserakan, suara musik dj yang sangat kencang.


satu orang wanita tampak sudah tak sadarkan diri tergeletak dilantai yang tidak dihiraukan oleh yang lainnya.


"hei.. hei... heiii" banci itu yang biasa dipanggil anggel mengecilkan suara musiknya dan menepuk tangannya


"lihat dong siapose yang dateng"


semua mata tertuju pada Juna.


Mayang hanya tersenyum menyapa Juna, menyandarkan duduknya, mengangkat satu tangannya dan berfose sexy kemudian mengedipkan matanya.


"wih ada bang Juna.. sini bang gabung" ucap salah satu pria di balik meja


"iye bang sini, kebetulan kita bawa barang bagus nih, dah pada nyoba.. tokcer banget ya gak hahaha" ucap salah satu wanita

__ADS_1


"kamu ngapain bengong sih.. sini dong sayang" ucap manja Mayang menepuk kursi disebelahnya yang kosong


Juna berjalan menuju salon musik yang masih menyala, kemudian mematikannya.


"lah kok dimatiin sih bang ganteng" ucap Anggel sedih dengan nda khas seorang banci


Juna mendekat pada Mayang, Mayang langsung bangkit kemudian memeluk Juna, tapi Juna langsung melepaskan rangkulan tangan mayang yang berada di pinggangnya.


"kamu apaan sih?" ucap Mayang kesal


"lu tuh udah janji ya buat ninggalin barang ginian" ucap Juna menunjuk sabu-sabu yang tergeletak berantakan di meja, dengan salah satu pria yang sedang menghirupnya dengan sebuah alat.


"oh.. janji... hahaha janji itu kan hutang sayang, terus gua kan uangnya banyak, jadi gua milih bayar aja deh hahaha ya gak gaes" ucap Mayang yang ternyata sudah terpengaruh oleh alkohol dan benda haram tersebut.


Juna mengambil sebotol minuman alkohol dan membantinganya, BRAAKKKK...!!!


"BUBAR...!!" ucapnya


"bang... kita baru mulai sejam loh ini masa bubar" ucap salah satu wanita memprotes pernyataan Juna


"kalau lu gak bubar gua telpon polisi sekarang juga" ucap Juna


"wih... santai dong bang, tuan rumahnya aja baik-baik aja, kenapa lu yang baru datang langsung sewot gini sih, bikin suasana rusak aja" ucap salah satu pria


Juna yang mendengarnya langsung mendekat padanya.


mencengkram kerah baju pria tersebut, hingga sang pria bangkit dari duduknya.


"ini apartemen gua anjing"


"kok jadi nyolot sih" pria tersebut menepis tangan Juna


"TETSERAH GUA DONG, KALAU GUA BILANG BUBAR YA BUBAR ANJING...!!! ucap Juna


"APAAN SIH LU..?" teriak Mayang


"INI JUGA APARTEMEN GUA YA, GUA PUNYA HAK DISINI..!!" teriak Juna mendekati Mayang


"LU SIAPA???" tanya Mayang


"GUA SUAMI LU..!!" Juna menunjukkan jarinya ke arah wajah Mayang


hahahahaha... Mayang malah tertawa terbahak-bahak disusul dengan teman-temannya yang ikut tertawa.


"Gaes... jadi dia masih ngerasa jadi laki gua hahaha, dah lu pada bubar gih, laki bini mau bercocok tanam dulu.. huss huss bubar-bubar" seru Mayang


"yaudin.. kite balik ya cin... lu baek-baek dimari ye, call gua kalo ade ape-ape ye nekk"


"iye... hati-hati gaes... makasih" ucap Mayang


Semuua orang telah pergi meninggalkan Juna dan Mayang berdua di apartemen yang sangat berantakan pasca pesta sabu yang mereka gelar.


"malam ini gua gak mau diskusi obrolan kosong gak penting ya, otak gua isinya alkohol semua, tapi kalau lu mau ngajak gua buat bermesraan, dengan senang hati gua ladenin" ucap Mayang menggoda Juna yang sedang duduk di sofa.


Juna menunjukkan wajah yang datar, Juna tak menghiraukan perkataan Mayang dan memilih masuk kamar dan menutup pintu kamar dengan menguncinya agar Mayang tidak dapat masuk kemudian berbaring di ranjang.

__ADS_1


Menunggu hari esok tiba untuk berbicara dengan Mayang


__ADS_2