
Kamar yang indah dengan dekorasi aksen kayu jati membuat suasana yang dingin ini dihangatkan oleh kamar ini.
Kamar di desain ala pengantin sama seperti yang di Ade Irma Resort tadi, taburan bunga mawar ada di mana-mana, dilantai, dimeja, di ranjang, di bad thup kamar mandi, pokoknya ada dimana-mana.
Sama seperti tadi siang, saat memasuki kamar, Vicky mengendongku. Aku menatapnya manja dan sesekali membenamkan wajahku di dadanya yang bidang.
Diletakannya aku di ranjang, diusapnya kepalaku dan juga pipiku.
Seperti takut malam ini akan cepat berakhir, tanpa berkata-kata Vicky langsung mencium lembut bibirku..
Aku membalas ciumannya, ku lingkarkan tanganku di lehernya kembali. "Ahhh...aa.... dinda geli.." ucapku
Vicky tidak menghiraukan perkataanku, memanglah benar katanya saat itu yang tidak akan mengampuniku saat menikah nanti.
Setiap inci tubuhku di cium olehnya, aku hanya bisa pasrah dibuatnya. Semua tubuhku adalah haknya, dan aku tidak punya kuasa untuk menolaknya..
Vicky adalah cinta pertamaku, dan kuharap menjadi cinta terakhirku sekarang dan selamanya.
Vicky ...... dan malam pertama kami yang indah
**
Saat pagi hari aku terbangun dengan ketidak hadiran Vicky disampingku, ternyata dia lebih dahulu bangun dibandingkan denganku.
Aku yang tidur dengan tidak menggunakan baju dan hanya ditutup dengan selimut ini membuatku enggan untuk bangkit.
Kusapau pandanganku, ternyata Vicky berada di balkon kamar dengan pemandangan kolam renang yang indah sedang mengecek email masuk dalam laptopnya.
Akupun duduk di ranjang dengan memegang selimut menutupi dadaku. Kuusap wajahku untuk mengembalikan kesadaran energiku.
Tubuhku sangat sakit, rupanya Vicky semalam benar-benar tidak membiarkan aku berhenti.
Seringnya berolah raga membuat tenaga Vicky sangatlah kuat. Permainannya semalam benar-benar membuatku lemas, dan bisa kubilang lebih kuat dibandingkan Syaif, sampai-sampai sekarang aku dibuat bangun kesiangan dan badanku terasa sakit namun batinku senang dibuatnya.
Aku tersenyum mengingat kejadian semalam yang begitu romantis dan sangat hangat itu.
"istriku sudah bangun?" suara Vicky menghilangkan lamunanku
"ini jam berapa?" tanyaku
Vicky menyapu sekeliling mencari keberadaan jam "mmmm jam 9 sayang"
"hah... sesiang itu kah? kenapa aa gak bangunin dinda sih?" ucapku mengerucutkan bibirku
"kamu tampak lelah sayang" godanya mengelus pipiku
"enggak, kata siapa aku lelah?" ucapku malu
__ADS_1
"benarkah? jadi kamu gak lelah? haruskah kita melakukannya lagi?" ucapnya girang memegang kedua pipiku
"ishhh aa mah mesum, awas ah dinda mau mandi" aku menepis tangannya
"ih... gak boleh nolak suami loh nanti..."
"dosa...?" ucapku
Vicky mengangguk tersenyum
"iya aa, tapi dinda mandi dulu, lagian yang sisa semalam kan belum dibersihin juga, apa gak jorok?" ucapku menjelaskan
"hmmm yaudah kita mandi bareng aja, aa juga belum mandi" ucapnya menggodaku
Aku meliriknya tajam dan mengerucutkan bibirku, dibukanya selimut yang menutupi tubuhku, dan diraihnya tubuhku untuk di gendong kembali olehnya. Saat tubuhku diangkat terlihat noda darah yang berada di seprei ranjang.
"kok ada darah, bukannya kamu gak perawan" ucapnya heran melihat noda darah
"mungkin karena sudah lama gak dipakai jadi nutup lagi" ucapku polos
"asik dong, berarti dapet janda rasa perawan hehehe" Vicky berjalan dengan mengendongku menuju kamar mandi
Kini kami merendamkan tubuh kami di badthup bersama, saling memeluk satu sama lain sambil memainkan bunga mawar yang mengambang di dalam air ini..
Kami saling menggosok tubuh kami, bercanda kecil dan tertawa dibuatnya. Layaknya pengantin baru, kami bermesraan dimanapun dan dalam waktu apapun, apa lagi saat ini adalah hari pertama kita sebagai suami istri.
Setelah kami mandi dan sarapan yang kesiangan. Vicky melanjutkan aksi bercintanya di sofa, karena ranjang kami sudah tidak layak digunakan karena begitu banyak noda membekas disana.
Waktu hampir mendekati waktu cek out, kamipun beegegas membersihkan diri. Kemudian keluar dari kamar kami untuk melakukan cek out.
**
(di dalam mobil)
"kita kerumahku dulu ya, malamnya baru kerumahmu dan tidur disana" ucapnya
Aku hanya mengangguk mengiyakan..
Tak terasa akupun tertidur saat perjalanan pulang, entahlah rasanya sangat lelah.
"sayang bangun udah sampai" ucap Vicky mengelus lembut pipiku..
"oh... udah sampai ya, maaf ya aku ketiduran" ucapku sambil mengusap mataku
"semenjak sama aku kamu jadi tidur terus, kayanya insomnianya sudah sembuh total" ucapnya tersenyum lebar
Akupun tersenyum membalasnya "mungkin" jawabku
__ADS_1
Saat kami turun dari mobil, terlihat ibu dan ayah Vicky sedang menunggu kami di teras rumah menunggu untuk menyambut kami.
Aku menyalami kedua orang tua baruku ini, dan tersenyum lebar memeluk ibu Vicky.
"kalian udah makan siang? mamah udah masak makanan kesukaannya aa, yuk masuk makan dulu baru nanti ngobrol-ngobrol" ucap ibu Vicky dan menuntun kami untuk masuk dan makan..
Setelah makan kami pun bercengkrama di ruang keluarga Vicky.
"kalian mau tinggal dimana?" tanya ayah Vicky
"kalau Vicky maunya di rumah Vicky, cuma gak tau dinda mau atau gak, soalnya belum ngobrol masalah tinggal dimana" jawab Vicky
"loh kamu ini gimana sih, masa masalah sepenting itu gak dibicarakan dulu" ucap papah Vicky
"gak sempet hehe" jawab Vicky menatapku genit membuatku malu
"kalau mamah pengennya kalian disini, tapi ya gak mungkin juga nanti yang ada mamah ganggu kalian, rencananya kalau aa udah pindah kerumah sama Dinda, mamah mau ikut papah ke jakarta aja" ucap mamah Vicky menjelaskan
"Dinda... aa punya rumah dikota, kalau berkenan kita tinggal disana yah, biar gak ngerepotin orang tua juga" ucapnya menatapku
"tapi kantor dinda kan disini, apa gak jauh kalau tinggal dikota dan kerja disini" jawabku
"kalau dinda mau, aa bisa pindahin dinda ke kota, atau risign lebih baik" Ucapnya tersenyum lebar
Aku menggelengkan kepalaku "dibanding risign aku mending pindah kantor aja deh, kalau risign nanti aku bosan a" jawabku
"yaudah kalau gitu, sementara nunggu kamu siap pindah ke kota kita tinggal dimana, mau disini atau di rumah ibu, terserah dinda aja aa mah" ucapnya dan akupun mengangguk mengiyakan.
**
Malam harinya kita berkunjung ke rumahku, bercengkrama dengan ayah dan ibuku.
Selain kami yang akan pergi besok malam untuk berbulan madu, ibu dan ayah juga akan pergi meninggalkan rumah untuk pulang ke kampung ibu di Makasar. Entah sampai kapan, karena ibu dan ayah sekarang sudah pensiun, jadi tidak terikat waktu dengan apapun.
Jadi kami memutuskan untuk sementara tinggal dirumah ibu dulu sebelum nantinya pindah ke kota.
Malampun kini kian larut, kamipun memasuki kamar masing-masing.
Pertama kalinya ada orang asing tidur dikamarku, karena saat menikah dengan Syaif rumah ini belum di renovasi, dan kamarku dulu masih berada di bawah.
Vicky yang sudah tidak asing dengan kamarku langsung berbaring di ranjangku.
Aku membuka lemariku mencari baju tidurku dan mengenakannya. Akupun ikut berbaring disampingnya.
"ngapain ganti baju sih" tanyanya padaku
"kan mau tidur, jadi ganti baju tidur lah" ucapku datar menepuk-nepuk bantalku.
__ADS_1
"harusnya bukan ganti baju, tapi gak pakai baju, sini..." Tubuhku ditarik dan terjatuh di dadanya, kini Vicky mencium bibirku, dan mulai membuka kancing baju piamaku.
Seperti malam sebelumnya Vicky pun melancarkan aksinya kali ini dikamarku.