Kisah Jandaku

Kisah Jandaku
Part 46


__ADS_3

Sampailah kami di kediaman rumah orang tua Vicky.. dirumah seperti biasanya Vicky dan keluarganya melakukan hal-hal yang hangat, bercanda saling menyayangi dan saling melengkapi..


"Dinda... nanti kalau kalian punya anak, papah sih belum yakin si aa bisa jadi ayah yang baik" ucap ayahnya meledek


"dihh papah sembarangan, aku aja udah jadi suami yang baik kok pasti nanti otomatis jadi ayah yang baik buat anak aa" jawab Vicky, dan aku tersenyum atas topik pembicaraan ini


"halahhh... kamu ngaku-ngaku, yang bisa nentuin kamu jadi suami baik itu ya Dinda, kenapa aa jadi muji diri sendiri sih haha" jawab papah Vicky


"iya.. coba Dinda bilang, aa suami yang baik atau masih mencoba untuk jadi baik" tanya mamahnya padaku, sekarang semua mata tertuju padaku.


Aku tersenyum, sambil menatap mesra mata Vicky aku berkata "tidak ada suami sebaik aa" ucapku singkat tapi penuh dengan arti


"Yyyyeeeess.....!!!" seru Vicky mengepalkan tangannya "tuh kan pah, aa menang taruhan sini gopek" Vicky menyodorkan tangannya pada papahnya


"iya iya besok nanti papah kasih, lumayan buat bensin kan? hahaha" jawab papahnya


Entahlah taruhan macam apa ini, tidak ada moment terlucu di keluarga ini selain sekarang ini.


"yaudah mangkanya buruan kasih mamah papah cucu.." seru mamah Vicky


"wahh ya siap.. hayu sayang, bikin" seru Vicky menjawab cepat dan menarik tanganku


"kita duluan ya mah pah, met malem"


Aku yang tertawa kecil sambil mengikuti langkahnya karena tangan yang ditarik oleh Vicky hanya bisa mengaggukkan kepala dan tersenyum melirik mataku seraya pamit pada orang tua Vicky.


***


keesokan harinya, kami disibukan dengan persiapan menuju cirebon.


"istriku jadi nanti mau tinggal dimana sayang..." tanya Vicky menyanggah dagunya dengan tangannya dan menatapku hangat


"mmm... aa maunya gimana?" tanyaku balik


"ya aa maunya aa bangun ada kamu, aa pulang ada kamu, aa mandi ada kamu hihihi" Vicky meledek


"iiishhh... aa mulai deh mesumnya, ya maksud Dinda aa maunya Dinda dimana?" tanyaku sambil mencubit perut Vicky


"dih... sakit tau... dikit-dikit nyubit nih istri aa galak, ntar kalau hamil terus sensitif jangan-jangan malah gigit hahaha" ucapnya


"aa...... iiiiihhh..... nyebelin ya gak lah, serius aa ihhh" jawabku manja


"di rumah aa aja ya sayang, kamu risign aja dari kantor, tapi tenang sayang... aa udah siapin ruangan buat kamu praktek mandiri, jadii ya kamu kerjanya dirumah aja gitu" ucapnya serius


"jadi Dinda buka praktek bidan mandiri a?" tanyaku antusias


"iya sayang" jawabnya memegangi pipiku


"aaahhhh aa makasih...." aku memeluknya


"Dinda seneng banget, Dinda mau a, Dinda mau.... yeeee... aa makasihhh" ucapku kegirangan memeluknya erat


"tapi janji ya sayang... jangan terlalu cape-cape nanti istri aa ini kulitnya jadi keriput gimana" ucapnya mengelus rambutku


"mmmm iya a" jawabku kembali memeluknya


"ini udah beres barangnya? aa bawa dulu ke mobil yah baru kita pamit sama mamah papah" ucapnya, dan akupun menganggukan kepalaku seraya mengerti perkataannya


***

__ADS_1


"pah mah...aa pulang yah, papah sama mamah jaga diri baik-baik, yang sehat yang bahagia, jangan sedih kalo aa dah pulang, mamah jangan nangis, apa lagi papah, jangan yahh harus happy terus" ucap aa berpamitan kepada orang tuanya, memeluknya dan menciumi pipi kedua orang tuanya, dan tak lupa mencium punggung tangan kedua orang tuannya..


Akupun sama dengannya, aku memeluk dan juga menyalami tangan orang tua Vicky


"hati-hati dijalan, pelan-pelan yah, kabarin kalau ada apa-apa" ucap papah Vicky


"iya pah, nanti juga Dinda kabarin papah mamah, ya kan sayang?" ucapnya menatapku


"iya mah pah nanti dinda kabarin mamah papah, Dinda pulang ya mah pah, Assalamualaikum"


***dikediaman Al


"mas....mas Al... mas..." ucap lirih Anna terdengar dari dalam kamar mandi.


Semalaman Anna di kurung di dalam kamar mandi, kedinginan karena disiram Al, menahan luka atas pukulan Al, dan menahan lapar karena saat malam itu Anna belum sempat makan.


Anna menyapu pandangannya melihat sekitar kamar mandi yang kini sudah terang karena sinar matahari yang masuk dari ventilasi kamar mandi.


Anna tertuju pada satu pandangan, yaa... itu adalah ponsel ana yang dibuang oleh Al saat setelah mematikan panggilan telpon dengan Dimas. Anna bergegas mengambil ponselnya yang tenyata mati karena benturan, Anna mencoba mengaktifkan telponnya, dan ternyata menyala.


Anna langsung segera mengecek ponselnya, tampak panggilan tak terjawab dari Dimas, dan Anna pun langsung menelfonnya..


✓nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan, silahkan hubungi beberapa saat lagi...


tuuuut...


berulang kali Anna mencoba menelpon Dimas, tapi tetap saja tidak aktif. "apa yang kamu lakukan disituasi seperti Dimas..." ucap Anna memegang kepalanya seraya berfikir keras.


"ahhh... iya..." ucap Anna mendapatkan ide dan mencoba menghubungi seseorang


**di dalam mobil Vicky dan Dinda


"sayang mau makan dulu gak, bentar lagi ada rest area?" tanya Vicky


"gak sayang, aku juga belum lapar dan tidak lelah, baiklah nanti saja istirahatnya sekalian dirumah toh sudah sampai tol cipali, sebentar lagi sampai" ucapnya


"nda..."


"iya a...?"


"aa sayang banget sama dinda, apapun yang terjadi Dinda harus bahagia, Dinda harus bisa ngelakuin apa yang Dinda mau dan apa yang Dinda suka"


"iya a... selagi dinda sama aa dinda pasti bakal bahagia terus"


"kalau gak sama aa juga tetep harus bahagia dong, dinda itu semakin manis kalau cemberut, nanti kalau ada yang lirik, aa bisa repot"


"iyyaaaa aa bawelll...."


"hehehe i love Dinda Lestari Istri Aa"


"I love you to suamiku Dzavicky Dzikri hihihi"


"cium dong, biar semangat"


"mmmuuuachhh..."


"dihhh gak kerasa, yang lama dong"


"mmmmmmmmmmmmmuuuuuuuuaaaccchhhhh"

__ADS_1


"dihh masih gak kerasa tau, kayanya harus yang banyak"


"mmuacch muuuachh muuachh muuachh muuuach"


"hahaha nurut banget istri aa, nanti lanjut di rumah yaaa sayang"


"iiishhh aa mesumm"


tring... triingg... Suara telpon Dinda berbunyi


✓halo...


✓dinda tolong aku...


✓kamu kenapa, Anna kenapa kamu nangis, ada apa ngomong??


✓Al nda Al...


✓Al kenapa???


✓aku dipukuli oleh Al, aku sekarat, Al sudah gila nda, tolong aku, dia mengancam akan membunuhku nda, aku takut.. cepatlah kesini dan tolonglah aku...


✓apaaa...????? kenapa bisa Al melakukan hal itu kepadamu


✓aku gak tau, pulang dari jakarta dia menggila dan terus memukuliku, cepatlah kemari dan tolong aku


✓aku sedang dalam perjalanan pulang, kamu dimana?


✓aku dirumah Al, dindaa tolong akuuu hickk hickk


BRAAAKKk....pintu kamar mandi dibuka keras oleh Al, Al melotot mendapati Anna sedang melakukan panggilan telpon, Al langsung merebut ponsel Anna,


"kemarikan ponselnya... kenapa kamu berani menelpon hah??? apa kamu telpon Dimas??? kurang ajar!!!""" ucap Al geram


"tidak... jangan mas... jangan..." Anna masih mempertahankan ponselnya, terjadi perebutan ponsel antara Al dan Anna, Dinda yang mendengarkan via panggilan hanya samar terdengar suaranya tapi Dinda tau bahwa terjadi perkelahian disana


✓Anna.... apa kau baik-baik saja??? haloo Anna


Kini Al berhasil merebut ponsel Anna, betapa terkejutnya Al mengetahui bahwa panggian tersebut adalah Dinda..


"DINDA....TOLONG AKUU...." teriak Anna yang mengetahui bahwa panggilannya masih terhubung denganku..


Al langsung menutup mulut Anna,


✓Dinda ini Al, aku bisa jelasin ke kamu nanti, aku akan menghubungimu


✓Al... halo....Al... kamu jangan macem-macem sama Anna...


"DINDA.....!!!!!" teriakk Anna


"kamu bisa diam gak sih...!!' ketus Al


✓Al...bersumpahlah demi aku kau tidak melakukan apa pun pada Anna


✓tidak nda... aku hanya memberinya pelajaran karena dia ..


BRUGGG....BRUGG...!!!!!!!!!! PRAKKK...!!!!!!!!! SEETETTST..!!!!!!!!


DERRR........!!!!!!!!! BBBRRRAAKKAKKAKAK...!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! BRRAAAAAAAKKKKKKKK

__ADS_1


✓dinda....??


suasana seketika hening, Al terpaku tak bergerak, menatap Anna dengan mata gelisah dan tangan yang bergetar memegang ponsel di telinganya.


__ADS_2