
"kamu kangen rumah ya? sabar ya, nanti kita pulang kok" ucapnya mengelus rambutku
"tapi meskipun aku merengek meminta pulang mereka tak membiarkan aku pergi" jawabku menangis
"gak boleh nangis, istriku yang cantik gak boleh nangis.. nanti biar aa yang coba tanyakan ya sayang, kamu yang tenang"
"aa... jangan tinggalin Dinda lagi. yang lain sudah meninggalkan Dinda satu persatu"
"aa disini ko, aa gak kemana-mana, Raka Juna Ririn Anna juga ada disini"
"Ririn jahat.. Anna nyebelin aa.." ucapku merengek
"mmm.... istriku ini banyak sekali pikirannya"
"tapi emang kaya gitu... Anna cemburu sama Dinda, soalnya Al masih suka sama Dinda, Ririn juga gitu.. gak suka sama Dinda karena dia bilang Dinda manfaatin keadaan, padahal kan enggak" ucapku menarik-narik bajunya
"enggak gitu sayang... udah ya.. jangan banyak berfikir, cukup tenang ya, istirahat yang banyak ya, jangan capek-capek, kasian anak kita, besok aa datang lagi" ucapnya
***
"nda.." sapa Dion membangunkan ku
"kita dah sampai, turun yuk"
"ini dimana?" tanyaku
"ini tempat kamu yang baru" jawabnya membuka selftybeltku
Aku masih menatap heran rumah ini, mencoba membuka memoriku tentang rumah yang kuanggap asing ini.
"hei... kok bengong sih, yuk turun" ucapnya
Aku turun dari mobil, masih dengan menatap rumah itu, menyapu sekeliling tempat ini yang merupakan dataran tinggi.
Sejak kapan aku punya rumah disini, apa ini rumah keluarga aa.
"mah..." aku memanggil mertuaku yang sedang menurunkan barang-barang ku dari bagasi mobil
"iya nda, kenapa?" tanyanya
"ini rumah mamah ya"
Ibuku menatap heran Dion lalu menjawab "iya"
"aa gak bilang kalau mamah papah punya rumah disini, wah... pemandangannya bagus" ucapku
"kamu senang?" tanya Dion
"iya" jawabku tersenyum
Aku memasuki rumah itu, tampak rapih dan tertata.
Rumahnya didominasi oleh kaca, hingga pemandangan indah diluar sana dapat terlihat dari dalam rumah.
"yuk, mamah antar kekamarmu" ajak ibu mertuaku
"yuk mah..." berjalan bersamaan menaiki anak tangga
"mah... mamah tampak lebih cantik hari ini"
"oh ya?"
"saat malam kemarin, karena gelap jadi gak terlalu kelihatan cantiknya, pas pagi ini kena sinar matahari mamah jadi cantik"
"wah... kamu ada-ada saja, sudah sana istirahat, mamah mau masak makanan kesukaanmu ya"
"wah.... makasih mamah"
***
✓halo
✓ka... ini Dinda kok dah balik, gak ada yang kasih kabar gua?
✓lah masa sih
✓lu gak tau?
__ADS_1
✓gak..
✓ini kata susternya pulang tadi pagi malah
✓kok bisa, Dinda pulang sama siapa coba
✓sama si Dion.!! Dia tuh emang brengsek Ka.. gua udah curiga dari awal
✓kok bisa, lu tanya suster atas indikasi apa Dinda bisa pulang, emang Dinda dah pulih total?
✓bentar
"sus.. maaf mau tanya, ini pasien Dinda bisa pulang kenapa ya sus, apa sudah sembuh total?"
"atas instruksi dr.Dion pak, beliau juga sudah menandatangani pertanggungjawaban atas kepulangannya ibu Dinda"
"kok gak tanya keluarganya dulu sih.. Dion kan bukan siapa-siapa..!"
"maaf pak, ibu Dinda sendiri yang sudah setuju dan menandatangani dokumen kepulangan"
"gimana caranya pasiennya yang suruh tanda tangan, jangan mengada-ngada ya sus, saya bisa laporkan ini ke polisi kalau kaya gini caranya, ini sama saja dengan penculikan"
"ibu mertuanya juga tanda tangan pak"
"ibu mertuanya?"
✓halo ka.. ini gak ada yang gak beres, Dinda juga gak bisa dihubungi, lu tau nomor si brengsek itu gak?
✓ini kok bisa pihak rumah sakit ngizinin Dinda pulang
✓ya gak adalagi selain Dion yang jadi biangnya
✓gua tanya Al dulu, buat mastiin nomor Dion dan keberadaannya
✓kasih tau juga yang lain
✓gua telpon orang tua Vicky deh..
✓iya bener
telfonnya terhubung, tapi tak kunjung diangkat oleh ibu Vicky...
Juna tetap menelponnya berulang-ulang, sampai pada akhirnya ada respon dari ibu Vicky.
✓ya.. halo Juna..
✓Alhamdulillah... akhirnya di angkat juga
✓ada apa Jun.?
✓ini tante.. maaf, Juna mau tanya, Dinda dimana ya, soalnya Juna ke kamar Dinda tapi kata suster diaini Dinda sudah pulang sama tante..
✓oh.. iya Jun, benar... Dinda udah pulang dari Rumah sakit
✓ah.. gitu ya tante, syukurlah.. kalau boleh tau Dinda sekarang dimana ya tante.?
✓untuk lebih jelasnya coba kamu ngobrol dulu sama dr.Lala ya Jun.. tante takut salah ngomong
✓dr.Lala psikiater Dinda tante..? kenapa tante.?
✓nanti kamu bakal tau Dinda dimana dari dia
✓ini maaf ya tante, kalau gak salah denger sih tadi suster bilangnya kalau Dinda dibawa sama dr.Dion tante, bukan dr.Lala
✓Juna... semua pertanyaan kamu, akan dijawab sama dr.Lala, jadi tolong ya.. kamu cari saja dulu dr.Lala, kalau sudah dijelaskan baru telfon tante lagi
✓tapi tante... apa benar sekarang lagi sama Dinda dan Dion?
✓iya..
✓Astaga... kok bisa..?
✓cari dr.Lala segera ya Jun... tante matiin dulu telfonnya, tante mau keluar beli makanan buat Dinda
✓Tapi tante...?
✓Assalamualaikum..
__ADS_1
✓walaikumsalam tante..
***
Raka telah menghubungi Al, membicarakan tentang kabar kepulanganku dari Rumah sakit.
Al tampak heran dan bingung kenapa harus Dion yang membawaku pergi, dan tak berkabar sama sekali dengannya.
Al mencoba menelfon Dion, tapi tak diangkat oleh Dion..
bahkan setelah beberapa kali menelfon, ponsel Dion berubah menjadi tidak aktif.
"ada apa ini.. kemana perginya Dinda, ibunya, dan juga dr.Dion.?" ucap Al
Tokk tokk tokk.... suara pintu ruangan Al berbunyi
"masuk" ucap Al
"permisi dok, ada teman dokter namanya Juna ingin bertemu dokter" ucap perawat Al
"oh.. suruh dia masuk"
"baik dok.. permisi" perawat keluar ruangan Al
"hei Jun..." sapa Al bangkit dari duduknya menghampiri Juna yang baru masuk kedalam ruangan Al, merangkul menyapa..
"duduk" menyuruh Juna untuk duduk di sofa
"Al.. nih gua langsung aja ya, ini Dinda dimana? kok bisa-bisanya gak ada yang tau Dinda dimana?' ucap Juna
"gua juga gak tau Jun, dr.Dion juga gak bisa dihubungi, gak aktif"
"Dinda juga sama gak aktif"
"tapi tadi dr.Dion sempat aktif sih, cuma gak diangkat"
"tadi gua dah ngobrol sama ibunya Vicky via telfon"
"lah.. terus gimana tuh.?"
"katanya kita disuruh buat nemuin dr.Lala psikiaternya Dinda"
"dr.Lala.?"
"iya.. katanya dia bakal jelasin semuanya, dari kenapa Dinda pulang sampai Dinda ada dimana sekarang"
"masa sih.. bentar gua telpon ruangan dr.Lala dulu"
✓Poli kejiwaan...!!
✓saya dr.Al, tolong sambungkan sama dr.Lala
✓baik dok
**
✓halo...
✓dr.Lala... saya dan teman-teman sedang bingung mencari Dinda, dan dapat kabar dari orang tua Vicky, kalau kami harus menghubungi dr.Lala, apa itu benar.?
✓iya dr.Al benar..
✓kalau gitu kami ke ruangan dr.Lala ya
✓kebetulan poli masih buka dr.Al, mungkin setelah tutup poli baru kita bisa ngobrol.
✓ah.. baik kalau gitu
✓kalau bisa, kumpulkan yang lain dulu ya dok, seperti Juna, Raka, Anna dan Ririn
✓oh.. iya dok, akan saya usahakan
✓saya akan kabari kalau poli sudah tutup ya dok, dan pastikan semuanya hadir tanpa kecuali
✓siap dok, makasih ya dok
✓sama-sama dok.
__ADS_1